{"id":42157,"date":"2023-06-27T04:52:18","date_gmt":"2023-06-27T04:52:18","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=2062"},"modified":"2023-06-27T04:52:18","modified_gmt":"2023-06-27T04:52:18","slug":"seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/","title":{"rendered":"Seni Rupa: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#Pengertian_Seni_Rupa\" >Pengertian Seni Rupa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#Fungsi_Seni_Rupa\" >Fungsi Seni Rupa<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#1_Fungsi_Personal\" >1. Fungsi Personal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#2_Fungsi_Sosial\" >2. Fungsi Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#3_Fungsi_Spiritual\" >3. Fungsi Spiritual<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#4_Fungsi_Edukatif\" >4. Fungsi Edukatif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#5_Fungsi_Komersial\" >5. Fungsi Komersial<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#Jenis-Jenis_Seni_Rupa_dan_Contohnya\" >Jenis-Jenis Seni Rupa dan Contohnya<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#1_Berdasarkan_Dimensi\" >1. Berdasarkan Dimensi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#2_Berdasarkan_Fungsi\" >2. Berdasarkan Fungsi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#3_Berdasarkan_Waktu_atau_Periode\" >3. Berdasarkan Waktu atau Periode<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#4_Berdasarkan_Teknik_dan_Media\" >4. Berdasarkan Teknik dan Media<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/seni-rupa-pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p><strong>Seni rupa<\/strong> adalah salah satu cabang seni yang berfokus pada karya yang dapat dinikmati melalui indra penglihatan dan sentuhan. Karya seni rupa diwujudkan dengan memanfaatkan elemen-elemen visual seperti garis, warna, tekstur, ruang, dan bentuk. Seni rupa memiliki sejarah yang panjang dan terus berkembang seiring perubahan budaya, teknologi, serta nilai-nilai masyarakat.<\/p>\n<p>Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang seni rupa, mencakup pengertian, fungsi, jenis-jenisnya, serta contoh yang relevan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Seni_Rupa\"><\/span><strong>Pengertian Seni Rupa<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seni rupa adalah ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan dalam bentuk visual dan memiliki nilai estetika. Seni rupa dapat diciptakan dalam berbagai media seperti kanvas, kayu, logam, atau bahan lain yang dapat diolah menjadi karya seni. Dalam konteks akademik, seni rupa juga didefinisikan sebagai disiplin yang mempelajari keindahan visual dan cara menciptakannya.<\/p>\n<p>Dalam seni rupa, ada dua dimensi utama yang mendasari karya seni, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Seni rupa dua dimensi<\/strong>, yaitu karya seni yang hanya memiliki panjang dan lebar, seperti lukisan dan gambar.<\/li>\n<li><strong>Seni rupa tiga dimensi<\/strong>, yaitu karya seni yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi, seperti patung dan arsitektur.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Seni_Rupa\"><\/span><strong>Fungsi Seni Rupa<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seni rupa memiliki fungsi yang luas, mulai dari tujuan estetika hingga manfaat praktis. Berikut adalah beberapa fungsi utama seni rupa:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Fungsi_Personal\"><\/span>1. <strong>Fungsi Personal<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seni rupa sering kali digunakan sebagai medium untuk mengekspresikan emosi, gagasan, dan pengalaman pribadi seorang seniman. Lukisan abstrak, misalnya, bisa menjadi refleksi dari perasaan atau ide yang kompleks.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Fungsi_Sosial\"><\/span>2. <strong>Fungsi Sosial<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seni rupa memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan sosial, budaya, atau politik. Poster-poster perjuangan kemerdekaan, mural dengan tema lingkungan, atau seni instalasi yang mengkritik isu global adalah contoh bagaimana seni rupa digunakan sebagai alat komunikasi sosial.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Fungsi_Spiritual\"><\/span>3. <strong>Fungsi Spiritual<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Di banyak budaya, seni rupa digunakan untuk tujuan religius atau spiritual. Contohnya adalah seni ukir pada candi Borobudur yang menggambarkan ajaran Buddha atau lukisan kaca di gereja-gereja yang merepresentasikan kisah-kisah Alkitab.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Fungsi_Edukatif\"><\/span>4. <strong>Fungsi Edukatif<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Karya seni rupa juga berfungsi sebagai media pembelajaran. Misalnya, ilustrasi pada buku pelajaran membantu siswa memahami konsep yang abstrak.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Fungsi_Komersial\"><\/span>5. <strong>Fungsi Komersial<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seni rupa sering digunakan untuk mendukung aktivitas ekonomi, seperti desain kemasan produk, iklan, dan fashion.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Seni_Rupa_dan_Contohnya\"><\/span><strong>Jenis-Jenis Seni Rupa dan Contohnya<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seni rupa, sebagai salah satu cabang seni yang menitikberatkan pada keindahan visual, memiliki beragam jenis yang dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai jenis-jenis seni rupa:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Berdasarkan_Dimensi\"><\/span>1. <strong>Berdasarkan Dimensi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>a. Seni Rupa Dua Dimensi (2D)<\/strong><\/p>\n<p>Karya seni yang hanya memiliki dua ukuran, yaitu panjang dan lebar, tanpa kedalaman. Karya ini hanya dapat dinikmati dari satu sisi, yaitu depan. Contohnya meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Lukisan: Karya yang dibuat dengan mengaplikasikan cat pada kanvas atau media datar lainnya.<\/li>\n<li>Gambar: Karya yang dihasilkan melalui teknik menggambar dengan pensil, tinta, atau media lainnya.<\/li>\n<li>Fotografi: Gambar yang dihasilkan melalui proses penangkapan cahaya pada film atau sensor digital.<\/li>\n<li>Batik: Kain yang dihias dengan motif tertentu menggunakan teknik perintang warna.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>b. Seni Rupa Tiga Dimensi (3D)<\/strong><\/p>\n<p>Karya seni yang memiliki tiga ukuran: panjang, lebar, dan tinggi, sehingga memiliki volume dan dapat dinikmati dari berbagai sisi. Contohnya meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Patung: Karya tiga dimensi yang dibuat dengan teknik memahat, membentuk, atau mencetak.<\/li>\n<li>Keramik: Benda yang dibuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar, seperti vas atau guci.<\/li>\n<li>Arsitektur: Desain dan konstruksi bangunan yang menggabungkan fungsi dan estetika.<\/li>\n<li>Seni Instalasi: Karya yang dirancang untuk mengubah persepsi ruang, seringkali bersifat sementara dan interaktif.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Berdasarkan_Fungsi\"><\/span>2. <strong>Berdasarkan Fungsi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>a. Seni Rupa Murni<\/strong><\/p>\n<p>Karya seni yang diciptakan dengan tujuan utama untuk ekspresi estetika tanpa mempertimbangkan fungsi praktis. Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Lukisan: Seperti karya-karya impresionis yang menekankan ekspresi perasaan.<\/li>\n<li>Patung: Seperti patung abstrak yang tidak memiliki fungsi selain sebagai objek seni.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>b. Seni Rupa Terapan<\/strong><\/p>\n<p>Karya seni yang selain memiliki nilai estetika juga memiliki fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Desain Produk: Seperti perabotan rumah tangga yang dirancang dengan estetika dan fungsi.<\/li>\n<li>Desain Grafis: Seperti poster, logo, dan kemasan produk.<\/li>\n<li>Kriya: Seperti anyaman, batik, dan kerajinan tangan lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Berdasarkan_Waktu_atau_Periode\"><\/span>3. <strong>Berdasarkan Waktu atau Periode<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>a. Seni Rupa Tradisional<\/strong><\/p>\n<p>Karya seni yang mengikuti aturan, teknik, dan gaya yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu budaya. Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Wayang Kulit: Seni pertunjukan bayangan yang menggunakan boneka kulit.<\/li>\n<li>Ukiran Jepara: Kerajinan ukir kayu dengan motif khas dari Jepara.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>b. Seni Rupa Modern<\/strong><\/p>\n<p>Karya seni yang muncul pada akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, yang menekankan inovasi dan kebebasan ekspresi, seringkali menolak tradisi dan konvensi sebelumnya. Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Kubisme: Gerakan seni yang dipelopori oleh Pablo Picasso, menampilkan objek dari berbagai sudut pandang dalam satu bidang gambar.<\/li>\n<li>Ekspresionisme: Gerakan yang menekankan ekspresi emosional dan subjektif dari seniman.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>c. Seni Rupa Kontemporer<\/strong><\/p>\n<p>Karya seni yang diciptakan pada periode akhir abad ke-20 hingga sekarang, seringkali mencerminkan isu-isu sosial, politik, dan budaya terkini, serta menggunakan media dan teknologi baru. Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Seni Media Baru: Seperti video art, digital art, dan instalasi interaktif.<\/li>\n<li>Seni Pertunjukan: Karya yang menggabungkan elemen visual dengan aksi langsung, seperti performance art.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Berdasarkan_Teknik_dan_Media\"><\/span>4. <strong>Berdasarkan Teknik dan Media<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>a. Seni Lukis<\/strong><\/p>\n<p>Karya seni yang dibuat dengan mengaplikasikan cat atau medium lainnya pada permukaan datar. Teknik yang digunakan dapat berupa:<\/p>\n<ul>\n<li>Aquarel: Menggunakan cat air dengan sapuan tipis.<\/li>\n<li>Oil Painting: Menggunakan cat minyak dengan sapuan tebal dan tekstur.<\/li>\n<li>Fresco: Melukis pada dinding basah dengan pigmen yang menyatu dengan plester.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>b. Seni Grafis<\/strong><\/p>\n<p>Karya seni yang dibuat melalui proses cetak, memungkinkan reproduksi dalam jumlah banyak. Teknik yang digunakan meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Cetak Saring (Screen Printing): Menggunakan stensil untuk mencetak gambar pada berbagai media.<\/li>\n<li>Cetak Dalam (Intaglio): Seperti etsa dan gravir, di mana gambar diukir pada permukaan logam.<\/li>\n<li>Cetak Datar (Lithography): Menggunakan batu atau pelat logam sebagai media cetak.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>c. Seni Kriya<\/strong><\/p>\n<p>Karya seni yang menekankan keterampilan tangan dan fungsi praktis, seringkali menggunakan bahan alami. Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Kriya Tekstil: Seperti tenun, batik, dan sulam.<\/li>\n<li>Kriya Kayu: Seperti ukiran, pahat, dan anyaman bambu.<\/li>\n<li>Kriya Logam: Seperti perhiasan, alat musik tradisional, dan senjata.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>d. Desain<\/strong><\/p>\n<p>Desain merupakan proses perancangan yang mengintegrasikan aspek estetika dan fungsionalitas untuk menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan manusia. Bidang desain mencakup:<\/p>\n<ul>\n<li>Desain Interior: Perancangan tata letak dan dekorasi ruang dalam bangunan agar fungsional, nyaman, dan estetis.<\/li>\n<li>Desain Produk: Perancangan barang-barang konsumsi seperti perabot, alat elektronik, dan peralatan rumah tangga dengan mempertimbangkan aspek ergonomis dan estetika.<\/li>\n<li>Desain Grafis: Penciptaan elemen visual untuk media cetak dan digital, termasuk logo, poster, kemasan, dan antarmuka pengguna.<\/li>\n<li>Desain Mode: Perancangan pakaian dan aksesori yang mengikuti tren dan kebutuhan pasar, menggabungkan kreativitas dengan fungsi praktis.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>e. Seni Media Baru<\/strong><\/p>\n<p>Perkembangan teknologi telah melahirkan bentuk-bentuk seni baru yang memanfaatkan media digital dan interaktif. Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Seni Digital: Karya seni yang dibuat menggunakan perangkat lunak komputer, seperti ilustrasi digital dan manipulasi foto.<\/li>\n<li>Video Art: Karya seni yang menggunakan rekaman video sebagai medium utama untuk menyampaikan pesan atau konsep artistik.<\/li>\n<li>Seni Interaktif: Karya yang melibatkan partisipasi aktif penonton, seringkali menggunakan sensor dan teknologi responsif.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>f. Seni Pertunjukan Visual<\/strong><\/p>\n<p>Menggabungkan elemen visual dengan aksi langsung, menciptakan pengalaman estetika yang dinamis. Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Performance Art<\/strong>: Seni yang menampilkan aksi seniman di depan audiens, seringkali mengeksplorasi batas antara seni dan kehidupan sehari-hari.<\/li>\n<li><strong>Seni Instalasi<\/strong>: Penataan objek atau elemen dalam ruang tertentu untuk menciptakan pengalaman visual dan emosional bagi penonton.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><strong>Kesimpulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seni rupa adalah cerminan dari keindahan, kreativitas, dan ekspresi manusia yang terus berkembang seiring perubahan zaman. Dengan memahami pengertian, fungsi, jenis, dan contoh seni rupa, kita tidak hanya dapat menikmati keindahannya tetapi juga memahami peran pentingnya dalam kehidupan pribadi, sosial, dan budaya.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari warisan budaya, seni rupa harus terus dilestarikan dan diapresiasi. Hal ini tidak hanya untuk menghormati sejarah seni, tetapi juga untuk mendorong generasi mendatang agar terus menciptakan karya seni yang inovatif dan relevan.<\/p>\n<p>Semoga artikel ini membantu Anda memahami seni rupa secara mendalam. Jika Anda tertarik mendalami seni rupa lebih jauh, Anda bisa mulai dengan mengunjungi galeri seni atau mencoba membuat karya seni sederhana di rumah!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang berfokus pada karya yang dapat dinikmati melalui indra penglihatan dan sentuhan. Karya seni rupa diwujudkan dengan memanfaatkan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42196,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42157"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42157\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42196"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}