Menu Tutup

Konsep Dasar Kebudayaan: Pengertian, Unsur, Fungsi, Wujud, dan Faktor-Faktor

Kebudayaan adalah salah satu konsep yang sering digunakan dalam ilmu sosial dan humaniora, terutama dalam antropologi, sosiologi, sejarah, dan arkeologi. Namun, konsep kebudayaan tidak memiliki definisi yang tunggal dan baku, melainkan bermacam-macam tergantung dari sudut pandang dan tujuan penelitian. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa pengertian kebudayaan menurut para ahli, unsur-unsur kebudayaan, fungsi kebudayaan, wujud kebudayaan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kebudayaan.

Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli

Secara etimologi, kata kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah atau buddhi yang berarti akal budi. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan dikenal dengan istilah culture yang berasal dari bahasa Latin colere yang berarti mengolah atau mengerjakan1. Berdasarkan asal-usul kata tersebut, kita dapat mengartikan kebudayaan sebagai hasil olah budi manusia dalam menghadapi tantangan hidupnya.

Namun, pengertian kebudayaan tidak sebatas pada aspek material saja, melainkan juga mencakup aspek nonmaterial seperti nilai-nilai, norma-norma, ide-ide, keyakinan, dan perilaku manusia dalam masyarakat. Berikut ini adalah beberapa definisi kebudayaan menurut para ahli:

  • E.B. Tylor (1871): Kebudayaan atau peradaban adalah kompleks keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat2.
  • Koentjaraningrat (1974): Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka memenuhi hidupnya dalam masyarakat3. Unsur-unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat meliputi sistem organisasi sosial, sistem agama dan upacara keagamaan, sistem mata pencaharian hidup, sistem ilmu pengetahuan dan pengetahuan rakyat, sistem teknologi dan peralatan hidup, sistem bahasa dan sistem seni3.
  • Ralph Linton (1945): Kebudayaan adalah konfigurasi perilaku belajar dan hasil-hasil perilaku yang unsur-unsurnya dimiliki dan ditransmisikan oleh anggota-anggota suatu masyarakat4.
  • Anthony Giddens (1991): Kebudayaan adalah cara hidup keseluruhan dari anggota-anggota suatu masyarakat.
  • John Storey (1998): Kebudayaan adalah makna-makna bersama yang berpusat pada makna sehari-hari yang meliputi nilai budaya, benda-benda material/simbolis, norma.

Dari beberapa definisi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa konsep kebudayaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Kebudayaan adalah hasil cipta manusia dalam masyarakatnya.
  • Kebudayaan bersifat abstrak dan konkret.
  • Kebudayaan bersifat dinamis dan berubah seiring dengan perkembangan zaman.
  • Kebudayaan bersifat universal dan relatif.
  • Kebudayaan bersifat terpadu dan beragam.

Unsur-Unsur Kebudayaan

Kebudayaan terdiri dari berbagai unsur yang saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Unsur-unsur kebudayaan dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu:

  • Unsur ideal: yaitu unsur kebudayaan yang berupa gagasan atau ide yang ada dalam pikiran manusia seperti nilai-nilai, norma-norma, aturan-aturan, hukum-hukum, agama-agama, filsafat-filsafat, ilmu pengetahuan dan sebagainya.
  • Unsur material: yaitu unsur kebudayaan yang berupa benda-benda nyata yang diciptakan manusia sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti rumah, pakaian, makanan, kendaraan, senjata, alat musik dan sebagainya.
  • Unsur nonmaterial: yaitu unsur kebudayaan yang berupa perilaku atau tindakan manusia yang dipengaruhi oleh unsur ideal dan material seperti cara berpakaian, cara berbicara, cara bersosialisasi, cara beribadah, cara berkarya seni dan sebagainya.

Fungsi Kebudayaan

Kebudayaan memiliki beberapa fungsi penting bagi manusia dan masyarakatnya, antara lain:

  • Fungsi adaptif: yaitu fungsi kebudayaan yang membantu manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan alam dan sosialnya. Contohnya adalah teknologi yang memudahkan manusia untuk mengolah sumber daya alam dan berkomunikasi dengan sesamanya.
  • Fungsi integratif: yaitu fungsi kebudayaan yang membantu manusia untuk menciptakan kesatuan dan keteraturan dalam masyarakat. Contohnya adalah norma-norma, hukum-hukum, adat istiadat, dan agama yang mengatur hubungan antara individu dan kelompok dalam masyarakat.
  • Fungsi kreatif: yaitu fungsi kebudayaan yang membantu manusia untuk mengembangkan potensi diri dan mewujudkan cita-cita hidupnya. Contohnya adalah seni, sastra, musik, olahraga, dan hiburan yang memberikan ruang bagi ekspresi diri dan pengembangan bakat manusia.
  • Fungsi edukatif: yaitu fungsi kebudayaan yang membantu manusia untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang berguna bagi kehidupannya. Contohnya adalah sistem pendidikan formal dan informal yang menyampaikan ilmu pengetahuan dan budaya dari generasi ke generasi.

Wujud Kebudayaan

Kebudayaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk yang dapat diamati atau dirasakan oleh manusia. Wujud kebudayaan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:

  • Wujud fisik: yaitu wujud kebudayaan yang berupa benda-benda nyata yang dapat dilihat, diraba, atau didengar oleh manusia. Contohnya adalah bangunan-bangunan bersejarah seperti candi, piramida, gereja; benda-benda seni seperti lukisan, patung, kerajinan; benda-benda teknologi seperti komputer, telepon seluler, internet; benda-benda konsumsi seperti makanan, minuman, obat-obatan; dan sebagainya.
  • Wujud nonfisik: yaitu wujud kebudayaan yang berupa gagasan atau ide yang ada dalam pikiran manusia atau perilaku atau tindakan manusia yang tidak dapat dilihat, diraba, atau didengar oleh manusia. Contohnya adalah nilai-nilai seperti kejujuran, toleransi, solidaritas; norma-norma seperti sopan santun, etika profesi, hukum; agama-agama seperti Islam, Kristen, Hindu; bahasa-bahasa seperti Indonesia, Inggris, Mandarin; seni-seni seperti puisi, novel, lagu; dan sebagainya.

Faktor-Faktor Perubahan Kebudayaan

Kebudayaan tidak bersifat statis melainkan dinamis. Kebudayaan dapat mengalami perubahan baik secara lambat maupun cepat tergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor perubahan kebudayaan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:

  • Faktor internal: yaitu faktor perubahan kebudayaan yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri. Contohnya adalah penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi; perubahan-perubahan sosial dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan; konflik-konflik sosial antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
  • Faktor eksternal: yaitu faktor perubahan kebudayaan yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Contohnya adalah kontak atau interaksi dengan masyarakat lain yang memiliki kebudayaan berbeda; pengaruh atau tekanan dari kekuatan politik, ekonomi, atau militer yang lebih besar; bencana alam atau wabah penyakit yang mengancam kelangsungan hidup masyarakat.

Perubahan kebudayaan dapat berdampak positif maupun negatif bagi masyarakat. Perubahan kebudayaan yang positif adalah perubahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan, kemajuan, dan kualitas hidup masyarakat. Contohnya adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memudahkan manusia dalam berbagai bidang; peningkatan kesadaran hak asasi manusia dan demokrasi yang menghormati kebebasan dan keberagaman masyarakat; pelestarian dan pengembangan warisan budaya yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat.

Perubahan kebudayaan yang negatif adalah perubahan yang dapat menurunkan kesejahteraan, kemajuan, dan kualitas hidup masyarakat. Contohnya adalah hilangnya nilai-nilai luhur dan tradisi lokal akibat pengaruh budaya asing yang tidak sesuai; timbulnya konflik-konflik sosial akibat perbedaan pandangan, kepentingan, atau ideologi antara kelompok-kelompok dalam masyarakat; kerusakan lingkungan alam dan sosial akibat eksploitasi sumber daya alam dan manusia secara tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, perubahan kebudayaan harus dihadapi dengan sikap kritis, selektif, dan adaptif oleh masyarakat. Masyarakat harus mampu memilih unsur-unsur kebudayaan yang bermanfaat dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka, serta menolak unsur-unsur kebudayaan yang merugikan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai mereka. Masyarakat juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar mereka, tanpa mengabaikan identitas dan warisan budaya mereka.

Sumber:
(1) Kebudayaan – Pengertian, Unsur, Bentuk, Wujud & Komponen. https://www.dosenpendidikan.co.id/kebudayaan-adalah/.
(2) Pengertian Kebudayaan : Karakteristik, Fungsi, Unsur, Konsep, Wujud …. https://www.pelajaran.co.id/pengertian-kebudayaan-adalah/.
(3) TENTANG KONSEP KEBUDAYAAN – Universitas Diponegoro. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/sabda/article/download/13248/10033.
(4) Pengertian Budaya, Unsur, Konsep, Fungsi, Wujud, Faktor, dan Contohnya. https://dosensosiologi.com/pengertian-budaya/.

Lainnya: