{"id":4714,"date":"2023-08-28T12:41:05","date_gmt":"2023-08-28T12:41:05","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4714"},"modified":"2023-08-28T12:41:05","modified_gmt":"2023-08-28T12:41:05","slug":"sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Sedimentasi: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Pengertian_Sedimentasi\" >Pengertian Sedimentasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Jenis-Jenis_Sedimentasi\" >Jenis-Jenis Sedimentasi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Sedimentasi_Terestrial\" >Sedimentasi Terestrial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Sedimentasi_Aquatis\" >Sedimentasi Aquatis<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Sedimentasi_Fluvial\" >Sedimentasi Fluvial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Sedimentasi_Marina\" >Sedimentasi Marina<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Penyebab_Sedimentasi\" >Penyebab Sedimentasi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Aliran_Air\" >Aliran Air<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Hembusan_Angin\" >Hembusan Angin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Gaya_Gravitasi\" >Gaya Gravitasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Proses_Pelapukan_atau_Pengikisan\" >Proses Pelapukan atau Pengikisan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Dampak_Sedimentasi\" >Dampak Sedimentasi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Dampak_Positif\" >Dampak Positif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Dampak_Negatif\" >Dampak Negatif<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Cara_Mengatasi_Sedimentasi\" >Cara Mengatasi Sedimentasi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Melakukan_Reforestasi\" >Melakukan Reforestasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Membangun_Bendung\" >Membangun Bendung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Membangun_Breakwater\" >Membangun Breakwater<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sedimentasi-pengertian-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/#Melakukan_Pengolahan_Air\" >Melakukan Pengolahan Air<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Sedimentasi\"><\/span><strong>Pengertian Sedimentasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Sedimentasi adalah suatu peristiwa atau proses pengendapan material batuan yang diangkut oleh suatu tenaga air atau angin\u00a0<sup>2<\/sup>. Material batuan yang terangkut ini merupakan hasil dari pelapukan atau pengikisan yang berlangsung dalam jangka waktu cukup lama sehingga mudah diangkut. Pada saat suatu kekuatan pengangkut berkurang atau melemah, material batuan ini diendapkan. Pengendapan ini bisa berlangsung di sungai, danau, dan dilaut.<\/p>\n<p>Sedimentasi juga merupakan salah satu operasi pemisahan campuran padatan dan cairan (slurry) menjadi cairan beningan dan sludge (slurry yang lebih pekat konsentrasinya)\u00a0<sup>2<\/sup>. Sedimentasi adalah suatu proses pemisahan suspensi secara mekanik menjadi dua bagian, yaitu slurry dan supernatant. Slurry adalah bagian dengan konsentrasi partikel terbesar, dan supernatant adalah bagian cairan yang bening, pada suhu seragam untuk mencegah pergeseran fluida karena konveksi. Proses ini memanfaatkan proses gravitasi, yaitu dengan mendiamkan suspensi hingga membentuk endapan terpisah dari beningan.<\/p>\n<p>Sedimentasi juga dapat digunakan pada pengolahan air minum, pengolahan air limbah, dan pada pengolahan air limbah tingkat lanjutan\u00a0<sup>2<\/sup>. Biasanya proses sedimentasi dilakukan setelah proses koagulasi dan flokulasi dimana tujuannya adalah untuk memperbesar partikel padatan sehingga menjadi lebih berat dan dapat tenggelam dalam waktu lebih singkat. Dengan kata lain, sedimentasi adalah suatu proses mengendapkan zat padat atau tersuspensi non koloidal dalam air yang dilakukan dengan memanfaatkan gaya gravitasi.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Sedimentasi\"><\/span><strong>Jenis-Jenis Sedimentasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Sedimentasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti berikut:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sedimentasi_Terestrial\"><\/span>Sedimentasi Terestrial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sedimentasi terestrial adalah sedimentasi yang terjadi di daratan akibat pengaruh tenaga angin\u00a0<sup>1<\/sup>. Contoh dari sedimentasi terestrial adalah pembentukan gurun pasir, bukit pasir, dan delta sungai. Sedimentasi terestrial dapat mengubah bentuk permukaan bumi secara signifikan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sedimentasi_Aquatis\"><\/span>Sedimentasi Aquatis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sedimentasi aquatis adalah sedimentasi yang terjadi di perairan akibat pengaruh tenaga air\u00a0<sup>1<\/sup>. Sedimentasi aquatis dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sedimentasi_Fluvial\"><\/span>Sedimentasi Fluvial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sedimentasi fluvial adalah proses sedimentasi yang dilakukan oleh aliran air sungai\u00a0<sup>1<\/sup>. Karena menggunakan air sungai, maka keberadaan sedimentasi ini ada di sungai. Sedimentasi fluvial ini banyak terjadi di wilayah dataran rendah yang memiliki kemiringan lereng yang kecil. Contoh dari sedimentasi fluvial adalah pembentukan pulau-pulau kecil di tengah sungai, meander (belokan sungai), oxbow lake (danau bekas belokan sungai), dan floodplain (dataran banjir).<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sedimentasi_Marina\"><\/span>Sedimentasi Marina<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sedimentasi marina adalah proses sedimentasi yang dilakukan oleh aliran air laut\u00a0<sup>1<\/sup>. Karena menggunakan air laut, maka keberadaan sedimentasi ini ada di laut. Sedimentasi marina ini banyak terjadi di wilayah pantai yang memiliki kemiringan lereng yang besar. Contoh dari sedimentasi marina adalah pembentukan pantai berpasir, terumbu karang, delta laut, dan lagoon (danau asin).<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Sedimentasi\"><\/span><strong>Penyebab Sedimentasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Sedimentasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aliran_Air\"><\/span>Aliran Air<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Aliran air merupakan salah satu penyebab utama terjadinya sedimentasi. Aliran air dapat berupa air sungai, air laut, air hujan, atau air tanah. Aliran air dapat mengangkut material batuan yang telah mengalami pelapukan atau pengikisan dari tempat asalnya ke tempat lain. Aliran air juga dapat mengubah kecepatan, arah, dan volume pengangkutan material batuan sesuai dengan kondisi topografi, iklim, dan vegetasi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hembusan_Angin\"><\/span>Hembusan Angin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hembusan angin merupakan penyebab lain terjadinya sedimentasi. Hembusan angin dapat mengangkut material batuan yang berukuran halus seperti pasir atau debu dari tempat asalnya ke tempat lain. Hembusan angin juga dapat mengubah kecepatan, arah, dan volume pengangkutan material batuan sesuai dengan kondisi cuaca, iklim, dan vegetasi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gaya_Gravitasi\"><\/span>Gaya Gravitasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Gaya gravitasi merupakan penyebab lain terjadinya sedimentasi. Gaya gravitasi dapat mempengaruhi kecepatan pengendapan material batuan yang terangkut oleh aliran air atau hembusan angin. Semakin besar gaya gravitasi, semakin cepat material batuan mengendap. Gaya gravitasi juga dapat mempengaruhi bentuk dan ukuran material batuan yang terendapkan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Pelapukan_atau_Pengikisan\"><\/span>Proses Pelapukan atau Pengikisan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Proses pelapukan atau pengikisan merupakan penyebab lain terjadinya sedimentasi. Proses pelapukan atau pengikisan adalah proses perubahan fisik atau kimia pada material batuan akibat pengaruh faktor-faktor lingkungan seperti suhu, tekanan, air, udara, organisme hidup, dan aktivitas manusia. Proses pelapukan atau pengikisan dapat mengubah bentuk, ukuran, warna, dan komposisi material batuan sehingga mudah diangkut oleh aliran air atau hembusan angin.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Sedimentasi\"><\/span><strong>Dampak Sedimentasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Sedimentasi memiliki dampak positif dan negatif bagi lingkungan dan kehidupan. Berikut adalah beberapa dampak sedimentasi:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Positif\"><\/span>Dampak Positif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Sedimentasi dapat membentuk permukaan bumi yang baru dan beragam seperti gurun pasir, bukit pasir, delta sungai, delta laut, terumbu karang, lagoon, dan lain-lain. Permukaan bumi yang baru dan beragam ini dapat menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.<\/li>\n<li>Sedimentasi dapat menyuburkan tanah di daerah dataran rendah yang sering terkena banjir. Material batuan yang terendapkan di daerah tersebut dapat mengandung unsur-unsur hara yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.<\/li>\n<li>Sedimentasi dapat menyimpan sumber daya alam yang bernilai ekonomis seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, emas, perak, dan lain-lain. Material batuan yang terendapkan di lapisan-lapisan bumi dapat mengalami proses perubahan kimia atau fisika akibat tekanan dan suhu tinggi sehingga membentuk sumber daya alam tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Negatif\"><\/span>Dampak Negatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Sedimentasi dapat menyebabkan penurunan kualitas air di sungai, danau, atau laut. Material batuan yang terendapkan di perairan tersebut dapat mengurangi kadar oksigen terlarut, meningkatkan kekeruhan air, mengubah pH air, dan merusak ekosistem perairan.<\/li>\n<li>Sedimentasi dapat menyebabkan penurunan kapasitas waduk atau bendungan. Material batuan yang terendapkan di waduk atau bendungan tersebut dapat mengurangi volume air yang tersimpan, meningkatkan resiko banjir, dan mengganggu fungsi waduk atau bendungan sebagai sumber irigasi, listrik, atau pariwisata.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Sedimentasi dapat menyebabkan erosi pantai atau abrasi. Material batuan yang terendapkan di pantai tersebut dapat mengubah bentuk garis pantai, merusak vegetasi pantai, dan mengancam pemukiman atau infrastruktur di sekitar pantai.<\/li>\n<li>Sedimentasi dapat menyebabkan penurunan produktivitas pertanian. Material batuan yang terendapkan di lahan pertanian tersebut dapat mengubah struktur, tekstur, dan kesuburan tanah, serta mengganggu sistem irigasi dan drainase.<\/li>\n<\/ul>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengatasi_Sedimentasi\"><\/span><strong>Cara Mengatasi Sedimentasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Sedimentasi merupakan suatu proses alami yang tidak dapat dihindari sepenuhnya. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari sedimentasi, antara lain:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Melakukan_Reforestasi\"><\/span>Melakukan Reforestasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Reforestasi adalah kegiatan menanam kembali pohon di lahan yang telah gundul atau rusak akibat penebangan liar, kebakaran hutan, atau perubahan fungsi lahan . Reforestasi dapat membantu mencegah proses pelapukan atau pengikisan material batuan akibat hujan atau angin. Pohon dapat menahan erosi tanah dengan akar dan daunnya, serta menyerap air hujan dengan batang dan rantingnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membangun_Bendung\"><\/span>Membangun Bendung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bendung adalah suatu bangunan yang dibuat untuk mengatur aliran air sungai . Bendung dapat membantu mengurangi kecepatan aliran air sungai sehingga material batuan yang terangkut tidak mudah terendapkan di hilir. Bendung juga dapat meningkatkan kapasitas penampungan air sungai sehingga dapat dimanfaatkan untuk irigasi, listrik, atau pariwisata.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membangun_Breakwater\"><\/span>Membangun Breakwater<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Breakwater adalah suatu bangunan yang dibuat untuk melindungi pantai dari gelombang laut . Breakwater dapat membantu mengurangi kekuatan gelombang laut sehingga material batuan yang terangkut tidak mudah terendapkan di pantai. Breakwater juga dapat melindungi vegetasi pantai, pemukiman, atau infrastruktur dari abrasi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Melakukan_Pengolahan_Air\"><\/span>Melakukan Pengolahan Air<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pengolahan air adalah suatu proses untuk meningkatkan kualitas air agar sesuai dengan standar atau tujuan penggunaannya . Pengolahan air dapat membantu menghilangkan material batuan yang terlarut atau tersuspensi dalam air dengan menggunakan metode-metode seperti koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, desinfeksi, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Sedimentasi: Pengertian, Penyebab, Proses Terjadinya dan Jenisnya. https:\/\/ilmugeografi.com\/geografi-dasar\/sedimentasi.<br \/>\n(2) Sedimentasi : Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak dan Contoh. https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/sedimentasi\/.<br \/>\n(3) Sedimentasi: Pengertian dan Jenis-jenisnya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2022\/03\/07\/122636269\/sedimentasi-pengertian-dan-jenis-jenisnya.<br \/>\n(4) Sedimentasi Adalah &#8211; Pengertian, Fungsi, Dampak, Penyebab, Contoh. https:\/\/www.dosenpendidikan.co.id\/sedimentasi-adalah\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Sedimentasi Sedimentasi adalah suatu peristiwa atau proses pengendapan material batuan yang diangkut oleh suatu tenaga air atau angin\u00a02. Material batuan yang terangkut ini merupakan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4714","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4714","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4714"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4714\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}