{"id":42951,"date":"2023-07-31T04:12:16","date_gmt":"2023-07-31T04:12:16","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2663"},"modified":"2023-07-31T04:12:16","modified_gmt":"2023-07-31T04:12:16","slug":"perilaku-konsumen-dengan-pendekatan-ordinal-konsep-alat-dan-keseimbangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perilaku-konsumen-dengan-pendekatan-ordinal-konsep-alat-dan-keseimbangan\/","title":{"rendered":"Perilaku Konsumen dengan Pendekatan Ordinal: Konsep, Alat, dan Keseimbangan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perilaku-konsumen-dengan-pendekatan-ordinal-konsep-alat-dan-keseimbangan\/#Pendekatan_Ordinal\" >Pendekatan Ordinal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perilaku-konsumen-dengan-pendekatan-ordinal-konsep-alat-dan-keseimbangan\/#Kurva_Indiferen\" >Kurva Indiferen<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perilaku-konsumen-dengan-pendekatan-ordinal-konsep-alat-dan-keseimbangan\/#Garis_Anggaran\" >Garis Anggaran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perilaku-konsumen-dengan-pendekatan-ordinal-konsep-alat-dan-keseimbangan\/#Keseimbangan_Konsumen\" >Keseimbangan Konsumen<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perilaku-konsumen-dengan-pendekatan-ordinal-konsep-alat-dan-keseimbangan\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Teori perilaku konsumen adalah salah satu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari bagaimana konsumen memilih dan menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Teori ini memiliki banyak aplikasi dalam bidang-bidang seperti pemasaran, perencanaan kebijakan, dan ekonomi kesejahteraan. Ada berbagai pendekatan yang digunakan untuk menganalisis perilaku konsumen, salah satunya adalah pendekatan ordinal.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendekatan_Ordinal\"><\/span>Pendekatan Ordinal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pendekatan ordinal menggunakan pengukuran ordinal (bertingkat) dalam menganalisis kepuasan konsumen.\u00a0Artinya, kepuasan konsumen tidak dapat diukur dengan angka, tetapi hanya dapat diukur dengan peringkat, misalnya tidak puas, puas, lebih puas, sangat puas, dan seterusnya<sup>1<\/sup>.\u00a0Pendekatan ini juga mengasumsikan bahwa konsumen bersikap rasional, konsisten, dan tidak jenuh dalam membuat pilihan antara berbagai kombinasi barang dan jasa<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kurva_Indiferen\"><\/span>Kurva Indiferen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu alat analisis yang digunakan dalam pendekatan ordinal adalah kurva indiferen (indifference curve).\u00a0Kurva indiferen adalah kurva yang menggambarkan kombinasi konsumsi dua macam barang atau jasa yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama<sup>2<\/sup>.\u00a0Setiap titik dalam kurva ini melambangkan tingkat kepuasan yang tidak berbeda (indiferen), meskipun kombinasi konsumsi barang atau jasanya berbeda-beda<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Kurva indiferen memiliki beberapa sifat, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Kurva indiferen memiliki kemiringan negatif, artinya jika jumlah salah satu barang atau jasa meningkat, maka jumlah barang atau jasa lainnya harus berkurang agar tingkat kepuasan tetap sama.<\/li>\n<li>Kurva indiferen tidak dapat berpotongan satu sama lain, karena hal ini akan melanggar asumsi konsistensi dan transitivitas pilihan konsumen.<\/li>\n<li>Kurva indiferen bersifat cembung terhadap titik asal, artinya semakin jauh dari titik asal, semakin besar penurunan jumlah salah satu barang atau jasa yang harus dikompensasi dengan kenaikan jumlah barang atau jasa lainnya agar tingkat kepuasan tetap sama. Hal ini mencerminkan hukum utilitas marjinal yang semakin berkurang (law of diminishing marginal utility).<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Garis_Anggaran\"><\/span>Garis Anggaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selain kurva indiferen, alat analisis lain yang digunakan dalam pendekatan ordinal adalah garis anggaran (budget line).\u00a0Garis anggaran adalah sebuah garis yang menggambarkan berbagai kombinasi barang atau jasa yang dapat dibeli oleh konsumen dengan sejumlah pendapatan tertentu<sup>2<\/sup>. Garis anggaran menunjukkan kendala atau batasan anggaran yang dihadapi oleh konsumen dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya.<\/p>\n<p>Garis anggaran memiliki beberapa sifat, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Garis anggaran memiliki kemiringan negatif, artinya jika jumlah salah satu barang atau jasa meningkat, maka jumlah barang atau jasa lainnya harus berkurang agar total pengeluaran tidak melebihi pendapatan.<\/li>\n<li>Garis anggaran dapat bergeser ke atas atau ke bawah akibat perubahan pendapatan atau harga barang atau jasa. Jika pendapatan meningkat atau harga menurun, maka garis anggaran akan bergeser ke atas, artinya konsumen dapat membeli lebih banyak barang atau jasa. Sebaliknya, jika pendapatan menurun atau harga meningkat, maka garis anggaran akan bergeser ke bawah, artinya konsumen harus membeli lebih sedikit barang atau jasa.<\/li>\n<li>Garis anggaran bersifat lurus jika harga barang atau jasa tetap konstan. Jika harga barang atau jasa berubah seiring dengan jumlah yang dibeli, maka garis anggaran akan bersifat melengkung.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keseimbangan_Konsumen\"><\/span>Keseimbangan Konsumen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Keseimbangan konsumen adalah kondisi di mana konsumen telah memilih kombinasi barang atau jasa yang memberikan tingkat kepuasan maksimum dengan mempertimbangkan kendala anggarannya<sup>4<\/sup>. Keseimbangan konsumen dapat dicapai dengan menggunakan prinsip kondisi optimal, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Konsumen akan memilih kombinasi barang atau jasa yang berada pada titik sentuh antara kurva indiferen dan garis anggaran. Titik sentuh ini menunjukkan bahwa konsumen telah mengalokasikan pendapatannya secara efisien untuk memperoleh kepuasan maksimum.<\/li>\n<li>Pada titik sentuh tersebut, kemiringan kurva indiferen harus sama dengan kemiringan garis anggaran. Hal ini berarti bahwa laju pengorbanan konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa tambahan (marginal rate of substitution) harus sama dengan perbandingan harga barang atau jasa tersebut (price ratio).<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Teori perilaku konsumen pendekatan ordinal adalah teori yang menggunakan pengukuran bertingkat untuk menganalisis kepuasan konsumen. Teori ini mengasumsikan bahwa konsumen bersikap rasional, konsisten, dan tidak jenuh dalam membuat pilihan antara berbagai kombinasi barang atau jasa. Teori ini menggunakan kurva indiferen dan garis anggaran sebagai alat analisisnya. Keseimbangan konsumen dicapai dengan memilih kombinasi barang atau jasa yang berada pada titik sentuh antara kurva indiferen dan garis anggaran, di mana kemiringan keduanya sama.<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>(1) Teori Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal dan Pendekatan Ordinal. https:\/\/buguruku.com\/teori-perilaku-konsumen-pendekatan-kardinal-dan-pendekatan-ordinal\/.<\/p>\n<p>(2) Teori Perilaku Konsumen: Pendekatan Ordinal (Indifference Curve). https:\/\/jagoekonomi.com\/2020\/06\/21\/teori-perilaku-konsumen-pendekatan-ordinal-indifference-curve\/.<\/p>\n<p>(3) PERILAKU KONSUMEN PENDEKATAN ORDINAL DAN KARDINAL. https:\/\/senjayakertiawan.wordpress.com\/2012\/12\/05\/perilaku-konsumen-pendekatan-ordinal-dan-kardinal\/.<\/p>\n<p>(4) Teori Perilaku Konsumen: Pendekatan Ordinal (Budget Line dan &#8230;. https:\/\/jagoekonomi.com\/2020\/07\/03\/teori-perilaku-konsumen-pendekatan-ordinal-budget-line-dan-keseimbangan-konsumen\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teori perilaku konsumen adalah salah satu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari bagaimana konsumen memilih dan menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42951","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42951","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42951"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42951\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42951"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42951"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}