{"id":42900,"date":"2023-07-30T02:45:02","date_gmt":"2023-07-30T02:45:02","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2526"},"modified":"2023-07-30T02:45:02","modified_gmt":"2023-07-30T02:45:02","slug":"faktor-internal-pendorong-perubahan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/faktor-internal-pendorong-perubahan-sosial\/","title":{"rendered":"Faktor Internal Pendorong Perubahan Sosial"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/faktor-internal-pendorong-perubahan-sosial\/#Penemuan_Baru\" >Penemuan Baru<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/faktor-internal-pendorong-perubahan-sosial\/#Konflik_Sosial\" >Konflik Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/faktor-internal-pendorong-perubahan-sosial\/#Pemberontakan\" >Pemberontakan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/faktor-internal-pendorong-perubahan-sosial\/#Dinamika_Penduduk\" >Dinamika Penduduk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/faktor-internal-pendorong-perubahan-sosial\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada kebudayaan material (berwujud) atau immaterial (tidak berwujud) dalam suatu masyarakat, yang berpengaruh terhadap sistem sosial, nilai, sikap, dan perilaku anggota masyarakat<sup>1<\/sup>. Perubahan sosial dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri (faktor internal) maupun yang berasal dari luar masyarakat (faktor eksternal). Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang faktor internal pendorong perubahan sosial, yaitu faktor yang bersumber dari kondisi atau keadaan masyarakat itu sendiri. Faktor internal pendorong perubahan sosial terdiri dari empat hal, yaitu penemuan baru, konflik sosial, pemberontakan, dan dinamika penduduk.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penemuan_Baru\"><\/span>Penemuan Baru<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penemuan baru adalah hasil kreativitas manusia dalam menciptakan atau menemukan sesuatu yang belum ada sebelumnya, baik berupa benda, gagasan, konsep, teori, metode, teknologi, seni, dan sebagainya. Penemuan baru dapat memicu perubahan sosial karena dapat mengubah cara pandang, cara berpikir, cara bertindak, dan cara hidup manusia. Contoh penemuan baru yang berdampak besar terhadap perubahan sosial adalah penemuan internet. Internet telah mengubah cara manusia berkomunikasi, berinteraksi, belajar, bekerja, berbisnis, bersosialisasi, dan mengakses informasi. Internet juga telah menciptakan fenomena-fenomena sosial baru seperti media sosial, e-commerce, e-learning, e-government, cybercrime, dan sebagainya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konflik_Sosial\"><\/span>Konflik Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Konflik sosial adalah pertentangan atau pertikaian antara individu atau kelompok dalam masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan, nilai, pandangan, sikap, perilaku, atau status. Konflik sosial dapat memicu perubahan sosial karena dapat menimbulkan kesadaran akan ketidakadilan, ketidakpuasan, ketidaksetaraan, atau ketidakharmonisan dalam masyarakat. Konflik sosial juga dapat mendorong individu atau kelompok untuk melakukan perlawanan, protes, demonstrasi, negosiasi, mediasi, arbitrase, atau rekonsiliasi untuk mencari solusi atau jalan keluar dari masalah. Contoh konflik sosial yang berdampak besar terhadap perubahan sosial adalah konflik antara kaum buruh dan kaum kapitalis dalam masyarakat industri. Konflik ini telah menyebabkan terbentuknya organisasi buruh, gerakan buruh, serikat buruh, dan legislasi buruh untuk memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan kaum buruh.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemberontakan\"><\/span>Pemberontakan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pemberontakan adalah tindakan melawan atau menentang penguasa atau pemerintah yang dianggap tidak adil, tidak demokratis, tidak kompeten, tidak responsif, atau tidak mewakili kepentingan rakyat. Pemberontakan dapat memicu perubahan sosial karena dapat menggulingkan penguasa atau pemerintah yang lama dan menggantinya dengan penguasa atau pemerintah yang baru. Pemberontakan juga dapat mengubah sistem politik, ekonomi, sosial, budaya, atau hukum dalam masyarakat. Contoh pemberontakan yang berdampak besar terhadap perubahan sosial adalah Revolusi Prancis pada akhir abad ke-18. Revolusi ini telah mengakhiri monarki absolut di Prancis dan membawa era republik, demokrasi, nasionalisme, hak asasi manusia, dan kemerdekaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dinamika_Penduduk\"><\/span>Dinamika Penduduk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dinamika penduduk adalah perubahan jumlah dan komposisi penduduk dalam suatu wilayah atau negara yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kelahiran, kematian, migrasi, mobilitas sosial, dan struktur umur. Dinamika penduduk dapat memicu perubahan sosial karena dapat mempengaruhi kebutuhan, permintaan, penawaran, konsumsi, produksi, distribusi, dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Dinamika penduduk juga dapat mempengaruhi pola-pola sosial seperti perkawinan, keluarga, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, kesehatan, dan lingkungan. Contoh dinamika penduduk yang berdampak besar terhadap perubahan sosial adalah transisi demografi yang terjadi di banyak negara berkembang. Transisi demografi adalah perubahan dari tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi menjadi rendah yang menyebabkan pertumbuhan penduduk yang cepat dan pergeseran struktur umur. Transisi demografi telah menimbulkan tantangan-tantangan sosial seperti urbanisasi, kemiskinan, pengangguran, kesenjangan, polusi, dan degradasi lingkungan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Faktor internal pendorong perubahan sosial adalah faktor yang bersumber dari kondisi atau keadaan masyarakat itu sendiri. Faktor internal pendorong perubahan sosial terdiri dari empat hal, yaitu penemuan baru, konflik sosial, pemberontakan, dan dinamika penduduk. Keempat faktor ini dapat memicu perubahan sosial karena dapat mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti sistem sosial, nilai, sikap, perilaku, politik, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Perubahan sosial yang terjadi akibat faktor internal dapat bersifat positif atau negatif, tergantung dari dampak dan respon yang ditimbulkannya bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Perubahan Sosial | Sosiologi &#8230;. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-internal-dan-eksternal-penyebab-perubahan-sosial.<br \/>\n(2) Apa Saja Faktor Penyebab Perubahan Sosial: Internal dan Eksternal. https:\/\/tirto.id\/apa-saja-faktor-penyebab-perubahan-sosial-internal-dan-eksternal-gbvj.<br \/>\n(3) Faktor Terjadinya Perubahan Sosial | LYA &#8211; blogUNNES. https:\/\/blog.unnes.ac.id\/mufrikhatululya\/2020\/07\/27\/faktor-terjadinya-perubahan-sosial\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada kebudayaan material (berwujud) atau immaterial (tidak berwujud) dalam suatu masyarakat, yang berpengaruh terhadap sistem sosial, nilai, sikap, dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42900","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42900","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42900"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42900\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42900"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42900"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42900"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}