{"id":42216,"date":"2023-07-03T03:58:59","date_gmt":"2023-07-03T03:58:59","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2274"},"modified":"2023-07-03T03:58:59","modified_gmt":"2023-07-03T03:58:59","slug":"permainan-tradisional-di-indonesia-pengertian-macam-dan-cara-pelestariannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/permainan-tradisional-di-indonesia-pengertian-macam-dan-cara-pelestariannya\/","title":{"rendered":"Permainan Tradisional di Indonesia: Pengertian, Macam, dan Cara Pelestariannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/permainan-tradisional-di-indonesia-pengertian-macam-dan-cara-pelestariannya\/#Macam-Macam_Permainan_Tradisional\" >Macam-Macam Permainan Tradisional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/permainan-tradisional-di-indonesia-pengertian-macam-dan-cara-pelestariannya\/#Cara_melesatarikan_permainan_tradisional\" >Cara melesatarikan permainan tradisional<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Permainan tradisional adalah permainan yang berasal dari budaya masyarakat setempat dan turun-temurun dimainkan oleh anak-anak. Permainan tradisional di Indonesia sangat beragam dan kaya akan nilai-nilai positif, seperti kekompakan, kebersamaan, gotong royong, kreativitas dan kesehatan. Sayangnya, permainan tradisional semakin jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang yang lebih menyukai permainan modern berbasis elektronik. Padahal, permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu dilestarikan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Macam-Macam_Permainan_Tradisional\"><\/span>Macam-Macam Permainan Tradisional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut ini adalah beberapa macam permainan tradisional yang ada di Indonesia beserta daerah asalnya dan cara memainkannya.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Hompimpa Alaium Gambreng<\/strong>: Permainan ini berasal dari Jawa Tengah dan biasanya dimainkan untuk menentukan siapa yang menjadi pemain pertama dalam permainan lain. Caranya adalah dengan menunjukkan telapak tangan depan atau belakang secara bersamaan.\u00a0Siapa yang jumlahnya paling sedikit di antara mayoritas, maka ia yang kalah dan harus mengawali permainan<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Batu, Kertas, Gunting<\/strong>: Permainan ini berasal dari Jawa Barat dan dimainkan oleh dua orang. Caranya adalah dengan membentuk salah satu dari tiga bentuk (batu, kertas atau gunting) dengan tangan secara bersamaan.\u00a0Pemenangnya ditentukan dengan aturan: batu menghancurkan gunting, gunting memotong kertas, kertas menutupi batu<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Gasing<\/strong>: Permainan ini berasal dari Jawa Tengah dan dimainkan oleh anak laki-laki berumur 7-17 tahun. Alat yang digunakan adalah gasing yang terbuat dari kayu dan dibentuk sedemikian rupa sehingga bagian tajamnya berada di bawah. Caranya adalah dengan memutar gasing dengan tali dan melemparkannya ke tanah.\u00a0Gasing yang paling lama berputar adalah pemenangnya<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Congklak<\/strong>: Permainan ini berasal dari Sulawesi Selatan dan dimainkan oleh dua orang atau dua kelompok. Alat yang digunakan adalah papan congklak yang memiliki 10-18 lubang kecil dan dua lubang besar di ujungnya. Lubang-lubang kecil disebut daerah atau rumah, sedangkan lubang besar disebut lumbung atau gudang. Selain itu, juga dibutuhkan biji congklak yang bisa berupa kerikil, biji saga atau kelereng. Caranya adalah dengan mengambil biji congklak dari salah satu lubang kecil di daerah sendiri dan memasukkannya ke lubang-lubang lain secara berurutan searah jarum jam. Jika biji congklak habis di lubang besar sendiri, maka pemain mendapat kesempatan untuk melanjutkan permainan. Jika biji congklak habis di lubang kecil milik lawan yang kosong, maka pemain mendapat biji congklak milik lawan yang ada di lubang kecil seberangnya.\u00a0Pemenangnya adalah pemain yang berhasil mengumpulkan biji congklak paling banyak di lubang besar miliknya<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Egrang<\/strong>: Permainan ini berasal dari Jawa Barat dan dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan. Alat yang digunakan adalah egrang yang terbuat dari bambu atau kayu dengan dua kaki penyangga di bawahnya. Caranya adalah dengan berdiri di atas egrang dan berjalan atau berlari dengan mengayunkan kaki penyangga menggunakan tangan.\u00a0Pemenangnya adalah pemain yang bisa mencapai garis finish terlebih dahulu tanpa jatuh dari egrang<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Layang-Layang<\/strong>: Permainan ini berasal dari Jawa Timur dan dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan. Alat yang digunakan adalah layang-layang yang terbuat dari kertas, bambu dan benang. Caranya adalah dengan menerbangkan layang-layang dengan bantuan angin dan mengendalikannya dengan benang. Pemain bisa beradu layang-layang dengan pemain lain dengan cara menarik atau memotong benang lawan.\u00a0Pemenangnya adalah pemain yang bisa menjaga layang-layangnya tetap di udara dan mengalahkan lawan-lawannya<sup>2<\/sup><sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_melesatarikan_permainan_tradisional\"><\/span>Cara melesatarikan permainan tradisional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Cara melestarikan permainan tradisional adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Memperkenalkan permainan tradisional pada generasi muda<\/strong>. Kita bisa mengenalkan permainan tradisional melalui kegiatan-kegiatan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.\u00a0Kita bisa mengadakan lomba permainan tradisional dengan hadiah menarik, atau mengadakan workshop tentang permainan tradisional untuk menjelaskan setiap peraturan dan cara memainkannya<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Tetap memainkan permainan tradisional<\/strong>. Kita bisa tetap memainkan permainan tradisional bersama teman-teman dan mengunggahnya ke media sosial agar dapat dikenal banyak orang.\u00a0Kita juga bisa beradu keterampilan dengan pemain lain dari daerah yang berbeda<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Membangun komunitas pecinta permainan tradisional<\/strong>. Kita bisa membangun komunitas di lingkungan masyarakat yang memiliki minat dan kepedulian terhadap permainan tradisional. Kita bisa berbagi informasi, pengalaman, dan saran tentang permainan tradisional.\u00a0Kita juga bisa mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan permainan tradisional, seperti pameran, festival, atau seminar<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 43 Permainan Tradisional dan Daerah Asalnya Serta Penjelasan. https:\/\/perpustakaan.id\/permainan-tradisional\/.<br \/>\n(2) 10 Permainan Tradisional Indonesia dan Cara Memainkannya. https:\/\/katadata.co.id\/redaksi\/berita\/612cd7fac4aee\/10-permainan-tradisional-indonesia-dan-cara-memainkannya.<br \/>\n(3) 20 Macam Permainan Tradisional Indonesia yang Perlu Dilestarikan, Ingat &#8230;. https:\/\/www.liputan6.com\/hot\/read\/4622861\/20-macam-permainan-tradisional-indonesia-yang-perlu-dilestarikan-ingat-masa-kecil.<br \/>\n(4) 16 Permainan Tradisional Indonesia yang Seru, Kreatif &#8230; &#8211; Tokopedia. https:\/\/www.tokopedia.com\/blog\/permainan-tradisional-asli-indonesia\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Permainan tradisional adalah permainan yang berasal dari budaya masyarakat setempat dan turun-temurun dimainkan oleh anak-anak. Permainan tradisional di Indonesia sangat beragam dan kaya akan nilai-nilai&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42216","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42216","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42216"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42216\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}