Menu Tutup

Jenis Ketupat Khas Indonesia

Ketupat adalah salah satu makanan khas Indonesia yang sering dihidangkan saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Ketupat terbuat dari beras atau beras ketan yang dimasukkan ke dalam anyaman janur dan direbus selama beberapa jam. Ketupat memiliki bentuk yang khas yaitu kotak atau belah ketupat, dan memiliki rasa yang gurih dan pulen.

Ketupat konon sudah ada sebelum ajaran Islam masuk ke Indonesia. Menurut laman indonesia.travel1, ketupat biasa digantung di tanduk kerbau untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka atas panen mereka. Baru pada masa dakwah Wali Songo yaitu Sunan Kalijaga, ketupat dijadikan cara dakwah agar ajaran Islam bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat Jawa.

Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai lambang Idul Fitri saat beliau memperkenalkan istilah ba’da di Pulau Jawa, yaitu yaitu ba’da dan ba’da Kupat. Ba’da Lebaran merupakan prosesi Shalat Idul Fitri yang dilanjutkan dengan tradisi saling mengunjungi tetangga dan keluarga untuk menjaga tali silaturahmi. Sedangkan ba’da Kupat merupakan tradisi membuat ketupat dan membagikannya kepada tetangga dan keluarga seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri.

Di Indonesia, terdapat berbagai jenis ketupat yang berbeda-beda sesuai asal daerahnya. Dilansir dari laman GridKids.id, berikut adalah delapan jenis ketupat khas Indonesia yang paling populer:

  1. Ketupat Bareh. Ketupat Bareh adalah ragam sajian ketupat khas Minang, Sumatera Barat. Olahan ketupat ini juga bisa ditemukan di pesisir barat Sumatera Utara, terutama di daerah Sibolga. Bahan dasar Ketupat Bareh adalah beras putih dan direbus dengan santan, sehingga ketupat ini memiliki rasa yang gurih. Biasanya, Ketupat Bareh akan dihidangkan bersama sambal kelapa dan ikan asam padeh.
  2. Ketupat Sipulut. Ketupat Sipulut adalah ragam olahan ketupat yang banyak ditemui di Sumatera Barat. Isi Ketupat Sipulut agak lunak karena pada bagian luarnya akan dilumuri santan yang mengental. Ketupat ini biasa dimakan bersama tapai ketan hitam atau dinikmati dengan lauk rendang.
  3. Ketupat Katan Kapau. Ketupat Katan Kapau adalah jenis ketupat khas daerah Kapau, Sumatera Barat. Ketupat ini terbuat dari beras ketan putih yang dimasak dengan santan dan gula merah, sehingga memiliki warna cokelat dan rasa manis. Ketupat ini biasanya disajikan dengan kuah santan dan parutan kelapa.
  4. Ketupat Palas atau Ketupat Pulut. Ketupat Palas atau Ketupat Pulut adalah jenis ketupat yang banyak ditemukan di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Kalimantan Selatan. Ketupat ini terbuat dari beras ketan putih atau hitam yang dibungkus dengan daun palas atau daun pisang, sehingga memiliki warna hijau atau hitam. Ketupat ini biasanya disantap dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng ati, atau serundeng.
  5. Ketupat Glabed. Ketupat Glabed adalah jenis ketupat khas daerah Banyumas, Jawa Tengah. Ketupat ini terbuat dari beras putih
  6. Ketupat Betawi Bebanci. Ketupat Betawi Bebanci adalah jenis ketupat khas daerah Betawi, Jakarta. Ketupat ini terbuat dari beras putih yang dibungkus dengan anyaman janur berbentuk segitiga. Ketupat ini biasanya disajikan dengan sayur gori atau sayur santan yang berisi daging sapi, jeroan sapi, dan telur rebus.
  7. Ketupat Blegong dan Bongko. Ketupat Blegong dan Bongko adalah jenis ketupat khas daerah Tegal, Jawa Tengah. Ketupat Blegong terbuat dari beras putih yang dibungkus dengan anyaman janur berbentuk segitiga atau kotak. Ketupat Bongko terbuat dari beras ketan putih yang dibungkus dengan daun pisang berbentuk silinder. Kedua jenis ketupat ini biasanya disajikan dengan sayur lodeh atau opor ayam.
  8. Ketupat Cabuk Rambak. Ketupat Cabuk Rambak adalah jenis ketupat khas daerah Cirebon, Jawa Barat. Ketupat ini terbuat dari beras putih yang dibungkus dengan anyaman janur berbentuk kotak atau belah ketupat. Ketupat ini biasanya disajikan dengan cabuk rambak atau kulit sapi goreng yang dicampur dengan bumbu kacang.

Lainnya: