{"id":42231,"date":"2023-07-13T02:16:08","date_gmt":"2023-07-13T02:16:08","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2326"},"modified":"2023-07-13T02:16:08","modified_gmt":"2023-07-13T02:16:08","slug":"dampak-merdeka-belajar-bagi-siswa-aspek-kognitif-afektif-dan-psikomotor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dampak-merdeka-belajar-bagi-siswa-aspek-kognitif-afektif-dan-psikomotor\/","title":{"rendered":"Dampak Merdeka Belajar bagi Siswa: Aspek Kognitif, Afektif, dan Psikomotor"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dampak-merdeka-belajar-bagi-siswa-aspek-kognitif-afektif-dan-psikomotor\/#Aspek_Kognitif\" >Aspek Kognitif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dampak-merdeka-belajar-bagi-siswa-aspek-kognitif-afektif-dan-psikomotor\/#Aspek_Afektif\" >Aspek Afektif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dampak-merdeka-belajar-bagi-siswa-aspek-kognitif-afektif-dan-psikomotor\/#Aspek_Psikomotor\" >Aspek Psikomotor<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dampak-merdeka-belajar-bagi-siswa-aspek-kognitif-afektif-dan-psikomotor\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Merdeka belajar adalah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim<sup>1<\/sup>.\u00a0Program ini bertujuan untuk membentuk para pelajar yang siap kerja dan kompeten, serta berbudi luhur di lingkungan masyarakat<sup>1<\/sup>.\u00a0Merdeka belajar juga mendukung banyak inovasi dalam dunia pendidikan, terutama kemajuan berbagai lembaga pendidikan termasuk sekolah ataupun madrasah, dengan membentuk pula kompetensi guru<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Merdeka belajar memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Pengembangan soft skills dan karakter melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Fokus pada materi esensial, relevan, dan mendalam sehingga ada waktu cukup untuk membangun kreativitas dan inovasi peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Pembelajaran yang fleksibel dan sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan masing-masing peserta didik serta penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan demikian, dampak merdeka belajar bagi siswa dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aspek_Kognitif\"><\/span>Aspek Kognitif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Merdeka belajar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman konsep, penerapan pengetahuan, dan pemecahan masalah<sup>2<\/sup>.\u00a0Siswa dapat belajar secara mendalam tentang materi yang esensial dan relevan dengan kebutuhan mereka, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif<sup>2<\/sup>.\u00a0Siswa juga dapat mengembangkan literasi dan numerasi sebagai kompetensi dasar yang penting untuk menghadapi tantangan di era digital<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aspek_Afektif\"><\/span>Aspek Afektif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Merdeka belajar dapat membantu siswa mengembangkan karakter dan nilai-nilai Pancasila melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila<sup>2<\/sup>. Siswa dapat mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan minat dan bakat, serta menguatkan pengembangan enam dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa<\/li>\n<li>Berkepribadian Indonesia<\/li>\n<li>Berbudi pekerti luhur<\/li>\n<li>Berwawasan global<\/li>\n<li>Berdaya saing<\/li>\n<li>Berjiwa kewirausahaan<sup>2<\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<p>Siswa juga dapat melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu penting, seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aspek_Psikomotor\"><\/span>Aspek Psikomotor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Merdeka belajar dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, kolaboratif, dan berbasis projek<sup>2<\/sup>.\u00a0Siswa dapat melakukan kegiatan pembelajaran yang bervariasi, seperti diskusi, eksperimen, simulasi, permainan, kunjungan lapangan, presentasi, dll<sup>2<\/sup>.\u00a0Siswa juga dapat menggunakan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif dan efisien<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Merdeka belajar adalah program kebijakan dari Kemendikbud RI yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Dampak merdeka belajar bagi siswa dapat dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Merdeka belajar dapat meningkatkan pemahaman konsep, penerapan pengetahuan, pemecahan masalah, literasi, numerasi, karakter, nilai-nilai Pancasila, keterampilan berpikir, minat, bakat, aksi nyata, serta keaktifan, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Merdeka Belajar &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Merdeka_Belajar.<br \/>\n(2) Kurikulum Merdeka &#8211; Kemendikbudristek. https:\/\/kurikulum.kemdikbud.go.id\/kurikulum-merdeka\/.<br \/>\n(3) Merdeka Mengajar. https:\/\/guru.kemdikbud.go.id\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Merdeka belajar adalah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42231","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42231"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42231\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}