{"id":51454,"date":"2025-05-13T09:04:05","date_gmt":"2025-05-13T02:04:05","guid":{"rendered":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/?p=51454"},"modified":"2025-05-13T09:04:05","modified_gmt":"2025-05-13T02:04:05","slug":"bumi-berputar-apa-akibatnya-bagi-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bumi-berputar-apa-akibatnya-bagi-kita\/","title":{"rendered":"Bumi Berputar: Apa Akibatnya Bagi Kita?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bumi-berputar-apa-akibatnya-bagi-kita\/#1_Terjadinya_Siang_dan_Malam\" >1. Terjadinya Siang dan Malam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bumi-berputar-apa-akibatnya-bagi-kita\/#2_Pembentukan_Zona_Waktu\" >2. Pembentukan Zona Waktu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bumi-berputar-apa-akibatnya-bagi-kita\/#3_Efek_Coriolis\" >3. Efek Coriolis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bumi-berputar-apa-akibatnya-bagi-kita\/#4_Pengaruh_terhadap_Bentuk_Bumi\" >4. Pengaruh terhadap Bentuk Bumi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bumi-berputar-apa-akibatnya-bagi-kita\/#5_Stabilisasi_Iklim_dan_Lingkungan\" >5. Stabilisasi Iklim dan Lingkungan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bumi-berputar-apa-akibatnya-bagi-kita\/#6_Pengaruh_terhadap_Satelit_dan_Teknologi\" >6. Pengaruh terhadap Satelit dan Teknologi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bumi-berputar-apa-akibatnya-bagi-kita\/#7_Waktu_Hari_yang_Perlahan_Berubah\" >7. Waktu Hari yang Perlahan Berubah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p class=\"\" data-start=\"168\" data-end=\"611\">Bumi kita ternyata tidak diam. Sejak pertama kali terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, planet ini terus berputar pada porosnya. Perputaran Bumi merupakan fenomena alam yang terjadi secara konstan dan tidak terasa langsung oleh manusia. Namun, meskipun kita tidak merasakannya, efek dari rotasi Bumi sangat besar dan memengaruhi hampir setiap aspek kehidupan di planet ini. Lantas, apa sebenarnya akibat dari perputaran Bumi bagi kita?<\/p>\n<h3 class=\"\" data-start=\"613\" data-end=\"650\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Terjadinya_Siang_dan_Malam\"><\/span>1. <strong data-start=\"620\" data-end=\"650\">Terjadinya Siang dan Malam<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"652\" data-end=\"1047\">Dampak paling nyata dari rotasi Bumi adalah terjadinya siang dan malam. Bumi membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk menyelesaikan satu kali rotasi penuh pada porosnya. Selama perputaran ini, bagian Bumi yang menghadap Matahari mengalami siang, sementara bagian yang membelakangi Matahari mengalami malam. Inilah alasan mengapa ada perbedaan waktu antara belahan dunia yang satu dengan yang lain.<\/p>\n<p class=\"\" data-start=\"1049\" data-end=\"1274\">Tanpa rotasi, satu sisi Bumi akan terus-menerus menghadap Matahari dan menjadi sangat panas, sedangkan sisi lainnya akan selalu gelap dan dingin. Kondisi ini jelas tidak ideal untuk kehidupan seperti yang kita kenal sekarang.<\/p>\n<h3 class=\"\" data-start=\"1276\" data-end=\"1309\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pembentukan_Zona_Waktu\"><\/span>2. <strong data-start=\"1283\" data-end=\"1309\">Pembentukan Zona Waktu<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"1311\" data-end=\"1733\">Karena Bumi berputar, setiap bagian dari permukaannya mengalami waktu siang dan malam yang berbeda. Untuk menyelaraskan aktivitas manusia dengan siklus siang-malam ini, maka dibuatlah zona waktu. Dunia dibagi menjadi 24 zona waktu, masing-masing mewakili perbedaan waktu satu jam. Zona waktu ini memungkinkan kita untuk memiliki sistem penjadwalan yang konsisten dan efisien di seluruh dunia, dari New York hingga Jakarta.<\/p>\n<h3 class=\"\" data-start=\"1735\" data-end=\"1759\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Efek_Coriolis\"><\/span>3. <strong data-start=\"1742\" data-end=\"1759\">Efek Coriolis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"1761\" data-end=\"2059\">Salah satu akibat fisika dari rotasi Bumi adalah munculnya efek Coriolis. Efek ini menyebabkan pergerakan angin dan arus laut membelok ke kanan di belahan Bumi utara dan ke kiri di belahan Bumi selatan. Tanpa efek Coriolis, angin akan bergerak langsung dari daerah tekanan tinggi ke tekanan rendah.<\/p>\n<p class=\"\" data-start=\"2061\" data-end=\"2265\">Efek ini berperan penting dalam pembentukan pola cuaca dan sistem badai. Misalnya, badai tropis di belahan utara berputar berlawanan arah jarum jam, sedangkan di belahan selatan berputar searah jarum jam.<\/p>\n<h3 class=\"\" data-start=\"2267\" data-end=\"2307\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pengaruh_terhadap_Bentuk_Bumi\"><\/span>4. <strong data-start=\"2274\" data-end=\"2307\">Pengaruh terhadap Bentuk Bumi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"2309\" data-end=\"2551\">Perputaran Bumi juga memengaruhi bentuk planet kita. Akibat gaya sentrifugal dari rotasi, Bumi tidak berbentuk bulat sempurna, melainkan sedikit pepat di kutub dan menggembung di ekuator. Ini disebut sebagai geoid atau bentuk elipsoid oblate.<\/p>\n<p class=\"\" data-start=\"2553\" data-end=\"2695\">Perbedaan bentuk ini berdampak pada banyak hal, termasuk distribusi gravitasi, permukaan laut, hingga bagaimana satelit mengorbit planet kita.<\/p>\n<h3 class=\"\" data-start=\"2697\" data-end=\"2740\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Stabilisasi_Iklim_dan_Lingkungan\"><\/span>5. <strong data-start=\"2704\" data-end=\"2740\">Stabilisasi Iklim dan Lingkungan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"2742\" data-end=\"3098\">Rotasi Bumi membantu menstabilkan iklim dan suhu di permukaan planet. Karena rotasi memungkinkan adanya siklus siang dan malam, suhu tidak terlalu ekstrem antara siang dan malam hari. Jika Bumi tidak berputar, maka satu sisi akan terus-menerus panas membakar dan sisi lain akan terus membeku, membuat kehidupan seperti sekarang hampir mustahil berlangsung.<\/p>\n<p class=\"\" data-start=\"3100\" data-end=\"3258\">Rotasi juga membantu dalam sirkulasi atmosfer dan lautan yang mendistribusikan panas dari daerah khatulistiwa ke kutub. Ini menjaga keseimbangan iklim global.<\/p>\n<h3 class=\"\" data-start=\"3260\" data-end=\"3310\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Pengaruh_terhadap_Satelit_dan_Teknologi\"><\/span>6. <strong data-start=\"3267\" data-end=\"3310\">Pengaruh terhadap Satelit dan Teknologi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"3312\" data-end=\"3657\">Banyak teknologi modern bergantung pada pemahaman kita tentang rotasi Bumi. Misalnya, peluncuran satelit menggunakan rotasi Bumi untuk membantu mempercepat peluncuran roket ke luar angkasa. Selain itu, satelit komunikasi dan GPS dikalibrasi berdasarkan gerakan rotasi Bumi agar bisa memberikan informasi yang akurat kepada pengguna di permukaan.<\/p>\n<h3 class=\"\" data-start=\"3659\" data-end=\"3702\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Waktu_Hari_yang_Perlahan_Berubah\"><\/span>7. <strong data-start=\"3666\" data-end=\"3702\">Waktu Hari yang Perlahan Berubah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"3704\" data-end=\"4089\">Menariknya, kecepatan rotasi Bumi tidak sepenuhnya konstan. Dalam jangka waktu jutaan tahun, rotasi Bumi perlahan melambat karena gesekan pasang surut yang ditimbulkan oleh interaksi gravitasi dengan Bulan. Diperkirakan bahwa sekitar 620 juta tahun lalu, satu hari hanya berlangsung sekitar 21 jam. Kini, satu hari adalah 24 jam, dan akan terus bertambah secara perlahan di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bumi kita ternyata tidak diam. Sejak pertama kali terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, planet ini terus berputar pada porosnya. Perputaran Bumi merupakan fenomena&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51455,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-51454","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51454","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51454"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51454\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51456,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51454\/revisions\/51456"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51455"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}