{"id":42158,"date":"2023-06-27T05:07:58","date_gmt":"2023-06-27T05:07:58","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2065"},"modified":"2023-06-27T05:07:58","modified_gmt":"2023-06-27T05:07:58","slug":"seni-tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya\/","title":{"rendered":"Seni Tari Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Jenis-jenisnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya\/#Pengertian_Seni_Tari_Nusantara\" >Pengertian Seni Tari Nusantara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya\/#Sejarah_Seni_Tari_Nusantara\" >Sejarah Seni Tari Nusantara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya\/#Jenis-Jenis_Seni_Tari_Nusantara\" >Jenis-Jenis Seni Tari Nusantara<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya\/#Tari_Daerah_Nusantara\" >Tari Daerah Nusantara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya\/#Tari_Tradisional_Kerakyatan\" >Tari Tradisional Kerakyatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya\/#Tari_Tradisional_Klasik\" >Tari Tradisional Klasik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya\/#Tari_Kreasi\" >Tari Kreasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya\/#Tari_Tunggal\" >Tari Tunggal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya\/#Tari_Kelompok\" >Tari Kelompok<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Seni tari adalah salah satu cabang seni yang melekat erat dengan budaya yang ada di nusantara. Indonesia memiliki kekayaan seni tari yang sangat beragam dan khas dari berbagai daerah.\u00a0Seni tari nusantara adalah tari tradisional yang berasal dari berbagai daerah di penjuru Indonesia<sup>1<\/sup>. Setiap daerah memiliki ciri khas tarinya sendiri, mulai dari gerak, musik, irama, dan pola tarian.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Seni_Tari_Nusantara\"><\/span>Pengertian Seni Tari Nusantara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seni tari nusantara adalah seni yang mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran melalui gerakan tubuh yang berirama<sup>2<\/sup>.\u00a0Seni tari nusantara juga memiliki fungsi sosial, budaya, religius, hiburan, dan pendidikan<sup>3<\/sup>.\u00a0Seni tari nusantara merupakan hasil karya cipta manusia yang dipengaruhi oleh lingkungan, sejarah, dan kebudayaan setempat<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Seni_Tari_Nusantara\"><\/span>Sejarah Seni Tari Nusantara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seni tari nusantara sudah ada sejak zaman prasejarah.\u00a0Pada masa itu, tari masih sangat sederhana dan digunakan sebagai bagian dari ritual penyembahan<sup>4<\/sup>. Kemudian pada masa Kerajaan Hindu, seni tari nusantara berkembang di Indonesia. Gerakan dan alunan musik seni tari nusantara pada masa ini dipengaruhi oleh kebudayaan India.\u00a0Biasanya tarian digunakan dalam upacara adat dan keagamaan<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Seni tari nusantara pada masa Kerajaan Hindu dibagi menjadi dua jenis, yaitu tari kerajaan dan tari rakyat.\u00a0Ini karena sistem kasta masih diberlakukan di masa itu<sup>4<\/sup>. Kemudian beralih ke masa Kerajaan Islam, seni tari nusantara digunakan para wali dan pemuka agama untuk memperkenalkan agama Islam.\u00a0Beberapa unsur dalam seni tari nusantara disesuaikan dengan peradaban masyarakat yang menganut ajaran agama Islam<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Seni tari nusantara terus mengalami perkembangan hingga mencapai puncaknya pada masa kemerdekaan Indonesia. Setiap daerah memiliki sanggar tari yang banyak peminatnya. Kini seni tari nusantara masih bertahan dan memiliki banyak peminat.\u00a0Meskipun begitu, pelestarian dan pengembangan seni tari nusantara harus terus dipertahankan<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Seni_Tari_Nusantara\"><\/span>Jenis-Jenis Seni Tari Nusantara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seni tari nusantara dibedakan menjadi enam jenis, yaitu tari daerah nusantara, tari kerakyatan, tari tradisional klasik, tari kreasi, tari tunggal, dan tari kelompok<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tari_Daerah_Nusantara\"><\/span>Tari Daerah Nusantara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tari daerah nusantara adalah jenis tarian yang tumbuh dan terus berkembang sesuai dengan kelompok masyarakat pendukungnya. Tari jenis ini memiliki keunikan gerak, penyajian, irama musik, rias wajah, dan busana. Contoh tari daerah nusantara adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Tari Pendet dari Bali<\/li>\n<li>Tari Jaipong dari Jawa Barat<\/li>\n<li>Tari Tor-tor dari Sumatera Utara<\/li>\n<li>Tari Serimpi dari Jawa Tengah<\/li>\n<li>Tari Gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan<\/li>\n<li>Tari Piring dari Sumatera Barat<\/li>\n<li>Tari Merak dari Jawa Barat<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tari_Tradisional_Kerakyatan\"><\/span>Tari Tradisional Kerakyatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tari tradisional kerakyatan adalah jenis tarian yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan masyarakat umum. Biasanya digunakan sebagai tari hiburan. Ciri khas tarian ini adalah bentuk gerak, irama, ekspresi, dan rias busananya yang sederhana. Penari biasanya menari secara berpasang-pasangan.<\/p>\n<p>Contoh tari tradisional kerakyatan adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Tari Kecak dari Bali<\/li>\n<li>Tari Saman dari Aceh<\/li>\n<li>Tari Cokek dari Betawi<\/li>\n<li>Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur<\/li>\n<li>Tari Zapin dari Riau<\/li>\n<li>Tari Sajojo dari Papua<\/li>\n<li>Tari Lenggang Nyai dari Jakarta<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tari_Tradisional_Klasik\"><\/span>Tari Tradisional Klasik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tari tradisional klasik adalah jenis tarian yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keraton atau istana. Biasanya digunakan sebagai tari upacara adat dan keagamaan. Ciri khas tarian ini adalah bentuk gerak, irama, ekspresi, dan rias busananya yang halus dan anggun. Penari biasanya menari secara tunggal atau berkelompok. Contoh tari tradisional klasik adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Tari Bedhaya dari Jawa<\/li>\n<li>Tari Legong dari Bali<\/li>\n<li>Tari Serimpi dari Jawa<\/li>\n<li>Tari Topeng Cirebon dari Jawa Barat<\/li>\n<li>Tari Golek Sulung Dayung dari Jawa Barat<\/li>\n<li>Tari Gambyong dari Jawa Tengah<\/li>\n<li>Tari Srimpi Pandelori dari Jawa Timur<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tari_Kreasi\"><\/span>Tari Kreasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tari kreasi adalah jenis tarian yang merupakan hasil pengembangan atau modifikasi dari tarian tradisional. Biasanya digunakan sebagai tari pertunjukan atau seni panggung. Ciri khas tarian ini adalah bentuk gerak, irama, ekspresi, dan rias busananya yang lebih bebas dan dinamis. Penari biasanya menari secara tunggal, berpasangan, atau berkelompok. Contoh tari kreasi adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Tari Oleg Tamulilingan dari Bali<\/li>\n<li>Tari Gandrung Banyuwangi dari Jawa Timur<\/li>\n<li>Tari Rampak Gendang dari Sumatera Barat<\/li>\n<li>Tari Ronggeng Bugis dari Sulawesi Selatan<\/li>\n<li>Tari Nandak Ganjen dari Jakarta<\/li>\n<li>Tari Yapong dari Jakarta<\/li>\n<li>Tari Bambangan Cakil dari Jawa Tengah<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tari_Tunggal\"><\/span>Tari Tunggal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tari tunggal adalah jenis tarian yang dilakukan oleh seorang penari saja. Biasanya digunakan sebagai tari hiburan, upacara adat, atau seni panggung. Ciri khas tarian ini adalah bentuk gerak, irama, ekspresi, dan rias busananya yang sesuai dengan karakter penarinya. Contoh tari tunggal adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Tari Sekar Jagat dari Bali<\/li>\n<li>Tari Golek Menak dari Jawa Barat<\/li>\n<li>Tari Payung dari Sumatera Barat<\/li>\n<li>Tari Bondan Payung dari Jawa Barat<\/li>\n<li>Tari Bajidor Kahot dari Jawa Barat<\/li>\n<li>Tari Jaipongan Putri dari Jawa Barat<\/li>\n<li>Tari Roro Ngigel dari Jawa Timur<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tari_Kelompok\"><\/span>Tari Kelompok<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tari kelompok adalah jenis tarian yang dilakukan oleh beberapa penari secara bersama-sama. Biasanya digunakan sebagai tari hiburan, upacara adat, atau seni panggung. Ciri khas tarian ini adalah bentuk gerak, irama, ekspresi, dan rias busananya yang seragam dan harmonis. Contoh tari kelompok adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Tari Pendet dari Bali<\/li>\n<li>Tari Saman dari Aceh<\/li>\n<li>Tari Kecak dari Bali<\/li>\n<li>Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur<\/li>\n<li>Tari Sajojo dari Papua<\/li>\n<li>Tari Lenggang Nyai dari Jakarta<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seni tari nusantara adalah salah satu warisan budaya yang harus kita lestarikan dan kembangkan. Seni tari nusantara memiliki berbagai jenis, fungsi, dan ciri khas yang menarik. Seni tari nusantara juga merupakan salah satu sarana untuk mengenal lebih dekat kebudayaan daerah di Indonesia.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Tari Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Jenis-jenisnya. https:\/\/kumparan.com\/berita-hari-ini\/tari-nusantara-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya-1v5lh5eeXei.<br \/>\n(2) Seni Tari: Pengertian, Ciri, Fungsi, Unsur, Jenis, Contoh &#8211; PAKDOSEN.CO.ID. https:\/\/pakdosen.co.id\/seni-tari\/.<br \/>\n(3) 7 Keunikan Tari Nusantara Terlengkap Beserta Penjelasannya. https:\/\/ilmuseni.com\/seni-pertunjukan\/seni-tari\/keunikan-tari-nusantara.<br \/>\n(4) Tari Nusantara: Pengertian dan Sejarahnya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/10\/07\/180000869\/tari-nusantara&#8211;pengertian-dan-sejarahnya-.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seni tari adalah salah satu cabang seni yang melekat erat dengan budaya yang ada di nusantara. Indonesia memiliki kekayaan seni tari yang sangat beragam dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42158","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42158"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42158\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}