{"id":42882,"date":"2023-07-28T09:05:14","date_gmt":"2023-07-28T09:05:14","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2474"},"modified":"2023-07-28T09:05:14","modified_gmt":"2023-07-28T09:05:14","slug":"bentuk-bentuk-konflik-sosial-apa-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-bentuk-konflik-sosial-apa-saja\/","title":{"rendered":"Bentuk Bentuk Konflik Sosial, Apa Saja?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-bentuk-konflik-sosial-apa-saja\/#Konflik_Pribadi\" >Konflik Pribadi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-bentuk-konflik-sosial-apa-saja\/#Konflik_Politik\" >Konflik Politik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-bentuk-konflik-sosial-apa-saja\/#Konflik_Rasial\" >Konflik Rasial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-bentuk-konflik-sosial-apa-saja\/#Konflik_Antarkelas_Sosial\" >Konflik Antarkelas Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-bentuk-konflik-sosial-apa-saja\/#Konflik_Yang_Bersifat_Internasional\" >Konflik Yang Bersifat Internasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-bentuk-konflik-sosial-apa-saja\/#Konflik_Peran\" >Konflik Peran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-bentuk-konflik-sosial-apa-saja\/#Konflik_Kelompok\" >Konflik Kelompok<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-bentuk-konflik-sosial-apa-saja\/#Konflik_Kelas\" >Konflik Kelas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-bentuk-konflik-sosial-apa-saja\/#Konflik_Internasional\" >Konflik Internasional<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Konflik sosial adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih, yang salah satu pihak berusaha ingin menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya<sup>1<\/sup>.\u00a0Konflik sosial dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti perbedaan antarperorangan, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial<sup>2<\/sup>. Konflik sosial dapat membawa dampak negatif maupun positif bagi masyarakat. Dampak negatifnya antara lain adalah kerusakan fisik, psikis, dan sosial, serta hilangnya rasa kepercayaan dan solidaritas.\u00a0Dampak positifnya antara lain adalah mendorong perubahan dan kemajuan, meningkatkan kreativitas dan inovasi, serta memperkuat identitas dan kesadaran<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Konflik sosial dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bentuk berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda.\u00a0Menurut Soerjono Soekanto, ada lima bentuk konflik sosial yang terjadi dalam masyarakat, yaitu konflik pribadi, konflik politik, konflik rasial, konflik antarkelas sosial, dan konflik yang bersifat internasional<sup>1<\/sup>.\u00a0Menurut Ralf Dahrendorf, ada empat bentuk konflik sosial, yaitu konflik antara atau yang terjadi dalam peranan sosial (konflik peran), konflik antara kelompok-kelompok yang berbeda (konflik kelompok), konflik antara kelas-kelas yang berbeda (konflik kelas), dan konflik antara negara-negara yang berbeda (konflik internasional)<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konflik_Pribadi\"><\/span>Konflik Pribadi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Konflik pribadi adalah konflik yang terjadi di antara individu yang disebabkan karena masalah pribadi.\u00a0Masalah tersebut terjadi karena adanya perbedaan cara pandang antarindividu terkait persoalan yang sama<sup>1<\/sup>. Contoh dari konflik pribadi adalah perselisihan antara suami istri, pertengkaran antara saudara kandung, atau persaingan antara teman sekerja.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konflik_Politik\"><\/span>Konflik Politik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Konflik politik adalah konflik yang terjadi akibat adanya kepentingan atau tujuan politis yang berbeda antara seseorang atau kelompok.\u00a0Hal ini bisa dilihat dari perbedaan pandangan antarpartai politik karena perbedaan ideologi, asas perjuangan, dan kepentingan politik masing-masing<sup>1<\/sup>. Contoh dari konflik politik adalah demonstrasi menentang pemerintah, pemilihan umum yang tidak jujur, atau kudeta militer.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konflik_Rasial\"><\/span>Konflik Rasial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Konflik rasial adalah konflik yang terjadi di antara kelompok ras yang berbeda karena adanya kepentingan dan kebudayaan yang saling berbenturan<sup>1<\/sup>. Konflik rasial biasanya disertai dengan diskriminasi, stereotip, prasangka, dan kekerasan. Contoh dari konflik rasial adalah apartheid di Afrika Selatan, segregasi di Amerika Serikat, atau genosida di Rwanda.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konflik_Antarkelas_Sosial\"><\/span>Konflik Antarkelas Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Konflik antarkelas sosial adalah konflik yang muncul karena adanya perbedaan kepentingan di antara kelas-kelas yang ada di masyarakat<sup>1<\/sup>. Konflik ini berkaitan dengan distribusi sumber daya, kesempatan, hak, dan kewajiban yang tidak merata. Contoh dari konflik antarkelas sosial adalah mogok kerja buruh untuk menuntut kenaikan upah, gerakan reformasi agraria untuk merebut tanah dari tuan tanah, atau revolusi sosialis untuk menggulingkan kapitalisme.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konflik_Yang_Bersifat_Internasional\"><\/span>Konflik Yang Bersifat Internasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Konflik yang bersifat internasional adalah konflik yang melibatkan beberapa negara atau kelompok negara karena perbedaan kepentingan masing-masing negara<sup>1<\/sup>. Konflik ini dapat berupa perang, sanksi, blokade, atau intervensi. Contoh dari konflik yang bersifat internasional adalah Perang Dunia I dan II, Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, atau Perang Saudara Suriah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konflik_Peran\"><\/span>Konflik Peran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Konflik peran adalah suatu keadaan di mana individu menghadapi berbagai ekspektasi yang berlawanan dari bermacam-macam peranan yang dimilikinya di masyarakat<sup>3<\/sup>. Konflik peran dapat terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara peranan yang diharapkan dengan peranan yang dijalankan, antara peranan yang satu dengan peranan yang lain, atau antara peranan dengan nilai-nilai pribadi. Contoh dari konflik peran adalah seorang ibu yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, seorang guru yang harus menegakkan disiplin sekaligus bersikap ramah kepada siswa, atau seorang dokter yang harus mengobati pasien sekaligus mengikuti aturan rumah sakit.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konflik_Kelompok\"><\/span>Konflik Kelompok<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Konflik kelompok adalah konflik yang terjadi antara kelompok-kelompok yang berbeda dalam masyarakat<sup>3<\/sup>. Konflik kelompok dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti persaingan, kerjasama, komunikasi, kepemimpinan, norma, atau nilai. Contoh dari konflik kelompok adalah konflik antara suporter sepak bola yang berbeda tim, konflik antara organisasi kemasyarakatan yang berbeda visi dan misi, atau konflik antara agama atau aliran yang berbeda ajaran.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konflik_Kelas\"><\/span>Konflik Kelas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Konflik kelas adalah konflik yang terjadi antara kelas-kelas yang berbeda dalam masyarakat<sup>3<\/sup>. Konflik kelas merupakan bentuk konflik sosial yang paling mendasar dan universal. Konflik kelas dipicu oleh adanya ketimpangan dan eksploitasi dalam sistem sosial. Contoh dari konflik kelas adalah konflik antara kaum borjuis dan proletar dalam masyarakat kapitalis, konflik antara kaum feodal dan rakyat jelata dalam masyarakat feodal, atau konflik antara kaum kolonial dan pribumi dalam masyarakat kolonial.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konflik_Internasional\"><\/span>Konflik Internasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Konflik internasional adalah konflik yang terjadi antara negara-negara yang berbeda dalam sistem internasional<sup>3<\/sup>. Konflik internasional dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kekuatan, kepentingan, ideologi, identitas, atau lingkungan. Contoh dari konflik internasional adalah konflik antara Israel dan Palestina, konflik antara India dan Pakistan, atau konflik antara China dan Taiwan.<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>(1) Bentuk Konflik Sosial di Masyarakat | Sosiologi Kelas 11. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-konflik-sosial-di-masyarakat.<\/p>\n<p>(2) Pengertian Konflik Sosial, Penyebab, Dampak, dan Bentuk-bentuknya. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2022\/08\/23\/150000769\/pengertian-konflik-sosial-penyebab-dampak-dan-bentuk-bentuknya.<\/p>\n<p>(3) Bentuk-Bentuk Konflik &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/12\/11\/183144369\/bentuk-bentuk-konflik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konflik sosial adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih, yang salah satu pihak berusaha ingin menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya1.\u00a0Konflik sosial dapat terjadi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42882","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42882"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42882\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}