{"id":51772,"date":"2025-05-28T17:30:26","date_gmt":"2025-05-28T10:30:26","guid":{"rendered":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/?p=51772"},"modified":"2025-05-28T17:30:26","modified_gmt":"2025-05-28T10:30:26","slug":"pelajaran-dari-kasus-kasus-pencurian-bitcoin-terbesar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pelajaran-dari-kasus-kasus-pencurian-bitcoin-terbesar\/","title":{"rendered":"Pelajaran dari Kasus-Kasus Pencurian Bitcoin Terbesar"},"content":{"rendered":"<div id=\"model-response-message-contentr_560960e713f912cf\" class=\"markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color\" dir=\"ltr\">\n<p data-sourcepos=\"7:1-7:612\">Bitcoin, sebagai pelopor mata uang kripto, telah merevolusi cara pandang kita terhadap aset dan transaksi keuangan. Namun, seiring dengan popularitas dan nilainya yang meroket, Bitcoin juga menjadi target menggiurkan bagi para peretas dan penjahat siber. Sejarah mencatat sejumlah kasus pencurian Bitcoin berskala besar yang tidak hanya merugikan investor hingga miliaran dolar, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi seluruh ekosistem kripto. Artikel ini akan mengulas beberapa kasus pencurian Bitcoin terbesar dan menggali pelajaran penting yang dapat dipetik untuk meningkatkan keamanan di masa depan.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"9:1-9:63\"><strong>Pendahuluan: Sisi Gelap Aset Digital yang Terdesentralisasi<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:567\">Sifat Bitcoin yang terdesentralisasi dan anonim (atau lebih tepatnya, pseudonim) menawarkan banyak keuntungan, seperti transaksi tanpa perantara dan potensi privasi yang lebih besar. Namun, karakteristik ini juga dimanfaatkan oleh aktor jahat. Sekali Bitcoin dicuri dan dipindahkan melalui serangkaian alamat, pelacakannya bisa menjadi sangat sulit, meskipun tidak mustahil. Kasus-kasus pencurian besar seringkali mengeksploitasi kelemahan dalam infrastruktur platform pertukaran (exchange), praktik keamanan pengguna yang buruk, atau bahkan keterlibatan orang dalam.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"13:1-13:66\"><strong>Kasus-Kasus Pencurian Bitcoin Terkemuka yang Mengguncang Dunia<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"15:1-15:113\">Beberapa insiden pencurian Bitcoin telah menjadi tonggak sejarah yang membentuk cara industri memandang keamanan.<\/p>\n<ol data-sourcepos=\"17:1-40:0\">\n<li data-sourcepos=\"17:1-22:0\">\n<p data-sourcepos=\"17:5-17:49\"><strong>Mt. Gox: Kejatuhan Raksasa Pertama (2014)<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"18:5-22:0\">\n<li data-sourcepos=\"18:5-18:185\"><strong>Latar Belakang:<\/strong> Mt. Gox, yang berbasis di Tokyo, pernah menjadi bursa Bitcoin terbesar di dunia, menangani lebih dari 70% dari seluruh transaksi Bitcoin global pada puncaknya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"19:5-19:403\"><strong>Insiden:<\/strong> Pada awal 2014, Mt. Gox tiba-tiba menghentikan semua penarikan Bitcoin dan kemudian mengajukan kebangkrutan. Terungkap bahwa sekitar 850.000 Bitcoin (senilai sekitar $450 juta pada saat itu, dan miliaran dolar hari ini) telah hilang selama bertahun-tahun akibat peretasan yang berkepanjangan dan kemungkinan mismanajemen internal. Sekitar 200.000 Bitcoin kemudian &#8220;ditemukan&#8221; kembali.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"20:5-20:400\"><strong>Penyebab Utama:<\/strong> Kerentanan teknis yang dikenal sebagai &#8220;transaction malleability,&#8221; keamanan platform yang buruk, kurangnya audit internal dan eksternal yang memadai, serta dugaan penipuan oleh CEO Mark Karpel\u00e8s (meskipun ia dibebaskan dari sebagian besar tuduhan serius). Dana nasabah juga tidak disimpan dengan baik, dengan sebagian besar berada di <em>hot wallet<\/em> yang terhubung ke internet.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"21:5-22:0\"><strong>Dampak:<\/strong> Kejatuhan Mt. Gox menyebabkan guncangan besar di pasar kripto, meruntuhkan kepercayaan publik, dan memicu seruan untuk regulasi yang lebih ketat. Proses likuidasi dan pengembalian dana kepada kreditur masih berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-sourcepos=\"23:1-28:0\">\n<p data-sourcepos=\"23:5-23:50\"><strong>Bitfinex: Peretasan Multi-Signature (2016)<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"24:5-28:0\">\n<li data-sourcepos=\"24:5-24:103\"><strong>Latar Belakang:<\/strong> Bitfinex adalah salah satu bursa kripto terkemuka yang berbasis di Hong Kong.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"25:5-25:289\"><strong>Insiden:<\/strong> Pada Agustus 2016, peretas berhasil mencuri sekitar 119.756 Bitcoin (senilai sekitar $72 juta pada saat itu) dari dompet pengguna. Anehnya, Bitfinex menggunakan arsitektur keamanan multi-signature (multi-sig) yang dikelola bersama dengan BitGo, penyedia keamanan kripto.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"26:5-26:362\"><strong>Penyebab Utama:<\/strong> Meskipun detail pasti peretasan tidak sepenuhnya diungkapkan, diyakini bahwa peretas berhasil mendapatkan akses ke kunci privat yang cukup untuk mengotorisasi transaksi, meskipun ada sistem multi-sig. Ini menunjukkan bahwa bahkan sistem keamanan yang canggih pun bisa dikompromikan jika ada celah dalam implementasi atau operasionalnya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"27:5-28:0\"><strong>Respons dan Dampak:<\/strong> Bitfinex mengambil langkah kontroversial dengan &#8220;mensosialisasikan&#8221; kerugian kepada semua penggunanya, mengurangi saldo semua aset nasabah sebesar 36%. Mereka juga menerbitkan token BFX yang mewakili kerugian, yang kemudian dapat ditebus atau diperdagangkan. Sebagian besar dana yang dicuri berhasil dilacak dan disita oleh pemerintah AS pada tahun 2022, dengan dua individu didakwa atas konspirasi pencucian uang.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-sourcepos=\"29:1-34:0\">\n<p data-sourcepos=\"29:5-29:44\"><strong>Coincheck: Bencana Hot Wallet (2018)<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"30:5-34:0\">\n<li data-sourcepos=\"30:5-30:74\"><strong>Latar Belakang:<\/strong> Coincheck adalah bursa kripto populer di Jepang.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"31:5-31:296\"><strong>Insiden:<\/strong> Pada Januari 2018, Coincheck mengalami peretasan besar di mana sekitar 523 juta koin NEM (bukan Bitcoin, tetapi pelajarannya relevan) senilai sekitar $534 juta dicuri. Ini merupakan salah satu pencurian aset digital terbesar dalam sejarah berdasarkan nilai dolar pada saat itu.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"32:5-32:345\"><strong>Penyebab Utama:<\/strong> Kelemahan fatal dalam praktik keamanan Coincheck adalah penyimpanan sebagian besar aset NEM dalam satu <em>hot wallet<\/em> (dompet yang terhubung ke internet) dengan perlindungan multi-signature yang tidak memadai atau bahkan tidak ada untuk aset spesifik tersebut. Ini membuat aset sangat rentan terhadap serangan jarak jauh.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"33:5-34:0\"><strong>Dampak:<\/strong> Peretasan ini memicu tindakan keras dari regulator Jepang, Agensi Jasa Keuangan (FSA), yang melakukan inspeksi ke berbagai bursa dan menuntut peningkatan standar keamanan. Coincheck kemudian diakuisisi dan berjanji untuk mengganti kerugian pengguna.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-sourcepos=\"35:1-40:0\">\n<p data-sourcepos=\"35:5-35:40\"><strong>Binance: Serangan Canggih (2019)<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"36:5-40:0\">\n<li data-sourcepos=\"36:5-36:103\"><strong>Latar Belakang:<\/strong> Binance adalah bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"37:5-37:359\"><strong>Insiden:<\/strong> Pada Mei 2019, Binance mengumumkan bahwa peretas telah mencuri 7.000 Bitcoin (senilai sekitar $40 juta pada saat itu) dari <em>hot wallet<\/em> mereka. Peretas menggunakan berbagai teknik canggih, termasuk phishing, virus, dan serangan lainnya untuk mendapatkan sejumlah besar data pengguna, termasuk kunci API dan kode otentikasi dua faktor (2FA).<\/li>\n<li data-sourcepos=\"38:5-38:146\"><strong>Penyebab Utama:<\/strong> Serangan yang terkoordinasi dan canggih yang menargetkan kelemahan dalam sistem dan kemungkinan juga kelemahan pengguna.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"39:5-40:0\"><strong>Respons dan Dampak:<\/strong> Binance menangguhkan penarikan dan setoran selama seminggu untuk melakukan tinjauan keamanan menyeluruh. Mereka juga menyatakan akan menutupi kerugian dengan dana &#8220;SAFU&#8221; (Secure Asset Fund for Users), sebuah dana asuransi darurat yang mereka sisihkan dari biaya perdagangan. Kejadian ini menyoroti bahwa bahkan bursa terbesar dan paling canggih pun tidak kebal terhadap serangan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-sourcepos=\"41:1-41:40\"><strong>Akar Penyebab Umum Pencurian Bitcoin<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"43:1-43:95\">Dari kasus-kasus di atas dan insiden lainnya, beberapa akar penyebab umum dapat diidentifikasi:<\/p>\n<ol data-sourcepos=\"45:1-64:0\">\n<li data-sourcepos=\"45:1-50:0\">\n<p data-sourcepos=\"45:5-45:47\"><strong>Kelemahan Keamanan Platform Pertukaran:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"46:5-50:0\">\n<li data-sourcepos=\"46:5-46:224\"><strong>Penggunaan Hot Wallet yang Berlebihan:<\/strong> Menyimpan sebagian besar dana dalam <em>hot wallet<\/em> yang terhubung ke internet adalah risiko besar. Idealnya, mayoritas dana harus disimpan dalam <em>cold storage<\/em> (dompet offline).<\/li>\n<li data-sourcepos=\"47:5-47:198\"><strong>Implementasi Multi-Signature yang Lemah:<\/strong> Sistem multi-sig bisa efektif, tetapi jika tidak diimplementasikan dengan benar atau jika kunci-kunci terkait dikompromikan, sistem ini bisa gagal.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"48:5-48:125\"><strong>Kerentanan Perangkat Lunak dan Infrastruktur:<\/strong> Celah dalam kode platform, server, atau jaringan dapat dieksploitasi.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"49:5-50:0\"><strong>Kurangnya Audit Keamanan Reguler:<\/strong> Audit internal dan eksternal oleh pihak ketiga yang independen sangat penting untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-sourcepos=\"51:1-55:0\">\n<p data-sourcepos=\"51:5-51:36\"><strong>Serangan Siber yang Canggih:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"52:5-55:0\">\n<li data-sourcepos=\"52:5-52:179\"><strong>Phishing dan Rekayasa Sosial (Social Engineering):<\/strong> Menipu karyawan bursa atau pengguna untuk mengungkapkan informasi sensitif seperti kredensial login atau kunci privat.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"53:5-53:124\"><strong>Malware dan Virus:<\/strong> Perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mencuri data atau mengambil alih kontrol sistem.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"54:5-55:0\"><strong>Serangan Distributed Denial of Service (DDoS):<\/strong> Meskipun tidak secara langsung mencuri dana, serangan DDoS dapat digunakan sebagai pengalih perhatian sementara serangan lain dilakukan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-sourcepos=\"56:1-59:0\">\n<p data-sourcepos=\"56:5-56:44\"><strong>Faktor Manusia dan Ancaman Internal:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"57:5-59:0\">\n<li data-sourcepos=\"57:5-57:110\"><strong>Kesalahan Manusia:<\/strong> Konfigurasi keamanan yang salah atau kelalaian dalam mengikuti prosedur keamanan.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"58:5-59:0\"><strong>Ancaman Orang Dalam (Insider Threats):<\/strong> Karyawan yang tidak puas atau korup dengan akses ke sistem kritis dapat menyebabkan kerusakan besar.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-sourcepos=\"60:1-64:0\">\n<p data-sourcepos=\"60:5-60:45\"><strong>Praktik Keamanan Pengguna yang Buruk:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"61:5-64:0\">\n<li data-sourcepos=\"61:5-61:68\">Penggunaan kata sandi yang lemah dan sama untuk berbagai akun.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"62:5-62:108\">Tidak mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA) atau menggunakan metode 2FA yang lemah (misalnya, SMS).<\/li>\n<li data-sourcepos=\"63:5-64:0\">Menyimpan kunci privat secara tidak aman.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-sourcepos=\"65:1-65:41\"><strong>Pelajaran Berharga yang Dapat Dipetik<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"67:1-67:112\">Kasus-kasus pencurian ini, meskipun merugikan, telah memberikan pelajaran penting bagi seluruh ekosistem kripto.<\/p>\n<ol data-sourcepos=\"69:1-91:0\">\n<li data-sourcepos=\"69:1-76:0\">\n<p data-sourcepos=\"69:5-69:44\"><strong>Bagi Investor dan Pengguna Individu:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"70:5-76:0\">\n<li data-sourcepos=\"70:5-70:294\"><strong>&#8220;Not Your Keys, Not Your Coins&#8221;:<\/strong> Ungkapan ini menekankan pentingnya kontrol penuh atas kunci privat Anda. Jika Anda menyimpan Bitcoin di bursa, Anda mempercayakan kunci Anda kepada pihak ketiga. Pertimbangkan untuk menggunakan dompet pribadi (non-kustodial) untuk aset jangka panjang.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"71:5-71:178\"><strong>Gunakan Dompet Perangkat Keras (Hardware Wallets):<\/strong> Untuk keamanan tertinggi, simpan Bitcoin Anda di dompet perangkat keras yang menjaga kunci privat Anda tetap offline.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"72:5-72:220\"><strong>Aktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA) yang Kuat:<\/strong> Gunakan aplikasi authenticator (seperti Google Authenticator atau Authy) atau kunci keamanan fisik (seperti YubiKey) alih-alih 2FA berbasis SMS yang lebih rentan.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"73:5-73:194\"><strong>Waspada Terhadap Phishing dan Penipuan:<\/strong> Jangan pernah membagikan kunci privat atau kata sandi Anda. Selalu verifikasi alamat situs web bursa dan waspadai email atau pesan mencurigakan.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"74:5-74:178\"><strong>Lakukan Riset Mendalam (Due Diligence):<\/strong> Sebelum menggunakan bursa, selidiki reputasi, langkah-langkah keamanan, dan apakah mereka memiliki asuransi untuk dana pengguna.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"75:5-76:0\"><strong>Diversifikasi:<\/strong> Jangan letakkan semua telur aset digital Anda dalam satu keranjang (satu bursa atau satu jenis dompet).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-sourcepos=\"77:1-85:0\">\n<p data-sourcepos=\"77:5-77:42\"><strong>Bagi Bursa dan Institusi Keuangan:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"78:5-85:0\">\n<li data-sourcepos=\"78:5-78:170\"><strong>Prioritaskan Cold Storage:<\/strong> Sebagian besar dana pengguna harus disimpan dalam <em>cold storage<\/em> dengan protokol akses yang sangat ketat dan melibatkan banyak pihak.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"79:5-79:210\"><strong>Implementasi Keamanan Berlapis (Defense in Depth):<\/strong> Terapkan berbagai lapisan keamanan, termasuk firewall, sistem deteksi intrusi, enkripsi data, dan pemantauan aktivitas mencurigakan secara real-time.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"80:5-80:166\"><strong>Audit Keamanan Reguler dan Uji Penetrasi:<\/strong> Libatkan perusahaan keamanan siber pihak ketiga yang terkemuka untuk melakukan audit dan pengujian secara berkala.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"81:5-81:157\"><strong>Protokol Multi-Signature yang Kuat:<\/strong> Pastikan implementasi multi-sig benar-benar aman dan kunci-kuncinya didistribusikan dan dilindungi dengan baik.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"82:5-82:142\"><strong>Pelatihan Keamanan bagi Karyawan:<\/strong> Edukasi karyawan tentang ancaman siber seperti phishing dan pentingnya praktik keamanan yang baik.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"83:5-83:159\"><strong>Dana Asuransi (Insurance Fund):<\/strong> Seperti dana &#8220;SAFU&#8221; Binance, menyiapkan dana untuk menutupi potensi kerugian dapat meningkatkan kepercayaan pengguna.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"84:5-85:0\"><strong>Transparansi dan Komunikasi Krisis:<\/strong> Jika terjadi insiden, komunikasi yang jujur dan cepat dengan pengguna sangat penting.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-sourcepos=\"86:1-91:0\">\n<p data-sourcepos=\"86:5-86:55\"><strong>Bagi Regulator dan Industri Secara Keseluruhan:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"87:5-91:0\">\n<li data-sourcepos=\"87:5-87:140\"><strong>Pengembangan Standar Keamanan Minimum:<\/strong> Regulator dapat memainkan peran dalam menetapkan standar keamanan dasar untuk bursa kripto.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"88:5-88:168\"><strong>Kolaborasi Internasional dalam Penegakan Hukum:<\/strong> Karena sifat global kripto, kerja sama antar negara penting untuk melacak dan menuntut pelaku kejahatan siber.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"89:5-89:133\"><strong>Pendidikan dan Kesadaran Publik:<\/strong> Mendorong edukasi tentang risiko dan praktik terbaik keamanan kripto bagi masyarakat luas.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"90:5-91:0\"><strong>Mendorong Inovasi Keamanan:<\/strong> Industri perlu terus berinovasi dalam teknologi dan praktik keamanan untuk tetap selangkah lebih maju dari para peretas.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-sourcepos=\"92:1-92:31\"><strong>Masa Depan Keamanan Bitcoin<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"94:1-94:463\">Industri kripto telah belajar banyak dari kesalahan masa lalu. Standar keamanan di bursa-bursa terkemuka saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dekade lalu. Teknologi seperti <em>multi-party computation (MPC)<\/em> juga menawarkan solusi baru untuk manajemen kunci yang aman. Namun, ancaman akan selalu ada dan terus berkembang. Kewaspadaan, adaptasi, dan komitmen berkelanjutan terhadap praktik keamanan terbaik adalah kunci untuk melindungi aset digital di masa depan.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"96:1-96:14\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"98:1-98:643\">Kasus-kasus pencurian Bitcoin terbesar adalah pengingat yang menyakitkan tentang risiko yang melekat dalam dunia aset digital. Namun, mereka juga menjadi katalisator untuk perubahan positif, mendorong peningkatan signifikan dalam protokol keamanan, kesadaran pengguna, dan perhatian regulator. Meskipun tidak ada sistem yang 100% aman, dengan menerapkan pelajaran yang telah dipetik, baik pengguna individu maupun institusi dapat secara signifikan mengurangi risiko menjadi korban pencurian. Di era di mana aset digital semakin integral dengan lanskap keuangan global, membangun ekosistem yang aman dan tepercaya adalah tanggung jawab bersama.<\/p>\n<hr data-sourcepos=\"100:1-100:3\" \/>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bitcoin, sebagai pelopor mata uang kripto, telah merevolusi cara pandang kita terhadap aset dan transaksi keuangan. Namun, seiring dengan popularitas dan nilainya yang meroket, Bitcoin&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-51772","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51772"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51772\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51773,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51772\/revisions\/51773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}