{"id":42203,"date":"2023-07-02T08:57:54","date_gmt":"2023-07-02T08:57:54","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2226"},"modified":"2023-07-02T08:57:54","modified_gmt":"2023-07-02T08:57:54","slug":"warna-kartu-dalam-sepak-bola-dan-artinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/warna-kartu-dalam-sepak-bola-dan-artinya\/","title":{"rendered":"Warna Kartu dalam Sepak Bola dan Artinya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/warna-kartu-dalam-sepak-bola-dan-artinya\/#Kartu_Kuning\" >Kartu Kuning<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/warna-kartu-dalam-sepak-bola-dan-artinya\/#Kartu_Merah\" >Kartu Merah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/warna-kartu-dalam-sepak-bola-dan-artinya\/#Kartu_Putih_Sebuah_Inovasi_untuk_Menghargai_Sportivitas\" >Kartu Putih: Sebuah Inovasi untuk Menghargai Sportivitas<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sepak bola adalah olahraga yang sangat populer di seluruh dunia. Namun, olahraga ini juga memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh para pemain, pelatih, dan wasit. Salah satu aturan yang paling sering diterapkan adalah penggunaan kartu-kartu untuk memberikan sanksi atau peringatan kepada para pelanggar.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kartu_Kuning\"><\/span>Kartu Kuning<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kartu kuning adalah kartu yang diberikan oleh wasit kepada pemain yang melakukan pelanggaran ringan atau tidak sportif. Contoh pelanggaran yang dapat mendapatkan kartu kuning adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Melakukan protes berlebihan terhadap keputusan wasit<\/li>\n<li>Menunda-nunda waktu permainan dengan sengaja<\/li>\n<li>Melakukan pelanggaran berulang-ulang<\/li>\n<li>Melakukan simulasi atau diving<\/li>\n<li>Menunjukkan perilaku tidak sopan atau menghina lawan, wasit, atau penonton<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pemain yang mendapatkan kartu kuning harus meninggalkan lapangan untuk sementara dan kembali setelah dua menit. Jika pemain mendapatkan dua kartu kuning dalam satu pertandingan, maka ia akan mendapatkan kartu merah dan harus meninggalkan lapangan secara permanen.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kartu_Merah\"><\/span>Kartu Merah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kartu merah adalah kartu yang diberikan oleh wasit kepada pemain yang melakukan pelanggaran berat atau kasar. Contoh pelanggaran yang dapat mendapatkan kartu merah adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Melakukan tekel berbahaya atau dengan maksud melukai lawan<\/li>\n<li>Menendang, meninju, atau menyikut lawan dengan sengaja<\/li>\n<li>Melakukan tindakan kekerasan atau agresi terhadap lawan, wasit, atau penonton<\/li>\n<li>Menghalangi gol lawan dengan tangan atau lengan<\/li>\n<li>Mendapatkan dua kartu kuning dalam satu pertandingan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pemain yang mendapatkan kartu merah harus meninggalkan lapangan secara permanen dan tidak boleh digantikan oleh pemain lain. Pemain tersebut juga akan mendapatkan larangan bermain untuk beberapa pertandingan berikutnya, tergantung pada tingkat keparahan pelanggarannya.<\/p>\n<h2 data-sourcepos=\"27:1-27:63\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kartu_Putih_Sebuah_Inovasi_untuk_Menghargai_Sportivitas\"><\/span>Kartu Putih: Sebuah Inovasi untuk Menghargai Sportivitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-sourcepos=\"29:1-29:127\">Sejak 2021, FIFA mulai memperkenalkan kartu putih untuk mengapresiasi tindakan sportif di lapangan. Kartu ini diberikan kepada:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"31:1-34:0\">\n<li data-sourcepos=\"31:1-31:76\">Pemain yang menunjukkan sikap fair play seperti membantu lawan yang cedera<\/li>\n<li data-sourcepos=\"32:1-32:44\">Staf tim yang menunjukkan perilaku terpuji<\/li>\n<li data-sourcepos=\"33:1-34:0\">Penonton yang menunjukkan sportivitas dan respek<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"35:1-35:101\">Pemberian kartu putih masih bersifat opsional dan belum diimplementasikan secara luas di semua liga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sepak bola adalah olahraga yang sangat populer di seluruh dunia. Namun, olahraga ini juga memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh para pemain, pelatih, dan wasit.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42203","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42203"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42203\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}