{"id":42846,"date":"2023-07-13T02:31:09","date_gmt":"2023-07-13T02:31:09","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2346"},"modified":"2023-07-13T02:31:09","modified_gmt":"2023-07-13T02:31:09","slug":"bentuk-struktur-kurikulum-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-struktur-kurikulum-merdeka\/","title":{"rendered":"Bentuk Struktur Kurikulum Merdeka?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-struktur-kurikulum-merdeka\/#Latar_Belakang_Kurikulum_Merdeka\" >Latar Belakang Kurikulum Merdeka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-struktur-kurikulum-merdeka\/#Karakteristik_Kurikulum_Merdeka\" >Karakteristik Kurikulum Merdeka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-struktur-kurikulum-merdeka\/#Struktur_Kurikulum_Merdeka\" >Struktur Kurikulum Merdeka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-struktur-kurikulum-merdeka\/#Alur_Memahami_Kurikulum_Merdeka\" >Alur Memahami Kurikulum Merdeka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bentuk-struktur-kurikulum-merdeka\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik<sup>1<\/sup>.\u00a0Kurikulum ini bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik<sup>2<\/sup>.\u00a0Kurikulum ini juga mengembangkan proyek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai kegiatan kokurikuler yang mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu penting<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Latar_Belakang_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Latar Belakang Kurikulum Merdeka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka merupakan istilah lain dari Kurikulum Prototipe 2022 (Kurikulum Prototype 2022) yang dilaksanakan pada Program Sekolah Penggerak mengacu kepada profil pelajar Pancasila dalam rangka penguatan kompetensi dan karakter peserta didik<sup>3<\/sup>.\u00a0Kurikulum ini dikembangkan sebagai respons terhadap krisis dan kesenjangan pembelajaran yang terjadi di Indonesia, yang diperburuk oleh pandemi COVID-19<sup>4<\/sup>.\u00a0Berdasarkan studi nasional dan internasional, siswa pengguna Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan oleh Pemerintah) mendapat capaian belajar yang lebih baik daripada siswa yang menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh<sup>4<\/sup>. Hal ini menunjukkan bahwa fokus pada materi esensial, relevan, dan mendalam dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karakteristik_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Karakteristik Kurikulum Merdeka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Pengembangan soft skills dan karakter melalui proyek penguatan profil pelajar Pancasila.\u00a0Proyek ini tidak terikat pada konten mata pelajaran, tetapi berdasarkan tema-tema atau isu penting, seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi<sup>1<\/sup><sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Fokus pada materi esensial, relevan, dan mendalam sehingga ada waktu cukup untuk membangun kreativitas dan inovasi peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi<sup>1<\/sup><sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Pembelajaran yang fleksibel dan sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan masing-masing peserta didik.\u00a0Pendidik dapat melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal serta memilih berbagai perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik<sup>1<\/sup><sup>4<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Struktur_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Struktur Kurikulum Merdeka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Struktur Kurikulum Merdeka merupakan pengorganisasian atas capaian pembelajaran, muatan pembelajaran, dan beban belajar.\u00a0Struktur Kurikulum Merdeka tercantum pada Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 262\/M\/2022<sup>5<\/sup>. Berikut adalah tabel yang menunjukkan struktur kurikulum merdeka untuk jenjang SD\/MI:<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>No<\/th>\n<th>Muatan Pembelajaran<\/th>\n<th>Beban Belajar (Jam Pelajaran\/Minggu)<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>1<\/td>\n<td>Pendidikan Agama<\/td>\n<td>4<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>2<\/td>\n<td>Pendidikan Kewarganegaraan<\/td>\n<td>3<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>3<\/td>\n<td>Bahasa Indonesia<\/td>\n<td>6<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>4<\/td>\n<td>Matematika<\/td>\n<td>6<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>5<\/td>\n<td>IPA<\/td>\n<td>5<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>6<\/td>\n<td>IPS<\/td>\n<td>4<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>7<\/td>\n<td>Seni Budaya<\/td>\n<td>3<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>8<\/td>\n<td>Pendidikan Jasmani dan Kesehatan<\/td>\n<td>3<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>9<\/td>\n<td>Bahasa Asing<\/td>\n<td>2<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>10<\/td>\n<td>Muatan Lokal<\/td>\n<td>2<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>11<\/td>\n<td>Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila<\/td>\n<td>4<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td>Jumlah<\/td>\n<td>42<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Sumber:\u00a0<sup>5<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alur_Memahami_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Alur Memahami Kurikulum Merdeka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk memahami Kurikulum Merdeka, terdapat empat langkah yang harus dilakukan, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Memahami garis besar Kurikulum Merdeka, termasuk regulasi, kajian akademik, dan capaian pembelajaran yang diharapkan<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Memahami pembelajaran dan asesmen, termasuk prinsip, perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil asesmen<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Memahami pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan, termasuk analisis karakteristik, penyusunan visi misi tujuan, pengorganisasian pembelajaran, dan pendampingan evaluasi<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Memahami pengembangan proyek penguatan profil pelajar Pancasila, termasuk menyiapkan ekosistem sekolah, mendesain proyek, melaksanakan proyek, dan mengevaluasi proyek<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Kurikulum ini berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Kurikulum ini juga mengembangkan proyek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai kegiatan kokurikuler yang mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu penting. Kurikulum ini dikembangkan sebagai respons terhadap krisis dan kesenjangan pembelajaran yang terjadi di Indonesia, yang diperburuk oleh pandemi COVID-19. Kurikulum ini memiliki struktur yang terorganisir dan alur yang jelas untuk memahaminya.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Kurikulum Merdeka &#8211; Kemendikbudristek. https:\/\/kurikulum.kemdikbud.go.id\/kurikulum-merdeka\/.<br \/>\n(2) Kupas Tuntas Kurikulum Merdeka, Begini Konsep &amp; Implementasinya &#8211; Ruangguru. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kurikulum-merdeka.<br \/>\n(3) APA ITU KURIKULUM MERDEKA DAN MERDEKA BELAJAR. https:\/\/www.ainamulyana.com\/2022\/02\/apa-itu-kurikulum-merdeka.html.<br \/>\n(4) Kurikulum Merdeka &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kurikulum_Merdeka.<br \/>\n(5) Kurikulum Merdeka &#8211; Kemendikbudristek. https:\/\/kurikulum.kemdikbud.go.id\/kurikulum-merdeka\/capaian-pembelajaran.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik1.\u00a0Kurikulum ini bertujuan untuk&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42846","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42846","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42846"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42846\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}