{"id":4657,"date":"2023-08-28T04:57:41","date_gmt":"2023-08-28T04:57:41","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4657"},"modified":"2023-08-28T04:57:41","modified_gmt":"2023-08-28T04:57:41","slug":"tata-surya-pengertian-teori-dan-anggotanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-surya-pengertian-teori-dan-anggotanya\/","title":{"rendered":"Tata Surya: Pengertian, Teori, dan Anggotanya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-surya-pengertian-teori-dan-anggotanya\/#Teori_Pembentukan_Tata_Surya\" >Teori Pembentukan Tata Surya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-surya-pengertian-teori-dan-anggotanya\/#Anggota_Tata_Surya\" >Anggota Tata Surya<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil\/katai, ratusan satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Tata surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teori_Pembentukan_Tata_Surya\"><\/span>Teori Pembentukan Tata Surya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan bagaimana tata surya terbentuk dari awan gas dan debu antarbintang sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Berikut adalah beberapa teori yang paling populer dan diterima oleh para ilmuwan:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Teori Planetesimal<\/strong> oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1904. Teori ini mengatakan bahwa tata surya terbentuk dari tabrakan antara Matahari dengan bintang lain yang menyebabkan terlemparnya materi dari Matahari ke ruang angkasa. Materi-materi ini kemudian menggumpal menjadi planetesimal, yaitu benda-benda kecil yang saling bertabrakan dan menyatu membentuk planet-planet<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Teori Awan Debu<\/strong> oleh Carl Von Weizsaeker pada tahun 1940 dan Gerard P Kuiper pada tahun 1950. Teori ini mengatakan bahwa tata surya terbentuk dari awan debu yang berputar di sekitar Matahari akibat gaya sentrifugal. Awan debu ini kemudian mendingin dan mengembun menjadi butiran-butiran es dan batu yang saling menarik membentuk planetesimal. Planetesimal ini lalu bertumbuh menjadi planet-planet dengan cara menyerap materi di sekitarnya<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Teori Nebula<\/strong> oleh Immanuel Kant pada tahun 1749 dan Pierre Simon de Laplace pada tahun 1796. Teori ini mengatakan bahwa tata surya terbentuk dari nebula, yaitu awan gas raksasa yang berputar di sekitar pusat massa bersama. Nebula ini kemudian menciut akibat gaya gravitasi dan meningkatkan kecepatan rotasinya. Akibatnya, nebula ini memipih menjadi cakram dengan Matahari sebagai pusatnya. Cakram ini lalu terpecah menjadi cincin-cincin yang masing-masing membentuk planet-planet<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Anggota_Tata_Surya\"><\/span>Anggota Tata Surya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tata surya memiliki banyak anggota yang berbeda-beda ukuran, bentuk, komposisi, dan karakteristiknya. Berikut adalah beberapa anggota utama tata surya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Matahari<\/strong> adalah bintang pusat tata surya yang memiliki massa sekitar 99,86% dari total massa tata surya<sup>1<\/sup>. Matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi dan benda langit lainnya di tata surya. Matahari memiliki diameter sekitar 1,4 juta kilometer dan suhu permukaannya sekitar 5.500 derajat Celcius<sup>1<\/sup>. Matahari terdiri atas hidrogen (74%) dan helium (24%) serta unsur-unsur lainnya seperti oksigen, karbon, nitrogen, besi, dan nikel<sup>1<\/sup>. Matahari menghasilkan energi melalui reaksi fusi nuklir di intinya.<\/li>\n<li><strong>Planet<\/strong> adalah benda langit yang mengorbit Matahari dengan orbit berbentuk elips dan memiliki massa cukup besar untuk memiliki bentuk bulat karena gaya gravitasinya sendiri<sup>1<\/sup>. Ada delapan planet yang diketahui di tata surya, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus<sup>1<\/sup>. Keempat planet terdekat dengan Matahari disebut planet bagian dalam atau planet kebumian yang terdiri atas batuan dan logam. Keempat planet terjauh dari Matahari disebut planet bagian luar atau planet raksasa yang sebagian besar terdiri atas gas dan es.<\/li>\n<li><strong>Planet kerdil<\/strong> adalah benda langit yang mirip dengan planet tetapi tidak memenuhi salah satu kriteria untuk menjadi planet, yaitu membersihkan lingkungan orbitnya dari benda-benda lain<sup>1<\/sup>. Ada lima planet kerdil yang diketahui di tata surya, yaitu Ceres, Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris<sup>1<\/sup>. Ceres adalah satu-satunya planet kerdil yang berada di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Empat planet kerdil lainnya berada di Sabuk Kuiper di luar orbit Neptunus.<\/li>\n<li><strong>Satelit alami<\/strong> adalah benda langit yang mengorbit planet atau planet kerdil. Ada ratusan satelit alami yang telah diidentifikasi di tata surya, tetapi hanya 19 yang memiliki bentuk bulat karena gaya gravitasinya sendiri<sup>1<\/sup>. Satelit alami terbesar adalah Ganymede yang mengorbit Jupiter dengan diameter sekitar 5.268 kilometer<sup>1<\/sup>. Satelit alami terkecil adalah Deimos yang mengorbit Mars dengan diameter sekitar 12 kilometer<sup>1<\/sup>. Satelit alami terkenal lainnya adalah Bulan yang mengorbit Bumi, Titan yang mengorbit Saturnus, dan Triton yang mengorbit Neptunus.<\/li>\n<li><strong>Asteroid<\/strong> adalah benda langit kecil yang terbuat dari batu, logam, atau campuran keduanya. Asteroid berukuran mulai dari beberapa meter hingga beberapa ratus kilometer. Sebagian besar asteroid berada di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, tetapi ada juga asteroid yang berada di dekat orbit Bumi atau planet lain<sup>1<\/sup>. Asteroid terbesar adalah Ceres yang juga merupakan planet kerdil dengan diameter sekitar 945 kilometer<sup>1<\/sup>. Asteroid terkecil adalah 2015 TC25 dengan diameter sekitar 2 meter<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Komet<\/strong> adalah benda langit kecil yang terbuat dari es, debu, dan materi organik. Komet memiliki orbit sangat elips yang membawanya mendekati Matahari dan menjauhinya. Ketika komet mendekati Matahari, esnya menguap dan membentuk ekor panjang yang menyala karena sinar Matahari<sup>1<\/sup>. Komet berukuran mulai dari beberapa kilometer hingga beberapa puluh kilometer. Sebagian besar komet berada di Sabuk Kuiper atau Awan Oort di luar orbit Neptunus<sup>1<\/sup>. Komet terbesar adalah Hale-Bopp dengan diameter sekitar 60 kilometer<sup>1<\/sup>. Komet terkecil adalah 67P\/Churyumov-Gerasimenko dengan diameter sekitar 4 kilometer<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Meteor<\/strong> adalah benda langit kecil yang terbuat dari batu, logam, atau es. Meteor biasanya berasal dari pecahan asteroid atau komet. Ketika meteor memasuki atmosfer Bumi atau planet lain, ia akan terbakar karena gesekan udara dan membentuk cahaya yang disebut bintang jatuh<sup>1<\/sup>. Meteor berukuran mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa meter. Meteor terbesar yang pernah jatuh ke Bumi adalah meteor Chelyabinsk dengan diameter sekitar 20 meter pada tahun 2013<sup>1<\/sup>. Meteor terkecil adalah mikrometeoroid dengan diameter kurang dari satu milimeter.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Tata Surya &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tata_Surya.<br \/>\n(2) Sistem Tata Surya: Definisi, Teori, dan Sistem Penyusunnya &#8211; Gramedia.com. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/sistem-tata-surya\/.<br \/>\n(3) Sistem Tata Surya, Peredaran, Revolusi Planet &amp; Susunannya. https:\/\/www.zenius.net\/blog\/mengenal-sistem-tata-surya.<br \/>\n(4) Tata Surya: Pengertian, Teori, dan Anggotanya, dari Matahari &#8230; &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6392138\/tata-surya-pengertian-teori-dan-anggotanya-dari-matahari-hingga-meteor.<br \/>\n(5) Mengenal Tata Surya dan Beberapa Teori Pembentukan Tata Surya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2022\/03\/07\/073000065\/mengenal-tata-surya-dan-beberapa-teori-pembentukan-tata-surya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4657","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4657","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4657"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4657\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}