{"id":4562,"date":"2023-08-27T10:54:36","date_gmt":"2023-08-27T10:54:36","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4562"},"modified":"2023-08-27T10:54:36","modified_gmt":"2023-08-27T10:54:36","slug":"pemetaan-dengan-alat-ukur-dan-kompas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pemetaan-dengan-alat-ukur-dan-kompas\/","title":{"rendered":"Pemetaan dengan Alat Ukur dan Kompas"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pemetaan-dengan-alat-ukur-dan-kompas\/#Alat_Ukur_Sederhana\" >Alat Ukur Sederhana<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pemetaan-dengan-alat-ukur-dan-kompas\/#Cara_Kerja_Kompas\" >Cara Kerja Kompas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pemetaan-dengan-alat-ukur-dan-kompas\/#Pemetaan_dengan_Kompas\" >Pemetaan dengan Kompas<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Pemetaan adalah proses menggambarkan suatu wilayah atau objek secara sistematis dan proporsional pada suatu media, seperti kertas, papan, atau layar<sup>1<\/sup>. Pemetaan dapat dilakukan dengan berbagai alat ukur dan kompas, yang merupakan alat bantu untuk menentukan arah, jarak, sudut, ketinggian, dan bentuk dari wilayah atau objek yang akan dipetakan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alat_Ukur_Sederhana\"><\/span>Alat Ukur Sederhana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Alat ukur sederhana adalah alat ukur yang mudah dibuat dan digunakan, serta tidak memerlukan teknologi tinggi. Beberapa contoh alat ukur sederhana adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Meteran<\/strong>. Alat ini digunakan untuk mengukur jarak antara dua titik dengan cara menggelar pita meteran yang memiliki skala dalam satuan meter atau sentimeter.<\/li>\n<li><strong>Waterpass<\/strong>. Alat ini digunakan untuk mengukur ketinggian relatif antara dua titik dengan cara membandingkan posisi gelembung udara dalam tabung berisi cairan yang sejajar dengan permukaan air.<\/li>\n<li><strong>Thedolit<\/strong>. Alat ini digunakan untuk mengukur sudut horisontal dan vertikal antara dua titik dengan cara mengarahkan teleskop yang terpasang pada alat ke titik-titik tersebut dan membaca skala yang ada pada alat.<\/li>\n<li><strong>Kompas<\/strong>. Alat ini digunakan untuk menentukan arah mata angin dengan cara mengamati jarum magnet yang selalu menunjuk ke utara.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Kerja_Kompas\"><\/span>Cara Kerja Kompas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kompas adalah alat yang dapat menunjukkan arah mata angin berdasarkan medan magnet bumi. Kompas terdiri dari jarum magnet yang dapat berputar bebas pada porosnya, dan cakram atau lingkaran yang memiliki tanda-tanda arah utara, selatan, timur, dan barat. Jarum magnet kompas selalu menunjuk ke arah utara magnetik bumi, yaitu titik di permukaan bumi yang berdekatan dengan kutub utara bumi.<\/p>\n<p>Cara kerja kompas adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Jarum magnet kompas memiliki kutub utara dan kutub selatan, yang saling tarik-menarik dengan kutub magnet bumi.<\/li>\n<li>Kutub utara jarum magnet kompas akan tertarik oleh kutub selatan bumi, dan sebaliknya.<\/li>\n<li>Akibatnya, jarum magnet kompas akan berputar hingga sejajar dengan garis medan magnet bumi, dan menunjuk ke arah utara magnetik bumi.<\/li>\n<li>Dengan demikian, kita dapat mengetahui arah mata angin dengan melihat posisi jarum magnet kompas terhadap cakram atau lingkaran yang ada pada alat.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemetaan_dengan_Kompas\"><\/span>Pemetaan dengan Kompas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pemetaan dengan kompas adalah metode pemetaan yang menggunakan kompas sebagai alat bantu untuk menentukan arah dan sudut dari wilayah atau objek yang akan dipetakan. Pemetaan dengan kompas dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Menentukan titik awal dan titik akhir dari wilayah atau objek yang akan dipetakan.<\/li>\n<li>Mengukur jarak antara titik awal dan titik akhir dengan menggunakan meteran atau alat ukur lainnya.<\/li>\n<li>Mengukur sudut antara garis yang menghubungkan titik awal dan titik akhir dengan arah utara menggunakan kompas.<\/li>\n<li>Menggambar garis pada media pemetaan sesuai dengan jarak dan sudut yang telah diukur.<\/li>\n<li>Mengulangi langkah-langkah di atas untuk setiap sisi dari wilayah atau objek yang akan dipetakan hingga membentuk poligon tertutup.<\/li>\n<li>Memberi nama atau simbol pada setiap titik dan sisi dari poligon sesuai dengan keterangan wilayah atau objek yang dipetakan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Pemetaan dengan Alat Ukur dan Kompas &#8211; Zenius Education. https:\/\/www.zenius.net\/materi-belajar\/geografi-lp15692\/peta-k13r-k10-kumer-fase-e-lp16181\/pemetaan-dengan-alat-ukur-dan-kompas%20%3E%20pemetaan-dengan-alat-ukur-sederhana-lp16200-lp18599\/.<br \/>\n(2) Pemetaan dengan Alat Ukur dan Kompas &#8211; Zenius Education. https:\/\/www.zenius.net\/materi-belajar\/geografi-lp15692\/peta-k13r-k10-kumer-fase-e-lp16181\/pemetaan-dengan-alat-ukur-dan-kompas%20%3E%20cara-kerja-kompas-lp16200-lu155201\/.<br \/>\n(3) Bab 7: Pemetaan dengan Kompas &#8211; SlideShare. https:\/\/www.slideshare.net\/Petakampung\/bab-7-pemetaan-dengan-kompas.<br \/>\n(4) Materi Pemetaan Dengan Alat Ukur Dan Kompas &#8211; Kelas 10 Geografi. https:\/\/www.zenius.net\/materi-belajar\/geografi-lp15692\/?topic=pemetaan-dengan-alat-ukur-dan-kompas-lp16200.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemetaan adalah proses menggambarkan suatu wilayah atau objek secara sistematis dan proporsional pada suatu media, seperti kertas, papan, atau layar1. Pemetaan dapat dilakukan dengan berbagai&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4562","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4562"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4562\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}