{"id":4277,"date":"2023-08-25T03:01:40","date_gmt":"2023-08-25T03:01:40","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4277"},"modified":"2023-08-25T03:01:40","modified_gmt":"2023-08-25T03:01:40","slug":"historiografi-modern-penulisan-sejarah-yang-kritis-dan-ilmiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/historiografi-modern-penulisan-sejarah-yang-kritis-dan-ilmiah\/","title":{"rendered":"Historiografi Modern: Penulisan Sejarah yang Kritis dan Ilmiah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/historiografi-modern-penulisan-sejarah-yang-kritis-dan-ilmiah\/#Pengertian_Historiografi_Modern\" >Pengertian Historiografi Modern<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/historiografi-modern-penulisan-sejarah-yang-kritis-dan-ilmiah\/#Ciri-Ciri_Historiografi_Modern\" >Ciri-Ciri Historiografi Modern<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/historiografi-modern-penulisan-sejarah-yang-kritis-dan-ilmiah\/#Kelebihan_dan_Kekurangan_Historiografi_Modern\" >Kelebihan dan Kekurangan Historiografi Modern<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/historiografi-modern-penulisan-sejarah-yang-kritis-dan-ilmiah\/#Contoh_Karya_Historiografi_Modern\" >Contoh Karya Historiografi Modern<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Historiografi adalah ilmu yang mempelajari tentang penulisan sejarah, baik dari segi metode, sumber, interpretasi, maupun tujuan. Historiografi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan ciri-ciri dan karakteristiknya. Salah satu jenis historiografi yang berkembang di Indonesia adalah historiografi modern.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Historiografi_Modern\"><\/span>Pengertian Historiografi Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Historiografi modern merupakan penulisan sejarah yang menggunakan metodologi analisis kritis dan berpedoman pada prinsip sejarah sebagai ilmu. Historiografi modern berfokus pada pemaparan data dan fakta dari sebuah peristiwa sejarah.\u00a0Fakta sejarah dalam historiografi modern didapatkan melalui metode penelitian sejarah, penggunaan ilmu bantu sejarah, dan rekonstruksi sejarah lisan<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Historiografi modern ingin merubah paradigma sejarah lama yang identik sebagai produk legitimasi dari penguasa.\u00a0Dalam konsep historiografi modern, sejarah tidak hanya ditulis oleh pemenang namun juga bisa ditulis oleh pihak yang kalah ataupun korban dari sebuah peristiwa sejarah<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Historiografi modern muncul sebagai respons terhadap historiografi kolonial yang dianggap tidak objektif dan cenderung memihak kepada kepentingan kolonial Belanda.\u00a0Historiografi modern juga mendorong adanya penulisan sejarah nasional yang berorientasi pada kehidupan masyarakat Indonesia<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Historiografi_Modern\"><\/span>Ciri-Ciri Historiografi Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Historiografi modern memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup>4<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Bersifat objektif: Historiografi modern berusaha mengungkapkan peristiwa sejarah sesuai dengan kenyataan yang terjadi.<\/li>\n<li>Menggunakan metodologi sejarah yang dapat diukur kebenarannya: Historiagrafi modern berusaha menempatkan sejarah sebagai sebuah ilmu yang bisa diukur dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah melalui metode-metode yang digunakan.<\/li>\n<li>Menggunakan pendekatan multidimensional: Dalam buku Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah (2014) karya Sartono Kartodirdjo, rekonstruksi sejarah dalam historiografi modern menggunakan bantuan konsep dan teori dari berbagai cabang ilmu sosial untuk memperdalam analisis peristiwa sejarah.<\/li>\n<li>Interpretasi fakta sejarah menggunakan sudut pandang multiperspektif: Sudut pandang multiperspektif dalam historiografi modern bertujuan untuk menghasilkan pemaparan sejarah yang berimbang dan tidak memihak terhadap kepentingan suatu golongan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan_dan_Kekurangan_Historiografi_Modern\"><\/span>Kelebihan dan Kekurangan Historiografi Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Historiografi modern memiliki kelebihan, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Dapat diukur kebenarannya: Pemaparan peristiwa sejarah disampaikan secara berimbang<\/li>\n<li>Mengungkapkan dinamika kehidupan masyarakat dari berbagai aspek kehidupan<\/li>\n<li>Memiliki ruang lingkup kajian sejarah yang luas<\/li>\n<li>Menggunakan analisis yang kritis dan mendalam<\/li>\n<\/ul>\n<p>Historiografi modern memiliki kelemahan, sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Penulisan sejarah cenderung kaku dan kurang fleksibel<\/li>\n<li>Terpaku pada metodologi sejarah<\/li>\n<li>Penulisan sejarah bertujuan untuk kepentingan akademis, sehingga terkadang mengesampingkan pemaparan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa sejarah<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Karya_Historiografi_Modern\"><\/span>Contoh Karya Historiografi Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut beberapa contoh karya historiografi modern:<\/p>\n<ul>\n<li>Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo<\/li>\n<li>Pelayaran dan Perniagaan Nusantara abad ke-16 dan 17 karya Adrian B Lapian<\/li>\n<li>Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia karya Soekarno<\/li>\n<li>Sejarah Nasional Indonesia Jilid I-VI karya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Historiografi Modern: Ciri-Ciri, Kelebihan, dan Kekurangan &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/11\/11\/160722969\/historiografi-modern-ciri-ciri-kelebihan-dan-kekurangan.<br \/>\n(2) Apa Saja Ciri-Ciri Historiografi Modern dan Pengertiannya &#8211; Tirto.ID. https:\/\/tirto.id\/apa-saja-ciri-ciri-historiografi-modern-dan-pengertiannya-gotP.<br \/>\n(3) Historiografi Modern: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan. https:\/\/kumparan.com\/sejarah-dan-sosial\/historiografi-modern-pengertian-kelebihan-dan-kekurangan-20W9PZsVyjI.<br \/>\n(4) Ciri-Ciri dan Contoh Historiografi Modern &#8211; Materi Sejarah Kelas 10. https:\/\/www.zenius.net\/blog\/ciri-ciri-dan-contoh-historiografi-modern.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Historiografi adalah ilmu yang mempelajari tentang penulisan sejarah, baik dari segi metode, sumber, interpretasi, maupun tujuan. Historiografi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan ciri-ciri dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4277","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4277"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4277\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}