{"id":4673,"date":"2023-08-28T10:56:48","date_gmt":"2023-08-28T10:56:48","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4673"},"modified":"2023-08-28T10:56:48","modified_gmt":"2023-08-28T10:56:48","slug":"tenaga-endogen-pengertian-macam-dan-pengaruhnya-pada-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tenaga-endogen-pengertian-macam-dan-pengaruhnya-pada-kehidupan\/","title":{"rendered":"Tenaga Endogen: Pengertian, Macam, dan Pengaruhnya pada Kehidupan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tenaga-endogen-pengertian-macam-dan-pengaruhnya-pada-kehidupan\/#Tektonisme\" >Tektonisme<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tenaga-endogen-pengertian-macam-dan-pengaruhnya-pada-kehidupan\/#Vulkanisme\" >Vulkanisme<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tenaga-endogen-pengertian-macam-dan-pengaruhnya-pada-kehidupan\/#Seisme_atau_Gempa\" >Seisme atau Gempa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tenaga-endogen-pengertian-macam-dan-pengaruhnya-pada-kehidupan\/#Pengaruh_Tenaga_Endogen_pada_Kehidupan\" >Pengaruh Tenaga Endogen pada Kehidupan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi\u00a0<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>. Tenaga endogen bersifat membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar) tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung, bukit, atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembah atau jurang.\u00a0Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme atau gempa\u00a0<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tektonisme\"><\/span>Tektonisme<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tektonisme adalah tenaga dari dalam bumi yang dapat menyebabkan terjadinya pergerakan lapisan kerak bumi secara vertikal (naik-turun), horizontal (kiri-kanan), dan retakan\u00a0<sup>1<\/sup>. Dibedakan menjadi 2 macam, yaitu epirogenesa dan orogenesa.<\/p>\n<p>Epirogenesa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal akibat pengangkatan dan penurunan permukaan bumi yang terjadi sangat lambat serta meliputi wilayah yang sangat luas\u00a0<sup>1<\/sup>. Contoh epirogenesa adalah terbentuknya dataran tinggi dan dataran rendah.<\/p>\n<p>Orogenesa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal akibat tekanan dari samping yang menyebabkan terjadinya lipatan dan patahan pada batuan\u00a0<sup>1<\/sup>. Contoh orogenesa adalah terbentuknya pegunungan lipatan dan pegunungan patahan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Vulkanisme\"><\/span>Vulkanisme<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Vulkanisme adalah semua gejala alam yang terjadi akibat adanya kegiatan magma yang terkandung dalam dalam perut bumi\u00a0<sup>1<\/sup>. Magma yang keluar ke permukaan bumi disebut lava. Aliran material vulkanik disebut lahar. Vulkanisme dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu vulkanisme ekstrusif dan vulkanisme intrusif.<\/p>\n<p>Vulkanisme ekstrusif adalah vulkanisme yang terjadi ketika magma keluar ke permukaan bumi melalui celah-celah atau kawah gunung berapi\u00a0<sup>1<\/sup>. Contoh vulkanisme ekstrusif adalah letusan gunung berapi, geyser, fumarol, dan solfatara.<\/p>\n<p>Vulkanisme intrusif adalah vulkanisme yang terjadi ketika magma tidak sampai keluar ke permukaan bumi tetapi membeku di dalam kerak bumi\u00a0<sup>1<\/sup>. Contoh vulkanisme intrusif adalah batolit, lakolit, sil, dike, dan neck.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Seisme_atau_Gempa\"><\/span>Seisme atau Gempa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seisme atau gempa adalah getaran atau goncangan pada permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi\u00a0<sup>1<\/sup>. Sebagian besar gempa terjadi karena adanya pergeseran lempeng-lempeng tektonik di dalam kerak bumi. Gempa dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik, dan gempa runtuhan.<\/p>\n<p>Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena adanya pergeseran lempeng-lempeng tektonik yang saling bertabrakan atau menjauh\u00a0<sup>1<\/sup>. Gempa tektonik biasanya memiliki skala besar dan dampak merusak yang luas. Contoh gempa tektonik adalah gempa Aceh 2004 dan gempa Lombok 2018.<\/p>\n<p>Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi karena adanya aktivitas magma di dalam gunung berapi\u00a0<sup>1<\/sup>. Gempa vulkanik biasanya memiliki skala kecil dan dampak merusak yang terbatas. Contoh gempa vulkanik adalah gempa Merapi 2010 dan gempa Sinabung 2014.<\/p>\n<p>Gempa runtuhan adalah gempa yang terjadi karena adanya longsoran tanah atau batuan di permukaan bumi\u00a0<sup>1<\/sup>. Gempa runtuhan biasanya memiliki skala sangat kecil dan dampak merusak yang tidak signifikan. Contoh gempa runtuhan adalah gempa akibat penambangan atau pembangunan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengaruh_Tenaga_Endogen_pada_Kehidupan\"><\/span>Pengaruh Tenaga Endogen pada Kehidupan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tenaga endogen memiliki pengaruh yang besar pada kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Pengaruh tenaga endogen dapat bersifat positif maupun negatif, tergantung pada jenis, skala, dan lokasi terjadinya tenaga endogen tersebut. Berikut adalah beberapa contoh pengaruh tenaga endogen pada kehidupan:<\/p>\n<ul>\n<li>Tenaga endogen dapat membentuk relief permukaan bumi yang beragam dan indah, seperti gunung, bukit, lembah, danau, sungai, pantai, dan pulau\u00a0<sup>3<\/sup>. Relief permukaan bumi ini dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai keperluan, seperti pertanian, perikanan, pariwisata, transportasi, dan pemukiman.<\/li>\n<li>Tenaga endogen dapat menyediakan sumber daya alam yang bermanfaat bagi manusia, seperti mineral, batubara, minyak bumi, gas alam, panas bumi, dan air panas\u00a0<sup>3<\/sup>. Sumber daya alam ini dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai keperluan, seperti industri, energi, kesehatan, dan kecantikan.<\/li>\n<li>Tenaga endogen dapat menyebabkan bencana alam yang merugikan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, longsor, banjir bandang, dan kebakaran hutan\u00a0<sup>3<\/sup>. Bencana alam ini dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan, kerugian materiil, korban jiwa, penyakit, trauma, dan pengungsian.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Tenaga Endogen &#8211; Pengertian, Eksogen, Macam, Proses Dan Contoh. https:\/\/www.dosenpendidikan.co.id\/tenaga-endogen\/.<br \/>\n(2) Tenaga endogen &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tenaga_endogen.<br \/>\n(3) Pengertian Tenaga Endogen, Macam, dan Pengaruhnya pada Kehidupan &#8211; Tirto.ID. https:\/\/tirto.id\/pengertian-tenaga-endogen-macam-dan-pengaruhnya-pada-kehidupan-gbEs.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi\u00a012. Tenaga endogen bersifat membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. Mungkin&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4673","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4673"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4673\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}