{"id":42544,"date":"2024-10-28T10:22:35","date_gmt":"2024-10-28T03:22:35","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=42544"},"modified":"2024-10-28T10:22:35","modified_gmt":"2024-10-28T03:22:35","slug":"apakah-harta-gono-gini-bisa-dijual-sepihak-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apakah-harta-gono-gini-bisa-dijual-sepihak-2\/","title":{"rendered":"Apakah Harta Gono-Gini Dapat Dijual Tanpa Persetujuan Pasangan?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apakah-harta-gono-gini-bisa-dijual-sepihak-2\/#Dasar_Hukum_Pengelolaan_Harta_Gono-Gini\" >Dasar Hukum Pengelolaan Harta Gono-Gini<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apakah-harta-gono-gini-bisa-dijual-sepihak-2\/#Konsekuensi_Hukum_Penjualan_Sepihak\" >Konsekuensi Hukum Penjualan Sepihak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apakah-harta-gono-gini-bisa-dijual-sepihak-2\/#Pembagian_Harta_Gono-Gini_dan_Solusi_Hukum\" >Pembagian Harta Gono-Gini dan Solusi Hukum<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"flex-shrink-0 flex flex-col relative items-end\">\n<div>\n<div class=\"pt-0\">\n<div class=\"gizmo-bot-avatar flex h-8 w-8 items-center justify-center overflow-hidden rounded-full\">\n<div class=\"relative p-1 rounded-sm flex items-center justify-center bg-token-main-surface-primary text-token-text-primary h-8 w-8\">Harta gono-gini merupakan harta bersama yang diperoleh suami dan istri selama masa perkawinan. Menurut hukum yang berlaku di Indonesia, harta ini tidak bisa dijual atau dialihkan secara sepihak oleh salah satu pihak, baik suami maupun istri, tanpa persetujuan dari pasangan. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 36 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menyatakan bahwa untuk melakukan tindakan hukum atas harta bersama, diperlukan persetujuan kedua belah pihak.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col flex-grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"3feacccc-8cbd-463e-9701-8929d8714abe\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dasar_Hukum_Pengelolaan_Harta_Gono-Gini\"><\/span>Dasar Hukum Pengelolaan Harta Gono-Gini<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Harta gono-gini diatur sebagai harta yang harus dikelola secara bersama-sama, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Pasal 35 ayat (1) UU Perkawinan menyebutkan bahwa semua harta yang diperoleh selama masa perkawinan adalah harta bersama. Selain itu, Pasal 36 ayat (1) menegaskan bahwa pengelolaan harta ini hanya bisa dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak.<\/p>\n<p>KHI juga mendukung prinsip ini. Pasal 92 KHI menegaskan bahwa suami atau istri tidak diperbolehkan menjual atau memindahkan harta bersama tanpa persetujuan pihak lain. Artinya, tindakan sepihak dalam menjual harta gono-gini dianggap tidak sah secara hukum\u200b.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsekuensi_Hukum_Penjualan_Sepihak\"><\/span>Konsekuensi Hukum Penjualan Sepihak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika salah satu pihak, misalnya suami, menjual harta gono-gini tanpa persetujuan istri, maka tindakan tersebut dapat dibatalkan melalui gugatan di pengadilan. Dalam putusan Mahkamah Agung (MA) No. 701 K\/PDT\/1997, dijelaskan bahwa penjualan tanah sebagai bagian dari harta bersama tanpa persetujuan dari pasangan adalah tidak sah dan batal demi hukum. Hasil transaksi yang tidak sah ini tidak memiliki kekuatan hukum, dan sertifikat tanah atau bukti kepemilikan lainnya yang dikeluarkan berdasarkan transaksi tersebut dapat dibatalkan\u200b<\/p>\n<p>Selain konsekuensi perdata, tindakan menjual harta gono-gini tanpa persetujuan pasangan juga dapat berujung pada masalah pidana. Dalam KUHP, tindakan ini dapat dianggap sebagai penggelapan (Pasal 372 KUHP), di mana seseorang yang dengan sengaja menguasai barang milik orang lain secara melawan hukum dapat dipidana hingga empat tahun penjara\u200b.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembagian_Harta_Gono-Gini_dan_Solusi_Hukum\"><\/span>Pembagian Harta Gono-Gini dan Solusi Hukum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ketika terjadi perceraian, harta gono-gini akan dibagi sama rata antara suami dan istri. Jika salah satu pihak menjual harta tersebut tanpa izin dari pihak lain, maka pasangan yang dirugikan dapat mengajukan gugatan perdata untuk membatalkan penjualan tersebut. Alternatif lain adalah melaporkan tindakan tersebut sebagai penggelapan jika terbukti ada niat melawan hukum dalam menguasai harta bersama\u200b.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harta gono-gini merupakan harta bersama yang diperoleh suami dan istri selama masa perkawinan. Menurut hukum yang berlaku di Indonesia, harta ini tidak bisa dijual atau&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42544","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42544"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42544\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}