{"id":4699,"date":"2023-08-28T12:26:49","date_gmt":"2023-08-28T12:26:49","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4699"},"modified":"2023-08-28T12:26:49","modified_gmt":"2023-08-28T12:26:49","slug":"pelapukan-pengertian-jenis-faktor-dampak-dan-cara-pencegahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pelapukan-pengertian-jenis-faktor-dampak-dan-cara-pencegahan\/","title":{"rendered":"Pelapukan: Pengertian, Jenis, Faktor, Dampak, dan Cara Pencegahan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pelapukan-pengertian-jenis-faktor-dampak-dan-cara-pencegahan\/#Pengertian_Pelapukan\" >Pengertian Pelapukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pelapukan-pengertian-jenis-faktor-dampak-dan-cara-pencegahan\/#Jenis-Jenis_Pelapukan\" >Jenis-Jenis Pelapukan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pelapukan-pengertian-jenis-faktor-dampak-dan-cara-pencegahan\/#Pelapukan_Fisik\" >Pelapukan Fisik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pelapukan-pengertian-jenis-faktor-dampak-dan-cara-pencegahan\/#Pelapukan_Kimia\" >Pelapukan Kimia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pelapukan-pengertian-jenis-faktor-dampak-dan-cara-pencegahan\/#Pelapukan_Biologis\" >Pelapukan Biologis<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pelapukan-pengertian-jenis-faktor-dampak-dan-cara-pencegahan\/#Faktor-Faktor_yang_Mempengaruhi_Pelapukan\" >Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelapukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pelapukan-pengertian-jenis-faktor-dampak-dan-cara-pencegahan\/#Dampak_Pelapukan\" >Dampak Pelapukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pelapukan-pengertian-jenis-faktor-dampak-dan-cara-pencegahan\/#Cara_Mencegah_atau_Mengurangi_Pelapukan\" >Cara Mencegah atau Mengurangi Pelapukan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Pelapukan\"><\/span><strong>Pengertian Pelapukan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pelapukan adalah suatu peristiwa penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, ataupun secara biologis. Proses pelapukan batuan membutuhkan waktu yang sangat lama. Semua proses pelapukan umumnya dipengaruhi oleh cuaca. Batuan yang sudah mengalami suatu proses pelapukan akan berubah menjadi tanah.\u00a0Jika tanah tersebut tidak bercampur dengan mineral lainnya, maka tanah tersebut dinamakan tanah mineral\u00a0<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Menurut Hanafiah (2018), pelapukan merupakan proses alamiah akibat bekerjanya gaya-gaya alam baik secara fisik maupun kimiawi yang menyebabkan terjadinya pemecah belahan, penghancuran, transformasi batuan, dan mineral-mineral penyusunnya menjadi materi lepas (regolit) di permukaan bumi\u00a0<sup>2<\/sup>.\u00a0Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pelapukan adalah proses yang berhubungan dengan penghancuran bahan yang berasal dari tumbuhan dan binatang oleh aktivitas jamur dan jasad renik lain\u00a0<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Pelapukan\"><\/span><strong>Jenis-Jenis Pelapukan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berdasarkan pada proses yang dominan, pelapukan batuan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelapukan_Fisik\"><\/span>Pelapukan Fisik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pelapukan fisik adalah pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu atau iklim. Contoh: perubahan cuaca, siklus pembekuan dan pencairan air, tekanan hidrostatik, aktivitas gempa bumi, dan lain-lain. Pelapukan fisik mengakibatkan batuan pecah menjadi potongan-potongan kecil tanpa mengubah komposisi kimianya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelapukan_Kimia\"><\/span>Pelapukan Kimia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pelapukan kimia adalah pelapukan yang disebabkan oleh tercampurnya batuan dengan zat-zat kimia. Contoh: tercampurnya batu oleh limbah pabrik yang mengandung bahan kimia, reaksi asam-basa antara batuan dengan air hujan atau air tanah, oksidasi atau reduksi mineral-mineral dalam batuan, dan lain-lain. Pelapukan kimia mengakibatkan batuan berubah menjadi senyawa-senyawa baru yang lebih mudah larut atau tererosi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelapukan_Biologis\"><\/span>Pelapukan Biologis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pelapukan biologis adalah pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup. Contoh: tumbuhnya lumut, akar pohon, atau jamur pada celah-celah batuan, aktivitas hewan penggali tanah seperti cacing atau rayap, dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme seperti bakteri atau fungi, dan lain-lain. Pelapukan biologis mengakibatkan batuan hancur atau berubah menjadi humus.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor-Faktor_yang_Mempengaruhi_Pelapukan\"><\/span><strong>Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelapukan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa faktor yang mempengaruhi pelapukan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Jenis dan sifat batuan. Batuan yang keras dan padat lebih tahan terhadap pelapukan daripada batuan yang lunak dan berpori. Batuan yang memiliki banyak celah atau retakan juga lebih mudah mengalami pelapukan daripada batuan yang utuh.<\/li>\n<li>Iklim dan cuaca. Iklim dan cuaca menentukan faktor-faktor seperti suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, angin, salinitas air laut, dan lain-lain. Faktor-faktor ini mempengaruhi laju dan jenis pelapukan yang terjadi pada suatu daerah.<\/li>\n<li>Topografi dan relief. Topografi dan relief menentukan ketinggian permukaan bumi dari permukaan laut, kemiringan lereng, arah hadap lereng, dan lain-lain. Faktor-faktor ini mempengaruhi paparan batuan terhadap sinar matahari, air, angin, dan gaya gravitasi.<\/li>\n<li>Organisme hidup. Organisme hidup seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme dapat mempercepat atau memperlambat proses pelapukan dengan cara mekanis atau kimiawi. Organisme hidup juga dapat menyediakan bahan organik yang dapat berinteraksi dengan batuan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Pelapukan\"><\/span><strong>Dampak Pelapukan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pelapukan memiliki dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Beberapa dampak positif pelapukan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Membentuk tanah yang subur dan cocok untuk pertanian.<\/li>\n<li>Membentuk batuan sedimen yang mengandung sumber daya alam seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan mineral logam.<\/li>\n<li>Membentuk bentang alam yang indah dan menarik seperti pegunungan, lembah, tebing, gua, dan air terjun.<\/li>\n<li>Membantu siklus karbon di bumi dengan mengikat karbon dioksida dalam batuan karbonat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Beberapa dampak negatif pelapukan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Menyebabkan kerusakan infrastruktur seperti jalan, jembatan, bangunan, dan saluran air akibat erosi atau longsor.<\/li>\n<li>Menyebabkan pencemaran lingkungan akibat pelarutan zat-zat berbahaya dari batuan seperti logam berat, asam sulfat, dan radionuklida.<\/li>\n<li>Menyebabkan perubahan iklim akibat pelepasan karbon dioksida dari batuan karbonat ke atmosfer.<\/li>\n<li>Menyebabkan penurunan kualitas tanah akibat hilangnya unsur hara atau peningkatan keasaman tanah.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mencegah_atau_Mengurangi_Pelapukan\"><\/span><strong>Cara Mencegah atau Mengurangi Pelapukan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pelapukan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Melakukan konservasi tanah dengan cara menanam pohon atau tanaman penutup tanah, membuat terasering atau guludan, membuat saluran drainase atau irigasi, dan lain-lain.<\/li>\n<li>Melakukan perlindungan batuan dengan cara melapisi batuan dengan cat atau bahan pelindung lainnya, membuat atap atau kanopi untuk menahan air hujan, membuat dinding penahan untuk mencegah longsor, dan lain-lain.<\/li>\n<li>Melakukan pengolahan batuan dengan cara mengubah komposisi kimia batuan menjadi lebih stabil atau tahan terhadap pelapukan, misalnya dengan proses kalsinasi, hidrasi, atau karbonasi.<\/li>\n<li>Melakukan pengendalian pencemaran dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global, mengolah limbah industri yang mengandung bahan kimia berbahaya sebelum dibuang ke lingkungan, dan lain-lain.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Pelapukan &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pelapukan.<br \/>\n(2) 3 Jenis-Jenis Pelapukan: Proses, Contoh, Faktor, Dampak, Cara. https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/pelapukan\/.<br \/>\n(3) Pelapukan Adalah: Faktor, Jenis, Penyebab, Bentuk, Dampak, Cara. https:\/\/pakdosen.co.id\/pelapukan-adalah\/.<br \/>\n(4) PELAPUKAN &#8211; UNS. https:\/\/spada.uns.ac.id\/pluginfile.php\/769312\/mod_resource\/content\/1\/PELAPUKAN.pdf.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Pelapukan Pelapukan adalah suatu peristiwa penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, ataupun secara biologis. Proses pelapukan batuan membutuhkan waktu yang sangat lama. Semua&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4699","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4699"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4699\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}