{"id":42159,"date":"2023-06-27T05:11:31","date_gmt":"2023-06-27T05:11:31","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2070"},"modified":"2023-06-27T05:11:31","modified_gmt":"2023-06-27T05:11:31","slug":"seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/","title":{"rendered":"Seni Tari: Pengertian, Unsur-Unsur, Fungsi, dan Jenis"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/#Pengertian_Seni_Tari\" >Pengertian Seni Tari<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/#Unsur-Unsur_Seni_Tari\" >Unsur-Unsur Seni Tari<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/#Wiraga_raga\" >Wiraga (raga)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/#Wirama_irama\" >Wirama (irama)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/#Wirasa_rasa\" >Wirasa (rasa)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/#Unsur-Unsur_Pendukung_Seni_Tari\" >Unsur-Unsur Pendukung Seni Tari<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/#Fungsi_Seni_Tari\" >Fungsi Seni Tari<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/#Jenis-Jenis_Seni_Tari\" >Jenis-Jenis Seni Tari<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/#Berdasarkan_Asal_Usul\" >Berdasarkan Asal Usul<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/#Berdasarkan_Fungsi\" >Berdasarkan Fungsi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/#Berdasarkan_Jumlah_Penari\" >Berdasarkan Jumlah Penari<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-pengertian-unsur-unsur-fungsi-dan-jenis\/#Berdasarkan_Gaya\" >Berdasarkan Gaya<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Seni tari adalah salah satu cabang seni yang menggunakan gerak tubuh sebagai media untuk mengekspresikan nilai-nilai batin, emosi, pikiran, dan makna tertentu. Seni tari juga merupakan bagian dari kebudayaan yang ada di setiap daerah atau negara, termasuk Indonesia. Indonesia memiliki berbagai macam seni tari yang mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Nusantara.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Seni_Tari\"><\/span>Pengertian Seni Tari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pengertian seni tari dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, baik dari segi sejarah, estetika, sosial, budaya, maupun religius. Berikut adalah beberapa pengertian seni tari menurut para ahli:<\/p>\n<ul>\n<li>Corrie Hartong: Seni tari adalah gerakan tubuh yang berirama dan berpola untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran manusia<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Soedarsono: Seni tari adalah gerakan tubuh yang indah dan bermakna yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan iringan musik<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Pangeran Suryadiningrat: Seni tari adalah gerakan tubuh yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kesenangan kepada mata dan hati<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Judith Lynne Hanna: Seni tari adalah gerakan tubuh yang terorganisasi secara simbolik untuk mengkomunikasikan nilai-nilai budaya<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Yulianti Parani: Seni tari adalah gerakan tubuh yang terencana dan terstruktur untuk menciptakan karya seni yang memiliki nilai estetis<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Kamala Devi Chattopadhyaya: Seni tari adalah gerakan tubuh yang harmonis dan dinamis yang menggambarkan kehidupan manusia<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>M.A Theodora Retno Maruh: Seni tari adalah gerakan tubuh yang dilakukan secara sadar dan terkontrol untuk menciptakan bentuk-bentuk artistik.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dari berbagai pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa seni tari memiliki beberapa ciri umum, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Menggunakan gerak tubuh sebagai media utama<\/li>\n<li>Memiliki irama, pola, dan struktur<\/li>\n<li>Mengungkapkan nilai-nilai batin, emosi, pikiran, dan makna tertentu<\/li>\n<li>Memiliki nilai estetis, budaya, sosial, dan religius<\/li>\n<li>Dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang<\/li>\n<li>Dapat diiringi oleh musik atau tidak<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Unsur-Unsur_Seni_Tari\"><\/span>Unsur-Unsur Seni Tari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seni tari memiliki beberapa unsur utama dan pendukung yang saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Unsur-unsur utama seni tari adalah:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Wiraga_raga\"><\/span>Wiraga (raga)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Wiraga atau raga adalah unsur seni tari yang berkaitan dengan gerak tubuh penari. Gerak tubuh penari harus sesuai dengan tema, karakter, suasana, dan makna yang ingin disampaikan dalam seni tari. Gerak tubuh penari juga harus memperhatikan aspek-aspek seperti keseimbangan, koordinasi, fleksibilitas, kekuatan, kelenturan, kecepatan, ketepatan, dan variasi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Wirama_irama\"><\/span>Wirama (irama)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Wirama atau irama adalah unsur seni tari yang berkaitan dengan ritme atau tempo dalam seni tari. Irama dapat berasal dari iringan musik atau dari gerak tubuh penari itu sendiri. Irama harus sesuai dengan jenis, gaya, dan suasana seni tari. Irama juga harus konsisten dan harmonis antara penari satu dengan lainnya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Wirasa_rasa\"><\/span>Wirasa (rasa)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Wirasa atau rasa adalah unsur seni tari yang berkaitan dengan ekspresi atau perasaan dalam seni tari. Ekspresi dapat ditunjukkan melalui mimik wajah, tatapan mata, sikap tubuh, gestur tangan, intonasi suara, atau bahasa tubuh lainnya. Ekspresi harus sesuai dengan tema, karakter, suasana.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Unsur-Unsur_Pendukung_Seni_Tari\"><\/span>Unsur-Unsur Pendukung Seni Tari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Unsur-unsur pendukung seni tari meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Iringan musik: Iringan musik adalah unsur seni tari yang berkaitan dengan suara atau bunyi yang mengiringi gerak tubuh penari. Iringan musik dapat berasal dari alat musik tradisional, modern, atau rekaman. Iringan musik harus sesuai dengan jenis, gaya, dan suasana seni tari. Iringan musik juga harus mendukung dan menambah nilai estetis seni tari.<\/li>\n<li>Kostum: Kostum adalah unsur seni tari yang berkaitan dengan pakaian atau busana yang dikenakan oleh penari. Kostum harus sesuai dengan tema, karakter, latar belakang, dan makna seni tari. Kostum juga harus memperhatikan aspek-aspek seperti warna, bentuk, ukuran, bahan, dan aksesoris.<\/li>\n<li>Tata rias: Tata rias adalah unsur seni tari yang berkaitan dengan penampilan wajah atau raut muka penari. Tata rias harus sesuai dengan tema, karakter, latar belakang, dan makna seni tari. Tata rias juga harus memperhatikan aspek-aspek seperti warna, bentuk, ukuran, bahan, dan aksesoris.<\/li>\n<li>Pola lantai atau blocking: Pola lantai atau blocking adalah unsur seni tari yang berkaitan dengan susunan atau formasi gerak tubuh penari di atas panggung atau arena. Pola lantai atau blocking harus sesuai dengan tema, karakter, latar belakang, dan makna seni tari. Pola lantai atau blocking juga harus memperhatikan aspek-aspek seperti arah, jarak, tinggi, kedalaman, dan simetri.<\/li>\n<li>Gerakan: Gerakan adalah unsur seni tari yang berkaitan dengan variasi atau modifikasi gerak tubuh penari. Gerakan dapat dibedakan menjadi gerak murni dan gerak maknawi. Gerak murni adalah gerakan yang tidak memiliki makna tertentu dan hanya mengutamakan keindahan geraknya saja. Gerak maknawi adalah gerakan yang memiliki makna tertentu dan mengutamakan pesan atau ekspresinya.<\/li>\n<li>Properti: Properti adalah unsur seni tari yang berkaitan dengan benda-benda yang digunakan oleh penari sebagai pelengkap atau penghias gerak tubuh penari. Properti dapat berupa tombak, kipas, payung, pedang, panah, selendang, topeng, dan lain-lain. Properti harus sesuai dengan tema, karakter, latar belakang, dan makna seni tari.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Seni_Tari\"><\/span>Fungsi Seni Tari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seni tari memiliki berbagai fungsi, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Melestarikan budaya: Seni tari merupakan bagian dari kebudayaan yang ada di setiap daerah atau negara. Dengan melakukan dan menonton seni tari, kita dapat mengenal dan menghargai kekayaan dan keanekaragaman budaya bangsa kita sendiri maupun bangsa lain.<\/li>\n<li>Sebagai upacara: Seni tari sering ditampilkan pada upacara adat atau keagamaan sebagai sarana untuk menyampaikan rasa hormat, syukur, permohonan, penghormatan, atau pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa atau makhluk halus lainnya. Contohnya adalah tari Pendet dari Bali yang digunakan saat upacara keagamaan Hindu.<\/li>\n<li>Sebagai hiburan: Seni tari dapat menjadi sarana untuk menghibur diri sendiri maupun orang lain. Dengan menonton seni tari, kita dapat merasakan kesenangan, kegembiraan, keterhiburan, atau kekaguman terhadap karya seni yang ditampilkan. Contohnya adalah tari Jaipong dari Jawa Barat yang digunakan sebagai hiburan rakyat.<\/li>\n<li>Sebagai pergaulan: Seni tari dapat menjadi sarana untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama manusia yang memiliki hubungan kerabat, persahabatan, asmara, atau profesional. Dengan melakukan seni tari bersama-sama, kita dapat meningkatkan rasa kebersamaan, keakraban, kepercayaan, atau kerjasama. Contohnya adalah tari Saman dari Aceh yang digunakan sebagai pergaulan antara pemuda dan pemudi.<\/li>\n<li>Sebagai pendidikan: Seni tari dapat menjadi sarana untuk mendidik diri sendiri maupun orang lain. Dengan belajar seni tari, kita dapat mengembangkan potensi diri, kreativitas, keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai-nilai yang baik. Dengan mengajarkan seni tari, kita dapat menumbuhkan minat, bakat, apresiasi, dan penghargaan terhadap seni tari. Contohnya adalah tari Merak dari Jawa Timur yang digunakan sebagai pendidikan karakter.<\/li>\n<li>Sebagai propaganda: Seni tari dapat menjadi sarana untuk menyebarkan atau mempengaruhi ideologi, politik, sosial, atau ekonomi tertentu. Dengan menampilkan seni tari, kita dapat menyampaikan pesan atau gagasan yang ingin disosialisasikan atau dikampanyekan kepada masyarakat. Contohnya adalah tari Poco-Poco dari Maluku yang digunakan sebagai propaganda kesehatan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Seni_Tari\"><\/span>Jenis-Jenis Seni Tari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seni tari dapat diklasifikasikan menjadi berbagai jenis berdasarkan beberapa kriteria, antara lain:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berdasarkan_Asal_Usul\"><\/span>Berdasarkan Asal Usul<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berdasarkan asal usulnya, seni tari dapat dibedakan menjadi:<\/p>\n<ul>\n<li>Seni tari tradisional: Seni tari yang berasal dari tradisi lama yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Seni tari tradisional biasanya memiliki nilai-nilai budaya, sosial, religius, dan historis yang kuat. Contohnya adalah tari Serimpi dari Jawa Tengah yang berasal dari zaman kerajaan Mataram Islam.<\/li>\n<li>Seni tari modern: Seni tari yang berasal dari perkembangan zaman yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti globalisasi, industrialisasi, urbanisasi, dan teknologi. Seni tari modern biasanya memiliki nilai-nilai estetis, kreatif, inovatif, dan eksperimental yang tinggi. Contohnya adalah tari Kontemporer yang berasal dari Barat dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1970-an.<\/li>\n<li>Seni tari kreasi baru: Seni tari yang berasal dari hasil kreasi atau ciptaan baru yang menggabungkan unsur-unsur dari seni tari tradisional dan modern. Seni tari kreasi baru biasanya memiliki nilai-nilai adaptif, fleksibel, dinamis, dan relevan dengan kondisi saat ini. Contohnya adalah tari Kecak dari Bali yang merupakan hasil kreasi Walter Spies pada tahun 1930-an.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berdasarkan_Fungsi\"><\/span>Berdasarkan Fungsi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berdasarkan fungsinya, seni tari dapat dibedakan menjadi:<\/p>\n<ul>\n<li>Seni tari sakral: Seni tari yang ditampilkan untuk tujuan keagamaan atau spiritual. Seni tari sakral biasanya memiliki aturan-aturan ketat yang harus dipatuhi oleh penarinya. Contohnya adalah tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur yang ditampilkan untuk memuja Dewa Siwa.<\/li>\n<li>Seni tari profan: Seni tari yang ditampilkan untuk tujuan duniawi atau sekuler. Seni tari profan biasanya memiliki aturan-aturan longgar yang dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi penarinya. Contohnya adalah tari Golek dari Jawa Tengah yang ditampilkan untuk hiburan raja dan tamu-tamunya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berdasarkan_Jumlah_Penari\"><\/span>Berdasarkan Jumlah Penari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berdasarkan jumlah penarinya, seni tari dapat dibedakan menjadi:<\/p>\n<ul>\n<li>Seni tari tunggal: Seni tari yang ditampilkan oleh satu orang penari saja. Seni tari tunggal biasanya menekankan pada kemampuan teknis, ekspresif, dan artistik penarinya. Contohnya adalah tari Bedhaya dari Jawa Tengah yang ditampilkan oleh seorang putri raja.<\/li>\n<li>Seni tari berpasangan: Seni tari yang ditampilkan oleh dua orang penari yang saling berinteraksi. Seni tari berpasangan biasanya menekankan pada keterpaduan, harmoni, dan komunikasi antara penarinya. Contohnya adalah tari Topeng Cirebon dari Jawa Barat yang ditampilkan oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan.<\/li>\n<li>Seni tari kelompok: Seni tari yang ditampilkan oleh lebih dari dua orang penari yang saling berkolaborasi. Seni tari kelompok biasanya menekankan pada kerjasama, koordinasi, dan kreativitas antara penarinya. Contohnya adalah tari Tor-Tor dari Sumatera Utara yang ditampilkan oleh sekelompok orang Batak.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berdasarkan_Gaya\"><\/span>Berdasarkan Gaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berdasarkan gayanya, seni tari dapat dibedakan menjadi:<\/p>\n<ul>\n<li>Seni tari klasik: Seni tari yang memiliki gaya yang baku, formal, elegan, dan halus. Seni tari klasik biasanya memiliki aturan-aturan yang ketat dan tidak mudah berubah. Contohnya adalah tari Bali Klasik yang memiliki gaya yang khas dan indah.<\/li>\n<li>Seni tari etnik: Seni tari yang memiliki gaya yang khas, unik, dan beragam sesuai dengan etnis atau suku bangsa tertentu. Seni tari etnik biasanya memiliki ciri-ciri yang kental dengan budaya asalnya. Contohnya adalah tari Jaipong dari Jawa Barat yang memiliki gaya yang dinamis dan enerjik.<\/li>\n<li>Seni tari kontemporer: Seni tari yang memiliki gaya yang bebas, fleksibel, inovatif, dan eksperimental. Seni tari kontemporer biasanya tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu dan dapat berkembang sesuai dengan zaman. Contohnya adalah tari Kontemporer Indonesia yang menggabungkan unsur-unsur dari seni tari tradisional dan modern.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Seni Tari: Pengertian, Unsur-Unsur, Fungsi, dan Jenis. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/seni-tari\/.<br \/>\n(2) Tarian Indonesia &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tarian_Indonesia.<br \/>\n(3) Seni Tari &#8211; Fungsi, Jenis, Peran, Konsep, Contoh, Para Ahli. https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/seni-tari\/.<br \/>\n(4) Seni Tari: Pengertian, Ciri, Fungsi, Unsur, Jenis, Contoh &#8211; PAKDOSEN.CO.ID. https:\/\/pakdosen.co.id\/seni-tari\/.<br \/>\n(5) Pengertian Seni Tari Beserta Jenis, Unsur-unsur, dan Contohnya. https:\/\/www.liputan6.com\/hot\/read\/4559341\/pengertian-seni-tari-beserta-jenis-unsur-unsur-dan-contohnya.<br \/>\n(6) Getty Images. https:\/\/www.gettyimages.com\/detail\/photo\/mother-and-kids-dancing-royalty-free-image\/1080443848.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seni tari adalah salah satu cabang seni yang menggunakan gerak tubuh sebagai media untuk mengekspresikan nilai-nilai batin, emosi, pikiran, dan makna tertentu. Seni tari juga&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42159","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42159"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42159\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}