{"id":4819,"date":"2023-08-30T14:10:53","date_gmt":"2023-08-30T14:10:53","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4819"},"modified":"2023-08-30T14:10:53","modified_gmt":"2023-08-30T14:10:53","slug":"mengenal-batas-batas-perairan-laut-indonesia-kedaulatan-hak-dan-tanggung-jawab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mengenal-batas-batas-perairan-laut-indonesia-kedaulatan-hak-dan-tanggung-jawab\/","title":{"rendered":"Mengenal Batas-Batas Perairan Laut Indonesia: Kedaulatan, Hak, dan Tanggung Jawab"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mengenal-batas-batas-perairan-laut-indonesia-kedaulatan-hak-dan-tanggung-jawab\/#Batas_Laut_Teritorial\" >Batas Laut Teritorial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mengenal-batas-batas-perairan-laut-indonesia-kedaulatan-hak-dan-tanggung-jawab\/#Batas_Landas_Kontinen\" >Batas Landas Kontinen<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mengenal-batas-batas-perairan-laut-indonesia-kedaulatan-hak-dan-tanggung-jawab\/#Zona_Ekonomi_Eksklusif_ZEE\" >Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mengenal-batas-batas-perairan-laut-indonesia-kedaulatan-hak-dan-tanggung-jawab\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Laut adalah salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Laut memiliki berbagai fungsi, seperti sebagai tempat transportasi, perdagangan, pariwisata, penelitian, pertahanan, dan sumber pangan. Oleh karena itu, setiap negara yang memiliki wilayah laut harus menentukan batas-batas perairannya agar dapat mengelola dan memanfaatkan laut secara optimal dan bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Indonesia merupakan negara maritim yang terdiri dari gugusan pulau-pulau. Bentuk negara kepulauan membuat Indonesia memiliki beberapa batas geografis, salah satunya adalah batas laut. Batas laut adalah garis khayal yang memisahkan wilayah laut suatu negara dengan wilayah laut negara lain atau laut lepas<sup>1<\/sup>. Batas laut ini amat penting dan terkait dengan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.<\/p>\n<p>Berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional tahun 1982, ada tiga jenis batas laut yang berlaku bagi Indonesia, yaitu batas laut teritorial, batas landas kontinen, dan zona ekonomi eksklusif (ZEE). Berikut adalah penjelasan tentang ketiga batas laut tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Batas_Laut_Teritorial\"><\/span>Batas Laut Teritorial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Batas laut teritorial atau (Territorial Sea) adalah garis batas laut di perairan sepanjang 12 mil laut atau 22,224 kilometer yang ditarik dari garis dasar<sup>2<\/sup>. Garis dasar merupakan sebuah garis khayal yang ditarik pada pantai ketika air laut sedang mengalami surut, serta menghubungkan berbagai titik yang ada pada ujung pulau<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Di dalam batas laut teritorial, Indonesia mempunyai kedaulatan mutlak atas wilayah laut, dasar laut, subsoil, dan udara yang berada di dalam wilayahnya<sup>2<\/sup>. Selain berhak atas apa yang ada di dalamnya, Indonesia juga berkewajiban untuk menjamin hak lintas damai, baik melalui alur kepulauan maupun tradisional untuk pelayaran internasional<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Batas_Landas_Kontinen\"><\/span>Batas Landas Kontinen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Batas landas kontinen adalah batas perairan yang dikuasai oleh suatu negara yang terdiri dari dasar laut serta tanah di bawahnya yang berada di luar laut teritorialnya sepanjang adanya kelanjutan ilmiah pada wilayah daratannya hingga pinggiran tepi kontinen. Tepi kontinen adalah bagian dari benua yang terendam di bawah permukaan air.<\/p>\n<p>Batas landas kontinen diatur di dalam Konvensi Hukum Laut pada tahun 1982 pasal 78 hingga 85. Konvensi tersebut menentukan pengukuran landas kontinen dengan kriteria:<\/p>\n<ul>\n<li>jarak sampai 200 mil laut jika tepian luar kontinen tidak mencapai jarak 200 mil laut;<\/li>\n<li>jarak sampai 350 mil laut jika tepian luar kontinen mencapai jarak lebih dari 200 mil laut;<\/li>\n<li>jarak sampai 100 mil laut dari kedalaman 2.500 meter jika tepian luar kontinen mencapai jarak lebih dari 350 mil laut.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Di dalam batas landas kontinen, Indonesia memiliki hak eksklusif untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya alam yang ada di dasar laut dan subsoil. Namun, Indonesia tidak memiliki hak atas air dan udara di atasnya. Indonesia juga harus menghormati hak-hak negara lain yang berhubungan dengan kebebasan pelayaran dan penerbangan internasional.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Zona_Ekonomi_Eksklusif_ZEE\"><\/span>Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Zona ekonomi eksklusif (ZEE) adalah zona perairan yang berada di luar dan bersebelahan dengan batas laut teritorial sejauh 200 mil laut atau 370,4 kilometer dari garis dasar. Di dalam ZEE, Indonesia memiliki hak eksklusif untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya alam baik yang hidup maupun mati.<\/p>\n<p>Selain itu, Indonesia juga memiliki hak untuk melakukan penelitian ilmiah, pembangunan dan pengoperasian pulau buatan, perlindungan dan pelestarian lingkungan laut, serta pemanfaatan energi laut. Indonesia juga harus menghormati hak-hak negara lain yang berhubungan dengan kebebasan pelayaran dan penerbangan internasional, serta hak lintas damai.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Batas perairan laut adalah garis khayal yang memisahkan wilayah laut suatu negara dengan wilayah laut negara lain atau laut lepas. Batas perairan laut ini penting untuk menentukan kedaulatan dan hak-hak suatu negara atas sumber daya alam yang ada di laut.<\/p>\n<p>Indonesia memiliki tiga jenis batas perairan laut, yaitu batas laut teritorial, batas landas kontinen, dan zona ekonomi eksklusif (ZEE). Ketiga batas perairan laut ini diatur oleh Konvensi Hukum Laut Internasional tahun 1982 yang telah diratifikasi oleh Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985.<\/p>\n<p>Dengan mengetahui batas-batas perairan laut, Indonesia dapat mengelola dan memanfaatkan laut secara optimal dan bertanggung jawab. Indonesia juga dapat menjaga kedaulatannya dan kepentingannya di laut, sekaligus menghormati hak-hak negara lain yang berhubungan dengan kebebasan pelayaran dan penerbangan internasional.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 3 Batas Laut Indonesia: Laut Teritorial, Batas Landas Kontinen, dan &#8230;. https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2022\/08\/02\/223153978\/3-batas-laut-indonesia-laut-teritorial-batas-landas-kontinen-dan-zona.<br \/>\n(2) Pembagian Wilayah Laut Indonesia &amp; Batas-batasnya secara Geografis. https:\/\/tirto.id\/pembagian-wilayah-laut-indonesia-batas-batasnya-secara-geografis-glVV.<br \/>\n(3) Batas Laut Teritorial: Penjelasan, Jenis, dan Aturannya &#8211; Saintif. https:\/\/saintif.com\/laut-teritorial\/.<br \/>\n(4) Berapa Luas &amp; Batas Wilayah Indonesia? Cari Tau Yuk! &#8211; Ruangguru. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/luas-dan-batas-wilayah-indonesia.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laut adalah salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Laut memiliki berbagai fungsi, seperti sebagai tempat transportasi, perdagangan, pariwisata, penelitian, pertahanan,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4819","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4819"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4819\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}