{"id":4645,"date":"2023-08-28T03:52:10","date_gmt":"2023-08-28T03:52:10","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4645"},"modified":"2023-08-28T03:52:10","modified_gmt":"2023-08-28T03:52:10","slug":"struktur-dan-karakteristik-lapisan-lapisan-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktur-dan-karakteristik-lapisan-lapisan-bumi\/","title":{"rendered":"Struktur dan Karakteristik Lapisan-Lapisan Bumi"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktur-dan-karakteristik-lapisan-lapisan-bumi\/#Kerak_Bumi\" >Kerak Bumi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktur-dan-karakteristik-lapisan-lapisan-bumi\/#Mantel_Bumi\" >Mantel Bumi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktur-dan-karakteristik-lapisan-lapisan-bumi\/#Inti_Bumi\" >Inti Bumi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Bumi adalah planet yang memiliki struktur yang kompleks dan menarik. Bumi terdiri dari beberapa lapisan yang berbeda, baik secara kimia maupun fisik. Lapisan-lapisan bumi memiliki karakteristik yang unik, seperti ketebalan, kedalaman, suhu, komposisi, dan keadaan materi. Lapisan-lapisan bumi juga mempengaruhi berbagai fenomena geologi dan kehidupan di permukaan bumi.<\/p>\n<p>Secara umum, lapisan-lapisan bumi dapat dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu kerak bumi, mantel bumi, inti luar bumi, dan inti dalam bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi dan peranan yang penting bagi keseimbangan dan dinamika bumi. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang karakter lapisan bumi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kerak_Bumi\"><\/span>Kerak Bumi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kerak bumi adalah lapisan terluar dan teratas dari bumi. Kerak bumi juga disebut sebagai litosfer atau kulit bumi. Kerak bumi merupakan tempat kita hidup dan beraktivitas sehari-hari.\u00a0Kerak bumi memiliki ketebalan yang bervariasi, mulai dari 5 km hingga 70 km<sup>1<\/sup>.\u00a0Kerak bumi tersusun dari berbagai jenis batuan yang mengandung mineral-mineral seperti silikon, oksigen, aluminium, besi, magnesium, kalsium, natrium, dan kalium<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Kerak bumi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra adalah kerak yang membentuk dasar laut dan pulau-pulau vulkanik.\u00a0Kerak samudra memiliki ketebalan rata-rata sekitar 7 km dan tersusun dari batuan beku basalt<sup>2<\/sup>. Kerak samudra lebih muda dan lebih padat daripada kerak benua. Kerak benua adalah kerak yang membentuk daratan dan pegunungan.\u00a0Kerak benua memiliki ketebalan rata-rata sekitar 35 km dan tersusun dari batuan beku granit<sup>2<\/sup>. Kerak benua lebih tua dan lebih ringan daripada kerak samudra.<\/p>\n<p>Kerak bumi memiliki suhu yang meningkat seiring dengan kedalamannya.\u00a0Suhu rata-rata di permukaan kerak bumi adalah sekitar 15\u00b0C, sedangkan suhu rata-rata di batas bawah kerak bumi adalah sekitar 1100\u00b0C<sup>2<\/sup>. Suhu ini dipengaruhi oleh panas yang dipancarkan dari lapisan-lapisan dalam bumi dan radiasi matahari.<\/p>\n<p>Kerak bumi juga merupakan tempat terjadinya pergerakan lempeng tektonik.\u00a0Lempeng tektonik adalah potongan-potongan besar dari kerak bumi yang bergerak di atas mantel atas yang plastis<sup>3<\/sup>. Pergerakan lempeng tektonik dapat menyebabkan fenomena geologi seperti gempa bumi, gunung berapi, pembentukan pegunungan, dan pergeseran benua.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mantel_Bumi\"><\/span>Mantel Bumi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mantel bumi adalah lapisan yang terletak di bawah kerak bumi. Mantel bumi juga disebut sebagai selubung atau selimut bumi.\u00a0Mantel bumi merupakan lapisan terbesar dari struktur bumi, dengan ketebalan sekitar 2900 km<sup>1<\/sup>.\u00a0Mantel bumi mencakup sekitar 84% volume total dari isi bumi<sup>3<\/sup>.\u00a0Mantel bumi tersusun dari batuan silikat yang mengandung besi dan magnesium<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Mantel bumi dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu mantel atas dan mantel bawah.\u00a0Mantel atas terletak di antara kedalaman 10 km hingga 660 km di bawah permukaan<sup>1<\/sup>.\u00a0Mantel atas memiliki keadaan materi yang plastis atau semi-padat<sup>2<\/sup>. Mantel atas juga merupakan tempat bergeraknya lempeng tektonik di atasnya.\u00a0Mantel atas memiliki suhu rata-rata sekitar 1400\u00b0C hingga 3000\u00b0C<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Mantel bawah terletak di antara kedalaman 660 km hingga 2890 km di bawah permukaan<sup>1<\/sup>.\u00a0Mantel bawah memiliki keadaan materi yang padat dan kaku<sup>2<\/sup>. Mantel bawah tidak terlibat dalam pergerakan lempeng tektonik.\u00a0Mantel bawah memiliki suhu rata-rata sekitar 3000\u00b0C hingga 4000\u00b0C<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Mantel bumi merupakan sumber panas utama dari dalam bumi.\u00a0Panas ini berasal dari energi yang tersisa dari pembentukan awal planet, peluruhan unsur radioaktif, dan gesekan antara lapisan-lapisan bumi<sup>3<\/sup>. Panas ini menyebabkan terjadinya konveksi atau pergerakan massa panas dari bagian dalam ke bagian luar mantel bumi. Konveksi ini mempengaruhi pergerakan lempeng tektonik dan aktivitas vulkanik di permukaan bumi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Inti_Bumi\"><\/span>Inti Bumi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Inti bumi adalah lapisan terdalam dan terpusat dari bumi. Inti bumi juga disebut sebagai core atau barisfer. Inti bumi merupakan lapisan yang paling panas, paling padat, dan paling berat dari struktur bumi.\u00a0Inti bumi memiliki ketebalan sekitar 3470 km<sup>1<\/sup>.\u00a0Inti bumi tersusun dari logam-logam berat seperti besi dan nikel<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Inti bumi dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu inti luar dan inti dalam.\u00a0Inti luar terletak di antara kedalaman 2890 km hingga 5150 km di bawah permukaan<sup>1<\/sup>.\u00a0Inti luar memiliki keadaan materi yang cair dan mengalir<sup>2<\/sup>.\u00a0Inti luar memiliki suhu rata-rata sekitar 4000\u00b0C hingga 5000\u00b0C<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Inti dalam terletak di antara kedalaman 5150 km hingga 6370 km di bawah permukaan<sup>1<\/sup>.\u00a0Inti dalam memiliki keadaan materi yang padat dan keras<sup>2<\/sup>.\u00a0Inti dalam memiliki suhu rata-rata sekitar 5000\u00b0C hingga 6000\u00b0C<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Inti bumi merupakan sumber medan magnet bumi.\u00a0Medan magnet ini disebabkan oleh arus listrik yang dihasilkan oleh pergerakan inti luar yang cair dan berputar di sekitar inti dalam yang padat<sup>3<\/sup>. Medan magnet ini melindungi bumi dari radiasi kosmik dan angin matahari yang berbahaya.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Apa Saja Karakteristik Lapisan-lapisan Bumi? &#8211; Tirto.ID. https:\/\/tirto.id\/apa-saja-karakteristik-lapisan-lapisan-bumi-galX.<br \/>\n(2) Karakteristik Lapisan Bumi | Kedalaman, Ketebalan, Suhu, Gas Penyusun. https:\/\/www.ilmufakta.com\/karakteristik-lapisan-bumi\/.<br \/>\n(3) [Penjelasan Lengkap] 3 Karakteristik Lapisan Bumi &#8211; Cerdika. https:\/\/cerdika.com\/karakteristik-lapisan-bumi\/.<br \/>\n(4) Karakteristik Lapisan-Lapisan Atmosfer Bumi dan Fungsinya. https:\/\/akupintar.id\/info-pintar\/-\/blogs\/karakteristik-lapisan-lapisan-atmosfer-bumi-dan-fungsinya.<br \/>\n(5) Mengenal Struktur Lapisan Bumi, Apa Saja? &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2023\/05\/19\/084500565\/mengenal-struktur-lapisan-bumi-apa-saja-.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bumi adalah planet yang memiliki struktur yang kompleks dan menarik. Bumi terdiri dari beberapa lapisan yang berbeda, baik secara kimia maupun fisik. Lapisan-lapisan bumi memiliki&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4645"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4645\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}