{"id":4907,"date":"2023-09-01T03:40:20","date_gmt":"2023-09-01T03:40:20","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4907"},"modified":"2023-09-01T03:40:20","modified_gmt":"2023-09-01T03:40:20","slug":"sebaran-sumber-daya-alam-hayati-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sebaran-sumber-daya-alam-hayati-di-dunia\/","title":{"rendered":"Sebaran Sumber Daya Alam di Dunia : Hayati dan Non Hayati"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sebaran-sumber-daya-alam-hayati-di-dunia\/#Sebaran_Sumber_Daya_Alam_Hayati_di_Dunia\" >Sebaran Sumber Daya Alam Hayati di Dunia<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sebaran-sumber-daya-alam-hayati-di-dunia\/#Zona_Tropis\" >Zona Tropis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sebaran-sumber-daya-alam-hayati-di-dunia\/#Zona_Subtropis\" >Zona Subtropis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sebaran-sumber-daya-alam-hayati-di-dunia\/#Zona_Kutub\" >Zona Kutub<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sebaran-sumber-daya-alam-hayati-di-dunia\/#Sebaran_Sumber_Daya_Alam_Nonhayati_di_Dunia\" >Sebaran Sumber Daya Alam Nonhayati di Dunia<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sebaran-sumber-daya-alam-hayati-di-dunia\/#Sumber_Daya_Alam_Nonhayati_yang_Berasal_dari_Kerak_Bumi\" >Sumber Daya Alam Nonhayati yang Berasal dari Kerak Bumi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sebaran-sumber-daya-alam-hayati-di-dunia\/#Sumber_Daya_Alam_Nonhayati_yang_Berasal_dari_Atmosfer\" >Sumber Daya Alam Nonhayati yang Berasal dari Atmosfer<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber daya alam dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sumber daya alam hayati dan sumber daya alam nonhayati. Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Sumber daya alam nonhayati adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati, seperti mineral, batuan, air, dan udara.<\/p>\n<p>Sebaran sumber daya alam di dunia tidak merata, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti iklim, relief, letak geografis, aktivitas tektonik, dan sejarah geologi. Sebaran sumber daya alam di dunia juga berkaitan dengan tingkat pemanfaatan dan ketersediaannya. Beberapa negara memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi belum mampu mengelolanya secara optimal. Sebaliknya, beberapa negara memiliki sumber daya alam yang terbatas, tetapi mampu mengembangkannya dengan teknologi dan inovasi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sebaran_Sumber_Daya_Alam_Hayati_di_Dunia\"><\/span><strong>Sebaran Sumber Daya Alam Hayati di Dunia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sumber daya alam hayati di dunia tersebar secara tidak merata, tergantung pada kondisi lingkungan dan ekosistemnya. Secara umum, sebaran sumber daya alam hayati di dunia dapat dibagi menjadi tiga zona utama, yaitu zona tropis, zona subtropis, dan zona kutub.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Zona_Tropis\"><\/span>Zona Tropis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Zona tropis adalah daerah yang berada di antara garis lintang 23,5\u00b0 LU dan 23,5\u00b0 LS. Zona tropis memiliki iklim yang panas dan lembap sepanjang tahun, serta curah hujan yang tinggi. Zona tropis merupakan daerah yang paling kaya akan sumber daya alam hayati di dunia. Beberapa contoh sumber daya alam hayati yang tersebar di zona tropis adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Hutan hujan tropis: Hutan hujan tropis adalah ekosistem yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Hutan hujan tropis menempati sekitar 6% dari luas permukaan bumi, tetapi menyimpan sekitar 50% dari spesies tumbuhan dan hewan di dunia. Hutan hujan tropis merupakan sumber kayu, karet, damar, rotan, obat-obatan, rempah-rempah, buah-buahan, dan lain-lain. Hutan hujan tropis tersebar di Amerika Selatan (Amazon), Afrika Tengah (Kongo), Asia Tenggara (Indonesia), dan Oseania (Papua Nugini).<\/li>\n<li>Padang rumput tropis: Padang rumput tropis adalah ekosistem yang memiliki vegetasi berupa rumput-rumputan dan sedikit pohon. Padang rumput tropis memiliki iklim yang kering pada musim kemarau dan basah pada musim hujan. Padang rumput tropis merupakan habitat bagi banyak spesies hewan herbivora dan karnivora. Padang rumput tropis juga merupakan sumber ternak, kulit, wol, susu, daging, dan lain-lain. Padang rumput tropis tersebar di Afrika Timur (Serengeti), Amerika Selatan (Pampas), Australia (Outback), dan Asia Selatan (Deccan).<\/li>\n<li>Laut tropis: Laut tropis adalah perairan yang berada di antara garis lintang 23,5\u00b0 LU dan 23,5\u00b0 LS. Laut tropis memiliki suhu air yang hangat dan stabil sepanjang tahun. Laut tropis juga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, terutama di daerah terumbu karang. Laut tropis merupakan sumber ikan, udang, kepiting, mutiara, spons, rumput laut, dan lain-lain. Laut tropis tersebar di Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan Samudra Atlantik.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Zona_Subtropis\"><\/span>Zona Subtropis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Zona subtropis adalah daerah yang berada di antara garis lintang 23,5\u00b0 LU dan 40\u00b0 LU, serta antara garis lintang 23,5\u00b0 LS dan 40\u00b0 LS. Zona subtropis memiliki iklim yang bervariasi, mulai dari iklim mediteran, iklim gurun, iklim kontinental, hingga iklim laut. Zona subtropis memiliki sumber daya alam hayati yang cukup beragam, tergantung pada kondisi lingkungannya. Beberapa contoh sumber daya alam hayati yang tersebar di zona subtropis adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Hutan gugur: Hutan gugur adalah ekosistem yang memiliki vegetasi berupa pohon-pohon yang menggugurkan daunnya pada musim gugur. Hutan gugur memiliki iklim yang sejuk dan basah pada musim semi dan musim panas, serta dingin dan kering pada musim gugur dan musim dingin. Hutan gugur merupakan sumber kayu, kertas, serat, madu, jamur, dan lain-lain. Hutan gugur tersebar di Amerika Utara (Appalachia), Eropa (Alps), Asia Timur (China), dan Asia Barat (Anatolia).<\/li>\n<li>Gurun: Gurun adalah ekosistem yang memiliki vegetasi berupa tumbuhan sukulen dan semak-semak. Gurun memiliki iklim yang sangat kering sepanjang tahun, serta suhu udara yang sangat panas pada siang hari dan sangat dingin pada malam hari. Gurun merupakan habitat bagi beberapa spesies hewan yang mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrem. Gurun juga merupakan sumber mineral, batu permata, minyak bumi, gas alam, dan lain-lain. Gurun tersebar di Afrika Utara (Sahara), Asia Barat (Arabia), Amerika Utara (Mojave), dan Australia (Great Sandy).<\/li>\n<li>Laut subtropis: Laut subtropis adalah perairan yang berada di antara garis lintang 23,5\u00b0 LU dan 40\u00b0 LU, serta antara garis lintang 23,5\u00b0 LS dan 40\u00b0 LS. Laut subtropis memiliki suhu air yang lebih dingin daripada laut tropis, tetapi lebih hangat daripada laut kutub. Laut subtropis memiliki keanekaragaman hayati yang lebih rendah daripada laut tropis, tetapi lebih tinggi daripada laut kutub. Laut subtropis merupakan sumber ikan, cumi-cumi, gurita, kerang-kerangan, teripang, dan lain-lain. Laut subtropis tersebar di Samudra Atlantik, Samudra Pasifik, dan Samudra Hindia.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Zona_Kutub\"><\/span>Zona Kutub<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Zona kutub adalah daerah yang berada di utara garis lintang 66\u00b0 LU (Kutub Utara) dan di selatan garis lintang 66\u00b0 LS (Kutub Selatan). Zona kutub memiliki iklim yang sangat dingin sepanjang tahun, serta memiliki perbedaan panjang hari dan malam yang ekstrem. Zona kutub memiliki sumber daya alam hayati yang sangat terbatas, karena kondisi lingkungannya yang tidak mendukung pertumbuhan tumbuhan dan hewan. Beberapa contoh sumber daya alam hayati yang tersebar di zona kutub adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Tundra: Tundra adalah ekosistem yang memiliki vegetasi berupa lumut-lumutan, rumput-rumputan, bunga-bungaan, dan sedikit pohon rendah. Tundra memiliki iklim yang sangat dingin sepanjang tahun, serta memiliki lapisan tanah beku (permafrost) di bawah permukaannya. Tundra merupakan habitat bagi beberapa spesies hewan yang mampu bertahan hidup di lingkungan ekstrem. Tundra juga merupakan sumber bulu binatang, daging rusa kutub (caribou), minyak ikan paus (whale oil), dan lain-lain. Tundra tersebar di Kutub Utara (Arktik) dan Kutub Selatan (Antartika).<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Es: Es adalah bahan padat yang terbentuk dari air yang membeku. Es memiliki iklim yang sangat dingin sepanjang tahun, serta memiliki ketebalan yang bervariasi. Es merupakan habitat bagi beberapa spesies hewan yang hidup di permukaan atau di bawahnya. Es juga merupakan sumber air tawar, garam, es krim, dan lain-lain. Es tersebar di Kutub Utara (Laut Arktik) dan Kutub Selatan (Benua Antartika).<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sebaran_Sumber_Daya_Alam_Nonhayati_di_Dunia\"><\/span><strong>Sebaran Sumber Daya Alam Nonhayati di Dunia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sumber daya alam nonhayati di dunia tersebar secara tidak merata, tergantung pada proses geologis dan geografis yang membentuknya. Secara umum, sebaran sumber daya alam nonhayati di dunia dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu sumber daya alam nonhayati yang berasal dari kerak bumi dan sumber daya alam nonhayati yang berasal dari atmosfer.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Daya_Alam_Nonhayati_yang_Berasal_dari_Kerak_Bumi\"><\/span>Sumber Daya Alam Nonhayati yang Berasal dari Kerak Bumi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sumber daya alam nonhayati yang berasal dari kerak bumi adalah sumber daya alam nonhayati yang terbentuk dari proses pembentukan, perubahan, dan penghancuran batuan di dalam atau di atas permukaan bumi. Sumber daya alam nonhayati yang berasal dari kerak bumi dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sumber daya alam nonhayati padat, sumber daya alam nonhayati cair, dan sumber daya alam nonhayati gas. Beberapa contoh sumber daya alam nonhayati yang berasal dari kerak bumi adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Sumber daya alam nonhayati padat: Sumber daya alam nonhayati padat adalah sumber daya alam nonhayati yang berbentuk padat, seperti mineral, batuan, tanah, pasir, dan lain-lain. Sumber daya alam nonhayati padat terbentuk dari proses endogen (dari dalam bumi) atau eksogen (dari luar bumi) yang mempengaruhi kerak bumi. Sumber daya alam nonhayati padat tersebar secara tidak merata di dunia, tergantung pada jenis dan kandungan mineralnya. Beberapa negara yang kaya akan sumber daya alam nonhayati padat adalah China, Amerika Serikat, Rusia, Australia, Brasil, Afrika Selatan, dan Indonesia.<\/li>\n<li>Sumber daya alam nonhayati cair: Sumber daya alam nonhayati cair adalah sumber daya alam nonhayati yang berbentuk cair, seperti air dan minyak bumi. Sumber daya alam nonhayati cair terbentuk dari proses siklus hidrologi (untuk air) atau proses pembusukan organik (untuk minyak bumi) yang terjadi di dalam atau di atas permukaan bumi. Sumber daya alam nonhayati cair tersebar secara tidak merata di dunia, tergantung pada ketersediaan dan permintaannya. Beberapa negara yang kaya akan sumber daya alam nonhayati cair adalah Kanada, Brasil, Rusia, Arab Saudi, Iran, Irak, dan Venezuela.<\/li>\n<li>Sumber daya alam nonhayati gas: Sumber daya alam nonhayati gas adalah sumber daya alam nonhayati yang berbentuk gas, seperti udara dan gas alam. Sumber daya alam nonhayati gas terbentuk dari proses fotosintesis (untuk udara) atau proses pembusukan organik (untuk gas alam) yang terjadi di dalam atau di atas permukaan bumi. Sumber daya alam nonhayati gas tersebar secara merata di dunia, tetapi memiliki kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda. Beberapa negara yang kaya akan sumber daya alam nonhayati gas adalah Rusia, Amerika Serikat, Iran, Qatar, Kanada, dan Norwegia.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Daya_Alam_Nonhayati_yang_Berasal_dari_Atmosfer\"><\/span>Sumber Daya Alam Nonhayati yang Berasal dari Atmosfer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sumber daya alam nonhayati yang berasal dari atmosfer adalah sumber daya alam nonhayati yang terbentuk dari proses interaksi antara bumi dan luar angkasa. Sumber daya alam nonhayati yang berasal dari atmosfer dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sumber daya alam nonhayati yang berasal dari matahari dan sumber daya alam nonhayati yang berasal dari bulan. Beberapa contoh sumber daya alam nonhayati yang berasal dari atmosfer adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Sumber daya alam nonhayati yang berasal dari matahari: Sumber daya alam nonhayati yang berasal dari matahari adalah sumber daya alam nonhayati yang berupa energi matahari. Energi matahari adalah energi yang dihasilkan oleh reaksi fusi nuklir di inti matahari dan dipancarkan ke seluruh tata surya. Energi matahari merupakan sumber daya alam nonhayati yang paling penting dan paling banyak dimanfaatkan oleh manusia. Energi matahari dapat dikonversi menjadi berbagai bentuk energi lain, seperti energi panas, energi listrik, energi kimia, dan energi mekanik. Energi matahari tersebar secara merata di dunia, tetapi memiliki intensitas dan durasi yang berbeda-beda. Beberapa negara yang kaya akan sumber daya alam nonhayati yang berasal dari matahari adalah Afrika Selatan, Australia, India, China, Brasil, dan Meksiko.<\/li>\n<li>Sumber daya alam nonhayati yang berasal dari bulan: Sumber daya alam nonhayati yang berasal dari bulan adalah sumber daya alam nonhayati yang berupa gravitasi bulan. Gravitasi bulan adalah gaya tarik menarik antara bumi dan bulan yang disebabkan oleh massa keduanya. Gravitasi bulan merupakan sumber daya alam nonhayati yang paling kurang dimanfaatkan oleh manusia. Gravitasi bulan dapat mempengaruhi berbagai fenomena alam di bumi, seperti pasang surut air laut, gerhana bulan, dan siklus menstruasi. Gravitasi bulan tersebar secara merata di dunia, tetapi memiliki efek yang berbeda-beda. Beberapa negara yang kaya akan sumber daya alam nonhayati yang berasal dari bulan adalah Indonesia, Thailand, Prancis, Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber daya alam dapat dibedakan menjadi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4907","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4907"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4907\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}