{"id":42891,"date":"2023-07-28T10:59:11","date_gmt":"2023-07-28T10:59:11","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2509"},"modified":"2023-07-28T10:59:11","modified_gmt":"2023-07-28T10:59:11","slug":"tahapan-tahapan-dalam-integrasi-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahapan-tahapan-dalam-integrasi-sosial\/","title":{"rendered":"Tahapan-Tahapan dalam Integrasi Sosial"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahapan-tahapan-dalam-integrasi-sosial\/#Tahap_Akomodasi\" >Tahap Akomodasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahapan-tahapan-dalam-integrasi-sosial\/#Tahap_Kerja_Sama\" >Tahap Kerja Sama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahapan-tahapan-dalam-integrasi-sosial\/#Tahap_Koordinasi\" >Tahap Koordinasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahapan-tahapan-dalam-integrasi-sosial\/#Tahap_Asimilasi\" >Tahap Asimilasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahapan-tahapan-dalam-integrasi-sosial\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan.\u00a0Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, nilai dan norma<sup>1<\/sup>.\u00a0Integrasi sosial merupakan salah satu bentuk proses sosial yang bertujuan untuk menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat<sup>2<\/sup>.\u00a0Integrasi sosial juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana kelompok-kelompok etnis dapat beradaptasi dan berkonformitas terhadap kebudayaan mayoritas, namun tetap mempertahankan budaya mereka sendiri<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Untuk mencapai integrasi sosial, masyarakat harus melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tahap_Akomodasi\"><\/span>Tahap Akomodasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Akomodasi adalah suatu bentuk proses sosial yang di dalamnya terdapat dua atau lebih individu atau kelompok yang berusaha untuk saling menyesuaikan diri, tidak saling mengganggu dengan cara mencegah, mengurangi, atau menghentikan ketegangan yang akan timbul atau yang sudah ada, sehingga tercapai kestabilan<sup>4<\/sup>.\u00a0Akomodasi bertujuan untuk mengurangi pertentangan antara dua kelompok atau individu, mencegah terjadinya suatu pertentangan secara temporer, memungkinkan terjadinya kerja sama di antara individu atau kelompok sosial, serta mengupayakan peleburan antara kelompok sosial yang berbeda (terpisah), misalnya melalui perkawinan campur (amalgamasi)<sup>5<\/sup>.<\/p>\n<p>Dengan akomodasi, kelompok-kelompok sosial yang ada dalam masyarakat multikultural seperti masyarakat kita ini, dapat hidup berdampingan secara damai tanpa menimbulkan perpecahan. Selain itu juga memungkinkan terjadinya kerjasama di antara kelompok-kelompok sosial yang ada dalam masyarakat tersebut. Hal ini karena di antara kelompok-kelompok sosial yang berbeda dalam masyarakat dapat saling menyesuaikan diri satu sama lain. Dengan demikian akan mendorong lahirnya integrasi dalam masyarakat tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tahap_Kerja_Sama\"><\/span>Tahap Kerja Sama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kerja sama merupakan bentuk interaksi sosial yang pokok. Kerja sama dapat menggambarkan sebagian besar bentuk interaksi sosial.\u00a0Kerja sama dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antarpribadi atau antarkelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama<sup>6<\/sup>. Menurut Charles H.\u00a0Cooley, kerja sama akan timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk mencapai kepentingan-kepentingan bersama<sup>7<\/sup>.<\/p>\n<p>Kerja sama di antara kelompok-kelompok sosial yang berbeda dalam masyarakat multikultural mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam integrasi sosial. Mengapa? Dengan kerja sama berarti kelompok-kelompok sosial yang berbeda itu saling menyesuaikan diri, melengkapi, membutuhkan, serta tidak memaksakan kehendak masing-masing yang dapat menimbulkan prasangka-prasangka yang memicu lahirnya konflik dalam masyarakat. Kelompok-kelompok sosial yang berbeda dalam masyarakat multikultural saling bekerja sama melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Misalnya dengan melakukan joint venture atau koalisi. Dalam koalisi terdapat kombinasi antara dua orang atau lebih dengan tujuan yang sama.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tahap_Koordinasi\"><\/span>Tahap Koordinasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kerja sama yang dilakukan oleh kelompok-kelompok sosial yang berbeda dalam masyarakat multikultural harus dikoordinasi agar lebih terarah dan bisa mencapai tujuan demi kebaikan bersama. Koordinasi adalah suatu proses sosial yang mengatur dan menghubungkan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Koordinasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan membuat perencanaan, pembagian tugas, pengawasan, evaluasi, dan penyelesaian masalah.<\/p>\n<p>Dengan koordinasi, kelompok-kelompok sosial yang berbeda dalam masyarakat multikultural dapat saling berkomunikasi, bertukar informasi, memberi masukan, dan memberi dukungan satu sama lain. Koordinasi juga dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas dari kerja sama yang dilakukan. Koordinasi juga dapat mencegah terjadinya konflik, kesalahpahaman, atau ketimpangan dalam kerja sama. Dengan demikian, koordinasi dapat memperkuat integrasi sosial dalam masyarakat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tahap_Asimilasi\"><\/span>Tahap Asimilasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Asimilasi adalah suatu proses sosial yang mengakibatkan hilangnya perbedaan-perbedaan di antara individu atau kelompok yang berbeda dalam masyarakat sehingga terjadi penyatuan budaya. Asimilasi dapat terjadi secara sukarela atau paksaan. Asimilasi sukarela terjadi ketika individu atau kelompok yang berbeda secara sadar dan rela menyesuaikan diri dengan budaya mayoritas. Asimilasi paksaan terjadi ketika individu atau kelompok yang berbeda dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan budaya mayoritas oleh pihak yang berkuasa.<\/p>\n<p>Dengan asimilasi, kelompok-kelompok sosial yang berbeda dalam masyarakat multikultural dapat saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan-perbedaan yang ada. Asimilasi juga dapat meningkatkan rasa persatuan, solidaritas, dan identitas nasional dalam masyarakat. Asimilasi juga dapat mengurangi potensi konflik, diskriminasi, atau segregasi dalam masyarakat. Dengan demikian, asimilasi dapat menciptakan integrasi sosial yang harmonis dan dinamis dalam masyarakat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Integrasi sosial merupakan salah satu bentuk proses sosial yang bertujuan untuk menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk mencapai integrasi sosial, masyarakat harus melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan. Tahapan-tahapan tersebut adalah tahap akomodasi, kerja sama, koordinasi, dan asimilasi. Dengan melalui tahapan-tahapan tersebut, masyarakat multikultural dapat hidup bersama secara damai, saling bekerja sama, saling berkoordinasi, dan saling mengasimilasikan budaya mereka.<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>(1) Pengertian Integrasi Sosial, Proses, Bentuk, Faktor, dan Contonya. https:\/\/dosensosiologi.com\/pengertian-integrasi-sosial-proses-bentuk-faktor-dan-contohnya-lengkap\/.<\/p>\n<p>(2) Pengertian Integrasi Sosial: Syarat, Bentuk, dan Faktor Pengaruhnya. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/integrasi-sosial\/.<\/p>\n<p>(3) Integrasi sosial &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Integrasi_sosial.<\/p>\n<p>(4) Pengertian dan Bentuk Integrasi Sosial \u2013 Materi Sosiologi Kelas 11. https:\/\/www.zenius.net\/blog\/materi-sosiologi-integrasi-sosial.<\/p>\n<p>(5) TAHAP INTEGRASI SOSIAL | SS belajar. http:\/\/www.ssbelajar.net\/2012\/03\/tahap-integrasi-sosial.html.<\/p>\n<p>(6) Makalah Integrasi Sosial : Pengertian, Tahapan, Contoh Dan Faktornya. https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/integrasi-sosial\/.<\/p>\n<p>(7) Tahap-Tahap Integrasi Sosial &#8211; Pustaka Madani. https:\/\/www.pustakamadani.com\/2019\/05\/tahap-tahap-integrasi-sosial.html.<\/p>\n<p>(8) Pengertian Integrasi Sosial: Syarat, Bentuk, dan Faktor Pengaruhnya. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/integrasi-sosial\/.<\/p>\n<p>(9) Integrasi sosial &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Integrasi_sosial.<\/p>\n<p>(10) Makalah Integrasi Sosial : Pengertian, Tahapan, Contoh Dan Faktornya. https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/integrasi-sosial\/.<\/p>\n<p>(11) Tahap-Tahap Integrasi Sosial &#8211; Pustaka Madani. https:\/\/www.pustakamadani.com\/2019\/05\/tahap-tahap-integrasi-sosial.html.<\/p>\n<p>(12) TAHAP INTEGRASI SOSIAL | SS belajar. http:\/\/www.ssbelajar.net\/2012\/03\/tahap-integrasi-sosial.html.<\/p>\n<p>(13) Tahap-Tahap Integrasi Sosial &#8211; Pustaka Madani. https:\/\/www.pustakamadani.com\/2019\/05\/tahap-tahap-integrasi-sosial.html.<\/p>\n<p>(14) Tahap-Tahap Integrasi Sosial &#8211; Pustaka Madani. https:\/\/www.pustakamadani.com\/2019\/05\/tahap-tahap-integrasi-sosial.html.<\/p>\n<p>(15) Tahap-Tahap Integrasi Sosial &#8211; Pustaka Madani. https:\/\/www.pustakamadani.com\/2019\/05\/tahap-tahap-integrasi-sosial.html.<\/p>\n<p>(16) Tahap-Tahap Integrasi Sosial &#8211; Pustaka Madani. https:\/\/www.pustakamadani.com\/2019\/05\/tahap-tahap-integrasi-sosial.html.<\/p>\n<p>(17) Tahap-Tahap Integrasi Sosial &#8211; Pustaka Madani. https:\/\/www.pustakamadani.com\/2019\/05\/tahap-tahap-integrasi-sosial.html.<\/p>\n<p>(18) Tahap-Tahap Integrasi Sosial &#8211; Pustaka Madani. https:\/\/www.pustakamadani.com\/2019\/05\/tahap-tahap-integrasi-sosial.html.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan.\u00a0Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, nilai&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42891","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42891"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42891\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}