{"id":42861,"date":"2023-07-25T08:35:06","date_gmt":"2023-07-25T08:35:06","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2392"},"modified":"2023-07-25T08:35:06","modified_gmt":"2023-07-25T08:35:06","slug":"teknik-sampling-pengertian-jenis-dan-langkah-langkanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/teknik-sampling-pengertian-jenis-dan-langkah-langkanya\/","title":{"rendered":"Teknik Sampling : Pengertian, Jenis dan Langkah-Langkanya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/teknik-sampling-pengertian-jenis-dan-langkah-langkanya\/#Langkah-langkah_Pengambilan_Sampel\" >Langkah-langkah Pengambilan Sampel<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/teknik-sampling-pengertian-jenis-dan-langkah-langkanya\/#Jenis-jenis_Teknik_Sampling\" >Jenis-jenis Teknik Sampling<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/teknik-sampling-pengertian-jenis-dan-langkah-langkanya\/#Sampling_Nonprobabilitas\" >Sampling Nonprobabilitas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/teknik-sampling-pengertian-jenis-dan-langkah-langkanya\/#Sampling_Probabilitas\" >Sampling Probabilitas<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Teknik sampling adalah teknik atau metode untuk memilih dan mengambil unsur-unsur atau anggota-anggota dari populasi untuk digunakan sebagai sampel secara representatif<sup>1<\/sup>. Dalam studi statistik, metode pengambilan sampel merujuk pada bagaimana kita memilih anggota dari populasi yang akan di dalam penelitian.<\/p>\n<p>Jika sampel tidak dipilih secara acak, mungkin akan bias dalam beberapa cara dan data mungkin tidak mewakili populasi.\u00a0Dengan kata lain, pengambilan sampel merupakan pemilihan subset (sampel statistik) individu dari dalam populasi statistik untuk memperkirakan karakteristik seluruh populasi<sup>2<\/sup>.\u00a0Dua keuntungan pengambilan sampel adalah biaya yang lebih rendah dan pengumpulan data yang lebih cepat daripada mengukur seluruh populasi<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah-langkah_Pengambilan_Sampel\"><\/span>Langkah-langkah Pengambilan Sampel<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Teknik pengambilan sampel mencakup tahap-tahap yang berurutan, yaitu<sup>1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Memberi batasan populasi yang hendak diamati<\/li>\n<li>Menentukan bingkai sampel, yakni kumpulan semua item atau peristiwa yang mungkin<\/li>\n<li>Menentukan metode sampling yang tepat<\/li>\n<li>Melakukan pengambilan sampel (pengumpulan data)<\/li>\n<li>Melakukan pengecekan ulang proses sampling<\/li>\n<\/ul>\n<p>Menurut Dalen (1981), beberapa langkah yang harus diperhatikan peneliti dalam menentukan sampel, yaitu<sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Menentukan populasi<\/li>\n<li>Mencari data akurat unit populasi<\/li>\n<li>Memilih sampel yang representatif<\/li>\n<li>Menentukan jumlah sampel yang memadai<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-jenis_Teknik_Sampling\"><\/span>Jenis-jenis Teknik Sampling<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk menentukan sampel dalam penelitian, terdapat berbagai teknik pengambilan sampel yang digunakan.\u00a0Teknik sampling berdasarkan adanya randomisasi, yakni pengambilan subyek secara acak dari kumpulannya, dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu sampling nonprobabilitas dan sampling probabilitas<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sampling_Nonprobabilitas\"><\/span>Sampling Nonprobabilitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sampling nonprobabilitas adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih menjadi anggota sampel. Teknik ini biasanya digunakan untuk penelitian kualitatif atau eksploratif, atau ketika sulit untuk mendapatkan bingkai sampel yang lengkap dan akurat.\u00a0Beberapa jenis sampling nonprobabilitas antara lain<sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Sampling sistematis: teknik pengambilan sampel dengan cara menetapkan interval tertentu untuk memilih anggota sampel dari populasi. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 1000 orang, maka intervalnya adalah 10. Artinya, setiap orang ke-10 dari daftar populasi akan dipilih sebagai anggota sampel.<\/li>\n<li>Sampling kuota: teknik pengambilan sampel dengan cara menetapkan kuota atau jumlah tertentu untuk setiap kategori atau kelompok dalam populasi. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 1000 orang dengan proporsi laki-laki dan perempuan 50:50, maka kuotanya adalah 50 orang untuk setiap jenis kelamin. Anggota sampel kemudian dipilih secara acak atau sengaja dari setiap kategori atau kelompok tersebut.<\/li>\n<li>Sampling aksidental: teknik pengambilan sampel dengan cara memilih anggota sampel yang kebetulan tersedia atau mudah dijangkau pada saat penelitian dilakukan. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 1000 orang yang berkunjung ke sebuah mal, maka anggota sampel adalah 100 orang pertama yang bersedia mengisi kuesioner penelitian.<\/li>\n<li>Purposive sampling: teknik pengambilan sampel dengan cara memilih anggota sampel berdasarkan tujuan atau kriteria tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 1000 orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, maka anggota sampel adalah 100 orang yang memenuhi kriteria tersebut.<\/li>\n<li>Sampling jenuh: teknik pengambilan sampel dengan cara memilih semua anggota populasi sebagai anggota sampel. Teknik ini hanya dapat digunakan jika populasi sangat kecil atau terbatas. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 100 orang pegawai sebuah perusahaan, maka semua pegawai tersebut akan menjadi anggota sampel.<\/li>\n<li>Snowball sampling: teknik pengambilan sampel dengan cara meminta bantuan anggota sampel yang sudah dipilih untuk merekomendasikan atau menghubungkan peneliti dengan anggota sampel lain yang memenuhi kriteria penelitian. Teknik ini biasanya digunakan untuk penelitian yang melibatkan populasi yang sulit dijangkau atau sensitif. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 1000 orang pengguna narkoba, maka anggota sampel awal adalah beberapa orang pengguna narkoba yang dikenal oleh peneliti atau informan. Kemudian, anggota sampel awal tersebut diminta untuk memberikan nama atau kontak orang lain yang juga pengguna narkoba.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sampling_Probabilitas\"><\/span>Sampling Probabilitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sampling probabilitas adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih menjadi anggota sampel. Teknik ini biasanya digunakan untuk penelitian kuantitatif atau konfirmatif, atau ketika bingkai sampel yang lengkap dan akurat tersedia.\u00a0Beberapa jenis sampling probabilitas antara lain<sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Simple random sampling: teknik pengambilan sampel dengan cara memilih anggota sampel secara acak dari populasi tanpa memperhatikan karakteristik atau kategori apapun. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 1000 orang, maka anggota sampel adalah 100 orang yang dipilih secara acak dari daftar populasi.<\/li>\n<li>Proportionate stratified random sampling: teknik pengambilan sampel dengan cara membagi populasi menjadi beberapa kelompok atau strata berdasarkan karakteristik atau kategori tertentu, kemudian memilih anggota sampel secara acak dari setiap strata dengan proporsi yang sama dengan proporsi strata dalam populasi. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 1000 orang dengan proporsi laki-laki dan perempuan 50:50, maka populasi dibagi menjadi dua strata yaitu laki-laki dan perempuan. Kemudian, dari setiap strata dipilih 50 orang secara acak sebagai anggota sampel.<\/li>\n<li>Disproportionate stratified random sampling: teknik pengambilan sampel dengan cara membagi populasi menjadi beberapa kelompok atau strata berdasarkan karakteristik atau kategori tertentu, kemudian memilih anggota sampel secara acak dari setiap strata dengan proporsi yang berbeda dengan proporsi strata dalam populasi. Teknik ini digunakan jika ada strata yang lebih penting atau lebih menarik untuk diteliti daripada strata lain. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 1000 orang dengan proporsi laki-laki dan perempuan 50:50, tetapi peneliti lebih tertarik pada pendapat perempuan, maka populasi dibagi menjadi dua strata yaitu laki-laki dan perempuan. Kemudian, dari strata laki-laki dipilih 25 orang secara acak dan dari strata perempuan dipilih 75 orang secara acak sebagai anggota sampel.<\/li>\n<li>Area (cluster) sampling: teknik pengambilan sampel dengan cara membagi populasi menjadi beberapa kelompok atau klaster berdasarkan wilayah geografis atau administratif, kemudian memilih beberapa klaster secara acak sebagai anggota sampel. Anggota sampel kemudian diambil dari semua anggota populasi yang berada dalam klaster terpilih. Teknik ini digunakan jika populasi tersebar luas di berbagai wilayah dan sulit untuk dijangkau secara individual. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 1000 orang yang tinggal di sebuah provinsi, maka populasi dibagi menjadi beberapa klaster berdasarkan kabupaten atau kota. Kemudian, dari klaster-klaster tersebut dipilih beberapa klaster secara acak sebagai anggota sampel. Anggota sampel kemudian diambil dari semua penduduk yang tinggal di klaster terpilih.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ada beberapa teknik sampling lain yang dapat digunakan dalam penelitian. Berikut adalah beberapa di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li>Sampling berlapis: teknik pengambilan sampel dengan cara membagi populasi menjadi beberapa lapisan atau subpopulasi berdasarkan karakteristik atau kategori tertentu, kemudian memilih anggota sampel secara acak dari setiap lapisan. Teknik ini digunakan jika populasi memiliki variasi yang tinggi dalam karakteristik atau kategori tertentu. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 1000 orang yang memiliki tingkat pendidikan yang berbeda-beda, maka populasi dibagi menjadi beberapa lapisan berdasarkan tingkat pendidikan.\u00a0Kemudian, dari setiap lapisan dipilih sejumlah orang secara acak sebagai anggota sampel<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Sampling bertahap: teknik pengambilan sampel dengan cara membagi populasi menjadi beberapa tahap atau unit sampling, kemudian memilih beberapa unit sampling secara acak sebagai anggota sampel. Anggota sampel kemudian diambil dari unit sampling terpilih. Teknik ini digunakan jika populasi terdiri dari unit-unit yang berbeda dalam ukuran atau karakteristik. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 1000 orang yang tinggal di sebuah negara, maka populasi dibagi menjadi beberapa tahap yaitu provinsi, kabupaten\/kota, kecamatan, desa\/kelurahan. Kemudian, dari setiap tahap dipilih beberapa unit secara acak sebagai anggota sampel.\u00a0Anggota sampel kemudian diambil dari unit-unit terpilih<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Sampling sistematis: teknik pengambilan sampel dengan cara menetapkan interval tertentu untuk memilih anggota sampel dari populasi. Misalnya, jika ingin mengambil 100 orang dari 1000 orang, maka intervalnya adalah 10.\u00a0Artinya, setiap orang ke-10 dari daftar populasi akan dipilih sebagai anggota sampel<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Keuntungan dan kerugian teknik sampling tergantung pada tujuan penelitian, jenis data, ketersediaan bingkai sampel, dan sumber daya yang dimiliki peneliti.\u00a0Secara umum, keuntungan teknik sampling adalah sebagai berikut<sup>4<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Lebih cepat dan menghemat waktu<\/li>\n<li>Lebih menghemat biaya karena data yang dikumpulkan hanya sebagian dari populasi<\/li>\n<li>Lebih mudah untuk mengolah dan menganalisis data<\/li>\n<li>Lebih fleksibel dalam menyesuaikan dengan kondisi lapangan<\/li>\n<li>Lebih mudah untuk mendapatkan kerjasama dari responden<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sedangkan kerugian teknik sampling adalah sebagai berikut<sup>4<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Tidak dapat menjamin representativitas sampel terhadap populasi<\/li>\n<li>Rentan terhadap bias atau kesalahan dalam pengambilan sampel<\/li>\n<li>Memerlukan bingkai sampel yang lengkap dan akurat<\/li>\n<li>Memerlukan perhitungan statistik yang rumit untuk mengestimasi parameter populasi<\/li>\n<li>Memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam teknik sampling.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>(1) Pengertian Teknik Sampling, Jenis, dan Contohnya &#8211; Penelitian Ilmiah. https:\/\/penelitianilmiah.com\/teknik-sampling\/.<br \/>\n(2) Teknik Sampling Dalam Penelitian &#8211; Statistikian. https:\/\/www.statistikian.com\/2017\/06\/teknik-sampling-dalam-penelitian.html.<br \/>\n(3) Teknik Pengambilan Sampel: 11 Macam dan Contoh Lengkapnya. https:\/\/penerbitdeepublish.com\/teknik-pengambilan-sampel\/.<br \/>\n(4) Teknik Sampling: 8 Jenis Teknik Pengambilan Sampel &#8230; &#8211; GEOSPASIALIS. https:\/\/geospasialis.com\/teknik-sampling\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teknik sampling adalah teknik atau metode untuk memilih dan mengambil unsur-unsur atau anggota-anggota dari populasi untuk digunakan sebagai sampel secara representatif1. Dalam studi statistik, metode&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42861","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42861","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42861"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42861\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42861"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42861"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42861"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}