Gelar akademik di Indonesia memiliki sejarah panjang yang melibatkan pengaruh dari berbagai sistem pendidikan dunia. Artikel ini akan menguraikan berbagai jenis gelar akademik, penulisan yang benar, dan sejarahnya di Indonesia serta perbandingan dengan negara lain seperti Belanda, Anglo-Saxon, dan Jerman.
1. Pengertian Gelar Akademik
Gelar akademik adalah gelar yang diberikan kepada seseorang setelah menyelesaikan pendidikan di bidang studi tertentu di perguruan tinggi. Gelar ini menunjukkan penguasaan dalam suatu disiplin ilmu dan ditulis di belakang nama lulusan. Gelar akademik di Indonesia terbagi menjadi beberapa jenjang, yaitu Diploma, Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3).
1.1 Jenis Gelar Akademik di Indonesia
Menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 036/U/1993, gelar akademik dibagi sebagai berikut:
a. Gelar Diploma
- Sarjana Terapan (S.Tr) atau Diploma IV – durasi 4 tahun.
- Ahli Madya (A.Md) atau Diploma III – durasi 3 tahun.
- Ahli Muda (A.Ma) atau Diploma II – durasi 2 tahun.
- Ahli Pratama (A.P) atau Diploma I – durasi 1 tahun.
b. Gelar Sarjana (S1)
Jenjang pendidikan Strata-1 (S1) ditempuh selama 4 tahun dengan beban studi sekitar 144 SKS. Gelar ini mencakup berbagai disiplin ilmu, misalnya:
- Sarjana Ekonomi (S.E) untuk bidang ekonomi.
- Sarjana Hukum (S.H) untuk bidang hukum.
- Sarjana Teknik (S.T) untuk bidang teknik.
Sebelum tahun 1993, gelar sarjana di Indonesia juga mencakup istilah Belanda seperti Doktorandus (Drs) dan Insinyur (Ir).
c. Gelar Magister (S2)
Gelar Magister (S2) adalah jenjang pendidikan Strata-2 yang biasanya ditempuh dalam 2 tahun. Gelar ini menggunakan singkatan M., diikuti dengan inisial bidang studi. Contohnya:
- Magister Manajemen (M.M) untuk manajemen.
- Magister Hukum (M.H) untuk hukum.
d. Gelar Doktor (S3)
Gelar Doktor (S3) adalah jenjang pendidikan tertinggi dan biasanya diselesaikan melalui penelitian serta disertasi. Gelar ini ditulis dengan singkatan Dr., seperti:
- Doktor Hukum (Dr.H).
- Doktor Psikologi (Dr.Psi).
2. Sejarah Gelar Akademik di Indonesia
Sebelum tahun 1993, sistem pendidikan di Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh model Belanda. Beberapa gelar yang digunakan saat itu termasuk Doktorandus (Drs) untuk lulusan ilmu sosial dan Insinyur (Ir) untuk lulusan teknik. Perubahan besar dalam pemberian gelar terjadi dengan diberlakukannya Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 036/U/1993 yang menggantikan gelar lama dengan nomenklatur baru yang lebih sesuai dengan standar internasional.
3. Gelar Akademik di Luar Negeri
3.1 Gelar di Sistem Anglo-Saxon
Negara-negara yang menganut sistem Anglo-Saxon seperti Amerika Serikat dan Inggris memiliki beberapa gelar yang berbeda, antara lain:
- Bachelor of Arts (B.A) untuk disiplin seni dan humaniora.
- Bachelor of Science (B.Sc) untuk ilmu sains dan teknologi.
- Master of Business Administration (MBA) untuk manajemen bisnis.
- Doctor of Philosophy (Ph.D) untuk berbagai bidang penelitian.
3.2 Gelar di Belanda
Belanda memiliki sejarah pendidikan yang kaya, dan beberapa gelar yang terkenal di Indonesia berasal dari Belanda, seperti:
- Doctorandus (Drs), digunakan untuk bidang sosial.
- Ingenieur (Ir) untuk teknik.
- Meester in de Rechten (Mr) untuk hukum.
3.3 Gelar di Jerman
Jerman juga memiliki sistem pendidikan yang kuat dengan beberapa gelar seperti:
- Diplom-Ingenieur (Dipl.-Ing.) untuk bidang teknik.
- Doktor rer. nat. untuk ilmu alam.
- Doktor phil. untuk filsafat dan ilmu sosial.
4. Penulisan Gelar yang Benar
Penulisan gelar akademik di belakang nama harus mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Penulisan gelar di Indonesia menempatkan gelar setelah nama dengan mencantumkan huruf inisial bidang studi, misalnya:
- Nama, S.E. untuk lulusan ekonomi.
- Nama, S.H. untuk lulusan hukum.
Dalam konteks internasional, beberapa penulisan gelar juga disesuaikan dengan bahasa Inggris, misalnya Bachelor of Law (LL.B.) untuk Sarjana Hukum di negara-negara Anglo-Saxon.
5. Gelar Akademik Baru
Seiring perkembangan pendidikan, beberapa gelar baru mulai diperkenalkan di Indonesia, terutama dalam bidang terapan dan teknologi. Misalnya, Sarjana Bisnis Digital (S.Bis.Dig) dan Sarjana Terapan Pariwisata (S.Tr.Par) menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan di Indonesia menyesuaikan dengan kebutuhan industri modern.
Referensi:
- Gelar akademik. (n.d.). Wikipedia. Diambil dari id.wikipedia.org
- Daftar gelar sarjana dan singkatannya. (2023, May 21). Kompas. Diambil dari kompas.com
- Daftar gelar akademik dan penulisan singkatannya yang perlu diketahui. (n.d.). Bola. Diambil dari bola.com
- Gelar akademik. (n.d.). Pendidikan Universitas Airlangga. Diambil dari pendidikan.unair.ac.id
- Daftar gelar akademik di Indonesia. (n.d.). Kumparan. Diambil dari kumparan.com
- Terbaru: Gelar akademik lulusan Universitas Terbuka. (n.d.). Universitas Terbuka Purwokerto. Diambil dari purwokerto.ut.ac.id
- Cara penulisan gelar yang benar: Diploma, sarjana, magister, doktor. (2023, August 22). CNN Indonesia. Diambil dari cnnindonesia.com
- Penulisan nama dan gelar yang benar dari sarjana hingga doktor. (n.d.). Detik. Diambil dari detik.com