Menu Tutup

Dari Sakoku ke Meiji: Perkembangan Jepang dalam Hubungan dengan Dunia

Jepang adalah salah satu negara di Asia Timur yang memiliki sejarah panjang dan menarik. Salah satu periode penting dalam sejarah Jepang adalah periode sakoku meiji, yaitu periode ketika Jepang mengalami isolasi dari dunia luar dan kemudian membuka diri untuk melakukan modernisasi. Artikel ini akan membahas perkembangan Jepang pada periode sakoku meiji, mulai dari latar belakang, penyebab, tokoh, dampak, hingga implikasinya bagi Jepang dan dunia.

Latar Belakang Sakoku

Sakoku adalah istilah yang berarti “negara terkunci” atau “kebijakan isolasi nasional” yang diterapkan oleh pemerintahan Keshogunan Tokugawa di Jepang sejak tahun 1633 hingga 18531. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi Jepang dari pengaruh asing, khususnya agama Kristen yang dianggap mengancam stabilitas sosial dan politik Jepang2. Selama sakoku, Jepang hanya memperbolehkan perdagangan terbatas dengan negara-negara tertentu, seperti Belanda, Cina, Korea, dan Ryukyu3. Orang asing yang masuk ke Jepang tanpa izin akan dihukum mati, begitu juga dengan orang Jepang yang keluar dari negara tanpa izin4.

Penyebab Restorasi Meiji

Restorasi Meiji adalah peristiwa yang menandai berakhirnya kekuasaan Keshogunan Tokugawa dan dimulainya kekuasaan Kaisar Meiji di Jepang pada tahun 1866-1869. Restorasi ini menyebabkan perubahan besar-besaran pada struktur politik dan sosial Jepang, dan berlanjut hingga zaman Meiji (1868-1912). Salah satu penyebab utama Restorasi Meiji adalah tekanan dari negara-negara Barat yang ingin membuka Jepang untuk perdagangan dan diplomasi. Pada tahun 1853, Komodor Matthew Perry dari Amerika Serikat datang ke Teluk Tokyo dengan empat kapal perang dan memaksa Keshogunan Tokugawa untuk menandatangani Perjanjian Kanagawa, yang memberikan hak istimewa kepada Amerika Serikat untuk berdagang di beberapa pelabuhan di Jepang. Perjanjian ini kemudian diikuti oleh perjanjian serupa dengan negara-negara lain, seperti Inggris, Prancis, Rusia, dan Belanda. Perjanjian-perjanjian ini disebut sebagai “perjanjian tidak adil” oleh sebagian besar rakyat Jepang, karena merugikan kepentingan nasional Jepang dan mengancam kedaulatan Jepang.

Kebijakan terbuka terhadap asing yang dilakukan oleh Keshogunan Tokugawa menimbulkan ketidakpuasan dan perlawanan dari berbagai pihak di dalam negeri. Salah satunya adalah gerakan sonno joi (“hormati kaisar dan usir orang barbar”), yang dipimpin oleh beberapa daimyo (penguasa daerah) dan samurai (prajurit) yang loyal kepada kaisar. Gerakan ini menginginkan penggulingan Keshogunan Tokugawa dan pengembalian kekuasaan kepada kaisar sebagai pemimpin tertinggi Jepang. Gerakan ini juga menginginkan penolakan terhadap pengaruh asing dan pemulihan tradisi budaya Jepang. Gerakan sonno joi mendapat dukungan dari Kaisar Komei, yang bertakhta pada tahun 1846-1867. Kaisar Komei mengeluarkan dekrit-dekrit yang menentang perjanjian dengan negara-negara Barat dan mendesak Keshogunan Tokugawa untuk mengambil tindakan tegas terhadap orang asing.

Tokoh-Tokoh Restorasi Meiji

Restorasi Meiji melibatkan banyak tokoh yang berperan penting dalam mengubah sejarah Jepang. Berikut adalah beberapa tokoh yang terkenal dalam Restorasi Meiji:

  • Kaisar Meiji: Kaisar Meiji adalah kaisar Jepang yang bertakhta pada tahun 1867-1912. Ia adalah putra dari Kaisar Komei dan naik tahta pada usia 15 tahun, setelah ayahnya meninggal. Ia menjadi simbol dan pemimpin dari Restorasi Meiji, yang mengakhiri pemerintahan Keshogunan Tokugawa dan memulai modernisasi Jepang. Ia juga mengeluarkan Piagam Sumpah, yang merupakan deklarasi resmi dari tujuan dan prinsip Restorasi Meiji, seperti pembentukan parlemen, penghapusan sistem kelas sosial, pengembangan industri, dan peningkatan pendidikan.
  • Tokugawa Yoshinobu: Tokugawa Yoshinobu adalah shogun terakhir dari Keshogunan Tokugawa, yang memerintah pada tahun 1866-1867. Ia berusaha untuk melakukan reformasi dalam pemerintahan dan menyelesaikan konflik dengan negara-negara Barat, tetapi ia tidak mendapat dukungan dari para daimyo dan samurai yang menentang kebijakannya. Ia akhirnya menyerahkan kekuasaannya kepada kaisar pada tahun 1867, tetapi ia masih terlibat dalam perang saudara melawan pasukan kaisar yang dikenal sebagai Perang Boshin (1868-1869). Ia menyerah pada tahun 1869 dan pensiun di Shizuoka.
  • Saigo Takamori: Saigo Takamori adalah salah satu pemimpin dari gerakan sonno joi dan Restorasi Meiji. Ia adalah daimyo dari domain Satsuma, salah satu domain terkuat di Jepang. Ia berperan penting dalam menggulingkan Keshogunan Tokugawa dan mendukung Kaisar Meiji. Ia juga menjadi salah satu anggota dari Dewan Negara, sebuah badan pemerintahan sementara yang dibentuk setelah Restorasi Meiji. Ia mengusulkan untuk melakukan perang melawan Korea, tetapi ditolak oleh pemerintah pusat. Ia kemudian mengundurkan diri dari jabatannya dan memimpin pemberontakan melawan pemerintah pusat yang dikenal sebagai Pemberontakan Satsuma (1877). Ia tewas dalam pertempuran terakhir di Shiroyama.
  • Okubo Toshimichi: Okubo Toshimichi adalah salah satu pemimpin dari gerakan sonno joi dan Restorasi Meiji. Ia juga berasal dari domain Satsuma dan merupakan sahabat dekat dari Saigo Takamori. Ia juga menjadi anggota dari Dewan Negara dan kemudian menjadi menteri dalam negeri. Ia bertanggung jawab atas banyak kebijakan penting dalam modernisasi Jepang, seperti pembubaran samurai, pembentukan sistem prefektur, pengembangan infrastruktur, dan pengiriman misi diplomatik ke negara-negara Barat. Ia dibunuh oleh sekelompok mantan samurai pada tahun 1878.
  • Fukuzawa Yukichi: Fukuzawa Yukichi adalah seorang penulis, pendidik, dan pemikir yang berpengaruh dalam Restorasi Meiji. Ia adalah pendiri dari Keio University, salah satu universitas tertua dan terkemuka di Jepang. Ia juga menulis banyak buku yang membahas tentang ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, dan budaya Barat. Buku-bukunya sangat populer di kalangan rakyat Jepang dan memberikan inspirasi bagi mereka untuk belajar dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Salah satu buku terkenalnya adalah Gakumon no Susume (An Encouragement of Learning), yang mempromosikan gagasan tentang pendidikan universal, hak asasi manusia, dan kemajuan peradaban.

Dampak Restorasi Meiji

Restorasi Meiji memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan Jepang dan dunia. Berikut adalah beberapa dampak dari Restorasi Meiji:

  • Modernisasi Jepang: Restorasi Meiji memulai proses modernisasi Jepang yang cepat dan menyeluruh. Jepang mengadopsi banyak teknologi, institusi, dan budaya dari negara-negara Barat, seperti sistem hukum, sistem pendidikan, sistem militer, sistem transportasi, sistem komunikasi, industri, dan mode. Jepang juga melakukan reformasi politik dan sosial, seperti pembentukan parlemen, penghapusan sistem kelas sosial, pemberian hak pilih kepada rakyat, dan pengakuan hak asasi manusia. Modernisasi Jepang membuat Jepang menjadi salah satu negara terkuat dan terkaya di dunia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
  • Nasionalisme Jepang: Restorasi Meiji juga menumbuhkan rasa nasionalisme yang kuat di kalangan rakyat Jepang. Nasionalisme ini didasarkan pada kebanggaan akan sejarah dan budaya Jepang, serta keinginan untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi Jepang kepada dunia. Nasionalisme ini juga mendorong Jepang untuk melakukan ekspansi dan imperialisme di Asia dan Pasifik, dengan alasan untuk melindungi kepentingan nasional Jepang dan menyebarkan peradaban Jepang. Nasionalisme ini berkontribusi pada terjadinya beberapa perang yang melibatkan Jepang, seperti Perang Sino-Jepang Pertama (1894-1895), Perang Rusia-Jepang (1904-1905), Perang Dunia Pertama (1914-1918), Perang Sino-Jepang Kedua (1937-1945), dan Perang Dunia Kedua (1939-1945).
  • Pengaruh Global: Restorasi Meiji juga memberikan pengaruh yang besar bagi dunia. Restorasi Meiji menunjukkan bahwa sebuah negara non-Barat dapat berhasil melakukan modernisasi dan menjadi setara dengan negara-negara Barat. Restorasi Meiji juga memberikan inspirasi bagi banyak negara-negara Asia yang ingin membebaskan diri dari penjajahan dan mendapatkan kemerdekaan. Restorasi Meiji juga mempengaruhi perkembangan seni, sastra, dan budaya di dunia, dengan menciptakan gaya-gaya baru yang unik dan menarik.

Implikasi Sakoku Meiji

Sakoku meiji adalah periode yang sangat penting dalam sejarah Jepang. Periode ini menunjukkan bagaimana Jepang mengalami transformasi yang luar biasa dari sebuah negara terisolasi menjadi sebuah negara modern. Periode ini juga menunjukkan bagaimana Jepang berinteraksi dengan dunia luar, baik dalam hal kerjasama maupun konflik. Periode ini juga menunjukkan bagaimana Jepang membentuk identitas nasionalnya sendiri, yang berbeda dari negara-negara lain. Periode ini juga menunjukkan bagaimana Jepang memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia, baik dalam hal positif maupun negatif.

Sakoku meiji adalah periode yang patut dipelajari dan dipahami oleh semua orang, karena periode ini memberikan banyak pelajaran dan wawasan bagi kita. Periode ini mengajarkan kita tentang pentingnya belajar dari pengalaman masa lalu, beradaptasi dengan perubahan zaman, menghargai keberagaman budaya, menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas, serta bertanggung jawab atas dampak dari tindakan kita.

Sumber:
(1) Restorasi Meiji: Tokoh, Penyebab, dan Dampak – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2021/10/29/150000079/restorasi-meiji-tokoh-penyebab-dan-dampak?page=all.
(2) Sejarah Restorasi Meiji di Jepang: Latar Belakang, Tokoh, & Dampak. https://tirto.id/sejarah-restorasi-meiji-di-jepang-latar-belakang-tokoh-dampak-goPw.
(3) Hal yang menandai perkembangan Jepang menjadi sebu… – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/question/hal-yang-menandai-perkembangan-jepang-menjadi-sebuah-negara-yang-terbuka-dan-maju_QU-42L10JGB.
(4) Restorasi Meiji – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Restorasi_Meiji.

Lainnya: