{"id":4786,"date":"2023-08-30T13:39:14","date_gmt":"2023-08-30T13:39:14","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4786"},"modified":"2023-08-30T13:39:14","modified_gmt":"2023-08-30T13:39:14","slug":"pengertian-hidrosfer-macam-unsur-siklus-dan-pelestariannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hidrosfer-macam-unsur-siklus-dan-pelestariannya\/","title":{"rendered":"Pengertian Hidrosfer, Macam, Unsur, Siklus, dan Pelestariannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hidrosfer-macam-unsur-siklus-dan-pelestariannya\/#Macam-Macam_Permukaan_Air_dalam_Hidrosfer\" >Macam-Macam Permukaan Air dalam Hidrosfer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hidrosfer-macam-unsur-siklus-dan-pelestariannya\/#Unsur-Unsur_Hidrosfer\" >Unsur-Unsur Hidrosfer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hidrosfer-macam-unsur-siklus-dan-pelestariannya\/#Siklus_Hidrologi\" >Siklus Hidrologi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hidrosfer-macam-unsur-siklus-dan-pelestariannya\/#Dampak_Manusia_terhadap_Hidrosfer\" >Dampak Manusia terhadap Hidrosfer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hidrosfer-macam-unsur-siklus-dan-pelestariannya\/#Upaya_Pelestarian_Hidrosfer\" >Upaya Pelestarian Hidrosfer<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Pembentukan hidrosfer berasal dari berbagai sumber air yang ada di bumi, seperti laut, danau, sungai, salju, es, air tanah, dan uap air. Kata hidrosfer berasal dari kata bahasa Inggris hydrosphere; hydro berarti air dan sphere berarti bulatan atau lingkup.\u00a0Jadi, hidrosfer merupakan lapisan air yang menyelimuti bumi<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Hidrosfer memiliki peranan penting bagi kehidupan di bumi. Hidrosfer menyediakan air yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk bertahan hidup. Hidrosfer juga memengaruhi iklim, cuaca, siklus karbon, siklus nitrogen, dan siklus oksigen di bumi. Hidrosfer juga merupakan habitat bagi berbagai jenis organisme yang hidup di dalam air.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Macam-Macam_Permukaan_Air_dalam_Hidrosfer\"><\/span>Macam-Macam Permukaan Air dalam Hidrosfer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hidrosfer dapat dibedakan menjadi beberapa macam permukaan air, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Perairan sungai: Perairan sungai adalah air tawar yang selalu mengalir dari sumbernya menuju ke muara di laut. Perairan sungai bersumber dari limpasan air hujan atau mata air tanah. Perairan sungai dapat mencapai berbagai ukuran, mulai dari creek (sungai kecil) hingga wadi (sungai kering).\u00a0Perairan sungai memiliki fungsi sebagai sumber air minum, irigasi, transportasi, pembangkit listrik, dan pariwisata<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Perairan laut: Perairan laut adalah air asin yang meliputi sebagian besar permukaan bumi. Perairan laut terdiri dari samudra (laut luas), lautan (laut sempit), dan laut (laut dangkal).\u00a0Perairan laut memiliki fungsi sebagai sumber makanan, energi, mineral, transportasi, dan pariwisata<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>. Perairan laut dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:\n<ul>\n<li>Pesisir: Pesisir adalah daerah peralihan antara daratan dan lautan. Pesisir memiliki karakteristik yang beragam, tergantung pada bentuk dan proses geologis yang terjadi di daerah tersebut.\u00a0Beberapa contoh bentuk pesisir adalah pantai pasir, pantai batu karang, pantai delta, pantai teluk, pantai semenanjung, dan pantai kepulauan<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Pantai: Pantai adalah bagian dari pesisir yang terkena gelombang laut secara langsung. Pantai memiliki karakteristik yang dipengaruhi oleh pasang surut, arus laut, angin, dan sedimentasi.\u00a0Beberapa contoh bentuk pantai adalah pantai landai, pantai curam, pantai berombak, pantai tenang, pantai berpasir, dan pantai berkerikil<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Perairan darat: Perairan darat adalah air tawar yang menggenang di permukaan bumi. Perairan darat bersumber dari limpasan air hujan atau mata air tanah. Perairan darat dapat mencapai berbagai ukuran dan bentuk, mulai dari kolam (genangan kecil) hingga danau (genangan besar).\u00a0Perairan darat memiliki fungsi sebagai sumber air minum, irigasi, pembangkit listrik, dan pariwisata<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Unsur-Unsur_Hidrosfer\"><\/span>Unsur-Unsur Hidrosfer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hidrosfer terdiri dari beberapa unsur yang saling berhubungan dan memengaruhi satu sama lain. Unsur-unsur hidrosfer adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Air: Air adalah zat cair yang terdiri dari molekul-molekul H2O.\u00a0Air memiliki sifat-sifat fisik dan kimia yang unik, seperti dapat larut dalam banyak zat lainnya, dapat mengubah wujudnya menjadi padat (es), cair (air), atau gas (uap), dapat menyerap atau melepaskan panas dengan mudah, dan dapat mengikat oksigen atau karbon dioksida<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Garam: Garam adalah zat padat yang terdiri dari ion-ion positif dan negatif yang saling tarik-menarik. Garam berasal dari pelapukan batuan di daratan atau aktivitas vulkanik di dasar laut. Garam larut dalam air laut dan memberikan rasa asin pada air laut.\u00a0Garam juga memengaruhi densitas, tekanan, dan titik beku air laut<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Mineral: Mineral adalah zat padat yang terdiri dari atom-atom atau molekul-molekul tertentu yang tersusun secara teratur. Mineral berasal dari pelapukan batuan di daratan atau aktivitas vulkanik di dasar laut. Mineral larut dalam air laut dan memberikan warna, bau, dan rasa pada air laut.\u00a0Mineral juga memengaruhi keseimbangan kimia, biologis, dan geologis air laut<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Organisme: Organisme adalah makhluk hidup yang terdiri dari satu atau lebih sel yang dapat melakukan metabolisme, reproduksi, dan respons terhadap lingkungan. Organisme hidup di dalam air atau di sekitar air. Organisme memanfaatkan air sebagai sumber makanan, oksigen, tempat tinggal, dan transportasi.\u00a0Organisme juga memengaruhi kualitas, kuantitas, dan siklus air<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Siklus_Hidrologi\"><\/span>Siklus Hidrologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Siklus hidrologi adalah proses peredaran atau daur ulang air secara berurutan dan terus-menerus di antara hidrosfer, atmosfer, litosfer, dan biosfer. Siklus hidrologi dipengaruhi oleh pemanasan sinar matahari yang menyebabkan perubahan wujud air dari cair menjadi gas (evaporasi) atau dari padat menjadi gas (sublimasi), atau sebaliknya dari gas menjadi cair (kondensasi) atau dari gas menjadi padat (pengembunan). Siklus hidrologi dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Siklus pendek: Siklus pendek adalah siklus hidrologi yang melibatkan evaporasi air laut yang kemudian mengalami kondensasi sebelum sampai ke daratan dan membentuk awan, sehingga terjadi hujan di permukaan laut<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Siklus sedang: Siklus sedang adalah siklus hidrologi yang melibatkan evaporasi air laut yang kemudian ditiup oleh angin menuju ke daratan. Di daratan, uap air membentuk awan yang akhirnya jatuh sebagai hujan di atas daratan.\u00a0Air hujan tersebut akan mengalir melalui sungai-sungai, selokan, dan sebagainya hingga kembali lagi ke laut<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Siklus panjang: Siklus panjang adalah siklus hidrologi yang melibatkan evaporasi air laut yang kemudian ditiup oleh angin ke atas daratan. Di daratan, uap air membentuk awan yang mengandung kristal es. Awan tersebut menurunkan hujan es atau salju di pegunungan.\u00a0Di permukaan bumi, es mengalir dalam bentuk gletser, masuk ke sungai dan selanjutnya kembali ke laut<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Siklus hidrologi memiliki beberapa proses yang terjadi di dalamnya, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Evaporasi: Evaporasi adalah proses penguapan air dari tubuh-tubuh air, seperti laut, danau, dan sungai akibat pemanasan sinar matahari.\u00a0Air yang menguap karena panas matahari tersebut akan naik dan nantinya menjadi awan<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Transpirasi: Transpirasi adalah proses penguapan air dari tanaman melalui stomata atau mulut daun<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Sublimasi: Sublimasi adalah proses penguapan yang terjadi pada es tanpa melalui proses pencairan<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Intersepsi: Intersepsi adalah proses tertahannya air hujan pada tanaman untuk kemudian terevaporasi kembali ke atmosfer<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Kondensasi: Kondensasi adalah proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air di atmosfer, sehingga terbentuk awan. Kondensasi terjadi karena adanya pendinginan udara yang mengandung uap air .<\/li>\n<li>Pengembunan: Pengembunan adalah proses perubahan wujud uap air menjadi es di atmosfer, sehingga terbentuk awan yang mengandung kristal es. Pengembunan terjadi karena adanya pendinginan udara yang sangat ekstrem .<\/li>\n<li>Presipitasi: Presipitasi adalah proses jatuhnya air dari awan ke permukaan bumi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, atau gerimis. Presipitasi terjadi karena adanya gaya gravitasi yang menarik air dari awan ke bawah .<\/li>\n<li>Infiltrasi: Infiltrasi adalah proses masuknya air hujan ke dalam tanah melalui pori-pori tanah. Infiltrasi dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tekstur tanah, struktur tanah, vegetasi, dan curah hujan .<\/li>\n<li>Perkolasi: Perkolasi adalah proses lanjutan dari infiltrasi, yaitu gerakan air dalam tanah yang lebih dalam dan lebih lambat. Perkolasi dapat membentuk sumber mata air atau air tanah .<\/li>\n<li>Run off: Run off adalah proses aliran air hujan di permukaan tanah menuju ke sungai, danau, atau laut. Run off dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kemiringan tanah, penutupan tanah, intensitas hujan, dan kapasitas infiltrasi tanah .<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Manusia_terhadap_Hidrosfer\"><\/span>Dampak Manusia terhadap Hidrosfer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hidrosfer merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun, aktivitas manusia juga dapat memberikan dampak negatif terhadap hidrosfer, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Pencemaran: Pencemaran adalah masuknya zat-zat berbahaya ke dalam tubuh-tubuh air akibat aktivitas manusia, seperti pembuangan limbah industri, pertanian, rumah tangga, atau transportasi. Pencemaran dapat menyebabkan penurunan kualitas air, gangguan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya, serta perubahan ekosistem .<\/li>\n<li>Eksploitasi: Eksploitasi adalah pemanfaatan tubuh-tubuh air secara berlebihan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti minum, mandi, cuci, irigasi, pembangkit listrik, atau pariwisata. Eksploitasi dapat menyebabkan penurunan kuantitas air, konflik sumber daya antara pengguna air, serta perubahan siklus hidrologi .<\/li>\n<li>Perubahan iklim: Perubahan iklim adalah perubahan kondisi iklim global akibat peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer yang disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil atau penggundulan hutan. Perubahan iklim dapat menyebabkan perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu permukaan laut, pencairan es kutub dan gletser, kenaikan permukaan laut, serta perubahan ekosistem .<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Upaya_Pelestarian_Hidrosfer\"><\/span>Upaya Pelestarian Hidrosfer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hidrosfer merupakan warisan alam yang harus dilestarikan oleh manusia untuk keberlanjutan hidupnya. Beberapa upaya pelestarian hidrosfer yang dapat dilakukan oleh manusia adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Menghemat penggunaan air: Menghemat penggunaan air adalah cara untuk mengurangi eksploitasi tubuh-tubuh air dengan cara menggunakan air secara efisien dan bijak sesuai dengan kebutuhan. Contohnya adalah mematikan keran saat tidak digunakan, menggunakan ember atau gayung saat mandi atau cuci, menggunakan alat irigasi tetes atau sprinkler untuk pertanian, dan menggunakan air hujan untuk menyiram tanaman atau mencuci kendaraan .<\/li>\n<li>Mengolah limbah: Mengolah limbah adalah cara untuk mengurangi pencemaran tubuh-tubuh air dengan cara memisahkan dan mengolah zat-zat berbahaya yang terkandung dalam limbah sebelum dibuang ke tubuh-tubuh air. Contohnya adalah menggunakan septic tank atau biopori untuk limbah rumah tangga, menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk limbah industri, menggunakan pupuk organik atau pestisida alami untuk limbah pertanian, dan menggunakan katalitik konverter atau filter untuk limbah transportasi .<\/li>\n<li>Menanam pohon: Menanam pohon adalah cara untuk mengurangi perubahan iklim dengan cara menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan melepaskan oksigen ke atmosfer. Pohon juga dapat membantu menjaga siklus hidrologi dengan cara menahan air hujan di tanah, mengurangi erosi tanah, dan meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah. Contohnya adalah menanam pohon di sekitar sumber mata air, di daerah aliran sungai (DAS), di hutan hujan tropis, atau di hutan mangrove .<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Hidrosfer &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hidrosfer.<br \/>\n(2) Pengertian Hidrosfer: Macam, Unsur dan Siklus-siklusnya &#8211; Gramedia.com. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/hidrosfer\/.<br \/>\n(3) Hidrosfer : Pengertian, Siklus Hidrologi dan Anggotanya. https:\/\/ilmugeografi.com\/ilmu-bumi\/hidrologi\/hidrosfer.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Pembentukan hidrosfer berasal dari berbagai sumber air yang ada di bumi, seperti laut, danau, sungai, salju,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4786","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4786"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4786\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}