{"id":4810,"date":"2023-08-30T14:03:03","date_gmt":"2023-08-30T14:03:03","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4810"},"modified":"2023-08-30T14:03:03","modified_gmt":"2023-08-30T14:03:03","slug":"sifat-air-laut-salinitas-suhu-warna-kerapatan-dan-tekanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-air-laut-salinitas-suhu-warna-kerapatan-dan-tekanan\/","title":{"rendered":"Sifat Air Laut: Salinitas, Suhu, Warna, Kerapatan, dan Tekanan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-air-laut-salinitas-suhu-warna-kerapatan-dan-tekanan\/#Salinitas\" >Salinitas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-air-laut-salinitas-suhu-warna-kerapatan-dan-tekanan\/#Suhu\" >Suhu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-air-laut-salinitas-suhu-warna-kerapatan-dan-tekanan\/#Warna\" >Warna<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-air-laut-salinitas-suhu-warna-kerapatan-dan-tekanan\/#Kerapatan\" >Kerapatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-air-laut-salinitas-suhu-warna-kerapatan-dan-tekanan\/#Tekanan\" >Tekanan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Air laut adalah cairan yang menutupi sekitar 71% permukaan bumi. Air laut memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda dengan air tawar. Sifat fisik air laut adalah sifat air laut yang dapat diukur dan diteliti tanpa mengubah komposisi atau susunan zat tertentu. Sifat kimia air laut adalah sifat air laut yang berkaitan dengan kandungan zat-zat terlarut di dalamnya. Berikut ini adalah beberapa sifat air laut yang perlu diketahui.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Salinitas\"><\/span>Salinitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salinitas atau kadar garam adalah rata-rata kadar garam (dalam gram) yang terdapat dalam setiap 1.000 gram (1 kg) air laut.\u00a0Umumnya sebesar 3% dari berat seluruhnya<sup>1<\/sup>. Namun, salinitas air laut biasanya disebut sebagai bagian perseribu atau permil (0\/00).\u00a0Rata-rata salinitas air laut di daerah khatulistiwa adalah 35 0\/00<sup>2<\/sup>. Besar kecilnya kadar garam air laut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Penguapan: Semakin besar penguapan air laut suatu wilayah, maka semakin tinggi salinitasnya dan sebaliknya<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Curah hujan: Semakin tinggi curah hujan di suatu wilayah, maka semakin rendah salinitasnya dan sebaliknya<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Pemasukan air sungai: Semakin banyak air sungai yang masuk ke laut, maka semakin rendah salinitasnya dan sebaliknya<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Pembekuan dan pencairan es: Pembekuan air laut mengurangi salinitasnya, sedangkan pencairan es menambah salinitasnya<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Salinitas mempengaruhi sifat-sifat lain dari air laut, seperti kerapatan, titik beku, tekanan uap, dan konduktivitas listrik<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Suhu\"><\/span>Suhu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Suhu air laut adalah temperatur di permukaan air laut yang dipengaruhi sinar matahari. Suhu atau suhu permukaan laut berubah-ubah.\u00a0Faktor yang memengaruhi perubahan suhu yakni radiasi matahari, posisi matahari, letak geografis, musim, kondisi awan, proses interaksi air dan udara, penguapan, serta embusan angin<sup>1<\/sup>. Laut di daerah tropis memiliki suhu permukaan yang lebih hangat dan stabil. Ini karena sinar matahari lebih kuat di daerah tropis. Semakin ke dalam, suhu air laut semakin berkurang atau semakin dingin.\u00a0Ini karena sinar matahari makin lama makin sedikit<sup>1<\/sup>.\u00a0Pada kedalaman antara 200 m hingga 1.000 m di bawah permukaan laut suhu turun secara mendadak yang dikenal dengan sebutan termokline<sup>2<\/sup>.\u00a0Sementara itu, besarnya suhu laut pada daerah terdalam kurang lebih sekitar 2 \u00b0C<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Suhu mempengaruhi sifat-sifat lain dari air laut, seperti kerapatan, tekanan uap, kelarutan oksigen, dan kecepatan gelombang bunyi<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Warna\"><\/span>Warna<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Warna air laut dipengaruhi oleh molekul air dalam menyerap dan memantulkan cahaya matahari, zat yang larut dalam air laut, jenis endapan, serta organisme dominan yang hidup di dasar laut<sup>2<\/sup>. Secara umum warna air laut di permukaan bumi berwarna biru. Namun, ada beberapa daerah tertentu yang berwarna hijau dan sebagainya. Berikut beberapa warna air laut:<\/p>\n<ul>\n<li>Warna biru disebabkan oleh sinar matahari yang bergelombang pendek<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Warna kuning karena terdapat banyak lumpur berwarna kuning. Endapan tersebut merupakan hasil metabolisme dari berbagai material daratan yang menghasilkan tanah berwarna coklat kekuningan.\u00a0Contoh: Laut Kuning di perairan Cina<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Warna hijau karena banyak fitoplankton dalam jumlah besar yang memancarkan kandungan klorofilnya<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Warna air laut mempengaruhi sifat-sifat lain dari air laut, seperti transparansi, refleksi, dan absorbsi cahaya<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kerapatan\"><\/span>Kerapatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kerapatan air laut adalah massa air laut per satuan volume. Kerapatan air laut dipengaruhi oleh salinitas dan suhu.\u00a0Semakin tinggi salinitas dan semakin rendah suhu, maka semakin tinggi kerapatan air laut dan sebaliknya<sup>3<\/sup>.\u00a0Rata-rata kerapatan air laut di permukaan bumi adalah 1.025 gram per cm3<sup>3<\/sup>. Kerapatan air laut berbeda-beda di setiap kedalaman.\u00a0Pada kedalaman antara 200 m hingga 1.000 m di bawah permukaan laut kerapatan meningkat secara mendadak yang dikenal dengan sebutan piknokline<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Kerapatan mempengaruhi sifat-sifat lain dari air laut, seperti tekanan hidrostatik, arus laut, dan stabilitas vertikal<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tekanan\"><\/span>Tekanan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tekanan air laut adalah gaya yang diberikan oleh berat kolom air di atas suatu titik di dalam air laut. Tekanan air laut dipengaruhi oleh kerapatan dan kedalaman.\u00a0Semakin tinggi kerapatan dan semakin dalam kedalaman, maka semakin tinggi tekanan air laut dan sebaliknya<sup>3<\/sup>.\u00a0Rata-rata tekanan air laut di permukaan bumi adalah 1 atm (atmosfer) atau setara dengan 101.325 Pa (pascal)<sup>3<\/sup>.\u00a0Tekanan air laut meningkat sekitar 1 atm untuk setiap 10 m penambahan kedalaman<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Tekanan mempengaruhi sifat-sifat lain dari air laut, seperti kompresibilitas, kelarutan gas, dan reaksi kimia<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Sifat Kimia dan Fisik Air Laut &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/04\/14\/060000369\/sifat-kimia-dan-fisik-air-laut.<br \/>\n(2) Sifat Fisik Air Laut &#8211; Geografi.org. https:\/\/www.geografi.org\/2022\/04\/sifat-fisik-air-laut.html.<br \/>\n(3) Mengenal 5 Sifat Fisik Air Laut dan Penjelasannya, Apa Saja?. https:\/\/kids.grid.id\/read\/473152519\/mengenal-5-sifat-fisik-air-laut-dan-penjelasannya-apa-saja?page=all.<br \/>\n(4) Sifat Kimia dan Fisik Air Laut &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/04\/14\/060000369\/sifat-kimia-dan-fisik-air-laut.<br \/>\n(5) Sifat Fisik Air Laut &#8211; Geografi.org. https:\/\/www.geografi.org\/2022\/04\/sifat-fisik-air-laut.html.<br \/>\n(6) Sifat Air Laut dan Beberapa Komposisinya &#8211; Adha Susanto. https:\/\/adhasusanto.com\/sifat-air-laut\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Air laut adalah cairan yang menutupi sekitar 71% permukaan bumi. Air laut memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda dengan air tawar. Sifat fisik air&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4810","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4810","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4810"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4810\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}