{"id":5009,"date":"2023-09-02T08:22:22","date_gmt":"2023-09-02T08:22:22","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=5009"},"modified":"2023-09-02T08:22:22","modified_gmt":"2023-09-02T08:22:22","slug":"pengertian-tujuan-jenis-contoh-manfaat-dan-strategi-mitigasi-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tujuan-jenis-contoh-manfaat-dan-strategi-mitigasi-bencana\/","title":{"rendered":"Pengertian, Tujuan, Jenis, Contoh, Manfaat, dan Strategi Mitigasi Bencana"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tujuan-jenis-contoh-manfaat-dan-strategi-mitigasi-bencana\/#Pengertian_Mitigasi_Bencana\" >Pengertian Mitigasi Bencana<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tujuan-jenis-contoh-manfaat-dan-strategi-mitigasi-bencana\/#Tujuan_Mitigasi_Bencana\" >Tujuan Mitigasi Bencana<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tujuan-jenis-contoh-manfaat-dan-strategi-mitigasi-bencana\/#Jenis_Mitigasi_Bencana\" >Jenis Mitigasi Bencana<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tujuan-jenis-contoh-manfaat-dan-strategi-mitigasi-bencana\/#Contoh_Mitigasi_Bencana\" >Contoh Mitigasi Bencana<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tujuan-jenis-contoh-manfaat-dan-strategi-mitigasi-bencana\/#Manfaat_Mitigasi_Bencana\" >Manfaat Mitigasi Bencana<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tujuan-jenis-contoh-manfaat-dan-strategi-mitigasi-bencana\/#Strategi_Mitigasi_Bencana\" >Strategi Mitigasi Bencana<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tujuan-jenis-contoh-manfaat-dan-strategi-mitigasi-bencana\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan\/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.<sup>1<\/sup><\/p>\n<p>Bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, tanpa memandang batas wilayah, waktu, dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, baik sebelum, saat, maupun sesudah bencana terjadi. Upaya-upaya tersebut disebut sebagai mitigasi bencana.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Mitigasi_Bencana\"><\/span>Pengertian Mitigasi Bencana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut Pasal 1 ayat 6 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, mitigasi diartikan sebagai serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, baik lewat pembangunan fisik ataupun penyadaran serta peningkatan kemampuan dalam menghadapi ancaman bencana.<sup>2<\/sup><\/p>\n<p>Risiko bencana yang dimaksud ini meliputi timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, hilangnya dan kerugian harta benda (rumah, perabotan dan lain-lain) serta timbulnya dampak psikologis.<\/p>\n<p>Dalam Bahasa Inggris, mitigasi bencana disebut disaster mitigation. Dilansir dari Public Safety Canada, tindakan mitigasi bencana merupakan tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi dampak serta risiko bahaya lewat tindakan proaktif yang diambil sebelum bencana terjadi.<\/p>\n<p>Bisa dikatakan, tindakan mitigasi bencana dilakukan sebelum bencana yang diprediksi akan terjadi. Untuk tindakan mitigasi dan prosedurnya disesuaikan dengan kebijakan pemerintah di setiap negara.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tujuan_Mitigasi_Bencana\"><\/span>Tujuan Mitigasi Bencana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tujuan utama dari adanya mitigasi bencana adalah mengurangi risiko cedera dan kematian masyarakat atau timbulnya korban jiwa. Sedangkan tujuan sekunder dari mitigasi bencana ialah mengurangi kerusakan dan kerugian ekonomi, termasuk infrastruktur, yang mungkin ditimbulkan.<\/p>\n<p>Tujuan lain dari mitigasi bencana, yakni meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana, supaya masyarakat bisa hidup dengan aman dan nyaman. Mitigasi bencana juga ditujukan sebagai landasan perencanaan pembangunan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Mitigasi_Bencana\"><\/span>Jenis Mitigasi Bencana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Secara garis besar, mitigasi bencana dibagi menjadi dua jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Mitigasi struktural: merupakan upaya pengurangan risiko bencana melalui pembangunan fisik yang bertujuan untuk melindungi manusia dan harta bendanya dari ancaman bahaya alam atau non-alam. Contoh mitigasi struktural adalah pembuatan tanggul banjir, pemasangan jaring penahan longsor, pembangunan gedung tahan gempa, pemasangan sistem peringatan dini tsunami, dan lain-lain.<\/li>\n<li>Mitigasi non-struktural: merupakan upaya pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi ancaman bahaya alam atau non-alam. Contoh mitigasi non-struktural adalah penyuluhan dan sosialisasi tentang cara-cara menghadapi bencana, pembentukan tim relawan siaga bencana, penyusunan rencana kontinjensi dan evakuasi, penyiapan perlengkapan darurat, dan lain-lain.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Mitigasi_Bencana\"><\/span>Contoh Mitigasi Bencana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut adalah beberapa contoh mitigasi bencana berdasarkan jenis-jenis bahaya yang sering terjadi di Indonesia:<\/p>\n<ul>\n<li>Mitigasi bencana banjir: dapat dilakukan dengan cara identifikasi kerawanan banjir, teknik pengendalian banjir, dan teknik peringatan dini bencana banjir. Identifikasi kerawanan banjir meliputi pemetaan daerah aliran sungai, pengukuran debit air, pengamatan curah hujan, dan analisis kondisi tanah dan vegetasi. Teknik pengendalian banjir meliputi pembuatan saluran drainase, normalisasi sungai, pembangunan waduk atau bendungan, reboisasi hutan, dan penataan kawasan permukiman. Teknik peringatan dini bencana banjir meliputi pemasangan alat ukur ketinggian air, instalasi sirene atau pengeras suara, penyiaran informasi cuaca dan kondisi sungai, dan koordinasi dengan pihak terkait.<\/li>\n<li>Mitigasi bencana tanah longsor: dapat dilakukan dengan cara identifikasi kerawanan tanah longsor, teknik pengendalian tanah longsor, dan peringatan dini tanah longsor. Identifikasi kerawanan tanah longsor meliputi pemetaan lereng dan zona rawan longsor, pengukuran kemiringan lereng, pengamatan curah hujan, dan analisis jenis dan struktur tanah. Teknik pengendalian tanah longsor meliputi pembuatan terasering atau penahan lereng, pemasangan jaring atau pagar penahan longsor, penanaman pohon atau tanaman penutup tanah, dan pembangunan saluran air atau gorong-gorong. Peringatan dini tanah longsor meliputi pemasangan alat ukur gerakan tanah, instalasi sirene atau pengeras suara, penyiaran informasi cuaca dan kondisi lereng, dan koordinasi dengan pihak terkait.<\/li>\n<li>Mitigasi bencana tsunami: dapat dilakukan dengan cara mitigasi bencana tsunami struktural dan non-struktural. Mitigasi bencana tsunami struktural meliputi pembangunan tembok pantai atau tanggul laut, pembuatan jalur evakuasi vertikal atau gedung bertingkat tinggi, pemasangan sistem peringatan dini tsunami berbasis telemetri, dan penataan kawasan pantai. Mitigasi bencana tsunami non-struktural meliputi penyuluhan dan sosialisasi tentang cara-cara menghadapi tsunami, pembentukan tim relawan siaga tsunami, penyusunan rencana kontinjensi dan evakuasi, penyiapan perlengkapan darurat, dan koordinasi dengan pihak terkait.<\/li>\n<li>Mitigasi bencana erosi pantai: dapat dilakukan dengan cara mitigasi bencana erosi pantai struktural dan non-struktural. Mitigasi bencana erosi pantai struktural meliputi pembangunan tanggul pantai atau pemecah gelombang, pembuatan pantai buatan atau reklamasi pantai, penanaman mangrove atau vegetasi pantai lainnya, dan penataan kawasan pantai. Mitigasi bencana erosi pantai non-struktural meliputi penyuluhan dan sosialisasi tentang dampak erosi pantai, pembentukan kelompok masyarakat peduli pantai, pengaturan kegiatan ekonomi di kawasan pantai, dan koordinasi dengan pihak terkait.<\/li>\n<li>Mitigasi bencana kekeringan: dapat dilakukan dengan cara identifikasi kerawanan kekeringan, teknik penghematan air, teknik pemanfaatan air alternatif, dan teknik peringatan dini bencana kekeringan. Identifikasi kerawanan kekeringan meliputi pemetaan daerah rawan kekeringan berdasarkan curah hujan, ketersediaan sumber air permukaan dan air tanah, serta kebutuhan air masyarakat. Teknik penghematan air meliputi penggunaan alat ukur debit air, pengaturan pola tanam sesuai musim kemarau atau hujan, penggunaan teknologi irigasi tetes atau irigasi hemat air lainnya, dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menghemat air.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">\n<ul>\n<li>Teknik pemanfaatan air alternatif meliputi pembuatan sumur resapan, sumur bor, sumur gali, bak penampung air hujan, danau buatan, atau sumber air lain yang dapat dimanfaatkan saat musim kemarau. Teknik peringatan dini bencana kekeringan meliputi pemasangan alat ukur curah hujan, instalasi sirene atau pengeras suara, penyiaran informasi cuaca dan kondisi sumber air, dan koordinasi dengan pihak terkait.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_Mitigasi_Bencana\"><\/span>Manfaat Mitigasi Bencana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mitigasi bencana memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan. Beberapa manfaat mitigasi bencana adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat yang terancam atau terdampak bencana.<\/li>\n<li>Menurunkan angka kematian, cedera, penyakit, trauma, dan stres akibat bencana.<\/li>\n<li>Mengurangi kerusakan dan kerugian infrastruktur, fasilitas umum, sarana dan prasarana, serta harta benda masyarakat akibat bencana.<\/li>\n<li>Mempertahankan fungsi ekosistem dan keanekaragaman hayati yang dapat menyerap dan mengurangi dampak bencana.<\/li>\n<li>Mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan bencana.<\/li>\n<li>Membangun budaya sadar bencana dan tanggap bencana di kalangan masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Strategi_Mitigasi_Bencana\"><\/span>Strategi Mitigasi Bencana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk melaksanakan mitigasi bencana secara efektif dan efisien, diperlukan strategi-strategi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah. Beberapa strategi mitigasi bencana yang dapat dilakukan adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Melakukan kajian risiko bencana secara komprehensif dan partisipatif, melibatkan semua pemangku kepentingan dari tingkat nasional hingga lokal.<\/li>\n<li>Menyusun rencana aksi mitigasi bencana yang terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah, sektor, dan sektoral.<\/li>\n<li>Mengalokasikan anggaran yang memadai untuk pelaksanaan mitigasi bencana, baik dari sumber pemerintah maupun swasta.<\/li>\n<li>Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam mitigasi bencana, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.<\/li>\n<li>Menerapkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan karakteristik bahaya, kerentanan, dan kapasitas masyarakat.<\/li>\n<li>Melakukan advokasi dan sosialisasi tentang pentingnya mitigasi bencana kepada masyarakat luas, menggunakan media massa, sosial, maupun interpersonal.<\/li>\n<li>Membangun jejaring kerjasama antara pemerintah, swasta, masyarakat sipil, akademisi, media, dan organisasi internasional dalam mitigasi bencana.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mitigasi bencana adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Mitigasi bencana dibagi menjadi dua jenis, yaitu mitigasi struktural dan non-struktural. Mitigasi bencana memiliki tujuan utama untuk mengurangi korban jiwa akibat bencana. Mitigasi bencana juga memiliki manfaat lain bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan. Untuk melaksanakan mitigasi bencana secara efektif dan efisien, diperlukan strategi-strategi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.<\/p>\n<\/div>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Mitigasi Bencana: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contohnya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2021\/04\/26\/141402669\/mitigasi-bencana-pengertian-tujuan-jenis-dan-contohnya.<br \/>\n(2) Mitigasi bencana &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mitigasi_bencana.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan\/atau faktor non-alam maupun faktor manusia&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-5009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5009"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5009\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}