{"id":43505,"date":"2024-11-19T10:41:33","date_gmt":"2024-11-19T03:41:33","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=43505"},"modified":"2024-11-19T10:41:33","modified_gmt":"2024-11-19T03:41:33","slug":"pajak-pertambahan-nilai-ppn-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/","title":{"rendered":"Pajak Pertambahan Nilai (PPN): Konsep, Mekanisme, dan Peranannya dalam Perekonomian"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#1_Pengertian_PPN\" >1. Pengertian PPN<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#2_Objek_PPN\" >2. Objek PPN<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#3_Mekanisme_Pengenaan_PPN\" >3. Mekanisme Pengenaan PPN<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#a_Pemungutan_PPN_oleh_Pengusaha_Kena_Pajak_PKP\" >a. Pemungutan PPN oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#b_Pengenaan_Tarif_PPN\" >b. Pengenaan Tarif PPN<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#c_Faktur_Pajak_dan_Pengkreditan_PPN\" >c. Faktur Pajak dan Pengkreditan PPN<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#d_Penyetoran_dan_Pelaporan_PPN\" >d. Penyetoran dan Pelaporan PPN<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#4_Pengecualian_dan_Tarif_Khusus_PPN\" >4. Pengecualian dan Tarif Khusus PPN<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#a_Pengecualian_Objek_PPN\" >a. Pengecualian Objek PPN<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#b_Tarif_PPN_Tertentu\" >b. Tarif PPN Tertentu<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#5_PPN_dalam_Perspektif_Ekonomi\" >5. PPN dalam Perspektif Ekonomi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#a_Sumber_Pendapatan_Negara\" >a. Sumber Pendapatan Negara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#b_Mengurangi_Ketimpangan_Pajak\" >b. Mengurangi Ketimpangan Pajak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#c_Fleksibilitas_dan_Efisiensi\" >c. Fleksibilitas dan Efisiensi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#d_Mendorong_Kepatuhan_Pajak\" >d. Mendorong Kepatuhan Pajak<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#6_Tantangan_dan_Isu_Terkini_dalam_PPN\" >6. Tantangan dan Isu Terkini dalam PPN<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pajak-pertambahan-nilai-ppn-2\/#7_Kesimpulan\" >7. Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah salah satu jenis pajak yang dikenakan pada setiap transaksi jual beli barang dan\/atau jasa yang terjadi di Indonesia. PPN termasuk dalam kategori pajak tidak langsung, artinya beban pajak tidak langsung ditanggung oleh konsumen, meskipun secara hukum yang wajib membayar adalah pengusaha atau penyedia barang dan jasa.<\/p>\n<p>PPN menjadi salah satu sumber pendapatan utama negara, selain pajak penghasilan (PPh) dan pajak lainnya. Sebagai salah satu pajak yang paling banyak dipungut, PPN berperan penting dalam perekonomian negara, baik dalam hal penerimaan negara maupun sebagai instrumen kebijakan ekonomi. Artikel ini akan membahas tentang konsep dasar PPN, bagaimana mekanisme pengenaan PPN bekerja, serta peran PPN dalam perekonomian Indonesia.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pengertian_PPN\"><\/span>1. Pengertian PPN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan pada setiap pertambahan nilai yang terjadi pada barang dan\/atau jasa yang diperdagangkan atau diserahkan dalam suatu transaksi bisnis. Artinya, setiap kali suatu barang atau jasa berpindah dari satu pihak ke pihak lain, ada nilai yang ditambahkan selama proses produksi atau distribusi. PPN dikenakan atas selisih antara harga jual dan harga beli, atau lebih dikenal dengan istilah pertambahan nilai.<\/p>\n<p>Menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), PPN dikenakan atas barang dan jasa yang diperdagangkan dalam transaksi domestik, kecuali barang dan jasa tertentu yang dikecualikan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Objek_PPN\"><\/span>2. Objek PPN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>PPN dikenakan pada barang dan jasa tertentu yang disebut sebagai objek PPN. Secara umum, objek PPN meliputi dua kategori utama, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Barang Kena Pajak (BKP): Barang yang dikenakan PPN atas transaksi penjualannya. Contoh BKP antara lain barang konsumsi seperti makanan, minuman, dan produk manufaktur lainnya.<\/li>\n<li>Jasa Kena Pajak (JKP): Layanan atau jasa yang dikenakan PPN. Contoh JKP adalah jasa konstruksi, jasa transportasi, dan layanan profesional seperti jasa hukum atau konsultasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Namun, ada beberapa barang dan jasa yang dikecualikan dari PPN, seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan beberapa jenis barang pokok yang dianggap sangat dibutuhkan masyarakat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mekanisme_Pengenaan_PPN\"><\/span>3. Mekanisme Pengenaan PPN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pengenaan PPN memiliki mekanisme yang cukup spesifik, terutama dalam hal siapa yang berperan sebagai pemungut dan siapa yang bertanggung jawab membayar pajak. Berikut adalah langkah-langkah dasar dalam mekanisme PPN:<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Pemungutan_PPN_oleh_Pengusaha_Kena_Pajak_PKP\"><\/span>a. Pemungutan PPN oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Pajak ini dipungut oleh pengusaha yang terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). PKP adalah pengusaha yang memiliki omzet tertentu, yang berdasarkan ketentuan di Indonesia, jika omzetnya mencapai Rp4,8 miliar per tahun atau lebih, maka pengusaha tersebut wajib menjadi PKP dan memungut PPN atas transaksi yang dilakukan.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Pengenaan_Tarif_PPN\"><\/span>b. Pengenaan Tarif PPN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Tarif PPN yang berlaku di Indonesia saat ini adalah 11% (mulai 1 April 2022, sebelumnya 10%). Artinya, setiap transaksi yang dikenakan PPN akan dikenakan tambahan sebesar 11% dari harga jual barang atau jasa. Pemerintah dapat mengubah tarif ini dalam rangka kebijakan fiskal yang bersifat jangka pendek atau panjang.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"c_Faktur_Pajak_dan_Pengkreditan_PPN\"><\/span>c. Faktur Pajak dan Pengkreditan PPN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Setiap transaksi yang dikenakan PPN, PKP diwajibkan untuk membuat faktur pajak. Faktur pajak adalah bukti bahwa PPN telah dipungut atas transaksi tersebut. Faktur ini harus diterbitkan dalam format yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).<\/p>\n<p>PKP yang telah memungut PPN atas transaksi penjualan barang atau jasa akan memiliki hak untuk mengkreditkan PPN yang dibayar atas pembelian barang atau jasa yang digunakan untuk kegiatan usaha mereka. Proses ini dikenal dengan istilah pengkreditan pajak masukan (PPN yang dibayar atas pembelian barang atau jasa) terhadap pajak keluaran (PPN yang dipungut atas penjualan).<\/p>\n<p>Dengan kata lain, meskipun pengusaha harus memungut PPN dari pembeli, mereka dapat mengurangi kewajiban pajak mereka dengan pajak yang telah mereka bayar saat membeli barang atau jasa. Sistem ini dikenal dengan istilah pajak bertingkat atau multi-stage taxation, di mana pajak dikenakan pada setiap tahapan produksi atau distribusi barang.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"d_Penyetoran_dan_Pelaporan_PPN\"><\/span>d. Penyetoran dan Pelaporan PPN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Setiap PKP yang melakukan pemungutan PPN wajib menyetorkan pajak yang telah dipungut ke kas negara, biasanya melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau kantor pajak yang ditunjuk. Selain itu, mereka juga wajib melaporkan hasil perhitungan PPN dalam SPT Masa PPN, yang disampaikan setiap bulan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pengecualian_dan_Tarif_Khusus_PPN\"><\/span>4. Pengecualian dan Tarif Khusus PPN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Meskipun PPN berlaku secara umum, ada beberapa pengecualian dan tarif khusus yang perlu dipahami:<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Pengecualian_Objek_PPN\"><\/span>a. Pengecualian Objek PPN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Beberapa barang dan jasa dibebaskan dari PPN, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Jasa pendidikan dan kesehatan.<\/li>\n<li>Penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh pihak tertentu yang tidak memiliki kemampuan atau kewajiban untuk memungut PPN.<\/li>\n<li>Beberapa barang pokok yang penting bagi masyarakat, seperti bahan pangan tertentu, susu, dan obat-obatan.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Tarif_PPN_Tertentu\"><\/span>b. Tarif PPN Tertentu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Beberapa jenis barang atau jasa dikenakan tarif PPN yang lebih rendah atau tarif khusus, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Tarif 0% untuk ekspor barang dan jasa, di mana ekspor dianggap sebagai transaksi luar negeri dan tidak dikenakan PPN.<\/li>\n<li>Tarif lebih tinggi (PPnBM) untuk barang-barang tertentu yang dianggap mewah, seperti mobil mewah, properti mewah, dan barang konsumsi lainnya yang tidak esensial.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_PPN_dalam_Perspektif_Ekonomi\"><\/span>5. PPN dalam Perspektif Ekonomi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pajak Pertambahan Nilai memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian, baik dari sisi fiskal maupun sosial. Berikut beberapa kontribusi PPN terhadap perekonomian Indonesia:<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Sumber_Pendapatan_Negara\"><\/span>a. Sumber Pendapatan Negara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>PPN merupakan salah satu sumber utama pendapatan negara. Penerimaan PPN digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pengeluaran negara lainnya, termasuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Mengurangi_Ketimpangan_Pajak\"><\/span>b. Mengurangi Ketimpangan Pajak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Karena PPN dikenakan pada setiap tahap produksi dan konsumsi, ia memberikan kesempatan kepada negara untuk mendapatkan penerimaan dari seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dapat membantu memperluas basis pajak dan mengurangi ketergantungan pada pajak penghasilan (PPh), yang lebih bergantung pada pendapatan individu.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"c_Fleksibilitas_dan_Efisiensi\"><\/span>c. Fleksibilitas dan Efisiensi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Pengenaan PPN lebih mudah dipungut karena sistem pemungutannya didistribusikan ke setiap tahap transaksi. Dengan demikian, pajak ini lebih efisien dan sulit untuk dihindari.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"d_Mendorong_Kepatuhan_Pajak\"><\/span>d. Mendorong Kepatuhan Pajak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Sistem kredit pajak memungkinkan pengusaha untuk mengurangi beban pajak mereka dengan cara mengkreditkan pajak yang sudah dibayar, yang mendorong kepatuhan dalam sistem pajak.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Tantangan_dan_Isu_Terkini_dalam_PPN\"><\/span>6. Tantangan dan Isu Terkini dalam PPN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Meskipun PPN telah berjalan dengan cukup baik, ada beberapa tantangan dan isu yang perlu diperhatikan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Penghindaran Pajak dan Kepatuhan Wajib Pajak: Beberapa pengusaha mungkin berusaha untuk menghindari kewajiban pajak dengan tidak memungut PPN atau tidak melaporkan transaksi secara jujur.<\/li>\n<li>Kepatuhan PKP: Pengusaha yang terdaftar sebagai PKP harus memahami dan mematuhi aturan yang berlaku. Salah dalam perhitungan atau pelaporan bisa berakibat pada sanksi administratif dan pidana.<\/li>\n<li>Pemanfaatan Teknologi dalam Sistem PPN: Penggunaan teknologi informasi yang semakin berkembang, seperti e-faktur, telah membantu pemerintah dalam memantau dan memastikan kepatuhan pajak.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Kesimpulan\"><\/span>7. Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan instrumen penting dalam sistem perpajakan Indonesia. Selain berfungsi sebagai sumber pendapatan negara, PPN juga memainkan peran strategis dalam mendorong efisiensi ekonomi, meningkatkan kepatuhan pajak, serta mendukung pembangunan nasional. Dengan mekanisme yang jelas dan terstruktur, diharapkan PPN dapat terus memberikan kontribusi yang optimal dalam perekonomian Indonesia, meskipun masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, terutama dalam hal kepatuhan pajak dan penghindaran pajak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah salah satu jenis pajak yang dikenakan pada setiap transaksi jual beli barang dan\/atau jasa yang terjadi di Indonesia. PPN termasuk&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[72,521,507],"class_list":["post-43505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam","tag-bisnis","tag-ekonomi","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43505"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43505\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}