{"id":42879,"date":"2023-07-28T08:45:21","date_gmt":"2023-07-28T08:45:21","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2457"},"modified":"2023-07-28T08:45:21","modified_gmt":"2023-07-28T08:45:21","slug":"mobilitas-sosial-pengertian-bentuk-saluiran-saluran-faktor-yang-mempengaruhi-dan-dampaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mobilitas-sosial-pengertian-bentuk-saluiran-saluran-faktor-yang-mempengaruhi-dan-dampaknya\/","title":{"rendered":"Mobilitas Sosial: Pengertian, Bentuk, Saluiran-Saluran, Faktor yang Mempengaruhi dan Dampaknya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mobilitas-sosial-pengertian-bentuk-saluiran-saluran-faktor-yang-mempengaruhi-dan-dampaknya\/#Pengertian\" >Pengertian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mobilitas-sosial-pengertian-bentuk-saluiran-saluran-faktor-yang-mempengaruhi-dan-dampaknya\/#Bentuk-bentuk_Mobilitas_Sosial\" >Bentuk-bentuk Mobilitas Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mobilitas-sosial-pengertian-bentuk-saluiran-saluran-faktor-yang-mempengaruhi-dan-dampaknya\/#Saluran-saluran_Mobilitas_Sosial\" >Saluran-saluran Mobilitas Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mobilitas-sosial-pengertian-bentuk-saluiran-saluran-faktor-yang-mempengaruhi-dan-dampaknya\/#Faktor-faktor_yang_Mempengaruhi_Mobilitas_Sosial\" >Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mobilitas-sosial-pengertian-bentuk-saluiran-saluran-faktor-yang-mempengaruhi-dan-dampaknya\/#Dampak_Mobilitas_Sosial\" >Dampak Mobilitas Sosial<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian\"><\/span>Pengertian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mobilitas sosial adalah istilah yang sering digunakan dalam ilmu sosiologi untuk menggambarkan perpindahan status sosial yang dialami oleh seseorang atau kelompok dalam masyarakat. Status sosial adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam suatu sistem stratifikasi sosial, yaitu pembagian masyarakat menjadi lapisan-lapisan berdasarkan kriteria tertentu, seperti kekayaan, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya. Status sosial menentukan hak, kewajiban, dan harapan yang melekat pada seseorang atau kelompok dalam masyarakat.<\/p>\n<p>Mobilitas sosial dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti perubahan ekonomi, politik, budaya, pendidikan, dan teknologi. Mobilitas sosial dapat membawa dampak positif maupun negatif bagi individu dan masyarakat. Mobilitas sosial dapat meningkatkan kesempatan, kesejahteraan, dan prestasi bagi individu yang mengalami kenaikan status sosial. Namun, mobilitas sosial juga dapat menimbulkan konflik, ketidakpuasan, dan krisis identitas bagi individu yang mengalami penurunan status sosial atau kesulitan beradaptasi dengan status sosial baru.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bentuk-bentuk_Mobilitas_Sosial\"><\/span>Bentuk-bentuk Mobilitas Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mobilitas sosial dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berdasarkan arah, ruang lingkup, dan waktu perpindahan status sosial. Berikut adalah beberapa bentuk mobilitas sosial yang umum terjadi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Mobilitas vertikal<\/strong>\u00a0adalah perpindahan status sosial yang mengubah derajat atau tingkatan seseorang atau kelompok dalam masyarakat. Mobilitas vertikal dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:\n<ul>\n<li><strong>Mobilitas vertikal ke atas<\/strong>\u00a0(social climbing) adalah perpindahan status sosial dari lapisan bawah ke lapisan atas. Contoh: seorang buruh pabrik yang berhasil menjadi direktur perusahaan.<\/li>\n<li><strong>Mobilitas vertikal ke bawah<\/strong>\u00a0(social sinking) adalah perpindahan status sosial dari lapisan atas ke lapisan bawah. Contoh: seorang pengusaha kaya yang bangkrut dan menjadi gelandangan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Mobilitas horizontal<\/strong>\u00a0adalah perpindahan status sosial yang tidak mengubah derajat atau tingkatan seseorang atau kelompok dalam masyarakat. Mobilitas horizontal biasanya terjadi karena perpindahan tempat tinggal, pekerjaan, atau organisasi. Contoh: seorang guru yang pindah mengajar dari sekolah A ke sekolah B.<\/li>\n<li><strong>Mobilitas antargenerasi<\/strong>\u00a0adalah perpindahan status sosial yang terjadi antara generasi yang berbeda dalam suatu keluarga atau kelompok. Mobilitas antargenerasi dapat diukur dengan membandingkan status sosial orang tua dan anak. Contoh: seorang anak petani yang menjadi dokter.<\/li>\n<li><strong>Mobilitas intragenerasi<\/strong>\u00a0adalah perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi atau rentang hidup seseorang atau kelompok. Mobilitas intragenerasi dapat diukur dengan membandingkan status sosial seseorang pada awal dan akhir karier atau usia produktif. Contoh: seorang pegawai negeri sipil yang naik pangkat dari staf menjadi kepala dinas.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Saluran-saluran_Mobilitas_Sosial\"><\/span>Saluran-saluran Mobilitas Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Saluran mobilitas sosial adalah jalur atau cara yang memungkinkan seseorang atau kelompok untuk berpindah status sosial dalam masyarakat. Saluran mobilitas sosial dapat bersifat terbuka atau tertutup. Saluran terbuka adalah saluran yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berpindah status sosial tanpa adanya hambatan atau diskriminasi. Saluran tertutup adalah saluran yang membatasi kesempatan orang untuk berpindah status sosial karena adanya hambatan atau diskriminasi.<\/p>\n<p>Beberapa contoh saluran mobilitas sosial terbuka adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pendidikan<\/strong>\u00a0adalah saluran mobilitas sosial yang memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kualifikasi bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan atau profesi yang lebih baik.<\/li>\n<li><strong>Pekerjaan<\/strong>\u00a0adalah saluran mobilitas sosial yang memberikan penghasilan, prestasi, dan kesejahteraan bagi seseorang atau kelompok.<\/li>\n<li><strong>Pernikahan<\/strong>\u00a0adalah saluran mobilitas sosial yang memberikan hubungan kekerabatan, afiliasi, dan dukungan sosial bagi seseorang atau kelompok.<\/li>\n<li><strong>Organisasi<\/strong>\u00a0adalah saluran mobilitas sosial yang memberikan jaringan, pengaruh, dan partisipasi bagi seseorang atau kelompok dalam masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Beberapa contoh saluran mobilitas sosial tertutup adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kasta<\/strong>\u00a0adalah saluran mobilitas sosial yang membatasi perpindahan status sosial berdasarkan kelahiran atau keturunan seseorang atau kelompok. Contoh: sistem kasta di India.<\/li>\n<li><strong>Kelas<\/strong>\u00a0adalah saluran mobilitas sosial yang membatasi perpindahan status sosial berdasarkan kepemilikan atau kontrol atas sumber daya ekonomi. Contoh: sistem kelas di masyarakat kapitalis.<\/li>\n<li><strong>Ras<\/strong>\u00a0adalah saluran mobilitas sosial yang membatasi perpindahan status sosial berdasarkan ciri fisik atau biologis seseorang atau kelompok. Contoh: sistem apartheid di Afrika Selatan.<\/li>\n<li><strong>Jenis kelamin<\/strong>\u00a0adalah saluran mobilitas sosial yang membatasi perpindahan status sosial berdasarkan perbedaan biologis dan sosial antara laki-laki dan perempuan. Contoh: sistem patriarki di banyak masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor-faktor_yang_Mempengaruhi_Mobilitas_Sosial\"><\/span>Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mobilitas sosial dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam maupun dari luar individu atau kelompok. Beberapa faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Motivasi<\/strong>\u00a0adalah dorongan atau keinginan seseorang atau kelompok untuk berpindah status sosial. Motivasi dapat bersifat positif atau negatif. Motivasi positif adalah motivasi yang didasarkan pada aspirasi, cita-cita, atau harapan seseorang atau kelompok untuk meningkatkan status sosialnya. Motivasi negatif adalah motivasi yang didasarkan pada ketidakpuasan, frustrasi, atau tekanan seseorang atau kelompok terhadap status sosialnya.<\/li>\n<li><strong>Kemampuan<\/strong>\u00a0adalah kapasitas atau potensi seseorang atau kelompok untuk berpindah status sosial. Kemampuan dapat bersifat intelektual, fisik, psikologis, atau sosial. Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas seseorang atau kelompok. Kemampuan fisik adalah kemampuan yang berkaitan dengan kesehatan, kekuatan, dan daya tahan seseorang atau kelompok. Kemampuan psikologis adalah kemampuan yang berkaitan dengan sikap, kepribadian, dan emosi seseorang atau kelompok. Kemampuan sosial adalah kemampuan yang berkaitan dengan komunikasi, kerjasama, dan adaptasi seseorang atau kelompok.<\/li>\n<li><strong>Kesempatan<\/strong>\u00a0adalah kondisi atau situasi yang memungkinkan atau memfasilitasi seseorang atau kelompok untuk berpindah status sosial. Kesempatan dapat bersifat eksternal atau internal. Kesempatan eksternal adalah kesempatan yang berasal dari lingkungan sosial, seperti perubahan ekonomi, politik, budaya, pendidikan, dan teknologi. Kesempatan internal adalah kesempatan yang berasal dari diri sendiri, seperti bakat, minat, prestasi, dan keberuntungan.<\/li>\n<li><strong>Hambatan<\/strong>\u00a0adalah kendala atau rintangan yang menghalangi atau menghambat seseorang atau kelompok untuk berpindah status sosial. Hambatan dapat bersifat eksternal atau internal. Hambatan eksternal adalah hambatan yang berasal dari lingkungan sosial, seperti ketidakadilan, diskriminasi, persaingan, dan konflik. Hambatan internal adalah hambatan yang berasal dari diri sendiri, seperti ketakutan, malas, gagal, dan bersalah.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Mobilitas_Sosial\"><\/span>Dampak Mobilitas Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mobilitas sosial memiliki dampak yang beragam bagi individu dan masyarakat. Beberapa dampak mobilitas sosial adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Dampak positif<\/strong>\u00a0adalah dampak yang menguntungkan atau memberikan manfaat bagi individu dan masyarakat. Beberapa contoh dampak positif mobilitas sosial adalah:\n<ul>\n<li>Meningkatkan kesempatan dan kesejahteraan bagi individu dan kelompok yang mengalami kenaikan status sosial.<\/li>\n<li>Mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial bagi masyarakat.<\/li>\n<li>Menumbuhkan semangat kompetisi dan kerjasama bagi individu dan kelompok dalam masyarakat.<\/li>\n<li>Membuka ruang dialog dan toleransi antara individu dan kelompok yang berbeda status sosial dalam masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Dampak negatif<\/strong>\u00a0adalah dampak yang merugikan atau memberikan kerugian bagi individu dan masyarakat. Beberapa contoh dampak negatif mobilitas sosial adalah:\n<ul>\n<li>Menimbulkan konflik dan ketegangan antara individu dan kelompok yang mengalami perubahan status sosial dalam masyarakat.<\/li>\n<li>Menyebabkan ketidakpuasan dan krisis identitas bagi individu dan kelompok yang mengalami penurunan status sosial atau kesulitan beradaptasi dengan status sosial baru.<\/li>\n<li>Menciptakan kesenjangan dan ketimpangan sosial antara individu dan kelompok yang berbeda status sosial dalam masyarakat.<\/li>\n<li>Mengancam nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>(1) Mobilitas Sosial: Pengertian, Bentuk, Contoh, Beserta Dampaknya &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-5783162\/mobilitas-sosial-pengertian-bentuk-contoh-beserta-dampaknya.<\/p>\n<p>(2) Mobilitas Sosial: Pengertian, Bentuk, Faktor &amp; Dampaknya &#8211; Ruangguru. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-dan-faktor-mobilitas-sosial.<\/p>\n<p>(3) Pengertian Mobilitas Sosial, Faktor, Bentuk, Jenis &amp; Saluran. https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/mobilitas-sosial\/.<\/p>\n<p>(4) Mobilitas Sosial &#8211; Pengertian, Faktor, Bentuk, Dampak &amp; Contoh. https:\/\/www.dosenpendidikan.co.id\/mobilitas-sosial\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Mobilitas sosial adalah istilah yang sering digunakan dalam ilmu sosiologi untuk menggambarkan perpindahan status sosial yang dialami oleh seseorang atau kelompok dalam masyarakat. Status&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42879","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42879"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42879\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}