Menu Tutup

Periode Radikal dalam Perjuangan dan Pergerakan Nasional Indonesia

Periode radikal adalah salah satu fase dalam sejarah perjuangan dan pergerakan nasional Indonesia yang berlangsung sejak tahun 1927 hingga 1942. Periode ini ditandai dengan munculnya organisasi-organisasi politik yang berani menentang penjajahan Belanda secara terbuka dan menuntut kemerdekaan Indonesia. Organisasi-organisasi ini juga mengusung asas nonkooperatif, yaitu menolak untuk bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda dalam segala bidang.

Latar Belakang Periode Radikal

Periode radikal muncul sebagai reaksi dari kekecewaan dan ketidakpuasan rakyat Indonesia terhadap pemerintah kolonial Belanda yang semakin otoriter dan eksploitatif. Beberapa faktor yang memicu kemunculan periode radikal antara lain:

  • Kebijakan etis yang dicanangkan oleh Belanda sejak awal abad ke-20 tidak memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Sebaliknya, kebijakan ini justru dimanfaatkan oleh Belanda untuk memperkuat dominasinya di bidang ekonomi, politik, dan sosial.
  • Pendidikan modern yang diberikan oleh Belanda kepada sebagian kecil rakyat Indonesia melahirkan generasi muda yang terpelajar, kritis, dan nasionalis. Mereka menyadari bahwa Indonesia adalah bangsa yang berdaulat dan berhak untuk merdeka dari penjajahan Belanda.
  • Pengaruh gerakan nasional di negara-negara lain, seperti India, Turki, China, dan Jepang, yang berhasil memperjuangkan kemerdekaan atau reformasi dari kekuasaan asing. Hal ini memberikan inspirasi dan motivasi bagi rakyat Indonesia untuk melakukan hal yang sama.
  • Perkembangan media massa, seperti surat kabar, majalah, radio, dan film, yang menjadi sarana penyebaran informasi dan propaganda bagi organisasi-organisasi pergerakan nasional. Media massa juga menjadi wadah untuk mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang merugikan rakyat Indonesia.

Organisasi-Organisasi Pergerakan Nasional pada Periode Radikal

Beberapa organisasi pergerakan nasional yang muncul pada periode radikal antara lain:

  • Partai Komunis Indonesia (PKI), yang didirikan pada tahun 1920 oleh Semaun, Alimin, Darsono, dan Tan Malaka. PKI adalah partai politik pertama di Indonesia yang menuntut kemerdekaan Indonesia secara langsung. PKI juga mengajak rakyat untuk melakukan pemberontakan bersenjata melawan Belanda. PKI sempat mengalami pukulan berat akibat pemberontakan 1926-1927 yang gagal dan ditindas oleh Belanda. Namun, PKI berhasil bangkit kembali pada tahun 1935 dengan pemimpin baru, yaitu Musso dan Alimin.
  • Partai Nasional Indonesia (PNI), yang didirikan pada tahun 1927 oleh Soekarno, Mohammad Hatta, Sartono, dan Agus Salim. PNI adalah partai politik kedua di Indonesia yang menuntut kemerdekaan Indonesia secara langsung. PNI juga mengusung asas nonkooperatif dengan pemerintah kolonial Belanda. PNI memiliki sayap pemuda yang disebut Pemuda Indonesia (PI) dan sayap wanita yang disebut Istri Indonesia (II). PNI juga memiliki organisasi massa yang disebut Partindo (Partai Indonesia) dan organisasi bawah tanah yang disebut Menteng 31. PNI sempat dibubarkan oleh Belanda pada tahun 1930 akibat peristiwa G30S/PKI.
  • Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII), yang didirikan pada tahun 1929 oleh Abikoesno Tjokrosoejoso, Sukiman Wirjosandjojo, Mohammad Roem, dan Mohammad Natsir. PSII adalah partai politik ketiga di Indonesia yang menuntut kemerdekaan Indonesia secara langsung. PSII juga mengusung asas nonkooperatif dengan pemerintah kolonial Belanda. PSII memiliki sayap pemuda yang disebut Pemuda Sarekat Islam Indonesia (PSII) dan sayap wanita yang disebut Istri Sarekat Islam Indonesia (ISII). PSII juga memiliki organisasi massa yang disebut Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) dan organisasi bawah tanah yang disebut Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru).

Perjuangan dan Pergerakan Nasional pada Periode Radikal

Perjuangan dan pergerakan nasional pada periode radikal dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  • Melakukan propaganda dan agitasi melalui media massa, seperti surat kabar, majalah, radio, dan film. Contohnya, surat kabar “Hindia Poetra” yang diterbitkan oleh PI, surat kabar “Daulat Ra’jat” yang diterbitkan oleh PKI, surat kabar “Fikiran Ra’jat” yang diterbitkan oleh PNI, dan surat kabar “Pemandangan” yang diterbitkan oleh PSII.
  • Mengadakan rapat-rapat umum, kongres-kongres, dan demonstrasi-demonstrasi untuk menyuarakan aspirasi dan tuntutan rakyat Indonesia. Contohnya, Kongres Pemuda II pada tahun 1928 yang menghasilkan Sumpah Pemuda, Kongres Perempuan Indonesia I pada tahun 1928 yang menghasilkan Resolusi Perempuan Indonesia, Kongres Rakyat Indonesia I pada tahun 1939 yang menghasilkan Piagam Jakarta, dan demonstrasi 17 Oktober 1932 yang menuntut pembebasan Soekarno.
  • Melakukan perlawanan bersenjata terhadap pemerintah kolonial Belanda. Contohnya, pemberontahan PKI di Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Barat pada tahun 1926-1927, pemberontakan Sarekat Islam di Tegal pada tahun 1927, pemberontakan Menteng 31 di Jakarta pada tahun 1933, dan pemberontakan Gerindo di Blitar pada tahun 1940.

Dampak Periode Radikal

Periode radikal memberikan dampak yang besar bagi perjuangan dan pergerakan nasional Indonesia, antara lain:

  • Meningkatkan kesadaran nasional dan patriotisme rakyat Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya organisasi-organisasi pergerakan nasional yang berdiri dan berkembang di seluruh wilayah Indonesia.
  • Mendorong terbentuknya persatuan nasional di antara rakyat Indonesia yang beragam suku, agama, ras, dan budaya. Hal ini terlihat dari semakin eratnya kerjasama dan solidaritas antara organisasi-organisasi pergerakan nasional yang berbeda latar belakang dan ideologi.
  • Menantang dominasi dan otoritas pemerintah kolonial Belanda di Indonesia. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya aksi-aksi protes dan perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang merugikan.
  • Menyiapkan landasan dan modal bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia di masa mendatang. Hal ini terlihat dari semakin matangnya visi dan misi organisasi-organisasi pergerakan nasional dalam menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia.

Sumber:
(1) Prolog Materi – Periode Radikal (Pergerakan Nasional Indonesia). https://www.zenius.net/prologmateri/sejarah/a/1092/periode-radikal.
(2) Mengapa Perjuangan Bangsa Indonesia pada Abad 20 Disebut Masa Radikal?. https://www.kompas.com/stori/read/2022/02/14/110000679/mengapa-perjuangan-bangsa-indonesia-pada-abad-20-disebut-masa-radikal.
(3) Tuliskan empat periode pergerakan nasional Indones… – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/question/tuliskan-empat-periode-pergerakan-nasional-indonesia-beserta-ciri-strategi-perjuangan-yang-ditetapkan_QU-FQ3XGCSG.
(4) Karakteristik utama periode radikalpadamasa perger… – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/question/karakteristik-utama-periode-radikal-pada-masa-pergerakan-nasional-adalah-_QU-YUT3B23S.

Lainnya: