{"id":51919,"date":"2025-09-09T10:01:51","date_gmt":"2025-09-09T03:01:51","guid":{"rendered":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/?p=51919"},"modified":"2025-09-09T10:01:51","modified_gmt":"2025-09-09T03:01:51","slug":"apa-perbedaan-gerhana-matahari-dan-gerhana-bulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-perbedaan-gerhana-matahari-dan-gerhana-bulan\/","title":{"rendered":"Apa Perbedaan Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-perbedaan-gerhana-matahari-dan-gerhana-bulan\/#Memahami_Konsep_Dasar_Gerhana\" >Memahami Konsep Dasar Gerhana<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-perbedaan-gerhana-matahari-dan-gerhana-bulan\/#Gerhana_Matahari_Saat_Bulan_Menutupi_Sang_Surya_%E2%98%80%EF%B8%8F\" >Gerhana Matahari: Saat Bulan Menutupi Sang Surya \u2600\ufe0f<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-perbedaan-gerhana-matahari-dan-gerhana-bulan\/#Posisi_dan_Mekanisme_Terjadinya_Gerhana_Matahari\" >Posisi dan Mekanisme Terjadinya Gerhana Matahari<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-perbedaan-gerhana-matahari-dan-gerhana-bulan\/#Jenis-Jenis_Gerhana_Matahari\" >Jenis-Jenis Gerhana Matahari<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-perbedaan-gerhana-matahari-dan-gerhana-bulan\/#Gerhana_Bulan_Ketika_Bumi_Membayangi_Rembulan_%F0%9F%8C%95\" >Gerhana Bulan: Ketika Bumi Membayangi Rembulan \ud83c\udf15<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-perbedaan-gerhana-matahari-dan-gerhana-bulan\/#Posisi_dan_Mekanisme_Terjadinya_Gerhana_Bulan\" >Posisi dan Mekanisme Terjadinya Gerhana Bulan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-perbedaan-gerhana-matahari-dan-gerhana-bulan\/#Mengapa_Bulan_Berwarna_Merah_Saat_Gerhana\" >Mengapa Bulan Berwarna Merah Saat Gerhana?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-perbedaan-gerhana-matahari-dan-gerhana-bulan\/#Perbedaan_Kunci_Antara_Gerhana_Matahari_dan_Gerhana_Bulan\" >Perbedaan Kunci Antara Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-perbedaan-gerhana-matahari-dan-gerhana-bulan\/#Aspek_Keamanan_Mana_yang_Aman_Dilihat_Langsung_%F0%9F%94%AD\" >Aspek Keamanan: Mana yang Aman Dilihat Langsung? \ud83d\udd2d<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-perbedaan-gerhana-matahari-dan-gerhana-bulan\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Langit malam dan siang hari menyimpan berbagai fenomena menakjubkan yang telah memikat umat manusia sejak zaman dahulu.<\/p>\n<p>Di antara pertunjukan kosmis yang paling dramatis adalah gerhana. Terkadang, siang hari yang cerah bisa tiba-tiba meredup menjadi gelap gulita, dan di lain waktu, bulan purnama yang bersinar terang dapat berubah warna menjadi merah darah.<\/p>\n<p>Dua peristiwa inilah yang kita kenal sebagai gerhana matahari dan gerhana bulan. Meskipun keduanya melibatkan interaksi antara Matahari, Bumi, dan Bulan, perbedaan gerhana matahari dan gerhana bulan terletak pada mekanisme, penampakan, dan dampaknya yang sangat fundamental. Memahami perbedaan ini akan membuka wawasan kita tentang tarian surgawi yang presisi di tata surya kita.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memahami_Konsep_Dasar_Gerhana\"><\/span>Memahami Konsep Dasar Gerhana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebelum menyelami perbedaan spesifiknya, penting untuk memahami apa itu gerhana secara umum. Gerhana (dari bahasa Yunani &#8220;\u00e9kleipsis,&#8221; yang berarti &#8220;meninggalkan&#8221; atau &#8220;menghilang&#8221;) adalah peristiwa astronomi di mana sebuah benda langit bergerak ke dalam bayangan benda langit lainnya. Dalam konteks kita, ketiga aktor utamanya adalah Matahari (sumber cahaya), Bumi (planet kita), dan Bulan (satelit alami kita).<\/p>\n<p>Setiap gerhana melibatkan pembentukan bayangan. Bayangan ini memiliki dua bagian:<\/p>\n<ul>\n<li>Umbra: Bagian inti bayangan yang paling gelap, di mana sumber cahaya sepenuhnya terhalang.<\/li>\n<li>Penumbra: Bagian luar bayangan yang lebih terang, di mana sumber cahaya hanya terhalang sebagian.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang berada dalam satu garis lurus\u2014sebuah konfigurasi yang disebut syzygy\u2014adalah kunci terjadinya gerhana. Namun, siapa yang menghalangi siapa, dan siapa yang berada di dalam bayangan, itulah yang menjadi inti perbedaan antara gerhana matahari dan gerhana bulan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gerhana_Matahari_Saat_Bulan_Menutupi_Sang_Surya_%E2%98%80%EF%B8%8F\"><\/span>Gerhana Matahari: Saat Bulan Menutupi Sang Surya \u2600\ufe0f<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Gerhana matahari adalah fenomena yang terjadi pada siang hari ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Sederhananya, ini adalah peristiwa di mana bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi. Orang-orang yang berada di dalam jalur bayangan itulah yang akan menyaksikan gerhana.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Posisi_dan_Mekanisme_Terjadinya_Gerhana_Matahari\"><\/span>Posisi dan Mekanisme Terjadinya Gerhana Matahari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Urutan posisi untuk gerhana matahari adalah Matahari &#8211; Bulan &#8211; Bumi. Meskipun Matahari berukuran sekitar 400 kali lebih besar dari Bulan, ia juga berjarak sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi. Kebetulan kosmis yang luar biasa ini membuat ukuran piringan Bulan dan Matahari tampak hampir sama besar dari sudut pandang kita di Bumi. Ketika orbit Bulan membawanya tepat di antara Bumi dan Matahari, ia dapat menghalangi pandangan kita terhadap Matahari. Peristiwa ini hanya mungkin terjadi selama fase bulan baru, yaitu ketika sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak mendapat cahaya Matahari.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Gerhana_Matahari\"><\/span>Jenis-Jenis Gerhana Matahari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tergantung pada seberapa sempurna kesejajarannya dan jarak Bulan dari Bumi, ada beberapa jenis gerhana matahari:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>Gerhana Matahari Total: Terjadi ketika pengamat berada di dalam bayangan umbra Bulan. Langit menjadi gelap seperti senja, suhu udara turun, dan lapisan terluar atmosfer Matahari yang disebut korona menjadi terlihat sebagai cincin cahaya putih yang indah di sekitar siluet hitam Bulan.<\/li>\n<li>Gerhana Matahari Sebagian: Terjadi ketika pengamat berada di dalam bayangan penumbra. Hanya sebagian piringan Matahari yang tertutup oleh Bulan, membuatnya tampak seperti Matahari &#8220;tergigit&#8221;.<\/li>\n<li>Gerhana Matahari Cincin: Terjadi ketika Bulan berada pada titik terjauhnya dari Bumi (apogee) dalam orbitnya. Karena jaraknya yang lebih jauh, piringan Bulan tampak sedikit lebih kecil dari piringan Matahari. Akibatnya, Bulan tidak dapat menutupi seluruh Matahari, menyisakan cincin terang\u2014atau <i>annulus<\/i>\u2014cahaya Matahari di sekelilingnya.<\/li>\n<li>Gerhana Matahari Hibrida: Jenis yang paling langka, di mana gerhana dapat berubah dari gerhana cincin menjadi gerhana total (atau sebaliknya) di sepanjang jalurnya di permukaan Bumi.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gerhana_Bulan_Ketika_Bumi_Membayangi_Rembulan_%F0%9F%8C%95\"><\/span>Gerhana Bulan: Ketika Bumi Membayangi Rembulan \ud83c\udf15<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan adalah fenomena malam hari ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Dalam skenario ini, Bumi menghalangi sinar Matahari untuk mencapai Bulan, menyebabkan bayangan Bumi jatuh di permukaan Bulan. Peristiwa ini hanya bisa terjadi selama fase bulan purnama, saat Bulan berada di sisi berlawanan dari Bumi dari Matahari.<\/p>\n<div class=\"attachment-container search-images\">\n<div class=\"image-container ng-star-inserted\" data-full-size-image-uri=\"https:\/\/encrypted-tbn1.gstatic.com\/licensed-image?q=tbn:ANd9GcQt8L-F3zg6XmlD3Dz6PsN82snFmefSldXpzGQZtXRuyns4bMNVXjBMpX836QMyImcI1-LUGylH4H-HbDZPps4ma0TMXt46PyvwfVPCHWvgq9l4fgQ\">\n<div class=\"overlay-container ng-star-inserted\"><button class=\"image-button ng-star-inserted\"><img decoding=\"async\" class=\"licensed-image loaded\" src=\"https:\/\/encrypted-tbn1.gstatic.com\/licensed-image?q=tbn:ANd9GcQt8L-F3zg6XmlD3Dz6PsN82snFmefSldXpzGQZtXRuyns4bMNVXjBMpX836QMyImcI1-LUGylH4H-HbDZPps4ma0TMXt46PyvwfVPCHWvgq9l4fgQ\" alt=\"Gambar a lunar eclipse diagram showing the Earth's shadow on the Moon\" \/><\/button><\/p>\n<div class=\"licensed-image-source ng-star-inserted\"><span class=\"label ellipsis gds-label-m-alt\">Dilisensikan oleh Google<\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Posisi_dan_Mekanisme_Terjadinya_Gerhana_Bulan\"><\/span>Posisi dan Mekanisme Terjadinya Gerhana Bulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Urutan posisi untuk gerhana bulan adalah Matahari &#8211; Bumi &#8211; Bulan. Karena Bumi jauh lebih besar dari Bulan, bayangan umbra Bumi juga jauh lebih besar.<\/p>\n<p>Ini berarti gerhana bulan total dapat berlangsung lebih lama (hingga hampir 2 jam) dibandingkan gerhana matahari total (yang biasanya hanya beberapa menit).<\/p>\n<p>Selain itu, karena bayangan Bumi begitu besar, setiap orang di sisi malam Bumi dapat menyaksikan gerhana bulan secara bersamaan, membuatnya menjadi peristiwa yang jauh lebih umum disaksikan daripada gerhana matahari.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Bulan_Berwarna_Merah_Saat_Gerhana\"><\/span>Mengapa Bulan Berwarna Merah Saat Gerhana?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Salah satu fitur paling memukau dari gerhana bulan total adalah warna merah tembaga atau oranye tua yang menyelimuti Bulan, yang sering disebut &#8220;Blood Moon&#8221;.<\/p>\n<p>Warna ini muncul karena atmosfer Bumi. Saat cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi, sebagian besar cahaya biru dihamburkan (fenomena yang sama yang membuat langit kita biru, dikenal sebagai <i>hamburan Rayleigh<\/i>).<\/p>\n<p>Namun, cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang, seperti merah dan oranye, cenderung dibiaskan atau dibelokkan oleh atmosfer dan diarahkan ke bayangan Bumi. Cahaya kemerahan inilah yang kemudian menyinari Bulan, memberinya rona yang dramatis.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Kunci_Antara_Gerhana_Matahari_dan_Gerhana_Bulan\"><\/span>Perbedaan Kunci Antara Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah rangkuman perbedaan utama antara kedua fenomena langit ini dalam format tabel.<\/p>\n<div class=\"horizontal-scroll-wrapper\">\n<div class=\"table-block-component\">\n<div class=\"table-block has-export-button\">\n<div class=\"table-content not-end-of-paragraph\" data-hveid=\"0\" data-ved=\"0CAAQ3ecQahgKEwjMqqXvtcqPAxUAAAAAHQAAAAAQgAI\">\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<td>Fitur<\/td>\n<td>Gerhana Matahari<\/td>\n<td>Gerhana Bulan<\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Urutan Posisi<\/td>\n<td>Matahari &#8211; Bulan &#8211; Bumi<\/td>\n<td>Matahari &#8211; Bumi &#8211; Bulan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Objek Penghalang<\/td>\n<td>Bulan<\/td>\n<td>Bumi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Objek yang Terhalang<\/td>\n<td>Matahari (cahayanya terhalang dari Bumi)<\/td>\n<td>Bulan (cahaya Matahari terhalang oleh Bumi)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Waktu Terjadi<\/td>\n<td>Siang hari<\/td>\n<td>Malam hari<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Fase Bulan<\/td>\n<td>Bulan Baru<\/td>\n<td>Bulan Purnama<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Durasi Totalitas<\/td>\n<td>Sangat singkat (maksimal sekitar 7,5 menit)<\/td>\n<td>Cukup lama (bisa lebih dari 1,5 jam)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Frekuensi Pengamatan<\/td>\n<td>Jarang terlihat dari satu lokasi tertentu<\/td>\n<td>Relatif sering terlihat oleh separuh belahan Bumi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Keamanan Penglihatan<\/td>\n<td>BERBAHAYA untuk dilihat langsung tanpa pelindung mata khusus<\/td>\n<td>AMAN untuk dilihat dengan mata telanjang<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aspek_Keamanan_Mana_yang_Aman_Dilihat_Langsung_%F0%9F%94%AD\"><\/span>Aspek Keamanan: Mana yang Aman Dilihat Langsung? \ud83d\udd2d<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ini adalah salah satu perbedaan paling krusial yang harus diketahui semua orang.<\/p>\n<p>Melihat gerhana matahari secara langsung, bahkan hanya untuk beberapa detik, sangatlah berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan mata permanen atau kebutaan.<\/p>\n<p>Cahaya Matahari yang intens dapat membakar retina tanpa menimbulkan rasa sakit. Untuk mengamati gerhana matahari, Anda wajib menggunakan pelindung mata khusus seperti kacamata gerhana bersertifikasi ISO 12312-2 atau menggunakan metode proyeksi (seperti membuat proyektor lubang jarum).<\/p>\n<p>Sebaliknya, gerhana bulan sepenuhnya aman untuk diamati dengan mata telanjang. Anda sedang melihat Bulan yang diredupkan, yang hanya memantulkan sedikit cahaya Matahari. Tidak ada radiasi berbahaya yang dipancarkan. Anda bisa menggunakan teleskop atau teropong untuk melihat detail permukaan Bulan dengan lebih jelas selama gerhana berlangsung.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada intinya, perbedaan gerhana matahari dan gerhana bulan dapat diringkas dengan sederhana: gerhana matahari adalah bayangan Bulan yang jatuh di Bumi, sedangkan gerhana bulan adalah bayangan Bumi yang jatuh di Bulan. Yang satu mengubah siang menjadi malam secara singkat, sementara yang lain melukis bulan purnama dengan warna merah yang menawan.<\/p>\n<p>Kedua fenomena ini adalah pengingat yang indah akan presisi dan keagungan alam semesta. Mereka bukan lagi pertanda buruk seperti yang dipercaya oleh peradaban kuno, melainkan kesempatan bagi kita untuk berhenti sejenak, menatap ke langit, dan mengagumi tarian kosmis yang telah berlangsung selama miliaran tahun.<\/p>\n<p>Dengan memahami ilmu di baliknya, kita dapat mengapresiasi keajaiban ini dengan lebih dalam dan, yang terpenting, mengamatinya dengan cara yang aman. Jadi, saat Anda mendengar berita tentang gerhana yang akan datang, carilah informasi lebih lanjut dan bersiaplah untuk menyaksikan salah satu pertunjukan alam yang paling spektakuler.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Langit malam dan siang hari menyimpan berbagai fenomena menakjubkan yang telah memikat umat manusia sejak zaman dahulu. Di antara pertunjukan kosmis yang paling dramatis adalah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[516],"tags":[604,597,596,603,589,594,590,595,602,598],"class_list":["post-51919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-saintek","tag-antariksa","tag-astronomi","tag-bulan","tag-edukasi","tag-fenomena","tag-gerhana","tag-langit","tag-matahari","tag-perbedaan","tag-sains"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51919"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51921,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51919\/revisions\/51921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}