{"id":42169,"date":"2023-06-28T08:33:59","date_gmt":"2023-06-28T08:33:59","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2117"},"modified":"2023-06-28T08:33:59","modified_gmt":"2023-06-28T08:33:59","slug":"tari-kreasi-sebuah-bentuk-perkembangan-seni-tari-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tari-kreasi-sebuah-bentuk-perkembangan-seni-tari-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Tari Kreasi: Sebuah Bentuk Perkembangan Seni Tari di Indonesia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tari-kreasi-sebuah-bentuk-perkembangan-seni-tari-di-indonesia\/#Pengertian_Tari_Kreasi\" >Pengertian Tari Kreasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tari-kreasi-sebuah-bentuk-perkembangan-seni-tari-di-indonesia\/#Contoh_Tari_Kreasi\" >Contoh Tari Kreasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tari-kreasi-sebuah-bentuk-perkembangan-seni-tari-di-indonesia\/#Jenis_Tari_Kreasi\" >Jenis Tari Kreasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tari-kreasi-sebuah-bentuk-perkembangan-seni-tari-di-indonesia\/#Prosedur_Pembuatan_Tari_Kreasi\" >Prosedur Pembuatan Tari Kreasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tari-kreasi-sebuah-bentuk-perkembangan-seni-tari-di-indonesia\/#Fungsi_Tari_Kreasi\" >Fungsi Tari Kreasi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Seni tari adalah salah satu bentuk ekspresi budaya yang dimiliki oleh berbagai daerah di Indonesia. Seni tari tidak hanya menampilkan gerak tubuh yang indah dan harmonis, tetapi juga mengandung makna, nilai, dan pesan yang ingin disampaikan oleh para penarinya. Seni tari di Indonesia memiliki beragam jenis dan ragam, mulai dari tari rakyat, tari klasik, hingga tari kreasi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Tari_Kreasi\"><\/span>Pengertian Tari Kreasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tari kreasi adalah jenis tari yang koreografinya masih bertolak pada tari tradisional atau pengembangan dari pola-pola tari yang sudah ada sebelumnya<sup>1<\/sup>.\u00a0Tari kreasi merupakan bentuk gerak tari modern atau tari baru yang dirangkai dari perpaduan gerak tari tradisional kerakyatan, seperti adanya pengembangan dari tari tradisional klasik<sup>2<\/sup>.\u00a0Tari kreasi mempunyai bentuk mengekspresikan artistik yang bersifat individual dan lebih menekankan pada ekspresi dan estetika dari pertunjukannya<sup>1<\/sup>.\u00a0Terbentuknya tari kreasi karena dipengaruhi oleh gaya tari daerah lain atau negara lain maupun hasil kreativitas penciptanya<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Tari_Kreasi\"><\/span>Contoh Tari Kreasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa contoh tarian yang termasuk pada tari kreasi adalah<sup>1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Tari Gebyar Trompong, Tari Oleg Tambulilingan, Tari Manuk Rawa (Bali)<\/li>\n<li>Tari Karonsih (Jawa tengah)<\/li>\n<li>Tari Kipas, dan Tari Mainang Pulo Kampu (Sumatra)<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Tari_Kreasi\"><\/span>Jenis Tari Kreasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut jenisnya, secara umum tari digolongkan menjadi tiga, yaitu<sup>1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Tari Rakyat: Tari yang berkembang di lingkungan masyarakat lokal, hidup dan berkembang secara turun temurun.<\/li>\n<li>Tari Klasik: Tari yang berkembang di keraton. Tari ini memiliki pakem-pakem tertentu dan nilai-nilai estetis yang tinggi.<\/li>\n<li>Tari Kreasi Baru: Tari yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman, namun pada dasarnya tidak menghilangkan nilai-nilai tradisi itu sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sementara itu, tari kreasi juga dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu<sup>1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Tari Kreasi Berpola Tradisi: Tari kreasi yang masih mengacu pada pola-pola gerak, iringan musik, kostum, dan rias dari tarian asalnya. Contohnya adalah Tari Gebyar Trompong yang merupakan pengembangan dari Tari Legong Keraton Bali.<\/li>\n<li>Tari Kreasi Baru Yang Tidak Berpola Tradisi (Non Tradisi): Tari kreasi yang tidak terikat oleh pola-pola gerak, iringan musik, kostum, dan rias dari tarian asalnya. Contohnya adalah Tari Oleg Tambulilingan yang merupakan hasil karya I Ketut Maria dari Bali.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Prosedur_Pembuatan_Tari_Kreasi\"><\/span>Prosedur Pembuatan Tari Kreasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk membuat sebuah tarian kreasi, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh penata tarian atau koreografer.\u00a0Tahapan tersebut adalah<sup>1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Tahapan Eksplorasi: Tahap ini merupakan tahap awal untuk menciptakan gerak-gerak baru dengan mengamati lingkungan sekitar, mengeksplorasi kemampuan tubuh sendiri, atau mengadopsi gerak-gerak dari sumber lain.<\/li>\n<li>Tahap Improvisasi: Tahap ini merupakan tahap untuk mengembangkan gerak-gerak baru dengan cara mencoba berbagai variasi, kombinasi, atau modifikasi gerak sesuai dengan tema atau konsep yang ingin disampaikan.<\/li>\n<li>Tahap Evaluasi: Tahap ini merupakan tahap untuk menilai kualitas gerak-gerak baru dengan cara melihat apakah gerak tersebut sesuai dengan tema atau konsep, memiliki nilai artistik dan estetik, serta dapat dipahami oleh penonton.<\/li>\n<li>Tahap Komposisi: Tahap ini merupakan tahap untuk menyusun gerak-gerak baru menjadi sebuah tarian yang utuh dengan memperhatikan unsur-unsur seperti ruang, waktu, bentuk, dan dinamika gerak.<\/li>\n<li>Tahap Presentasi: Tahap ini merupakan tahap untuk menampilkan tarian yang sudah dibuat kepada penonton dengan memperhatikan aspek-aspek seperti iringan musik, kostum, rias, pencahayaan, dan dekorasi panggung.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Tari_Kreasi\"><\/span>Fungsi Tari Kreasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tari kreasi memiliki beberapa fungsi, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Fungsi Estetis: Tari kreasi berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan keindahan dan kesenian melalui gerak tubuh yang harmonis dan artistik.<\/li>\n<li>Fungsi Edukatif: Tari kreasi berfungsi sebagai sarana untuk mengedukasi penonton tentang budaya, sejarah, atau nilai-nilai yang terkandung dalam tarian tersebut.<\/li>\n<li>Fungsi Komunikatif: Tari kreasi berfungsi sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan penonton melalui pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh penari atau koreografer.<\/li>\n<li>Fungsi Rekreatif: Tari kreasi berfungsi sebagai sarana untuk menghibur dan menyenangkan diri sendiri maupun penonton.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Tari Kreasi : Pengertian, Contoh, Jenis, Keunikan &amp; Prosedur. https:\/\/serupa.id\/tari-kreasi\/.<br \/>\n(2) 30 Contoh Tari Kreasi Modern Daerah di Indonesia. https:\/\/www.rumbelnesia.com\/contoh-tari-kreasi\/.<br \/>\n(3) Tari Kreasi: Pengertian, Karakteristik, Fungsi, Jenis dan Unsurnya. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/tari-kreasi-adalah\/.<br \/>\n(4) [Penjelasan Lengkap] 30+ Tari Kreasi: Ciri, Jenis, Fungsi.. https:\/\/www.selasar.com\/tari\/kreasi\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seni tari adalah salah satu bentuk ekspresi budaya yang dimiliki oleh berbagai daerah di Indonesia. Seni tari tidak hanya menampilkan gerak tubuh yang indah dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42169","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42169","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42169"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42169\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}