{"id":42232,"date":"2023-07-13T02:18:04","date_gmt":"2023-07-13T02:18:04","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2331"},"modified":"2023-07-13T02:18:04","modified_gmt":"2023-07-13T02:18:04","slug":"inilah-alasan-mengapa-kita-membutuhkan-kurikulum-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/inilah-alasan-mengapa-kita-membutuhkan-kurikulum-merdeka\/","title":{"rendered":"Inilah Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Kurikulum Merdeka"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/inilah-alasan-mengapa-kita-membutuhkan-kurikulum-merdeka\/#Latar_Belakang_Kurikulum_Merdeka\" >Latar Belakang Kurikulum Merdeka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/inilah-alasan-mengapa-kita-membutuhkan-kurikulum-merdeka\/#Karakteristik_Kurikulum_Merdeka\" >Karakteristik Kurikulum Merdeka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/inilah-alasan-mengapa-kita-membutuhkan-kurikulum-merdeka\/#Implementasi_Kurikulum_Merdeka\" >Implementasi Kurikulum Merdeka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/inilah-alasan-mengapa-kita-membutuhkan-kurikulum-merdeka\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik<sup>1<\/sup>.\u00a0Kurikulum ini bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik<sup>2<\/sup>.\u00a0Kurikulum ini juga mengembangkan proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang mengeksplorasi tema-tema atau isu penting dan melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu tersebut<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Kurikulum Merdeka merupakan salah satu implementasi dari program Merdeka Belajar yang dikonsep agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing.\u00a0Merdeka Belajar juga memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah untuk menentukan pilihan kurikulum yang paling sesuai dengan kesiapan dan kondisi mereka<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Latar_Belakang_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Latar Belakang Kurikulum Merdeka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berbagai studi nasional dan internasional memperlihatkan bahwa Indonesia telah lama mengalami krisis dan kesenjangan pembelajaran. Beragam faktor seperti kurangnya kualitas guru, sarana prasarana, bahan ajar, asesmen, dan banyak hal lainnya ikut berkontribusi menjadi penyebab masalah tersebut. Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama dua tahun memperburuk krisis dan semakin melebarkan kesenjangan pembelajaran yang terjadi di Indonesia.\u00a0Banyak anak-anak Indonesia yang mengalami ketertinggalan pembelajaran (learning loss) sehingga mereka kesulitan untuk mencapai kompetensi dasar sebagai peserta didik<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Pada kondisi khusus pandemi COVID-19, pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Menteri Nomor 719\/P\/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat tetap mengacu kepada Kurikulum 2013, mengacu kepada Kurikulum Darurat yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan oleh pemerintah, atau melakukan penyederhanaan Kurikulum 2013 secara mandiri. Dalam Keputusan Menteri tersebut Kurikulum Darurat disebut sebagai Kurikulum pada Kondisi Khusus.\u00a0Berdasarkan implementasinya, diperoleh fakta bahwa siswa pengguna Kurikulum Darurat mendapat capaian belajar yang lebih baik daripada siswa yang menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh, terlepas dari latar belakang sosio-ekonominya<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pemerintah kemudian mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum yang lebih fleksibel, relevan, dan mendalam. Kurikulum Merdeka diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan pembelajaran yang ada di Indonesia dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karakteristik_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Karakteristik Kurikulum Merdeka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pengembangan soft skills dan karakter<\/strong>\u00a0melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila.\u00a0Projek ini merupakan kegiatan kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menguatkan pengembangan enam dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu religiusitas, nasionalisme, gotong royong, integritas, mandiri, dan inklusif<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Fokus pada materi esensial<\/strong>\u00a0yang relevan dan mendalam sehingga ada waktu cukup untuk membangun kreativitas dan inovasi peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.\u00a0Materi esensial adalah materi yang paling penting dan mendasar untuk dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan jenjang dan tingkat pendidikannya<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Pembelajaran yang fleksibel<\/strong>\u00a0yang memberikan keleluasaan bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan masing-masing peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.\u00a0Pembelajaran yang fleksibel juga memungkinkan guru untuk memilih berbagai perangkat pembelajaran, metode, media, sumber belajar, dan strategi asesmen yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, dan tujuan pembelajaran<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Implementasi_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Implementasi Kurikulum Merdeka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penerapan Kurikulum Merdeka terbuka untuk seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus, dan Kesetaraan. Selain itu, satuan pendidikan menentukan pilihan berdasarkan angket kesiapan implementasi Kurikulum Merdeka yang mengukur kesiapan guru, tenaga kependidikan dan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum.\u00a0Pilihan yang paling sesuai mengacu pada kesiapan satuan pendidikan sehingga implementasi Kurikulum Merdeka semakin efektif jika makin sesuai kebutuhan<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Pilihan implementasi Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut:<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Pilihan<\/th>\n<th>Deskripsi<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Pilihan 1<\/td>\n<td>Menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pilihan 2<\/td>\n<td>Menggunakan Kurikulum 2013 dengan penyederhanaan mandiri<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pilihan 3<\/td>\n<td>Menggunakan Kurikulum Merdeka secara penuh<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Untuk memahami Kurikulum Merdeka secara lebih mendalam, satuan pendidikan dapat mengikuti alur berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Memahami garis besar Kurikulum Merdeka yang mencakup regulasi, kajian akademik, capaian pembelajaran, rujukan, dukungan, info terkini, sering ditanya, dan daftar IKM<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Memahami pembelajaran dan asesmen yang mencakup prinsip pembelajaran dan asesmen, pembelajaran sesuai dengan tahapan peserta didik, perencanaan pembelajaran dan asesmen (termasuk alur tujuan pembelajaran), merencanakan pembelajaran, pengolahan dan pelaporan hasil asesmen<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Memahami pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan yang mencakup analisis karakteristik satuan pendidikan, penyusunan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, pengorganisasian pembelajaran, perencanaan pembelajaran, pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Memahami pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila yang mencakup menyiapkan ekosistem sekolah dan mendesain projek penguatan profil pelajar Pancasila<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Kurikulum ini bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Kurikulum ini juga mengembangkan proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang mengeksplorasi tema-tema atau isu penting dan melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu tersebut.<\/p>\n<p>Kurikulum Merdeka merupakan salah satu implementasi dari program Merdeka Belajar yang dikonsep agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Merdeka Belajar juga memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah untuk menentukan pilihan kurikulum yang paling sesuai dengan kesiapan dan kondisi mereka.<\/p>\n<p>Kurikulum Merdeka diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan pembelajaran yang ada di Indonesia dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Kurikulum Merdeka &#8211; Kemendikbudristek. https:\/\/kurikulum.kemdikbud.go.id\/kurikulum-merdeka\/.<br \/>\n(2) Kupas Tuntas Kurikulum Merdeka, Begini Konsep &amp; Implementasinya &#8211; Ruangguru. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kurikulum-merdeka.<br \/>\n(3) Kurikulum Merdeka &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kurikulum_Merdeka.<br \/>\n(4) APA ITU KURIKULUM MERDEKA DAN MERDEKA BELAJAR. https:\/\/www.ainamulyana.com\/2022\/02\/apa-itu-kurikulum-merdeka.html.<br \/>\n(5) Kurikulum Merdeka &#8211; Kemendikbudristek. https:\/\/kurikulum.kemdikbud.go.id\/kurikulum-merdeka\/capaian-pembelajaran.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik1.\u00a0Kurikulum ini bertujuan untuk&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42232","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42232","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42232"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42232\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}