{"id":42363,"date":"2024-10-24T08:45:23","date_gmt":"2024-10-24T01:45:23","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=42363"},"modified":"2024-10-24T08:45:23","modified_gmt":"2024-10-24T01:45:23","slug":"merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara\/","title":{"rendered":"Ki Hajar Dewantara dan Konsep Merdeka Belajar"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara\/#Filosofi_Merdeka_Belajar\" >Filosofi Merdeka Belajar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara\/#Konsep_Pendidikan_Ki_Hajar_Dewantara\" >Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara\/#Implementasi_Merdeka_Belajar\" >Implementasi Merdeka Belajar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Konsep &#8220;Merdeka Belajar&#8221; merupakan filosofi pendidikan yang fundamental di Indonesia, digagas oleh Ki Hajar Dewantara, yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Ide ini menekankan kemandirian dalam proses belajar, serta penyesuaian pendidikan dengan kebutuhan dan karakter siswa. Konsep ini semakin relevan di era modern, terutama dengan kebijakan pendidikan yang lebih fleksibel dan inklusif.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Filosofi_Merdeka_Belajar\"><\/span>Filosofi Merdeka Belajar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Filosofi Merdeka Belajar Ki Hajar Dewantara dapat diringkas dalam tiga prinsip utama: Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, dan Tut wuri handayani.<\/p>\n<ol>\n<li>Ing ngarso sung tulodo: Pendidik harus menjadi teladan bagi siswa. Guru diharapkan mampu menunjukkan perilaku baik yang dapat ditiru oleh murid-muridnya.<\/li>\n<li>Ing madyo mangun karso: Seorang pendidik perlu membangkitkan semangat dan motivasi siswa untuk belajar dan berkembang, menjadikan lingkungan belajar lebih dinamis.<\/li>\n<li>Tut wuri handayani: Pendidik memberikan dukungan dan bimbingan dari belakang, memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi diri mereka secara mandiri.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Prinsip-prinsip ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan bebas tekanan, sehingga siswa dapat berkembang sesuai dengan keunikan masing-masing.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsep_Pendidikan_Ki_Hajar_Dewantara\"><\/span>Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ki Hajar Dewantara percaya bahwa pendidikan harus berlandaskan kodrat manusia dan budaya bangsa. Dia berpendapat bahwa pendidikan tidak hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan budaya. Sistem pendidikan kolonial yang ada saat itu dianggapnya menghambat kreativitas dan kebebasan berpikir, serta lebih menekankan pada pencapaian nilai-nilai akademis semata.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Implementasi_Merdeka_Belajar\"><\/span>Implementasi Merdeka Belajar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam praktik pendidikan saat ini, Merdeka Belajar bukan hanya slogan, tetapi harus diimplementasikan dalam berbagai aspek. Beberapa langkah implementasi ini termasuk:<\/p>\n<ul>\n<li>Penghapusan Ujian Nasional: Ujian Nasional (UN) telah digantikan oleh asesmen yang lebih holistik, seperti portofolio dan penilaian berbasis kinerja, yang lebih sesuai dengan konteks belajar siswa.<\/li>\n<li>Kurikulum yang Fleksibel: Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memberikan ruang lebih bagi guru untuk berinovasi dan mengembangkan metode pengajaran.<\/li>\n<li>Pengembangan Pendidikan Inklusif: Konsep Merdeka Belajar juga sejalan dengan semangat pendidikan inklusif, yang mengakomodasi kebutuhan siswa dari berbagai latar belakang dan kemampuan, termasuk anak berkebutuhan khusus.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Merdeka Belajar menurut Ki Hajar Dewantara adalah konsep yang menekankan kebebasan dan kemandirian dalam proses belajar. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini dalam pendidikan, kita dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Konsep ini penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan manusiawi di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsep &#8220;Merdeka Belajar&#8221; merupakan filosofi pendidikan yang fundamental di Indonesia, digagas oleh Ki Hajar Dewantara, yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Ide ini menekankan kemandirian&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42363","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42363","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42363"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42363\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}