{"id":42872,"date":"2023-07-25T09:21:43","date_gmt":"2023-07-25T09:21:43","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2426"},"modified":"2023-07-25T09:21:43","modified_gmt":"2023-07-25T09:21:43","slug":"perspektif-sosiologi-terhadap-permasalahan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perspektif-sosiologi-terhadap-permasalahan-sosial\/","title":{"rendered":"Perspektif Sosiologi Terhadap Permasalahan Sosial"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perspektif-sosiologi-terhadap-permasalahan-sosial\/#Pengertian_Permasalahan_Sosial\" >Pengertian Permasalahan Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perspektif-sosiologi-terhadap-permasalahan-sosial\/#Perspektif_Fungsionalisme\" >Perspektif Fungsionalisme<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perspektif-sosiologi-terhadap-permasalahan-sosial\/#Perspektif_Konflik_Sosial\" >Perspektif Konflik Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perspektif-sosiologi-terhadap-permasalahan-sosial\/#Perspektif_Interaksionisme_Simbolik\" >Perspektif Interaksionisme Simbolik<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Permasalahan_Sosial\"><\/span>Pengertian Permasalahan Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Permasalahan sosial adalah suatu kondisi yang menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, sehingga menimbulkan ketidakpuasan, ketegangan, konflik, atau penderitaan bagi sebagian atau seluruh anggota masyarakat<sup>1<\/sup>. Permasalahan sosial dapat bersifat lokal, nasional, maupun global, tergantung pada cakupan dan dampaknya. Contoh permasalahan sosial yang sering dihadapi di Indonesia adalah kemiskinan, pengangguran, korupsi, kekerasan, narkoba, intoleransi, dan terorisme.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perspektif_Fungsionalisme\"><\/span>Perspektif Fungsionalisme<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perspektif fungsionalisme adalah salah satu perspektif sosiologi yang melihat masyarakat sebagai suatu sistem yang terdiri dari berbagai bagian yang saling berinteraksi dan berfungsi untuk mencapai keseimbangan<sup>2<\/sup>.\u00a0Menurut perspektif ini, permasalahan sosial adalah akibat dari ketidakseimbangan atau disfungsi dalam sistem sosial<sup>3<\/sup>. Oleh karena itu, cara untuk mengatasi permasalahan sosial adalah dengan memperbaiki atau menyesuaikan bagian-bagian sistem yang bermasalah agar dapat berfungsi kembali secara harmonis. Contoh penerapan perspektif fungsionalisme dalam mengatasi permasalahan sosial adalah dengan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat miskin, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perspektif_Konflik_Sosial\"><\/span>Perspektif Konflik Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perspektif konflik sosial adalah perspektif sosiologi yang didasarkan pada pemikiran Karl Marx, yang melihat bahwa masyarakat adalah arena pertentangan antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan berbeda atau bertentangan<sup>4<\/sup>. Menurut perspektif ini, permasalahan sosial adalah akibat dari ketidakadilan, penindasan, atau eksploitasi yang dilakukan oleh kelompok dominan terhadap kelompok tertindas. Oleh karena itu, cara untuk mengatasi permasalahan sosial adalah dengan melakukan perubahan sosial yang radikal atau revolusioner, yang dapat menghapus atau mengurangi ketimpangan dan dominasi dalam masyarakat. Contoh penerapan perspektif konflik sosial dalam mengatasi permasalahan sosial adalah dengan melakukan gerakan sosial, reformasi politik, redistribusi kekayaan, serta pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perspektif_Interaksionisme_Simbolik\"><\/span>Perspektif Interaksionisme Simbolik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perspektif interaksionisme simbolik adalah perspektif sosiologi yang menekankan pada makna dan interpretasi yang diberikan oleh individu atau kelompok terhadap realitas sosial. Menurut perspektif ini, permasalahan sosial adalah hasil dari proses konstruksi sosial, yaitu cara bagaimana individu atau kelompok mendefinisikan suatu situasi sebagai masalah. Oleh karena itu, cara untuk mengatasi permasalahan sosial adalah dengan memahami dan mengubah makna atau definisi yang melekat pada situasi tersebut. Contoh penerapan perspektif interaksionisme simbolik dalam mengatasi permasalahan sosial adalah dengan melakukan penelitian kualitatif, edukasi publik, advokasi hak asasi manusia, serta dialog antar-pihak.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 3 Perspektif Sosiologi: Fungsional, Konflik Sosial, dan Interaksionisme &#8230;. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2022\/08\/25\/090000869\/3-perspektif-sosiologi&#8211;fungsional-konflik-sosial-dan-interaksionisme.<br \/>\n(2) Penerapan Ilmu Sosiologi untuk Mengatasi Masalah Sosial &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/10\/23\/165512969\/penerapan-ilmu-sosiologi-untuk-mengatasi-masalah-sosial.<br \/>\n(3) Mengenal Perspektif Sosiologi Beserta Contohnya &#8211; Zenius Education. https:\/\/www.zenius.net\/blog\/perspektif-sosiologi.<br \/>\n(4) Pandangan Sosiologis Terhadap Masalah Sosial &#8211; Sosiologi79. https:\/\/www.sosiologi79.com\/2018\/07\/pandangan-sosiologis-terhadap-masalah.html.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Permasalahan Sosial Permasalahan sosial adalah suatu kondisi yang menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, sehingga menimbulkan ketidakpuasan, ketegangan, konflik, atau penderitaan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42872","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42872"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42872\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}