{"id":42200,"date":"2023-07-02T08:52:24","date_gmt":"2023-07-02T08:52:24","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2219"},"modified":"2023-07-02T08:52:24","modified_gmt":"2023-07-02T08:52:24","slug":"lemparan-ke-dalam-syarat-pelanggaran-dan-sanksi-serta-tekniknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/lemparan-ke-dalam-syarat-pelanggaran-dan-sanksi-serta-tekniknya\/","title":{"rendered":"Lemparan ke Dalam: Syarat, Pelanggaran dan Sanksi, Serta Tekniknya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/lemparan-ke-dalam-syarat-pelanggaran-dan-sanksi-serta-tekniknya\/#Syarat-syarat_Lemparan_ke_Dalam\" >Syarat-syarat Lemparan ke Dalam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/lemparan-ke-dalam-syarat-pelanggaran-dan-sanksi-serta-tekniknya\/#Pelanggaran_dan_Sanksi_pada_Lemparan_ke_Dalam\" >Pelanggaran dan Sanksi pada Lemparan ke Dalam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/lemparan-ke-dalam-syarat-pelanggaran-dan-sanksi-serta-tekniknya\/#Strategi_dan_Teknik_pada_Lemparan_ke_Dalam\" >Strategi dan Teknik pada Lemparan ke Dalam<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Lemparan ke dalam adalah salah satu cara untuk memulai kembali permainan sepak bola setelah bola keluar dari lapangan melalui garis samping. Lemparan ke dalam dilakukan oleh pemain yang berada di tim yang tidak menyentuh bola terakhir sebelum keluar. Lemparan ke dalam harus memenuhi beberapa syarat agar sah, antara lain:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat-syarat_Lemparan_ke_Dalam\"><\/span>Syarat-syarat Lemparan ke Dalam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Pemain yang melakukan lemparan ke dalam harus berdiri di belakang garis samping atau menyentuhnya dengan salah satu kaki.<\/li>\n<li>Pemain yang melakukan lemparan ke dalam harus menghadap lapangan dan melempar bola dengan kedua tangan dari belakang kepala.<\/li>\n<li>Bola harus dilempar dari tempat di mana bola keluar dari lapangan atau dari tempat yang lebih dekat ke gawang lawan.<\/li>\n<li>Bola harus dilempar dengan cepat dan tidak boleh ditahan lebih dari 6 detik.<\/li>\n<li>Pemain yang melakukan lemparan ke dalam tidak boleh melempar bola langsung ke gawang lawan, baik secara langsung maupun melalui pantulan.<\/li>\n<li>Pemain yang melakukan lemparan ke dalam tidak boleh melempar bola kepada dirinya sendiri atau kepada rekan setimnya yang berada di posisi offside.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelanggaran_dan_Sanksi_pada_Lemparan_ke_Dalam\"><\/span>Pelanggaran dan Sanksi pada Lemparan ke Dalam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Jika pemain yang melakukan lemparan ke dalam melanggar salah satu syarat di atas, maka lemparan ke dalam akan diberikan kepada tim lawan dari tempat pelanggaran terjadi.<\/li>\n<li>Jika pemain lain menghalangi atau mengganggu pemain yang melakukan lemparan ke dalam, maka wasit dapat memberikan peringatan, kartu kuning, atau kartu merah kepada pemain tersebut, tergantung pada tingkat pelanggarannya.<\/li>\n<li>Jika pemain lain menyentuh bola sebelum bola menyentuh tanah atau pemain lain setelah dilempar, maka wasit dapat memberikan tendangan bebas langsung kepada tim lawan dari tempat pelanggaran terjadi.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Strategi_dan_Teknik_pada_Lemparan_ke_Dalam\"><\/span>Strategi dan Teknik pada Lemparan ke Dalam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Lemparan ke dalam dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyerang atau bertahan, tergantung pada situasi dan posisi lemparan.<\/li>\n<li>Lemparan ke dalam dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti lemparan pendek, lemparan panjang, lemparan melengkung, atau lemparan flip (salto).<\/li>\n<li>Lemparan ke dalam dapat ditujukan kepada rekan setim yang berada di depan, di samping, atau di belakang pemain yang melempar, tergantung pada tujuan dan arah lemparan.<\/li>\n<li>Lemparan ke dalam dapat disambut dengan berbagai cara oleh rekan setim atau lawan, seperti menyundul, menendang, menahan, atau menghalau bola.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lemparan ke dalam adalah salah satu cara untuk memulai kembali permainan sepak bola setelah bola keluar dari lapangan melalui garis samping. Lemparan ke dalam dilakukan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42200","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42200","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42200"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42200\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}