Latar Belakang Pendirian GAPI
Gabungan Politik Indonesia (GAPI) adalah sebuah organisasi yang terdiri dari beberapa partai politik Indonesia yang beraliran nasionalis di masa pergerakan kemerdekaan Indonesia. GAPI dibentuk pada tanggal 21 Mei 1939 di Jakarta atas inisiatif dari Mohammad Hoesni Thamrin, ketua departemen politik Parindra12.
Latar belakang pendirian GAPI adalah sebagai berikut:
- Menyikapi kegagalan Petisi Soetardjo tahun 1936, yang merupakan usulan dari anggota Volksraad Soetardjo Kartohadikusumo untuk memberikan otonomi bagi Indonesia dalam waktu 15 tahun13. Petisi ini ditolak oleh pemerintah kolonial Belanda dengan alasan bahwa Indonesia belum siap untuk berdiri sendiri13.
- Menghadapi ancaman fasisme di dunia internasional, terutama dari Jerman Nazi dan Italia yang bersekutu dengan Jepang, yang merupakan musuh utama Belanda. GAPI khawatir bahwa paham fasisme akan menyebar ke kalangan pemerintah kolonial Belanda dan mengancam demokrasi di Indonesia12.
- Menyatukan partai-partai politik Indonesia yang memiliki tujuan bersama untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda. GAPI ingin menciptakan sebuah konsentrasi nasional (nationale concentratie) yang dapat menggabungkan kekuatan dan aspirasi seluruh rakyat Indonesia12.
Anggota dan Struktur Organisasi GAPI
Anggota GAPI pada saat pendiriannya adalah sebagai berikut:
- Parindra (Partai Indonesia Raya), partai politik yang didirikan oleh para mantan anggota Budi Utomo dan Indische Partij pada tahun 1927. Parindra mewakili golongan priyayi dan menuntut reformasi politik, ekonomi, dan sosial di Indonesia4.
- Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia), partai politik yang didirikan oleh Amir Syarifuddin dan para mantan anggota PNI pada tahun 1937. Gerindo mewakili golongan buruh dan tani dan menuntut kemerdekaan penuh bagi Indonesia4.
- Persatuan Minahasa, organisasi politik yang didirikan oleh Sam Ratulangi pada tahun 1928. Persatuan Minahasa mewakili kepentingan daerah Minahasa di Sulawesi Utara dan menuntut otonomi daerah dalam kerangka kesatuan nasional Indonesia4.
- Persatuan Pendidikan Islam Indonesia, organisasi politik yang didirikan oleh Mohammad Natsir pada tahun 1930. Persatuan Pendidikan Islam Indonesia mewakili golongan Islam modernis dan menuntut pengembangan pendidikan Islam di Indonesia4.
- Partai Katolik Indonesia, partai politik yang didirikan oleh Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono pada tahun 1923. Partai Katolik Indonesia mewakili golongan Katolik dan menuntut pengakuan hak-hak minoritas agama di Indonesia4.
- Paguyuban Pasundan, organisasi politik yang didirikan oleh Wiranatakusumah V pada tahun 1913. Paguyuban Pasundan mewakili kepentingan daerah Sunda di Jawa Barat dan menuntut otonomi daerah dalam kerangka kesatuan nasional Indonesia4.
- PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia), partai politik yang didirikan oleh Abikusno Tjokrosuyoso pada tahun 1929. PSII merupakan kelanjutan dari Sarekat Islam, organisasi massa Islam terbesar di Indonesia pada masa itu. PSII mewakili golongan Islam tradisional dan menuntut kemerdekaan penuh bagi Indonesia4.
Struktur organisasi GAPI adalah sebagai berikut:
- Dewan Pimpinan Pusat (DPP), yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara. DPP bertanggung jawab atas kebijakan dan program kerja GAPI12.
- Dewan Perwakilan Daerah (DPD), yang terdiri dari perwakilan partai-partai anggota GAPI di setiap daerah. DPD bertugas mengkoordinasikan kegiatan GAPI di daerah masing-masing12.
- Dewan Penasehat, yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional yang dianggap berpengaruh dan berwibawa. Dewan Penasehat bertugas memberikan saran dan masukan kepada DPP dan DPD12.
Tujuan dan Asas GAPI
Tujuan GAPI adalah sebagai berikut:
- Menyatukan partai-partai politik Indonesia dalam perjuangan kedaulatan pemerintahan Indonesia12.
- Demokratisasi pemerintahan Indonesia, dengan menuntut pembentukan parlemen atau lembaga legislatif yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat dan pemerintah harus bertanggung jawab langsung terhadap parlemen tersebut12.
- Mencegah konflik antar partai politik Indonesia dalam melakukan perjuangan kemerdekaan, dengan menjaga solidaritas dan toleransi antara anggota GAPI12.
Asas GAPI adalah sebagai berikut:
- Hak untuk menentukan nasib bangsa Indonesia sendiri, dengan menolak segala bentuk penjajahan dan intervensi asing12.
- Persatuan nasional Indonesia, yang berpedoman pada prinsip kerakyatan dalam paham politik, ekonomi, dan sosial12.
- Persatuan aksi seluruh organisasi pergerakan Indonesia, dengan menggalang kerjasama dan koordinasi antara GAPI dan organisasi-organisasi lain yang memiliki tujuan yang sama12.
Perjuangan dan Perkembangan GAPI
Perjuangan GAPI dilakukan melalui beberapa cara, antara lain:
- Mengeluarkan manifesto GAPI pada September 1939, yang mengajak rakyat Indonesia dan rakyat Belanda untuk bekerjasama menghadapi bahaya fasisme di dunia internasional. Manifesto ini juga menegaskan tuntutan GAPI untuk mewujudkan sistem pemerintahan demokratis di Indonesia12.
- Mengadakan konferensi pertama GAPI pada Juli 1939, yang membahas rencana aksi GAPI dengan semboyan “Indonesia Berparlemen”. Konferensi ini juga menghasilkan resolusi yang menyerukan pembentukan kabinet Indonesia yang beranggotakan wakil-wakil dari partai-partai anggota GAPI12.
- Mengadakan Kongres Rakyat Indonesia pada November 1939, yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi pergerakan Indonesia, seperti PNI, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Baperki, dll. Kongres ini mengesahkan hasil konferensi pertama GAPI dan menyatakan dukungan kepada manifesto GAPI12.
- Melakukan propaganda dan agitasi melalui media massa, rapat umum, pamflet, dll. untuk menyebarkan gagasan-gagasan GAPI kepada rakyat luas. GAPI juga melakukan kontak-kontak politik dengan pihak-pihak lain, seperti Volksraad, pemerintah kolonial Belanda, organisasi pergerakan luar negeri, dll. untuk memperjuangkan tuntutan-tuntutan GAPI12.
Perkembangan GAPI mengalami beberapa pasang surut, antara lain:
- Pada awalnya, GAPI mendapat sambutan positif dari rakyat Indonesia maupun pihak Belanda. Beberapa anggota Volksraad mendukung manifesto GAPI dan menyarankan agar pemerintah kolonial Belanda memberikan konsesi-konsesi politik kepada rakyat Indonesia. Beberapa organisasi pergerakan luar negeri juga menyatakan simpati dan solidaritas kepada GAPI .
- Namun, seiring berjalannya waktu, GAPI menghadapi berbagai hambatan dan tantangan. Beberapa di antaranya adalah:
- Adanya perbedaan pandangan dan kepentingan antara partai-partai anggota GAPI, terutama antara Parindra dan Gerindo. Parindra cenderung lebih moderat dan kooperatif dengan pihak Belanda, sedangkan Gerindo lebih radikal dan konfrontatif .
- Adanya penolakan dan penindasan dari pemerintah kolonial Belanda, yang merasa terancam oleh gerakan GAPI. Pemerintah Belanda menuduh GAPI sebagai organisasi subversif yang ingin menggulingkan pemerintahan kolonial .
- Adanya persaingan dan konflik dengan organisasi pergerakan lain, terutama PNI yang dipimpin oleh Soekarno. PNI menolak bergabung dengan GAPI karena menganggap GAPI sebagai organisasi kompromis yang tidak murni dalam menuntut kemerdekaan Indonesia .
- Akhirnya, GAPI mengalami kemunduran dan kehancuran setelah Jepang masuk ke Indonesia pada tahun 1942. Jepang membubarkan semua organisasi politik Indonesia, termasuk GAPI, dan melarang segala bentuk aktivitas politik di bawah ancaman hukuman mati .
Peran dan Pengaruh GAPI
Meskipun tidak berhasil mencapai tujuannya, GAPI tetap memiliki peran dan pengaruh yang penting dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Beberapa di antaranya adalah:
- GAPI merupakan organisasi politik pertama yang mencoba menyatukan partai-partai politik Indonesia dalam satu wadah perjuangan nasional . GAPI juga merupakan organisasi politik pertama yang mengusung gagasan parlemen Indonesia sebagai bentuk pemerintahan demokratis di Indonesia .
- GAPI memberikan inspirasi dan motivasi kepada rakyat Indonesia untuk terus berjuang melawan penjajahan Belanda maupun Jepang. GAPI juga memberikan contoh dan teladan kepada generasi muda Indonesia tentang pentingnya persatuan dan solidaritas nasional .
- GAPI meninggalkan warisan berupa tokoh-tokoh nasionalis yang kemudian berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Mohammad Hoesni Thamrin, Amir Syarifuddin, Sam Ratulangi, Mohammad Natsir, Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono, dll .
Sumber:
(1) Sejarah Gabungan Politik Indonesia (GAPI) – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/22/134319269/sejarah-gabungan-politik-indonesia-gapi.
(2) Gabungan Politik Indonesia – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Gabungan_Politik_Indonesia.
(3) Gabungan Politik indonesia | Blog – Data dan Informasi. https://dinaskebudayaan.jakarta.go.id/encyclopedia/blog/2018/04/Gabungan-Politik-indonesia.
(4) Latar Belakang GAPI: Latar Belakang, Pendiri, Perkembangan – PAKDOSEN.CO.ID. https://pakdosen.co.id/latar-belakang-gapi/.