{"id":4237,"date":"2023-08-22T11:07:47","date_gmt":"2023-08-22T11:07:47","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4237"},"modified":"2023-08-22T11:07:47","modified_gmt":"2023-08-22T11:07:47","slug":"tahap-tahap-penelitian-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahap-tahap-penelitian-sejarah\/","title":{"rendered":"Tahap-Tahap Penelitian Sejarah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahap-tahap-penelitian-sejarah\/#1_Pemilihan_Topik\" >1. Pemilihan Topik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahap-tahap-penelitian-sejarah\/#2_Penyusunan_Kerangka_Berpikir\" >2. Penyusunan Kerangka Berpikir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahap-tahap-penelitian-sejarah\/#3_Pengumpulan_Sumber\" >3. Pengumpulan Sumber<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahap-tahap-penelitian-sejarah\/#4_Kritik_Sumber\" >4. Kritik Sumber<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahap-tahap-penelitian-sejarah\/#5_Interpretasi_Sumber\" >5. Interpretasi Sumber<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tahap-tahap-penelitian-sejarah\/#6_Penulisan_Laporan\" >6. Penulisan Laporan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Penelitian sejarah adalah proses penyelidikan dan pengkajian sistematis terhadap peristiwa-peristiwa masa lalu yang memiliki nilai penting bagi manusia. Penelitian sejarah bertujuan untuk mengungkap, menjelaskan, dan memahami makna peristiwa-peristiwa tersebut dalam konteks waktu dan tempatnya.<\/p>\n<p>Penelitian sejarah melibatkan beberapa tahap yang harus dilakukan oleh peneliti sejarah secara cermat dan kritis. Tahap-tahap penelitian sejarah adalah sebagai berikut:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pemilihan_Topik\"><\/span>1. Pemilihan Topik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tahap ini adalah tahap awal yang menentukan arah dan ruang lingkup penelitian sejarah. Peneliti sejarah harus memilih topik yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan ketersediaan sumber. Topik penelitian sejarah harus memiliki relevansi dengan masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh masyarakat saat ini. Selain itu, topik penelitian sejarah harus bersifat spesifik, jelas, dan terbatas.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Penyusunan_Kerangka_Berpikir\"><\/span>2. Penyusunan Kerangka Berpikir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tahap ini adalah tahap penyusunan kerangka berpikir yang berisi rumusan masalah, tujuan, manfaat, hipotesis, dan metodologi penelitian sejarah. Kerangka berpikir merupakan pedoman bagi peneliti sejarah untuk mengatur dan mengembangkan ide-ide dalam penelitiannya. Kerangka berpikir harus disusun secara logis, sistematis, dan koheren.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pengumpulan_Sumber\"><\/span>3. Pengumpulan Sumber<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tahap ini adalah tahap pengumpulan sumber-sumber yang berkaitan dengan topik penelitian sejarah. Sumber-sumber tersebut dapat berupa sumber primer atau sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber asli yang berasal dari masa atau tempat terjadinya peristiwa sejarah, seperti dokumen, artefak, prasasti, naskah kuno, dan lain-lain. Sumber sekunder adalah sumber turunan yang berasal dari penafsiran atau analisis terhadap sumber primer, seperti buku, jurnal, artikel, ensiklopedia, dan lain-lain. Peneliti sejarah harus mengumpulkan sumber-sumber yang relevan, valid, reliabel, dan representatif.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kritik_Sumber\"><\/span>4. Kritik Sumber<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tahap ini adalah tahap kritik sumber yang bertujuan untuk menilai keaslian, kebenaran, dan kredibilitas sumber-sumber yang telah dikumpulkan. Kritik sumber terdiri dari dua jenis, yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Kritik eksternal adalah kritik yang menilai keaslian sumber dengan cara memeriksa fisik, bentuk, bahasa, gaya tulisan, tanda tangan, cap, stempel, dan lain-lain. Kritik internal adalah kritik yang menilai kebenaran sumber dengan cara memeriksa isi, makna, latar belakang, motif, tujuan, kesesuaian, konsistensi, dan lain-lain.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Interpretasi_Sumber\"><\/span>5. Interpretasi Sumber<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tahap ini adalah tahap interpretasi sumber yang bertujuan untuk mengungkap makna dan pesan yang terkandung dalam sumber-sumber yang telah dikritik. Interpretasi sumber melibatkan proses analisis dan sintesis terhadap data-data yang diperoleh dari sumber-sumber tersebut. Analisis adalah proses pemecahan data menjadi bagian-bagian kecil untuk memudahkan pemahaman. Sintesis adalah proses penggabungan bagian-bagian data menjadi suatu kesatuan yang utuh untuk membentuk suatu kesimpulan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Penulisan_Laporan\"><\/span>6. Penulisan Laporan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tahap ini adalah tahap penulisan laporan hasil penelitian sejarah. Laporan penelitian sejarah harus disusun secara sistematis, rapi, dan sesuai dengan kaidah ilmiah. Laporan penelitian sejarah biasanya terdiri dari beberapa bagian, yaitu pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran, daftar pustaka, dan lampiran. Laporan penelitian sejarah harus menggunakan gaya bahasa yang objektif, jelas, lugas, dan baku.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penelitian sejarah adalah proses penyelidikan dan pengkajian sistematis terhadap peristiwa-peristiwa masa lalu yang memiliki nilai penting bagi manusia. Penelitian sejarah bertujuan untuk mengungkap, menjelaskan, dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4237","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4237"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4237\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}