{"id":4257,"date":"2023-08-25T02:37:59","date_gmt":"2023-08-25T02:37:59","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4257"},"modified":"2023-08-25T02:37:59","modified_gmt":"2023-08-25T02:37:59","slug":"syarat-dan-proses-pengangkatan-tenaga-honorer-menjadi-pppk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/syarat-dan-proses-pengangkatan-tenaga-honorer-menjadi-pppk\/","title":{"rendered":"Syarat dan Proses Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi PPPK"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/syarat-dan-proses-pengangkatan-tenaga-honorer-menjadi-pppk\/#Perbedaan_Honorer_dan_PPPK\" >Perbedaan Honorer dan PPPK<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/syarat-dan-proses-pengangkatan-tenaga-honorer-menjadi-pppk\/#Syarat_dan_Proses_Pengangkatan_Honorer_menjadi_PPPK\" >Syarat dan Proses Pengangkatan Honorer menjadi PPPK<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/syarat-dan-proses-pengangkatan-tenaga-honorer-menjadi-pppk\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah salah satu jenis Aparatur Sipil Negara (ASN) yang direkrut berdasarkan Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.\u00a0PPPK memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan layanan publik dengan baik<sup>1<\/sup>.\u00a0PPPK juga mendapatkan gaji dan tunjangan yang setara dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai dengan golongan dan masa kerja mereka<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Namun, apakah semua tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintah akan diangkat menjadi PPPK? Bagaimana proses dan syaratnya? Berikut penjelasannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Honorer_dan_PPPK\"><\/span>Perbedaan Honorer dan PPPK<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tenaga honorer adalah seseorang yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian atau pejabat lain dalam pemerintahan untuk melaksanakan tugas tertentu pada instansi pemerintah<sup>2<\/sup>.\u00a0Tenaga honorer bukan termasuk ke dalam formasi ASN, sehingga gaji mereka tidak diatur oleh peraturan pemerintah, melainkan mengacu pada Undang-Undang Ketenagakerjaan<sup>2<\/sup>.\u00a0Perekrutan tenaga honorer juga seringkali tidak melalui proses yang akuntabel<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Sementara itu, PPPK adalah ASN yang sah yang direkrut berdasarkan kriteria dan kebutuhan jabatan yang ditetapkan oleh instansi pemerintah<sup>1<\/sup>.\u00a0PPPK memiliki status kepegawaian yang jelas dan terjamin, serta mendapatkan perlindungan hukum dalam menjalankan tugasnya<sup>1<\/sup>.\u00a0PPPK juga mendapatkan jaminan hari tua dan pensiun yang setara dengan PNS<sup>3<\/sup>.\u00a0Perekrutan PPPK dilakukan melalui seleksi kompetensi yang transparan dan objektif<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_dan_Proses_Pengangkatan_Honorer_menjadi_PPPK\"><\/span>Syarat dan Proses Pengangkatan Honorer menjadi PPPK<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pemerintah berencana mengangkat sekitar 1,3 juta tenaga honorer menjadi PPPK pada tahun 2021<sup>4<\/sup>. Namun, tidak semua tenaga honorer dapat diangkat menjadi PPPK. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh tenaga honorer, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI)<\/li>\n<li>Memiliki ijazah sesuai dengan kualifikasi jabatan<\/li>\n<li>Memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun pada jabatan yang sama<\/li>\n<li>Terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi tenaga honorer di bidang pendidikan<\/li>\n<li>Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan<\/li>\n<li>Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit TNI, anggota Polri, atau ASN<\/li>\n<li>Tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus partai politik<\/li>\n<li>Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain itu, tenaga honorer juga harus mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) dan kompetensi bidang (SKB) yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN)<sup>4<\/sup>. Tes seleksi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dan keterampilan tenaga honorer sesuai dengan jabatan yang diinginkan. Tes seleksi ini juga bersifat kompetitif, sehingga hanya tenaga honorer yang memenuhi nilai ambang batas (passing grade) yang dapat diangkat menjadi PPPK.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>PPPK adalah salah satu jenis ASN yang memiliki tugas, tanggung jawab, gaji, tunjangan, dan perlindungan hukum yang setara dengan PNS. PPPK direkrut berdasarkan kriteria dan kebutuhan jabatan yang ditetapkan oleh instansi pemerintah. Tenaga honorer yang ingin diangkat menjadi PPPK harus memenuhi syarat tertentu dan mengikuti tes seleksi kompetensi yang diselenggarakan oleh BKN. Tidak semua tenaga honorer dapat diangkat menjadi PPPK, hanya yang memenuhi nilai ambang batas tes seleksi saja.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Memahami Perbedaan Gaji Honorer dengan PPPK &#8211; Kompas.com. https:\/\/money.kompas.com\/read\/2021\/01\/06\/101137426\/memahami-perbedaan-gaji-honorer-dengan-pppk.<br \/>\n(2) Setara PNS, Ini Besaran Lengkap Gaji Honorer yang Diangkat Jadi PPPK. https:\/\/money.kompas.com\/read\/2020\/11\/30\/084620826\/setara-pns-ini-besaran-lengkap-gaji-honorer-yang-diangkat-jadi-pppk.<br \/>\n(3) Perbedaan Honorer dan PPPK, Sama-sama non-ASN Gak Sih? &#8211; CNBC Indonesia. https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/news\/20220915172813-4-372483\/perbedaan-honorer-dan-pppk-sama-sama-non-asn-gak-sih.<br \/>\n(4) Apakah PPPK Sama dengan Honorer? Ini Penjelasan BKN &#8211; Kompas.com. https:\/\/money.kompas.com\/read\/2021\/01\/06\/070800626\/apakah-pppk-sama-dengan-honorer-ini-penjelasan-bkn.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah salah satu jenis Aparatur Sipil Negara (ASN) yang direkrut berdasarkan Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.\u00a0PPPK&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4257","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4257"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4257\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}