{"id":4302,"date":"2023-08-25T03:46:22","date_gmt":"2023-08-25T03:46:22","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4302"},"modified":"2023-08-25T03:46:22","modified_gmt":"2023-08-25T03:46:22","slug":"peradaban-mesopotamia-sejarah-kepercayaan-budaya-dan-peninggalannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/peradaban-mesopotamia-sejarah-kepercayaan-budaya-dan-peninggalannya\/","title":{"rendered":"Peradaban Mesopotamia: Sejarah, Kepercayaan, Budaya, dan Peninggalannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/peradaban-mesopotamia-sejarah-kepercayaan-budaya-dan-peninggalannya\/#Pengertian_dan_Letak_Mesopotamia\" >Pengertian dan Letak Mesopotamia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/peradaban-mesopotamia-sejarah-kepercayaan-budaya-dan-peninggalannya\/#Sejarah_Peradaban_Mesopotamia\" >Sejarah Peradaban Mesopotamia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/peradaban-mesopotamia-sejarah-kepercayaan-budaya-dan-peninggalannya\/#Kepercayaan_dan_Budaya_Peradaban_Mesopotamia\" >Kepercayaan dan Budaya Peradaban Mesopotamia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/peradaban-mesopotamia-sejarah-kepercayaan-budaya-dan-peninggalannya\/#Peninggalan_Peradaban_Mesopotamia\" >Peninggalan Peradaban Mesopotamia<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_dan_Letak_Mesopotamia\"><\/span>Pengertian dan Letak Mesopotamia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mesopotamia adalah wilayah bersejarah di Asia Barat yang terletak di antara dua sungai besar, yaitu Sungai Eufrat dan Tigris. Wilayah yang sekarang dikenal sebagai Republik Irak ini memiliki tanah yang subur.\u00a0Kesuburan tanahnya itulah yang akhirnya menjadi faktor pendukung bagi tumbuhnya peradaban suatu bangsa<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Mesopotamia berasal dari Bahasa Yunani, yaitu mesos yang artinya tengah dan potamus yang berarti sungai.\u00a0Jadi, Mesopotamia dapat diartikan sebagai tanah di antara sungai-sungai<sup>1<\/sup>.\u00a0Nama ini sudah digunakan oleh para penulis Yunani dan Latin kuno, seperti Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 SM)<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Peradaban_Mesopotamia\"><\/span>Sejarah Peradaban Mesopotamia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Peradaban Mesopotamia adalah salah satu peradaban tertua di dunia.\u00a0Peradaban ini dimulai sekitar tahun 3500 SM oleh bangsa Sumeria yang mendirikan kota-kota negara di dataran rendah Mesopotamia<sup>3<\/sup>.\u00a0Bangsa Sumeria adalah bangsa yang berasal dari Asia Tenggara dan bermigrasi ke Mesopotamia sekitar tahun 4000 SM<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Bangsa Sumeria menciptakan berbagai hal yang penting bagi perkembangan peradaban manusia, seperti sistem penulisan (huruf paku), sistem numerasi (berbasis 60), sistem kalender (berdasarkan pergerakan bulan), sistem hukum (kode Hammurabi), dan seni arsitektur (ziggurat)<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Selain Sumeria, bangsa-bangsa yang pernah mengembangkan peradabannya di Mesopotamia adalah Akkadia, Babilonia, Assyria, dan Babilonia Baru. Mereka saling bertarung untuk memperebutkan kekuasaan dan pengaruh di wilayah tersebut. Beberapa peristiwa penting dalam sejarah peradaban Mesopotamia adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Tahun 2334 SM: Sargon dari Akkad menyatukan kota-kota Sumeria dan Akkadia menjadi Kekaisaran Akkadia, yang merupakan kekaisaran pertama di dunia<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Tahun 1792 SM: Hammurabi menjadi raja Babilonia dan menetapkan kode hukum yang terkenal dengan nama Kode Hammurabi, yang berisi 282 pasal tentang hukum pidana, perdata, keluarga, dan perdagangan<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Tahun 612 SM: Babilonia Baru menggulingkan Assyria dan mendirikan kekaisaran baru yang mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Nebukadnezar II, yang membangun Taman Gantung Babilonia sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Tahun 539 SM: Babilonia Baru ditaklukkan oleh Kekaisaran Persia di bawah pemerintahan Koresh Agung, yang mengakhiri peradaban Mesopotamia sebagai entitas politik tersendiri<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kepercayaan_dan_Budaya_Peradaban_Mesopotamia\"><\/span>Kepercayaan dan Budaya Peradaban Mesopotamia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Peradaban Mesopotamia memiliki kepercayaan yang politeistik, yaitu memuja banyak dewa dan dewi. Dewa-dewi tersebut mewakili berbagai aspek alam, seperti langit, bumi, air, matahari, bulan, bintang, angin, api, dll. Beberapa dewa utama yang dipuja oleh bangsa-bangsa di Mesopotamia adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Anu: Dewa langit dan ayah dari semua dewa<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Enlil: Dewa angin dan badai, serta raja dari semua dewa<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Ea: Dewa air tawar dan pengetahuan, serta pelindung manusia<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Marduk: Dewa matahari dan keadilan, serta pelindung kota Babilonia<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Ishtar: Dewi cinta, kesuburan, dan perang<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Nergal: Dewa kematian, bencana, dan neraka<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Untuk memuja dewa-dewa, bangsa-bangsa di Mesopotamia membangun kuil yang disebut ziggurat, yang berarti bangunan tinggi seperti gunung. Ziggurat dibuat lebih tinggi dari rumah penduduk dan memiliki menara bertingkat-tingkat yang dilengkapi dengan tangga.\u00a0Di puncak ziggurat terdapat ruang suci yang hanya boleh dimasuki oleh imam dan imam perempuan<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Peradaban Mesopotamia juga memiliki budaya yang kaya dan beragam. Mereka menciptakan berbagai karya sastra, seperti puisi, mitologi, hikayat, dan epos.\u00a0Salah satu karya sastra terkenal dari peradaban Mesopotamia adalah Epos Gilgamesh, yang menceritakan petualangan raja Uruk bernama Gilgamesh dan sahabatnya Enkidu<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Mereka juga mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti matematika, astronomi, astrologi, kedokteran, metalurgi, irigasi, dan navigasi.\u00a0Mereka menggunakan sistem numerasi berbasis 60 yang masih digunakan sampai sekarang untuk mengukur waktu (jam, menit, detik) dan sudut (derajat, menit, detik)<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peninggalan_Peradaban_Mesopotamia\"><\/span>Peninggalan Peradaban Mesopotamia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Peradaban Mesopotamia meninggalkan banyak peninggalan yang dapat kita lihat sampai sekarang. Beberapa peninggalan tersebut adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Huruf paku: Sistem penulisan tertua di dunia yang menggunakan simbol-simbol berbentuk paku yang dicetak pada lempengan tanah liat<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Kode Hammurabi: Kumpulan hukum tertulis tertua di dunia yang mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat Babilonia<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Taman Gantung Babilonia: Salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang merupakan taman indah yang dibangun di atas teras-teras oleh raja Nebukadnezar II<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Epos Gilgamesh: Salah satu karya sastra tertua di dunia yang menceritakan kisah heroik raja Gilgamesh dan pencariannya akan keabadian<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Ziggurat: Bangunan kuil khas peradaban Mesopotamia yang memiliki bentuk piramida bertingkat-tingkat dengan tangga<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Peradaban Mesopotamia &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Peradaban_Mesopotamia.<br \/>\n(2) Sejarah Peradaban Mesopotamia &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/stori\/read\/2021\/06\/15\/144938179\/sejarah-peradaban-mesopotamia.<br \/>\n(3) Mengenal Sejarah Peradaban Mesopotamia dan Peninggalannya &#8211; Media Indonesia. https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/550095\/mengenal-sejarah-peradaban-mesopotamia-dan-peninggalannya.<br \/>\n(4) Peradaban Mesopotamia &#8211; Makalah, Peninggalan Dan Kepercayaannya. https:\/\/www.dosenpendidikan.co.id\/peradaban-mesopotamia\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian dan Letak Mesopotamia Mesopotamia adalah wilayah bersejarah di Asia Barat yang terletak di antara dua sungai besar, yaitu Sungai Eufrat dan Tigris. Wilayah yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4302","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4302","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4302"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4302\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}