{"id":42873,"date":"2023-07-25T09:22:31","date_gmt":"2023-07-25T09:22:31","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2429"},"modified":"2023-07-25T09:22:31","modified_gmt":"2023-07-25T09:22:31","slug":"kemiskinan-sebagai-permasalahan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kemiskinan-sebagai-permasalahan-sosial\/","title":{"rendered":"Kemiskinan sebagai Permasalahan Sosial"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kemiskinan-sebagai-permasalahan-sosial\/#Pengertian_Kemiskinan\" >Pengertian Kemiskinan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kemiskinan-sebagai-permasalahan-sosial\/#Jenis-Jenis_Kemiskinan\" >Jenis-Jenis Kemiskinan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kemiskinan-sebagai-permasalahan-sosial\/#Penyebab_Kemiskinan\" >Penyebab Kemiskinan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kemiskinan-sebagai-permasalahan-sosial\/#Dampak_Kemiskinan\" >Dampak Kemiskinan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kemiskinan-sebagai-permasalahan-sosial\/#Upaya_Penanggulangan_Kemiskinan\" >Upaya Penanggulangan Kemiskinan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Kemiskinan\"><\/span>Pengertian Kemiskinan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kemiskinan adalah suatu kondisi di mana seseorang atau kelompok orang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, seperti makanan, pakaian, kesehatan, pendidikan, dan perumahan<sup>1<\/sup>.\u00a0Kemiskinan juga dapat diartikan sebagai ketidakmampuan untuk mengakses sumber daya yang tersedia di sekitarnya<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial yang sering dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia.\u00a0Masalah sosial adalah suatu gejala atau kondisi yang merugikan, mengganggu, atau mengancam kesejahteraan individu atau kelompok dalam masyarakat<sup>3<\/sup>.\u00a0Kemiskinan menjadi masalah sosial ketika stratifikasi sosial menciptakan tingkatan dan batasan dalam masyarakat<sup>4<\/sup>. Orang-orang yang berada di tingkat sosial yang rendah sering mengalami diskriminasi, marginalisasi, dan eksklusi dari orang-orang yang berada di tingkat sosial yang lebih tinggi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Kemiskinan\"><\/span>Jenis-Jenis Kemiskinan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kemiskinan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif<sup>1<\/sup>. Kemiskinan absolut adalah kondisi di mana individu atau kelompok orang tidak bisa memenuhi kebutuhan minimum hidupnya.\u00a0Kebutuhan minimum hidup ini biasanya diukur dengan menggunakan garis kemiskinan, yaitu batas pengeluaran minimum per kapita per bulan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan non-pangan<sup>5<\/sup>. Di Indonesia, garis kemiskinan pada Maret 2023 adalah Rp 538.908 per kapita per bulan.<\/p>\n<p>Kemiskinan relatif adalah kondisi di mana individu atau kelompok orang mampu memenuhi kebutuhan minimum hidupnya, tetapi masih merasa miskin jika dibandingkan dengan orang lain atau kelompok lain. Kemiskinan relatif bersifat subjektif dan bergantung pada standar hidup dan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Kemiskinan relatif dapat menimbulkan rasa iri, tidak puas, dan frustrasi pada orang-orang yang merasakannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Kemiskinan\"><\/span>Penyebab Kemiskinan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan kemiskinan, baik dari faktor internal maupun eksternal. Berikut adalah beberapa faktor penyebab kemiskinan:<\/p>\n<ul>\n<li>Faktor pribadi. Faktor ini meliputi penyakit mental, kecelakaan, kemalasan, pemborosan, dan salah mengelola rumah tangga.\u00a0Faktor-faktor ini dapat mengurangi produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan seseorang atau kelompok<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Faktor geografis. Faktor ini berkaitan dengan kondisi alam dan lingkungan sekitar.\u00a0Iklim dan cuaca yang kurang baik, tidak adanya sumber daya alam yang memadai, dan bencana alam dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kerusakan infrastruktur<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Faktor ekonomi. Faktor ini terkait dengan sistem ekonomi dan kebijakan pemerintah.\u00a0Distribusi kekayaan yang tidak merata, depresi ekonomi, pengangguran, inflasi, dan penimbunan kekayaan yang tidak produktif dapat menyebabkan ketimpangan sosial dan kemiskinan<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Faktor sosial. Faktor ini berhubungan dengan aspek-aspek sosial budaya dalam masyarakat.\u00a0Tingkat pendidikan dan keterampilan yang rendah, perumahan yang mahal atau tidak cukup, pertumbuhan penduduk yang tinggi, diskriminasi, korupsi, konflik, dan kekerasan dapat menyebabkan kemerosotan kualitas hidup dan kemiskinan<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Kemiskinan\"><\/span>Dampak Kemiskinan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kemiskinan memiliki dampak negatif bagi individu, kelompok, maupun masyarakat secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa dampak kemiskinan:<\/p>\n<ul>\n<li>Dampak fisik. Kemiskinan dapat menyebabkan kurang gizi, penyakit, kematian, dan rendahnya harapan hidup. Kemiskinan juga dapat mengakibatkan lingkungan hidup yang kotor, tidak sehat, dan tidak layak.<\/li>\n<li>Dampak psikologis. Kemiskinan dapat menimbulkan rasa tidak berdaya, putus asa, depresi, stres, dan rendahnya harga diri. Kemiskinan juga dapat mengurangi motivasi, aspirasi, dan kreativitas seseorang atau kelompok.<\/li>\n<li>Dampak sosial. Kemiskinan dapat memicu konflik, kejahatan, kekerasan, pelanggaran hukum, dan radikalisme. Kemiskinan juga dapat menimbulkan diskriminasi, marginalisasi, eksklusi, dan disintegrasi sosial.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Upaya_Penanggulangan_Kemiskinan\"><\/span>Upaya Penanggulangan Kemiskinan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk menanggulangi kemiskinan, diperlukan upaya-upaya yang komprehensif, terpadu, dan berkelanjutan dari berbagai pihak. Berikut adalah beberapa upaya penanggulangan kemiskinan:<\/p>\n<ul>\n<li>Upaya pemerintah. Pemerintah memiliki peran penting dalam menetapkan kebijakan dan program yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan. Beberapa contoh kebijakan dan program tersebut adalah subsidi, bantuan sosial, bantuan langsung tunai, program keluarga harapan, program nasional pemberdayaan masyarakat, program kartu Indonesia pintar, program kartu Indonesia sehat, dan program tol laut.<\/li>\n<li>Upaya masyarakat. Masyarakat memiliki peran aktif dalam berpartisipasi dan berkontribusi dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Beberapa contoh partisipasi dan kontribusi masyarakat adalah gotong royong, swadaya, zakat, infak, sedekah, wakaf, filantropi, corporate social responsibility, dan kemitraan.<\/li>\n<li>Upaya lintas sektoral. Upaya penanggulangan kemiskinan juga memerlukan kerjasama lintas sektoral antara pemerintah, swasta, akademisi, media massa, organisasi masyarakat sipil, organisasi internasional, dan lain-lain. Kerjasama lintas sektoral ini dapat dilakukan melalui koordinasi, kolaborasi, sinergi, advokasi, dan monitoring.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Kemiskinan: Pengertian, Penyebab, hingga Jenis-jenisnya &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-5882126\/kemiskinan-pengertian-penyebab-hingga-jenis-jenisnya.<br \/>\n(2) Faktor Penyebab Kemiskinan sebagai Masalah Sosial &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2023\/04\/06\/060000069\/faktor-penyebab-kemiskinan-sebagai-masalah-sosial-.<br \/>\n(3) Faktor Penyebab Kemiskinan dan Permasalahan Sosial Masyarakat &#8211; Tirto.ID. https:\/\/tirto.id\/faktor-penyebab-kemiskinan-dan-permasalahan-sosial-masyarakat-gzzB.<br \/>\n(4) Pengertian dan Jenis Masalah Sosial &#8211; Kemdikbud. https:\/\/m-edukasi.kemdikbud.go.id\/medukasi\/produk-files\/kontenkm\/km2016\/KM201626\/materi1.html.<br \/>\n(5) undefined. https:\/\/t.me\/kompascomupdate.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Kemiskinan Kemiskinan adalah suatu kondisi di mana seseorang atau kelompok orang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, seperti makanan, pakaian, kesehatan, pendidikan, dan perumahan1.\u00a0Kemiskinan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42873","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42873"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42873\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}