{"id":51915,"date":"2025-09-09T09:57:57","date_gmt":"2025-09-09T02:57:57","guid":{"rendered":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/?p=51915"},"modified":"2025-09-09T09:58:27","modified_gmt":"2025-09-09T02:58:27","slug":"memahami-gerhana-matahari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/memahami-gerhana-matahari\/","title":{"rendered":"Memahami Gerhana Matahari"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/memahami-gerhana-matahari\/#Memahami_Apa_Itu_Gerhana_Matahari\" >Memahami Apa Itu Gerhana Matahari<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/memahami-gerhana-matahari\/#Definisi_Sederhana_Fenomena_Gerhana_Matahari\" >Definisi Sederhana Fenomena Gerhana Matahari<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/memahami-gerhana-matahari\/#Proses_Terjadinya_Gerhana_Matahari_Sebuah_Tarian_Kosmik\" >Proses Terjadinya Gerhana Matahari: Sebuah Tarian Kosmik<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/memahami-gerhana-matahari\/#Fase-Fase_Kunci_dalam_Sebuah_Gerhana_Matahari\" >Fase-Fase Kunci dalam Sebuah Gerhana Matahari<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/memahami-gerhana-matahari\/#Mengenal_Jenis-Jenis_Gerhana_Matahari\" >Mengenal Jenis-Jenis Gerhana Matahari<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/memahami-gerhana-matahari\/#Gerhana_Matahari_Total_Mahkota_Api_di_Langit_Siang\" >Gerhana Matahari Total: Mahkota Api di Langit Siang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/memahami-gerhana-matahari\/#Gerhana_Matahari_Sebagian_Ketika_Sang_Surya_%E2%80%9CTergigit%E2%80%9D\" >Gerhana Matahari Sebagian: Ketika Sang Surya &#8220;Tergigit&#8221;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/memahami-gerhana-matahari\/#Gerhana_Matahari_Cincin_Lingkaran_Api_yang_Memesona\" >Gerhana Matahari Cincin: Lingkaran Api yang Memesona<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/memahami-gerhana-matahari\/#Gerhana_Matahari_Hibrida_Fenomena_Langka_yang_Unik\" >Gerhana Matahari Hibrida: Fenomena Langka yang Unik<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/memahami-gerhana-matahari\/#Mengamati_Gerhana_Matahari_dengan_Aman_Panduan_Penting\" >Mengamati Gerhana Matahari dengan Aman: Panduan Penting<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/memahami-gerhana-matahari\/#Metode_Aman_dan_Tidak_Aman\" >Metode Aman dan Tidak Aman<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Pernahkah Anda membayangkan langit yang cerah di siang hari tiba-tiba meredup menjadi gelap gulita, seolah malam datang lebih awal? Bintang-bintang mulai tampak, suhu udara menurun, dan suasana menjadi hening yang magis.<\/p>\n<p>Fenomena alam yang dramatis dan menakjubkan ini bukanlah fiksi ilmiah, melainkan sebuah peristiwa nyata yang dikenal sebagai gerhana matahari.<\/p>\n<p>Sejak zaman kuno, peristiwa ini telah memikat sekaligus menakuti peradaban manusia, melahirkan berbagai mitos dan legenda.<\/p>\n<p>Namun, di balik pesonanya, terdapat penjelasan ilmiah yang logis dan elegan. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu gerhana matahari, mulai dari proses terjadinya, jenis-jenisnya yang beragam, hingga cara mengamatinya dengan aman.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memahami_Apa_Itu_Gerhana_Matahari\"><\/span>Memahami Apa Itu Gerhana Matahari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Secara fundamental, pemahaman tentang gerhana matahari dimulai dari interaksi tiga benda langit utama dalam tata surya kita: Matahari, Bulan, dan Bumi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Definisi_Sederhana_Fenomena_Gerhana_Matahari\"><\/span>Definisi Sederhana Fenomena Gerhana Matahari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Gerhana matahari adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga sebagian atau seluruh cahaya Matahari terhalang oleh Bulan. Peristiwa ini hanya dapat terjadi saat fase bulan baru, di mana sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak mendapat cahaya Matahari.<\/p>\n<p>Meskipun Matahari berdiameter sekitar 400 kali lebih besar dari Bulan, ia juga berjarak sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi. Kebetulan kosmik yang luar biasa ini membuat ukuran piringan Bulan dan Matahari tampak hampir sama besar jika dilihat dari Bumi. Karena kesamaan ukuran inilah, Bulan dapat menutupi Matahari dengan sempurna saat terjadi gerhana matahari total.<\/p>\n<p>Saat gerhana terjadi, Bulan akan menghasilkan dua jenis bayangan yang jatuh ke permukaan Bumi:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>Umbra: Bayangan inti yang paling gelap. Jika seorang pengamat berada di dalam area umbra, mereka akan menyaksikan gerhana matahari total.<\/li>\n<li>Penumbra: Bayangan luar yang lebih redup. Pengamat di dalam area penumbra akan menyaksikan gerhana matahari sebagian.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"attachment-container search-images\">\n<div class=\"image-container ng-star-inserted\" data-full-size-image-uri=\"https:\/\/encrypted-tbn2.gstatic.com\/licensed-image?q=tbn:ANd9GcTd-k68BJ0pto8Jy62_71F0yNbKvasl06MRvwr0zPnyYjWSZ3gIMZp8HotmZuEiZiXttzImAqe1W0p6sBSCEWWFP9lK5cMdYzCPXy4PaTYu3VQ7HxA\">\n<div class=\"overlay-container ng-star-inserted\">\n<p><button class=\"image-button ng-star-inserted\"><img decoding=\"async\" class=\"licensed-image loaded\" src=\"https:\/\/encrypted-tbn2.gstatic.com\/licensed-image?q=tbn:ANd9GcTd-k68BJ0pto8Jy62_71F0yNbKvasl06MRvwr0zPnyYjWSZ3gIMZp8HotmZuEiZiXttzImAqe1W0p6sBSCEWWFP9lK5cMdYzCPXy4PaTYu3VQ7HxA\" alt=\"Gambar solar eclipse umbra and penumbra diagram\" \/><\/button><\/p>\n<div class=\"licensed-image-source ng-star-inserted\"><span class=\"label ellipsis gds-label-m-alt\">Dilisensikan oleh Google<\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Terjadinya_Gerhana_Matahari_Sebuah_Tarian_Kosmik\"><\/span>Proses Terjadinya Gerhana Matahari: Sebuah Tarian Kosmik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Terjadinya sebuah gerhana bukanlah peristiwa acak, melainkan hasil dari pergerakan orbit Bumi mengelilingi Matahari dan orbit Bulan mengelilingi Bumi yang presisi. Gerhana hanya terjadi ketika ketiga benda langit ini berada dalam posisi sejajar atau <i>syzygy<\/i>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fase-Fase_Kunci_dalam_Sebuah_Gerhana_Matahari\"><\/span>Fase-Fase Kunci dalam Sebuah Gerhana Matahari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Proses sebuah gerhana matahari total dapat diuraikan menjadi beberapa fase yang menakjubkan:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>Kontak Pertama: Fase awal dimulai saat piringan Bulan pertama kali menyentuh piringan Matahari. Matahari mulai terlihat &#8220;tergigit&#8221; dari satu sisi.<\/li>\n<li>Fase Gerhana Sebagian: Bulan secara perlahan bergerak menutupi lebih banyak permukaan Matahari. Langit mulai sedikit meredup, mirip seperti saat cuaca mendung.<\/li>\n<li>Kontak Kedua (Awal Totalitas): Tepat sebelum Matahari tertutup sepenuhnya, fenomena optik yang indah muncul. Cahaya terakhir Matahari yang bersinar melalui lembah-lembah di tepi Bulan menciptakan efek &#8220;Cincin Berlian&#8221; (<i>Diamond Ring<\/i>) dan &#8220;Baily&#8217;s Beads&#8221;.<\/li>\n<li>Totalitas: Puncak gerhana terjadi. Piringan Matahari sepenuhnya tertutup oleh Bulan. Langit menjadi gelap, planet dan bintang terang mulai terlihat. Bagian paling menakjubkan adalah terlihatnya korona\u2014atmosfer luar Matahari yang sangat panas dan biasanya tidak terlihat\u2014sebagai mahkota cahaya putih yang menyala di sekitar siluet hitam Bulan.<\/li>\n<li>Kontak Ketiga (Akhir Totalitas): Bulan mulai bergerak menjauh, dan efek Cincin Berlian muncul kembali di sisi berlawanan. Langit mulai terang kembali dengan cepat.<\/li>\n<li>Fase Gerhana Sebagian Akhir: Bulan terus bergerak hingga akhirnya benar-benar meninggalkan piringan Matahari.<\/li>\n<li>Kontak Keempat: Gerhana secara resmi berakhir.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenal_Jenis-Jenis_Gerhana_Matahari\"><\/span>Mengenal Jenis-Jenis Gerhana Matahari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tidak semua gerhana matahari sama. Bergantung pada posisi Bulan dalam orbitnya dan lokasi pengamat di Bumi, kita dapat menyaksikan beberapa jenis gerhana yang berbeda.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gerhana_Matahari_Total_Mahkota_Api_di_Langit_Siang\"><\/span>Gerhana Matahari Total: Mahkota Api di Langit Siang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Inilah jenis gerhana yang paling spektakuler. Gerhana matahari total terjadi ketika pengamat berada tepat di jalur umbra Bulan. Selama beberapa menit, Matahari tertutup sepenuhnya, memungkinkan kita untuk melihat korona yang megah. Ini adalah satu-satunya saat yang aman untuk melihat gerhana dengan mata telanjang, namun hanya selama fase totalitas berlangsung.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gerhana_Matahari_Sebagian_Ketika_Sang_Surya_%E2%80%9CTergigit%E2%80%9D\"><\/span>Gerhana Matahari Sebagian: Ketika Sang Surya &#8220;Tergigit&#8221;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Gerhana matahari sebagian adalah jenis yang paling sering terjadi dan dapat diamati dari area yang lebih luas. Ini terjadi ketika pengamat berada di dalam bayangan penumbra Bulan. Dari perspektif mereka, Bulan hanya menutupi sebagian dari piringan Matahari, membuatnya tampak seolah-olah ada &#8220;gigitan&#8221; gelap pada Matahari.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gerhana_Matahari_Cincin_Lingkaran_Api_yang_Memesona\"><\/span>Gerhana Matahari Cincin: Lingkaran Api yang Memesona<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada pada titik terjauh dari Bumi dalam orbit elipsnya (disebut <i>apogee<\/i>). Pada posisi ini, piringan Bulan tampak sedikit lebih kecil dari piringan Matahari. Akibatnya, Bulan tidak dapat menutupi seluruh Matahari. Saat puncak gerhana, yang terlihat adalah lingkaran atau cincin cahaya Matahari yang terang mengelilingi siluet gelap Bulan, menciptakan &#8220;cincin api&#8221; (<i>ring of fire<\/i>) yang memukau.<\/p>\n<div class=\"attachment-container search-images\">\n<div class=\"image-container ng-star-inserted\" data-full-size-image-uri=\"https:\/\/encrypted-tbn1.gstatic.com\/licensed-image?q=tbn:ANd9GcSbs0kD2U2kvCS9TyT2RNYsMlEnX-tB8z3Xyzk2u8ZmdzIT6xDWd8dCYhUNwBFqyoPyyfRh6B_QctarvNOePI71POMUHIuwo5C3Xjmn6xM0Xa56Lrs\">\n<div class=\"overlay-container ng-star-inserted\">\n<p><button class=\"image-button ng-star-inserted\"><img decoding=\"async\" class=\"licensed-image loaded\" src=\"https:\/\/encrypted-tbn1.gstatic.com\/licensed-image?q=tbn:ANd9GcSbs0kD2U2kvCS9TyT2RNYsMlEnX-tB8z3Xyzk2u8ZmdzIT6xDWd8dCYhUNwBFqyoPyyfRh6B_QctarvNOePI71POMUHIuwo5C3Xjmn6xM0Xa56Lrs\" alt=\"Gambar an annular solar eclipse\" \/><\/button><\/p>\n<div class=\"licensed-image-source ng-star-inserted\"><span class=\"label ellipsis gds-label-m-alt\">Dilisensikan oleh Google<\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gerhana_Matahari_Hibrida_Fenomena_Langka_yang_Unik\"><\/span>Gerhana Matahari Hibrida: Fenomena Langka yang Unik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ini adalah jenis gerhana yang paling langka. Gerhana matahari hibrida berubah antara gerhana cincin dan gerhana total di sepanjang jalurnya. Di beberapa titik di permukaan Bumi, gerhana ini tampak sebagai gerhana cincin, sementara di titik lain, ia tampak sebagai gerhana total. Perubahan ini terjadi karena kelengkungan Bumi membawa beberapa lokasi pengamatan ke dalam umbra Bulan, sementara yang lain tetap sedikit di luarnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengamati_Gerhana_Matahari_dengan_Aman_Panduan_Penting\"><\/span>Mengamati Gerhana Matahari dengan Aman: Panduan Penting<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Meskipun merupakan fenomena yang indah, mengamati gerhana matahari tanpa perlindungan yang tepat sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan mata permanen, termasuk kebutaan (<i>retinopati surya<\/i>). Sinar Matahari yang intens, bahkan saat hanya sebagian kecil yang terlihat, dapat membakar retina tanpa kita merasakan sakit.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_Aman_dan_Tidak_Aman\"><\/span>Metode Aman dan Tidak Aman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Cara Aman:<\/p>\n<ul>\n<li>Kacamata Gerhana Bersertifikasi: Gunakan kacamata khusus gerhana yang memenuhi standar keamanan internasional ISO 12312-2.<\/li>\n<li>Proyeksi Lubang Jarum: Buat lubang kecil pada selembar karton dan proyeksikan citra Matahari ke permukaan lain (misalnya, selembar kertas putih). Ini adalah cara paling sederhana dan aman untuk melihat gerhana secara tidak langsung.<\/li>\n<li>Teleskop atau Teropong dengan Filter Surya: Jika menggunakan peralatan optik, pastikan filter surya khusus dipasang di bagian depan lensa (bukan di eyepiece).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Cara yang TIDAK Aman:<\/p>\n<ul>\n<li>Kacamata hitam biasa (bahkan yang berlapis ganda).<\/li>\n<li>Film negatif atau film rontgen.<\/li>\n<li>CD atau DVD.<\/li>\n<li>Kaca yang dihitamkan dengan jelaga.<\/li>\n<li>Melihat melalui air dalam baskom.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Gerhana matahari lebih dari sekadar bayangan yang melintas. Ia adalah demonstrasi agung dari keteraturan dan presisi alam semesta, sebuah &#8220;tarian&#8221; kosmik yang telah diprediksi oleh para ilmuwan dengan akurasi luar biasa. Dari fenomena yang dulu dianggap sebagai pertanda buruk, gerhana kini menjadi momen perayaan ilmu pengetahuan, menyatukan orang-orang dari seluruh dunia untuk menyaksikan keindahan langit. Dengan memahami proses di baliknya dan menghargai pentingnya pengamatan yang aman, kita dapat mengubah peristiwa langit ini menjadi pengalaman belajar yang tak terlupakan dan sumber inspirasi untuk terus menjelajahi keajaiban alam semesta.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah Anda membayangkan langit yang cerah di siang hari tiba-tiba meredup menjadi gelap gulita, seolah malam datang lebih awal? Bintang-bintang mulai tampak, suhu udara menurun,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[516],"tags":[597,596,589,594,600,599,590,595,601,598],"class_list":["post-51915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-saintek","tag-astronomi","tag-bulan","tag-fenomena","tag-gerhana","tag-korona","tag-kosmos","tag-langit","tag-matahari","tag-observasi","tag-sains"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51915"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51918,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51915\/revisions\/51918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}