{"id":42585,"date":"2024-10-29T11:34:30","date_gmt":"2024-10-29T04:34:30","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=42585"},"modified":"2024-10-29T11:34:30","modified_gmt":"2024-10-29T04:34:30","slug":"hasil-ktt-asean-1-10-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hasil-ktt-asean-1-10-2\/","title":{"rendered":"Hasil KTT ASEAN ke-43 di Jakarta: Tantangan dan Peluang Kawasan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hasil-ktt-asean-1-10-2\/#Latar_Belakang_dan_Agenda_KTT_ASEAN_2023\" >Latar Belakang dan Agenda KTT ASEAN 2023<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hasil-ktt-asean-1-10-2\/#1_Penguatan_Ekonomi_ASEAN_sebagai_Epicentrum_of_Growth\" >1. Penguatan Ekonomi ASEAN sebagai Epicentrum of Growth<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hasil-ktt-asean-1-10-2\/#2_Tantangan_dan_Strategi_Keamanan_Kawasan_Laut_China_Selatan_dan_Krisis_Myanmar\" >2. Tantangan dan Strategi Keamanan Kawasan: Laut China Selatan dan Krisis Myanmar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hasil-ktt-asean-1-10-2\/#3_Isu_Kemanusiaan_dan_Sosial_Hak_Asasi_dan_Pendidikan\" >3. Isu Kemanusiaan dan Sosial: Hak Asasi dan Pendidikan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hasil-ktt-asean-1-10-2\/#4_Kemitraan_Strategis_dengan_Negara_Mitra\" >4. Kemitraan Strategis dengan Negara Mitra<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hasil-ktt-asean-1-10-2\/#5_Dokumen_dan_Kesepakatan_Penting\" >5. Dokumen dan Kesepakatan Penting<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Latar_Belakang_dan_Agenda_KTT_ASEAN_2023\"><\/span>Latar Belakang dan Agenda KTT ASEAN 2023<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 yang berlangsung di Jakarta pada 5-7 September 2023 menjadi momen penting bagi negara-negara anggota ASEAN dan mitra global mereka. Dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama regional, merespons tantangan keamanan, dan memperkuat ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Sebanyak 11 negara ASEAN beserta 9 negara mitra\u2014termasuk Amerika Serikat, China, Jepang, dan Australia\u2014hadir untuk membahas sejumlah isu utama, seperti ketahanan pangan, keamanan energi, dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Penguatan_Ekonomi_ASEAN_sebagai_Epicentrum_of_Growth\"><\/span>1. Penguatan Ekonomi ASEAN sebagai Epicentrum of Growth<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>KTT ke-43 menegaskan visi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi (<em>epicentrum of growth<\/em>). Sejumlah kesepakatan yang dihasilkan mencakup:<\/p>\n<ul>\n<li>Kerja Sama Ekonomi Digital: ASEAN akan memperkuat infrastruktur ekonomi digital melalui pelatihan dan peningkatan keamanan siber. Ini penting mengingat berkembangnya ekonomi digital dan kebutuhan akan stabilitas di bidang keamanan digital di tengah ancaman siber yang semakin meningkat.<\/li>\n<li>Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik: ASEAN bekerja sama dengan Jepang, China, dan Korea Selatan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di kawasan. Inisiatif ini mendukung pengurangan emisi karbon di wilayah ASEAN, yang menjadi prioritas di tengah upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.<\/li>\n<li>Kerangka Kerja Ekonomi Biru ASEAN: ASEAN juga mengadopsi kerangka kerja yang berfokus pada kolaborasi berkelanjutan dalam pengelolaan laut dan pesisir. Ini bertujuan untuk mendorong perekonomian yang berwawasan lingkungan, yang menjadi semakin penting dalam menghadapi isu pemanasan global dan eksploitasi sumber daya alam.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tantangan_dan_Strategi_Keamanan_Kawasan_Laut_China_Selatan_dan_Krisis_Myanmar\"><\/span>2. Tantangan dan Strategi Keamanan Kawasan: Laut China Selatan dan Krisis Myanmar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Masalah keamanan kawasan, terutama di Laut China Selatan dan Myanmar, mendapat perhatian besar dalam pertemuan ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Laut China Selatan: ASEAN mendorong penegakan Deklarasi Perilaku Pihak (DOC) serta menghormati hukum internasional, khususnya Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982. Hal ini dilakukan untuk menghindari eskalasi konflik dengan China dan menjaga stabilitas di jalur maritim penting ini.<\/li>\n<li>Krisis Myanmar: Dengan situasi Myanmar yang masih belum stabil, ASEAN membentuk mekanisme <em>troika<\/em> untuk mengatasi krisis tersebut. Inisiatif ini bertujuan untuk meredakan ketegangan internal di Myanmar dan memastikan bahwa hak asasi manusia dihormati di seluruh kawasan.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Isu_Kemanusiaan_dan_Sosial_Hak_Asasi_dan_Pendidikan\"><\/span>3. Isu Kemanusiaan dan Sosial: Hak Asasi dan Pendidikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Selain masalah ekonomi dan keamanan, ASEAN juga menyoroti isu-isu sosial seperti HAM dan pendidikan, termasuk:<\/p>\n<ul>\n<li>Peningkatan Perlindungan HAM: ASEAN menekankan pentingnya dialog terbuka dalam perlindungan HAM di kawasan. Hal ini mencakup hak-hak perempuan, anak-anak, dan komunitas rentan lainnya.<\/li>\n<li>Akses Pendidikan Berkualitas: ASEAN berkomitmen untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan dini yang berkualitas. Pendidikan dianggap sebagai fondasi penting untuk menciptakan masyarakat ASEAN yang kuat dan berdaya saing tinggi di era globalisasi.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kemitraan_Strategis_dengan_Negara_Mitra\"><\/span>4. Kemitraan Strategis dengan Negara Mitra<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>ASEAN memperkuat kemitraan strategis dengan negara-negara mitra, seperti Amerika Serikat, Jepang, China, dan India. Pertemuan ASEAN-Amerika Serikat, ASEAN-Tiongkok, dan ASEAN-Jepang membahas peningkatan kolaborasi dalam berbagai bidang:<\/p>\n<ul>\n<li>Perdagangan dan Investasi: Kolaborasi ini memungkinkan ASEAN meningkatkan akses terhadap teknologi dan investasi. Pertemuan ini juga menjadi platform untuk membahas inisiatif-inisiatif yang bisa mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi.<\/li>\n<li>Kolaborasi Indo-Pasifik: Dengan diundangnya negara-negara seperti Bangladesh dan Kepulauan Cook, ASEAN menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kerja sama inklusif di kawasan Indo-Pasifik, yang juga mencakup bidang keamanan dan ekonomi.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Dokumen_dan_Kesepakatan_Penting\"><\/span>5. Dokumen dan Kesepakatan Penting<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Secara keseluruhan, KTT ke-43 ASEAN menghasilkan sekitar 90 dokumen penting yang mencakup berbagai kesepakatan di bidang ekonomi, keamanan, sosial, dan lingkungan hidup. Dokumen-dokumen ini diharapkan mampu mendorong ASEAN sebagai kawasan yang lebih stabil, berdaya saing, dan makmur.<\/p>\n<p>KTT ASEAN ke-43 ini tidak hanya menjadi ajang memperkuat kerja sama, tetapi juga menjadi upaya ASEAN untuk berperan aktif dalam menghadapi tantangan global dan menjadi kawasan yang lebih inklusif serta tangguh menghadapi berbagai ancaman di masa depan.<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<ul>\n<li>Tirto.id. &#8220;Hasil KTT ASEAN Jakarta 2023 dan Negara yang Menyetujuinya&#8221;. Tirto.id. Diakses pada 5 Oktober 2023.<\/li>\n<li>Kompaspedia.kompas.id. &#8220;Perjalanan KTT ASEAN dan Hasil-Hasil Deklarasinya&#8221;. Kompaspedia. Diakses pada 5 Oktober 2023.<\/li>\n<li>TIMES Indonesia. &#8220;KTT ke-43 ASEAN Hasilkan 90 Dokumen dan Kesepakatan Konkret&#8221;. TIMES Indonesia. Diakses pada 5 Oktober 2023.<\/li>\n<li>Kompaspedia.kompas.id. &#8220;Hasil KTT ASEAN 2023: Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Kemitraan Strategis&#8221;. Kompaspedia. Diakses pada 5 Oktober 2023.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Latar Belakang dan Agenda KTT ASEAN 2023 Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 yang berlangsung di Jakarta pada 5-7 September 2023 menjadi momen penting bagi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[521],"class_list":["post-42585","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam","tag-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42585","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42585"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42585\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42585"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42585"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}