{"id":42960,"date":"2023-07-31T07:29:25","date_gmt":"2023-07-31T07:29:25","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2691"},"modified":"2023-07-31T07:29:25","modified_gmt":"2023-07-31T07:29:25","slug":"penerimaan-dalam-akuntansi-pengertian-prosedur-dan-contoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penerimaan-dalam-akuntansi-pengertian-prosedur-dan-contoh\/","title":{"rendered":"Penerimaan dalam Akuntansi: Pengertian, Prosedur, dan Contoh"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penerimaan-dalam-akuntansi-pengertian-prosedur-dan-contoh\/#Pengertian_Penerimaan_Kas\" >Pengertian Penerimaan Kas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penerimaan-dalam-akuntansi-pengertian-prosedur-dan-contoh\/#Prosedur_Penerimaan_Kas\" >Prosedur Penerimaan Kas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penerimaan-dalam-akuntansi-pengertian-prosedur-dan-contoh\/#Contoh_Pencatatan_Jurnal_Penerimaan_Kas\" >Contoh Pencatatan Jurnal Penerimaan Kas<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Penerimaan dalam akuntansi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan transaksi yang menghasilkan penambahan kas atau setara kas pada suatu entitas. Penerimaan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti penjualan, piutang, sewa, bunga, dividen, pinjaman, modal, dan lain-lain. Penerimaan dalam akuntansi harus dicatat dengan tepat dan rinci agar dapat memberikan informasi yang akurat dan relevan bagi pengambilan keputusan.<\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa sub judul yang dapat digunakan untuk menulis artikel tentang penerimaan dalam akuntansi:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Penerimaan_Kas\"><\/span>Pengertian Penerimaan Kas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penerimaan kas adalah salah satu jenis penerimaan yang paling umum dalam akuntansi. Penerimaan kas adalah transaksi yang melibatkan pemasukan uang tunai atau surat berharga yang dapat segera digunakan oleh entitas.\u00a0Penerimaan kas dapat berasal dari penjualan tunai, pelunasan piutang, penjualan aset, penerimaan sewa, dividen, bunga, pinjaman, modal, atau sumber lainnya<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Penerimaan kas harus dicatat dalam jurnal khusus yang disebut jurnal penerimaan kas (cash receipt journal). Jurnal ini berfungsi untuk mencatat semua transaksi yang menghasilkan penerimaan kas secara berurutan dan sistematis.\u00a0Jurnal ini juga memudahkan pengelolaan dan pengawasan arus kas perusahaan<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Prosedur_Penerimaan_Kas\"><\/span>Prosedur Penerimaan Kas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Prosedur penerimaan kas adalah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh entitas untuk menerima, mencatat, menyimpan, dan melaporkan penerimaan kas. Prosedur ini bertujuan untuk memastikan bahwa penerimaan kas dilakukan dengan benar, aman, efisien, dan akuntabel.\u00a0Prosedur ini juga membantu mencegah terjadinya kesalahan, kecurangan, atau kehilangan penerimaan kas<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Prosedur penerimaan kas dapat berbeda-beda tergantung pada jenis dan sumber penerimaannya. Namun, secara umum prosedur ini meliputi tahapan-tahapan berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Menerima uang tunai atau surat berharga dari pelanggan atau pihak lain yang berhak.<\/li>\n<li>Mengeluarkan bukti penerimaan (receipt) kepada pelanggan atau pihak lain yang membayar.<\/li>\n<li>Mencocokkan jumlah uang tunai atau surat berharga yang diterima dengan bukti penerimaannya.<\/li>\n<li>Mencatat transaksi penerimaan kas dalam jurnal penerimaan kas dengan menggunakan kode akun yang sesuai.<\/li>\n<li>Menyetorkan uang tunai atau surat berharga ke bank atau tempat penyimpanan yang aman secara berkala.<\/li>\n<li>Membuat laporan penerimaan kas secara periodik dan mengirimkannya ke bagian akuntansi atau manajemen.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Pencatatan_Jurnal_Penerimaan_Kas\"><\/span>Contoh Pencatatan Jurnal Penerimaan Kas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk memperjelas pengertian dan prosedur penerimaan kas dalam akuntansi, berikut adalah beberapa contoh pencatatan jurnal penerimaan kas dari berbagai sumber:<\/p>\n<ul>\n<li>PT ABC menerima pembayaran tunai sebesar Rp 10.000.000 dari PT XYZ untuk penjualan barang dagangan. PT ABC mencatat transaksi ini sebagai berikut:<\/li>\n<\/ul>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Kode Akun<\/th>\n<th>Nama Akun<\/th>\n<th>Debit<\/th>\n<th>Kredit<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>111<\/td>\n<td>Kas<\/td>\n<td>10.000.000<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>411<\/td>\n<td>Penjualan<\/td>\n<td><\/td>\n<td>10.000.000<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<ul>\n<li>PT ABC menerima pembayaran tunai sebesar Rp 5.000.000 dari PT DEF untuk pelunasan piutang dagang. PT ABC mencatat transaksi ini sebagai berikut:<\/li>\n<\/ul>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Kode Akun<\/th>\n<th>Nama Akun<\/th>\n<th>Debit<\/th>\n<th>Kredit<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>111<\/td>\n<td>Kas<\/td>\n<td>5.000.000<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>113<\/td>\n<td>Piutang Dagang<\/td>\n<td><\/td>\n<td>5.000.000<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<ul>\n<li>PT ABC menerima bunga sebesar Rp 1.000.000 dari deposito di bank. PT ABC mencatat transaksi ini sebagai berikut:<\/li>\n<\/ul>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Kode Akun<\/th>\n<th>Nama Akun<\/th>\n<th>Debit<\/th>\n<th>Kredit<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>111<\/td>\n<td>Kas<\/td>\n<td>1.000.000<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>413<\/td>\n<td>Pendapatan Bunga<\/td>\n<td><\/td>\n<td>1.000.000<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<ul>\n<li>PT ABC menerima pinjaman tunai sebesar Rp 50.000.000 dari Bank GHI. PT ABC mencatat transaksi ini sebagai berikut:<\/li>\n<\/ul>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Kode Akun<\/th>\n<th>Nama Akun<\/th>\n<th>Debit<\/th>\n<th>Kredit<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>111<\/td>\n<td>Kas<\/td>\n<td>50.000.000<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>211<\/td>\n<td>Hutang Bank<\/td>\n<td><\/td>\n<td>50.000.000<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>(1) Pengertian Prosedur Penerimaan Kas Dalam Akuntansi &#8211; Harmony Accounting. https:\/\/www.harmony.co.id\/blog\/pengertian-prosedur-penerimaan-kas-dalam-akuntansi\/.<\/p>\n<p>(2) Mengenal Prosedur Penerimaan Kas dalam Akuntansi | Jurnal.id. https:\/\/www.jurnal.id\/id\/blog\/prosedur-penerimaan-kas\/.<\/p>\n<p>(3) Contoh Pencatatan Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran Kas. https:\/\/www.jurnal.id\/id\/blog\/contoh-pencatatan-jurnal-penerimaan-dan-pengeluaran-kas\/.<\/p>\n<p>(4) BAB II TINJAUAN TEORI A. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dari &#8230; &#8211; UMP. https:\/\/repository.ump.ac.id\/14426\/3\/Mada%20Tungga%20Puspa_BAB%20II.pdf.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penerimaan dalam akuntansi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan transaksi yang menghasilkan penambahan kas atau setara kas pada suatu entitas. Penerimaan dapat berasal dari berbagai&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42960","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42960"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42960\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}