{"id":42866,"date":"2023-07-25T08:51:42","date_gmt":"2023-07-25T08:51:42","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2408"},"modified":"2023-07-25T08:51:42","modified_gmt":"2023-07-25T08:51:42","slug":"sifat-sifat-ilmu-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-sifat-ilmu-sosial\/","title":{"rendered":"Sifat-Sifat Ilmu Sosial"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-sifat-ilmu-sosial\/#1_Ilmu_sosial_bersifat_empiris\" >1. Ilmu sosial bersifat empiris<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-sifat-ilmu-sosial\/#2_Ilmu_sosial_bersifat_teoritis\" >2. Ilmu sosial bersifat teoritis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-sifat-ilmu-sosial\/#3_Ilmu_sosial_bersifat_kumulatif\" >3. Ilmu sosial bersifat kumulatif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-sifat-ilmu-sosial\/#4_Ilmu_sosial_bersifat_non-etis\" >4. Ilmu sosial bersifat non-etis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-sifat-ilmu-sosial\/#5_Ilmu_sosial_bersifat_murni_dan_terapan\" >5. Ilmu sosial bersifat murni dan terapan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-sifat-ilmu-sosial\/#6_Ilmu_sosial_bersifat_interdisipliner\" >6. Ilmu sosial bersifat interdisipliner<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Ilmu sosial adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam segala aspek hidupnya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ilmu sosial mencakup berbagai cabang ilmu, seperti sosiologi, antropologi, psikologi, ekonomi, politik, sejarah, dan lain-lain. Ilmu sosial memiliki beberapa sifat yang membedakannya dari ilmu alam, yaitu:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Ilmu_sosial_bersifat_empiris\"><\/span>1. Ilmu sosial bersifat empiris<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ilmu sosial bersifat empiris, artinya ilmu yang diperoleh berdasarkan observasi, pengalaman, atau eksperimen yang dilakukan di lapangan.\u00a0Ilmu sosial tidak mengandalkan asumsi, spekulasi, atau imajinasi semata, melainkan harus didukung oleh data atau fakta yang nyata dan dapat diverifikasi<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Ilmu_sosial_bersifat_teoritis\"><\/span>2. Ilmu sosial bersifat teoritis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ilmu sosial bersifat teoritis, artinya ilmu yang selalu berusaha menyusun kesimpulan (abstraksi) dari hasil observasi.\u00a0Ilmu sosial tidak hanya menggambarkan atau menjelaskan fenomena sosial yang terjadi, melainkan juga mencari hubungan sebab-akibat, hukum-hukum umum, atau prinsip-prinsip yang dapat menjelaskan fenomena tersebut secara sistematis dan logis<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Ilmu_sosial_bersifat_kumulatif\"><\/span>3. Ilmu sosial bersifat kumulatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ilmu sosial bersifat kumulatif, artinya ilmu yang selalu berkembang dan bertambah seiring dengan waktu. Ilmu sosial tidak statis atau tetap, melainkan dinamis dan fleksibel.\u00a0Ilmu sosial selalu terbuka terhadap kritik, revisi, atau penemuan baru yang dapat memperbaiki, memperluas, atau mengganti teori-teori lama<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Ilmu_sosial_bersifat_non-etis\"><\/span>4. Ilmu sosial bersifat non-etis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ilmu sosial bersifat non-etis, artinya ilmu yang tidak memihak atau menilai baik-buruk fenomena sosial yang diteliti. Ilmu sosial bersikap netral dan objektif dalam melakukan analisis dan interpretasi data.\u00a0Ilmu sosial tidak dipengaruhi oleh nilai-nilai moral, agama, politik, atau ideologi tertentu<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Ilmu_sosial_bersifat_murni_dan_terapan\"><\/span>5. Ilmu sosial bersifat murni dan terapan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ilmu sosial bersifat murni dan terapan, artinya ilmu yang memiliki dua fungsi utama, yaitu untuk menambah pengetahuan dan untuk memecahkan masalah. Ilmu sosial murni adalah ilmu yang bertujuan untuk mengembangkan teori-teori baru tanpa mempertimbangkan implikasi praktisnya.\u00a0Ilmu sosial terapan adalah ilmu yang bertujuan untuk menerapkan teori-teori yang ada untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang aktual<sup>2<\/sup><sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Ilmu_sosial_bersifat_interdisipliner\"><\/span>6. Ilmu sosial bersifat interdisipliner<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ilmu sosial bersifat interdisipliner, artinya ilmu yang saling berhubungan dan berinteraksi dengan cabang-cabang ilmu lainnya. Ilmu sosial tidak dapat dipisahkan dari ilmu alam, ilmu humaniora, atau ilmu-ilmu lainnya.\u00a0Ilmu sosial seringkali meminjam konsep, metode, atau teori dari ilmu-ilmu lain untuk memperkaya dan memperdalam pemahaman tentang fenomena sosial<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Sosiologi Menurut Para Ahli Beserta Ciri, Hakikat, dan Objek Kajian. https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi.<br \/>\n(2) 6+ Sifat-Sifat Sosiologi Beserta Ciri-Ciri dan Karakteristiknya [Lengkap]. https:\/\/www.haruspintar.com\/sifat-sifat-sosiologi\/.<br \/>\n(3) Sosiologi: Pengertian, Sejarah, dan Ciri-cirinya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/07\/30\/130000469\/sosiologi-pengertian-sejarah-dan-ciri-cirinya.<br \/>\n(4) Perbedaan Ilmu-ilmu Alam dengan Ilmu-ilmu Sosial Dilihat &#8230; &#8211; Kompasiana. https:\/\/www.kompasiana.com\/husenbintahir\/55547252b67e616318ba5544\/perbedaan-ilmuilmu-alam-dengan-ilmuilmu-sosial-dilihat-dari-dasar-epistemologi.<br \/>\n(5) Berikut ini yang bukan sifat dan hakikat ilmu sosi&#8230; &#8211; Roboguru. https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/question\/berikut-ini-yang-bukan-sifat-dan-hakikat-ilmu-sosiologi-adalah-_QU-JLI9IBYK.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilmu sosial adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam segala aspek hidupnya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ilmu sosial mencakup berbagai cabang ilmu, seperti&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42866","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42866"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42866\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}