Ilmu sosial adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam segala aspek hidupnya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ilmu sosial mencakup berbagai cabang ilmu, seperti sosiologi, antropologi, psikologi, ekonomi, politik, sejarah, dan lain-lain. Ilmu sosial memiliki beberapa sifat yang membedakannya dari ilmu alam, yaitu:
1. Ilmu sosial bersifat empiris
Ilmu sosial bersifat empiris, artinya ilmu yang diperoleh berdasarkan observasi, pengalaman, atau eksperimen yang dilakukan di lapangan. Ilmu sosial tidak mengandalkan asumsi, spekulasi, atau imajinasi semata, melainkan harus didukung oleh data atau fakta yang nyata dan dapat diverifikasi12.
2. Ilmu sosial bersifat teoritis
Ilmu sosial bersifat teoritis, artinya ilmu yang selalu berusaha menyusun kesimpulan (abstraksi) dari hasil observasi. Ilmu sosial tidak hanya menggambarkan atau menjelaskan fenomena sosial yang terjadi, melainkan juga mencari hubungan sebab-akibat, hukum-hukum umum, atau prinsip-prinsip yang dapat menjelaskan fenomena tersebut secara sistematis dan logis12.
3. Ilmu sosial bersifat kumulatif
Ilmu sosial bersifat kumulatif, artinya ilmu yang selalu berkembang dan bertambah seiring dengan waktu. Ilmu sosial tidak statis atau tetap, melainkan dinamis dan fleksibel. Ilmu sosial selalu terbuka terhadap kritik, revisi, atau penemuan baru yang dapat memperbaiki, memperluas, atau mengganti teori-teori lama12.
4. Ilmu sosial bersifat non-etis
Ilmu sosial bersifat non-etis, artinya ilmu yang tidak memihak atau menilai baik-buruk fenomena sosial yang diteliti. Ilmu sosial bersikap netral dan objektif dalam melakukan analisis dan interpretasi data. Ilmu sosial tidak dipengaruhi oleh nilai-nilai moral, agama, politik, atau ideologi tertentu12.
5. Ilmu sosial bersifat murni dan terapan
Ilmu sosial bersifat murni dan terapan, artinya ilmu yang memiliki dua fungsi utama, yaitu untuk menambah pengetahuan dan untuk memecahkan masalah. Ilmu sosial murni adalah ilmu yang bertujuan untuk mengembangkan teori-teori baru tanpa mempertimbangkan implikasi praktisnya. Ilmu sosial terapan adalah ilmu yang bertujuan untuk menerapkan teori-teori yang ada untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang aktual23.
6. Ilmu sosial bersifat interdisipliner
Ilmu sosial bersifat interdisipliner, artinya ilmu yang saling berhubungan dan berinteraksi dengan cabang-cabang ilmu lainnya. Ilmu sosial tidak dapat dipisahkan dari ilmu alam, ilmu humaniora, atau ilmu-ilmu lainnya. Ilmu sosial seringkali meminjam konsep, metode, atau teori dari ilmu-ilmu lain untuk memperkaya dan memperdalam pemahaman tentang fenomena sosial4.
Sumber:
(1) Sosiologi Menurut Para Ahli Beserta Ciri, Hakikat, dan Objek Kajian. https://www.brainacademy.id/blog/apa-itu-ilmu-sosiologi.
(2) 6+ Sifat-Sifat Sosiologi Beserta Ciri-Ciri dan Karakteristiknya [Lengkap]. https://www.haruspintar.com/sifat-sifat-sosiologi/.
(3) Sosiologi: Pengertian, Sejarah, dan Ciri-cirinya – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/30/130000469/sosiologi-pengertian-sejarah-dan-ciri-cirinya.
(4) Perbedaan Ilmu-ilmu Alam dengan Ilmu-ilmu Sosial Dilihat … – Kompasiana. https://www.kompasiana.com/husenbintahir/55547252b67e616318ba5544/perbedaan-ilmuilmu-alam-dengan-ilmuilmu-sosial-dilihat-dari-dasar-epistemologi.
(5) Berikut ini yang bukan sifat dan hakikat ilmu sosi… – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/question/berikut-ini-yang-bukan-sifat-dan-hakikat-ilmu-sosiologi-adalah-_QU-JLI9IBYK.